Love it when my favorite season has arrived!
Xuebing Du

#extradirty
todays bird
will byers stan first human second
Today's Document

izzy's playlists!
art blog(derogatory)

⁂

Discoholic 🪩

Janaina Medeiros
taylor price
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

if i look back, i am lost

Andulka
hello vonnie
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
Mike Driver
d e v o n
NASA

seen from South Korea
seen from Poland
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Finland
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Switzerland

seen from United Kingdom
@reacaraksa
Love it when my favorite season has arrived!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
2026
Ooh, it's so good to be back!
Summer is getting closer and I basically won't have much to do when the season comes lol. Promise you I'm going to write more in the summer. But for the time being, enjoy this beautiful portrait of Big Ben (actually this is Elizabeth Tower. Big Ben is the name for the giant bell inside it haha). all the way from london Reaca
Sundays Beach Club Bali
Minggu lalu, gue main lagi ke Bali setelah beberapa minggu sebelumnya gue juga weekend-an di Bali. Dipikir-pikir selama 2016 dan early 2017 ini gue udah 6 kali ke Bali, banyak juga ya hahaha. Bosen? Ngga dong. Karena selalu aja ada yang baru di Bali dan bikin kita pengen dateng lagi .. lagi .. lagi .. dan lagi
Kali ini gue diajakin bu Vivi untuk dateng ke sebuah beach club di kawasan Ungasan. Sebenernya walaupun sering ke Bali, gue jarang banget datang ke beach clubs di Bali. Alasan pertama adalah karena HTMnya mahal banget hahaha. Terus ya mikirnya juga “alah paling beach clubs mah gitu-gitu doang. sama aja kaya restoran pinggir pantai”. Singkat cerita, gue dan teman-teman yang lain pun menyusul bu Vivi dan rombongannya di Sundays Beach Club.
Sundays Beach Club adalah sebuah private beach club yang terletak di Jalan Pantai Selatan Gau, Ungasan. Beach Club ini mungkin engga seterkenal Finns di Canggu atau Potato Head sana, tapiii justru ini salah satu keuntungan buat orang-orang yang ga terlalu suka tempat yang terlalu crowded dan berisik. Untuk mencapai tempat ini, kalian bisa menempuh perjalanan 45 menit lewat Jl. Raya Uluwatu atau kalo lagi weekend (biasanya jalan ini super maceet) kalian bisa lewat Jl. Goa Gong atau agak muter dikit lewat Jalan Tol Mandar (itu looh jalan tol yang berdiri di tengah laut itu) lalu lanjut ke Jl. Dharmawangsa..
Long story short, gue pun tiba di tempat yang lebih mirip resort mevvah ini. Nah kalo kalian ga kebayang dimana si Sundays ini berada, kalian cek aja Karma Kandara. Tau kan Karma Kandara? Yaa, Sundays Beach Club ini memang terletak tepat di sebelah Karma Kandara dan punya konsep yang mirip dengan Karma Kandara . Begitu masuk, kita bakal disuguhi pemandangan laut selatan Bali dari ketinggian *insert amazed face* tapi eh tapi tapi ko ga keliatan tuh pantainya (lah??). Jangan-jangan gue salah masuk tempat? Usut punya usut.. ternyata untuk mengakses pantai, kita emang harus turun tebing lewat inclinator atau lift yang terletak di bagian bawah resort! Wiiii ini kali pertama gue turun tebing pake inclinator.. serem-serem tapi excited gitu turun tebing pake kek ginian. Anw, operator inclinator disini bernama bli Wayan dan kalian harus tau guys .. bli Wayan ini terkenal banget di Instagram wkwk you should check out #SelfieWithWayan on Instagram and make sure you take a picture with him!
That’s the inclinator rail!
