Kau tahu apa yang paling berbahaya dalam diri manusia? Adalah ketika kau...merasa lebih baik dari oramg lain.
Seperti musuh dalam selimut,
Seperti racun yang menyatu dengan makanan paling lezat,
Seperti permukaan danau yang tampak bening, padahal jauh di dasarnya penuh endapan kekeruhan,
Seperti cermin yang menampilkan keterbatasan diri dengan apik, meski pada kenyataannya di dalam diri begitu banyak rumpang yang Allah tutupi dan tak tertampik,
Bahaya itu, membakar amal shalih dengan cepat.
Bahaya itu, menggerogoti diri lalu mengisi jiwa dengan keangkuhan dan kesombongan dengan perlahan.
Ketika kau sibuk membuat daftar aib orang lain, tapi lupa diri bahwa kau pun begitu penuh dosa dan kekurangan.
Ketika kau sibuk menghitung dan menghkalkulasi dosa-dosa orang lain, padahal dirimu pun tak pernah sekejap terlepas dan bersih dari kesalahan.
Apakah kau tak menyadari bahwa bukan orang lain yang sering berlaku aniyaya terhadap dirimu. Tapi dirimu sendiri lah yang sering mendzolimi diri sendiri.
Seberapa keruhkah bejana jiwamu duhai diri?
Jika Allah tak menutup aib-aibmu, dapatkah kau bayangkan seberapa hinanya dirimu?
Jika Allah tak memberimu petunjuk untuk merengkuh hidayah-Nya, dapatkah kau bayangkan seberapa jauh kau akan tersesat di tengah arus dunia yang fana dan penuh tipu daya?
Padahal umur dan kesempatan terus berkurang, lenyap oleh perputaran waktu siang dan malam,
Padahal cerita-cerita tentang kematian dan umur yang singkat silih berganti terdengar dan terlihat.
Betapa ngerinya, buta mata hati. Sebab tak nampak lagi petunjuk kebenaran dan tak ada lagi getaran agar memohon pengampunan,
Ya Allah, lindungilah kami daripada merasa paling baik dalam perbuatan amal shalih.
Ya Allah, lindungilah kami daripada merasa paling sempurna dalam segala bentuk ikhtiar dan rencana yang kami upayakan.
Sejatinya, karena kekuatan-Mu lah kami mampu melaksanakan ketaatan dan kebaikan.
Sejatinya, hanya karena petunjuk dan hidayah-Mu lah kami berada di jalan lurus keselamatan.
Dan karena rahmat-Mu lah maka karunia dari sisi-Mu terus mengalir deras tak terbatas di tengah kehinaan diri kami yang begitu pekat dan terus membekas. Ampunilah kami ya Rabbi.
Keruh, 23 Juni 2023 22.57 wita