Malam ini adalah malam ke -16 aku mengunjungi kedai kopi dengan membawa buku laptop dan beberapa tugas kuliahku. Seperti biasanya, aku datang pukul 19.00 hingga larut malam pukul 00.00 bahkan lebih jika weekend. Beberapa kali aku duduk berseberangan dengan pria yang nampaknya aktivis. Dia nampak serius berbincang dengan lawan bicaranya. Sempat kali setiap dia atau aku datang kami pasti saling menyapa atau senyum. Aku menikmati pekerjaanku mengerjakan deadline dan tugas-tugas kuliah yang belum selesai. Menjelang pukul 23.00 biasanya aku sudah menyelesaikan tugasku, selesai tidak selesai, aku harus mengakhiri bertatap muka dengan laptopku & menunggu sejam barulah aku pulang. Mungkin pria itu sudah mengamatiku setiap kalinya aku menugas. Hingga pukul 23.00 dia mulai mengajak ku ngobrol basa basi berkenalan. Dia memperkenalkan diri bahwa dia mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan ilmu sosial. Sebelum aku memperkenalkan diri, nampaknya dia sudah mengetahui bahwa aku adalah mahasiswi farmasi UII. Dia mengaku senang karena kami sama-sama kuliah di universitas berbasis islam. Dia pria yang baik dan berwawasan luas. Hampir aku salah menilai tentang dia. Aku dulu selalu berfikir bahwa mahasiswa uin itu suka demo suka dakwah orasi dan fanatik terhadap agama. Tidak untuk dia. Tampaknya aku adalah teman wanita nya yang tidak menggunakan hijab. Seluruh anggota forum & kawan dia menggunakan jilbab dan sangatlah cantik. Aku sedikit heran mengapa dia tidak henti-hentinya mengajak aku menonton pameran atau event yang dia sukai. Dia suka mendengarkan lagu Efek Rumah Kaca - Di Udara. Pertama kalinya aku mendengarkan lagu itu dari dia. Selera musiknya bagus juga kataku. Esoknya aku mengiyakan ajakan dia untuk datang ke pameran seni di kampusnya. Aku malu untuk datang karena aku tidak memakai jilbab dan dia tidak memaksaku untuk memakai. Dia pria yang baik, suka menolong siapapun terutama aku. Suatu saat malam, dia mengutarakan isi hatinya kepadaku. Aku tidak langsung menjawab karena 4 bulan adalah waktu yang sangat cepat untuk berkenalan hingga pacaran. Namun dia tidak pantang menyerah dan tetap mencariku walaupun aku tidak merespon perasaannya. Dia sungguh pria yang baik. Masih mau menolong walaupun dia sudah mengutarakan isi hatinya lebih dari dua kali. Aku bisa saja menerima cintanya, tapi aku belum siap jika harus menjalin hubungan asmara dengan aktivis terlebih ketua forum yang sudah jelas sangat sibuk. Suatu malam aku hendak menjawab isi perasaannya, namun dia sudah jarang mengirim pesan kepadaku. Esokan harinya aku melihat dia memposting foto bersama perempuan cantik berhijab. Aku terlambat membalas cinta nya. Namun tidak apa, aku menyadari betapa lelah dia mengejar cintanya hingga 24 bulan namun tak ujung berbalas dariku. Aku menyesal tapi tidak ada yang bisa ku perbuat, selain turut berbahagia karena dia sudah menemukan cinta yang setara :) Terima kasih Efek Rumah Kaca, lagumu mengingatkanku tentang memori masa lalu yang sangat indah dijalani walaupun tidak sempat memiliki