Nah, untuk dateng kesini kalian wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Kemaren sih gue dateng pas hari Minggu dan syukron ya Akhi, tempatnya engga terlalu penuh.. bahkan cenderung kosong. Mungkin karena besoknya udah Senin kali ya.. Nah kalo kalian berencana dateng kesini hari Sabtu, make sure kalian bikin reservasi minimal 1 hari sebelumnya. Harga tiket masuk disini dibandrol Rp 300,000/pax untuk dewasa, Rp 150,000/pax untuk anak usia 3-11 tahun. Harga ini sudah termasuk inclinator access, towel, wifi, Rp 150,000 F&B credit, dan free access of watersport equipment seperti snorkeling gear, kayak, dan stand up paddle boards.
Ticket Box
Sundays’ welcome sign at the ticket box with tide’s height information
Setelah beli tiket/menunjukkan bukti reservasi, kita bakal dikasih 1 handuk untuk digunakan di bawah sana.
Beach view from the stairs. Well, unloving Bali, can you not ??
The view from beach side
Ternyata pantainya baaagusss!! brb berlari-lari di pantai. karena dateng jam 4 sorean, kondisinya emang udah agak gelap, ditambah kondisi bali yang saat itu suka kedatangan hujan secara tiba tiba. Hujannya cuma 15 detik doang (asli, seriusan) tapi pas hujan itu ombak sempet naik agak tinggi.. Setelahnya, cuaca kembali bersahabat lagii.
Leha-leha menghabiskan sore sambil kayaking
Untuk kamu-kamu yang pengen main di pantai, snorkeling, kayaking, atau main paddle board, kalian tinggal dateng ke booth tempat penyewaan equpment dengan bawa KTP. Tenang, rental sport equipment ini udah termasuk biaya masuk yang tadi kita bayar di depan kok
Bean Bags to lean on
Atau kalo mager kaya gue, kalian bisa santai kek lagi di pantai (padahal emang lagi di pantai) di atas bean bags yang masih empuk sambil nunggu sunset ... nyeruput peach tea dingin. haa suddenly life makes sense again :”””)
btw sayang sekali kegiatan perlautan gue kemaren mentok di snorkeling ngeliatin pasir .. sebenernya kalo agak ke tengah laut tuh banyak ikannya ko guys, bagus-bagus pula. tapi karena aga-aga saltum yaitu pake dress instead of dive wear, akhirnya gue harus terima nasib cuma bisa snorkeling di bibir pantai ngeliatin pasir yang bergerak seirama laju ombak doang #mendadakfilosofis
Rani-Mbak Rina- Bu Vivi-Me doing photoshoot for Gossip Girl season terbaru. Serena van Der Woodsen, Blair Waldorf, and Henny Humphrey akhirnya memutuskan berhijab
Laper? Haus? tenang, disini adalah restoran dan bar yang punya varian menu beragam untuk mengobati rasa rindu terhadap pacar yang ada di Belanda sana dahaga setelah cape-cape berjemur dan main air. Setiap pass yang kita beli sudah termasuk voucher F&B senilai Rp 150.000,- jadi kalo kita makan dan minum lebih dari Rp 150,000,- otomatis kita harus nambah lagi. Makanan dan minuman disini relatif mahal (ralat: mahal banget somprettttttt). Sebut saja 1 pitcher Peach Ice Tea untuk 6 orang dapat anda dapatkan dengan merogoh kocek sebesar Rp 425.000,- :) belum termasuk pajak dan service charge 21% :”). Tapi kalo ngeliat gimana akses beach club ini dibangun (membelah sebuah tebing) dan dimana beach club ini berada (di balik tebing yang turunnya harus pake inclinator dengan gradien m=tidak terdefinisi), gue rasa harga segitu emang harga yang harus dipatok manajemen supaya cepet-cepet BEP aka balik modal kali ya wkwk. Nah untuk ngakalin ini, kalian bisa makan siang/sore terlebih dahulu di luar resort/beach club jadi pas kesini tinggal beli minuman aja. Hemat beb
The Menu Book that looked like a newspaper but printed in tosca. so cuuuuuttteeeee
Peach Ice Tea mahal tapi enaaaakkkk itu:9
Overall tempat ini cocok buat relaksasi sambil nunggu matahari terbenam di sore hari. ngga terlalu rame, musik yang dimainkan pun cukup bersahabat, ga ngerusak telinga. Tempat ini juga menurutku punya fasilitas lumayan lengakap, ada restoran, bar, outdoor area, tempat bilas yang bersih dan terawat, sampai dengan lapangan parkir yang mumpuni. Staffnya pun sangat ramah dan helpful. Ga membeda-bedakan pengunjung walaupun orang Indonesia terlihat sangat sedikit disini. Pokonya salah satu must visit deh kalo di Bali!
