Ini merupakan perjalanan pertama saya untuk menjadi pengisi acara di konferensi FLOSS (Free/Libre and Open-source Software). Kali ini saya menjadi pengisi acara di LibreOffice Conference Indonesia 2018 di Surabaya. Materi saya bawakan tentang penulisan karya ilmiah bahasa Arab dengan LibreOffice. Kebetulan belum lama sebelum konferensi ini saya baru saja menyelesaikan sripsi yang bahasa Arab dengan LibreOffice.
Perjalanan dimulai dari stasiun Bogor ke stasiun Jakarta dengan Ragil, kawan satu kantor saya di Btech, untuk akhirnya berangkat dengan kereta antar propinsi. Kami tidak berangkat bersama kawan-kawan GLiB, komunitas para enthusiast FLOSS di Bogor, yang akan berangkat juga ke sana. Kami berangkat di jadwal yang berbeda.
Sempat ada kejadian buruk ketika kami sampai di Jakarta dan menunggu jadwal keberangkatan kereta antar propinsi dengan mengobrol di bibir-bibir stasiun. Ada seseorang yang datang dari belakang Ragil secara tiba-tiba dan berniat mengambil handphone-nya yang dia charge menggunakan power bank di sampingnya, tapi, hap, beruntung saya sempat melihat dan menegurnya, langsung saja dia letakan kembali Handphone itu. Saat itu saya pikir tidak usah, lah, saya teriaki orang itu apalagi melakukan hal-hal yang lebih jauh. Saya hanya berharap ini bukan awal dari hal-hal buruk lain.
Hari pertama dimulai dengan lokakarya tentang penerjemahan LibreOffice, tapi saya tidak sempat ikut karena kelas penuh oleh peserta lain. Saya pun memilih keliling kota Surabaya dengan kawan-kawan GLiB yang sudah datang, juga dengan Ragil, Dhenandi, dan Ibu Siska.
Kegiatan hari ini ditutup dengan makan malam pengisi acara bersama para panitia, tapi, sayang, tidak ada foto saya sepertinya.
Hari kedua dimulai dengan seminar. Seminar ini dibuka oleh Bapak Ahmad haris, Bapak yang luar biasa. Masih aktif dan cukup progresif di komunitas. Mungkin rambutnya yang panjang dan diwarnai bisa merepresentasikannya.
Pada hari ini juga teman-teman GLiB yang lain tiba di lokasi Acara.
Pembahasan yang menarik hari ini adalah tentang standar dokumen dan bagaimana itu bisa dikapitalisasi.
Hari ini hari terakhir saya di Surabaya dan, yap, saya jadi pengisi acara di salah satu kelas paralel. Sesi ini saya mulai dengan khidmat dan tidak ada niat untuk bercanda sama sekali, karena saya sadar saya tidak pandai berbicara di depan khalayak. Tidak terbayang kalau saya mulai dengan bercanda.
Di tengah-tengah pembicaraan saya mulai tidak kuat untuk tidak mengeluarkan celetukan-celetukan, akhirnya beberapa celetukan pun keluar. Sebagian tertawa lepas atas hal itu, sebagian tertawa dengan semacam catatan, sebagian terlihat sinis. Mungkin bercandaan ini bagi sebagian orang tidak dipahami sebagai bercandaan. Ini bisa jadi karena kita datang dari latar belakang berbeda. Saya minta maaf jika saya menyinggung atau mengganggu perasaan para hadirin, tidak ada niatan buruk atas bercandaan itu.
Di konferensi ini banyak hal-hal baru yang saya temukan dibanding konferensi FLOSS lain yang pernah saya hadiri. Seperti yang hadir tidak lagi didominasi lagi oleh laki-laki. Semoga ini pertanda baik untuk dunia FLOSS. Sampai jumpa di kesempatan lain. Peace out!