Okedeh, that’s all! See you again in another trip to the another places. Semoga reviewnya bermanfaat yaa. Anyway i’d like to say thank you to ibu Vivi for the tagging us along to this place. Couldnt ask better deh pokonya :-* dan satu lagi yang terpenting, i’d like to congratulte bu Vivi for getting the gratuade degree scholarship. straight way to Keio Japan!! semoga sehat dan sukses teruuuus :-)
Cheers
Patar-Dapi-Rangga-Mbak Rina-Bu Vivi-Rani-Mbak Tata-Me
-
Sundays Beach Club – Uluwatu Bali
http://www.sundaysbeachclub.com
For reservations please email
[email protected] +62811 833 0162
Refleksi Tahun ke-24
Rasanya sudah lama sekali semenjak terakhir kali aku nulis hal yang sangat pribadi. Kesibukan kantor beberapa tahun belakangan membuat perkara menyempatkan diri untuk membuka laptop, menyusun draft, serta menuangkan ide/pikiran/ulasan/hal acak lain ke dalam bentuk tulisan adalah sesuatu yang mustahil dilakukan. Tapi menulis untuk mengingat kembali apa yang terjadi dalam satu tahun belakangan adalah kewajiban. Inilah rangkuman perjalanan yang akan aku ingat sebagai pelajaran di kehidupan tahun ke-24.
Tahun 2016, seperti tahun-tahun sebelumnya, dibuka dengan harapan dan doa supaya menjadi tahun yang sangat baik. Di tahun ini akhirnya aku bisa dengan percaya diri menyatakan diri merdeka secara finansial. Lepas sebagai beban negara dan lepas sebagai beban ekonomi orang tua (tinggal beban pikiran aja karena anaknya belum kawin-kawin juga). Beberapa perjalanan ke luar kota bahkan luar negeri dengan tujuan berbeda-beda pun berhasil aku realisasikan. Surabaya, Malang, Lombok, Flores, 3 kali di Bali, dan ditutup dengan perjalanan ke Singapura. Entah mengapa, bisa bepergian banyak menjadi tolak ukur kepuasan batiniah bagiku. Mungkin ini esensi yang paling terasa dari meniru peristiwa yang diajarkan oleh Nabi: Hijrah.
Tahun ini juga jadi tahun yang menyenangkan karena mas pacar pulang ke Indonesia setelah hampir 1 tahun tinggal di benua lain. Kalau diinget-inget, rasanya jarang banget aku cerita tentang dia disini ya haha. Pengalaman punya pasangan kali ini sebetulnya jadi bagian yang punya tempat khusus bagiku. Setelah gagal dengan yang sebelum-sebelumnya, akhirnya aku ngerti kenapa beberapa hal (banyak hal lebih tepatnya) hanya bisa bekerja dengan pasangan yang sekarang. Dengan intensitas komunikasi yang hanya 2 kali seminggu (kadang bahkan kurang), beda waktu sampai dengan 6 jam, jarak satu sama lain yang sampai 11.000 KM, sebenernya masih suka ngelamun dan bertanya-tanya, ko gue bisa ya? ko dia juga bisa? Yah mungkin itu buah kesabaran yang hasilnya bisa langsung aku petik.
Perkara menyenangkan atau tidak, tentu saja bisa kujawab juga. Tahun ini, menyenangkan .... tapi menyedihkan juga.. yah namanya perasaan, ga lengkap kalau engga campur-campur kaya gitu. Suatu hari aku dimutasikan ke bagian yang paling aku hindari di kantor. Sedih? Pasti. Bayangin aja, lagi enak-enak berkarya di bidang yang aku suka, disuruh pindah. Dendam, marah, ah pokonya segala yang negatif aja yang muncul di pikiran. Tapi namanya tugas tetep harus dikerjakan, akhirnya aku pindah juga. Ternyata di bagian baru ini aku akhirnya merasakan ritme kerja yang jauh lebih santai dari bagian sebelumnya. Bahaya sih, comfort zone. Tapi mungkin aku layak untuk menghabiskan beberapa bulan disitu. Atau mungkin ini hadiah karena setahun belakangan aku selalu under a rough tense? Mungkin. Di ruangan baru, aku ketemu dengan orang-orang yang rajin banget ngasih makan. I finally gained weight and hit 43kgs. That’s actually a new history to me (insert horray emoji). Yah begitulah manusia, kadang kita suka sesuatu padahal sesuatu itu engga baik untuk kita, kadang kita benci sesuatu padahal sesuatu itu baik untuk kita.
Di 2017 aku ingin lebih banyak belajar. LIterally. Kuliah lagi mungkin? hehehe. Aku ingin lebih sering menyenangkan orang tua, am putting this on my first priority. Aku ingin pergi ke lebih banyak tempat yang belum pernah aku datangi, ketemu orang-orang baru, memperkaya diri dengan pemahaman baru. Aku ingin banyak ide dan banyak inovasi. Ingin menekuni sesuatu secara profesional yang kemanfaatannya abadi. Aku juga ingin ketemu orang-orang lama.. Temen-temen SD, SMP, SMA, Kuliah, siapapun yang pernah ketemu denganku sebelumnya. Kayanya seneng aja dengerin cerita mereka tentang hidup belakangan ini. Ingin banget ngobrol dengan teman-teman lama secara intimate.
But above all, In 2017, I want everyone to be healthy. I want to continuously, passionately, learning everything, learning everyone.
so to everyone, i wish you good luck in 2017. hope 2017 will be our year
cheers,
reaca

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Singapore For Dummies Series (Pt. 4) : Memilih SIM Card Handphone di Singapura
Walaupun banyak public area (termasuk MRT Station) yang dilengkapi dengan wifi, gue gamau ambil risiko disconnected total dari akses internet. Mau gimanapun, ini di negara orang.. jadi ya, gue tetep memilih untuk beli SIM Card lokal Singapura.
Untuk informasi aja nih, begitu turun dari pesawat dan lewat konter luggage check, kita akan langsung menemukan mesin kecil bertuliskan “Free Wifi” yang terletak beberapa langkah sebelum area travelator. Mesin ini banyak banget bertebaran di seantero Changi. Gausah takut ga kebagian yah. Untuk mendapatkan akses gratis wifi di lingkungan Changi Airport, kita hanya perlu melakukan hal yang diinstruksikan si mesin: scan paspor dan isi biodata, begitu disubmit, kita akan diberikan password untuk mengakses wifi selama 1 jam di lingkungan Changi Airport.
Free WiFi booth di Changi. Just follow the instructions and paaaw! free wifi is on your hand~
Given access time untuk free Wifi seperti ini memang engga lama, begitu lewat 1 jam kita harus reregister lagi untuk dapet password baru dan seterusnya. Sebenernya engga harus scan paspor sih, begitu kita aktifkan fitur WiFi di hape, kita akan secara otomatis tersambung dengan free wifi Changi. Lumayan banget untuk membantu kita menavigasikan diri selama jalan-jalan di Changi atau sekedar searching petunjuk penggunaan MRT.
Keluar dari Changi, otomatis koneksi free WiFi akan hilang, mau engga mau kita harus beli SIMCard Lokal supaya stay connected dimanapun dan kapanpun berada. Gue memilih untuk pakai Kartu Singtel hi!Tourist. SIM Card ini bisa dibeli di setiap outlet money changer “Travelex” di dalam Changi. Jangan khawatir karena di Changi, hampir 20 meter sekali pasti ada outlet “Travelex” dan letaknya pasti bergandengan dengan “UOB”. Jadi selain memberikan jasa money changing, outlet tersebut juga jual SIM Card loh. Untuk Kartu Singtel hanya dijual di outlet Travelex karena outlet UOB menjual SIM Card dengan merek Starhub.
Kartu Singtel hi!Tourist ini dijual dengan harga $15 dengan bundel paket berupa 500minutes local calls, 100 local sms, 30 minutes Int’l calls, dan 4GB Local Data dengan validity time selama 5 hari. Jadi inget ya, untuk yang traveling/berada di Singapura lebih dari 5 hari, tidak direkomendasikan untuk menggunakan paket ini. Ada juga hi!Tourist seharga $30 dengan paket data sebesar 14GB dan valid selama 10 hari, serta hi!Tourist seharga $50 (Twin Pack) dengan paket data sebesar 20GB dan valid selama 10 hari. Sinyal yang digunakan oleh SIM Card ini adalah sinyal 4G jadi jangan takut aksesnya bakal lelet ya hahaha. Selain itu, kartu dibuat dalam beberapa ukuran : standard, micro, dan nano card. TInggal potek aja sesuai dengan yang diminta handphone kita.
Sekedar tips, kemaren gue beli 2 SIMCard karena 1 buat gue dan 1 buat ade gue. Safety wise, gue takut dia ilang/nyasar/kepisah dari gue jadi gue harus memastikan dia punya nomor telepon yang bisa dihubungi. Kejadian ini membuat gue harus spend 2 kali lipat $15 karena ya beli 2 SIM. Untuk kalian yang travelling dengan teman-teman dan yakin kalaupun mereka hilang/terpisah mereka bisa survive dengan cari wifi gratisan, kalian cukup beli 1 SIM Card aja. Jadi 1 handphone di-tether ke handphone lain sehingga menghemat expenditure pembelian SIM Card. Ga ada penurunan kecepatan internet saat tethering berlangsung (up to 4 devices at a time ya, kalau lebih ya silahkan menyesuaikan aja), so no worries lah. Toh paling tethering juga dipake pas di jalan aja, tiba-tiba pengen ngepost instagram doang kaaan. Begitu sampai di hostel kan bisa pake Wifi hostel lagi gituuu..
Nah untuk SIM Card lain gue belum pernah coba, tapi dari hasil baca-baca sih Singtel adalah provider yang paling sering digunakan sama teman-teman traveller, terutama edisi hi!Tourist ini. Semoga membantu!
-
Take a look at another parts of Singapore for Dummies Series below (it’s just one click away!)
Part 1 : Membeli Tiket Pesawat, Tiket USS & Gardens By The Bay Singapore, dan Memilih Money Changer
Part 2 : Menggunakan EZ-Link Card dan MRT Singapura
Part 3 : Menginap di Five Stones Hostel Singapore
Part 4 : Memilih SIM Card Handphone di Singapura
Singapore For Dummies Series (Pt. 3) : Menginap di Five Stones Hostel Singapore
Perkara menginap mungkin menjadi hal yang paling diantisipasi oleh setiap traveller. Biasanya setelah tiket pesawat, biaya penginapanlah yang memakan paling banyak ruang di dompet kita (brb menangys dalam pelukan david beckham). Jadi harus pinter-pinter milih dimana nih tempat yang aman dan juga nyaman tapi ga bikin dompet cekak. Setelah sibuk-sibuk tanya sana tanya sini, browsing sana browsing sini, akhirnya gue memutuskan untuk menginap di Five Stones Hostel Beach Road (special thanks to Dewi yang sudah merekomendasikan penginapan ini *kiss*)
FSH dari depan
My sister posing with backgrund of instax photos on the wall
Kenapa sih harus nginep di Five Stones Hostel? Kenapa coba? Kenapa-kenapa? Simak ulasannya berikut ini
1. Akses Mudah Menggunakan MRT atau Bus
Ambil Exit Nicoll Hwy MRT ke arah Beach Rd, ikutin aja petunjuk jalannya. Nah situasi berjalan dari exit MRT tuh seperti ini, jadi jangan khawatir kepanasan ya
Five Stones Hostel atau yang kita singkat FSH adalah sebuah backpacker hostel yang terletak di 285 Beach Road Singapore, gampangnya sih di area Bugis, area Arab-araban karena hostel ini deket banget sama Haji Lane, Sultan Gate, Aliwal Street, dll. Untuk menuju hostel ini, stasiun MRT yang terdekat adalah Nicoll Highway MRT di belakang The Concourse. Kita cukup jalan sekitar 450m dengan mengikuti petunjuk jalan (suer ini tuh ga sejauh yang kita kira loh dan jalan kaki di Singapura tuh nyaman banget!). Atau kalau mau naik bis, kalian bisa pilih naik bis nomor 100, 107, 107M, 961, 961C, dan 980 pokonya yang berhenti di Bus Stop 01521 Park Royal yang letaknya persis di depan teras hostel. Jadi kalo naik bis, kita menghemat jatah gempor kaki ya hahaha. Sebenernya FSH juga deket dengan Bugis MRT tapi menurutku sih lebih dekat ke Nicoll Highway MRT :)
2. Rate Murah dengan Banyak Pilihan Room
Nah untuk rate, disini cocok lah dengan apa yang kita dapet. 1 bed sekitar Rp 200ribuan per malam sudah termasuk breakfast. Untuk book FSH engga susah ko.. kita bisa direct book via websitenya mereka atau channel booking seperti Traveloka. Untuk room yang disedikan di hostel ini macem-macem, ada yang mixed dorm (campuran laki-perempuan), ada yang male floor (khusus laki-laki), dan ada juga yang female dorm (khusus perempuan). Harga bed juga dipengaruhi oleh jenis ruangan apa yang kita pilih, yang paling murah tentu saja yang paling rame, 8 beds. Yang lebih mahal juga ada, yaitu yang 6 beds dan 4 beds. banyak deh, tinggal sesuaikan dengan budget dan preferensi kita. Berhubung gue dan ade gue akan banyak di luar ruangan, maka kita pilih room yang paling murah, yaitu yang 8 beds tapi di female floor. Kenapa pilih yang female only? Soalnya agak risih juga sih mengingat kamar mandinya shared. Kalo sharednya perempuan aja gapapalah, tapi kalo sama laki-laki .___. ngga deh.
Salah satu bed di Female dorm, all in pink! Setiap bed dilengkapi dengan lampu baca dan 2 buah terminal (colokan). Perlu diingat bahwa Singapura menggunakan colokan lubang 3, jadi jangan lupa bawa adapter ya. Kalo ga bawa juga gapapa sih, disini tersedia rental adapter seharga $5 (ps aku beli adapter colokan di toko listrik deket kantor seharga Rp 55k aja :p)
Bed di bagian atas (that’s my ade there. say hi to her!). Enaknya tidur di bed atas adalah engga pengap! Tapi ga enaknya, harus naik turun tangga terus *pegangin pinggang*
Standar loker untuk setiap bed. Lokernya muat untuk diisi 1 backpack ukuran standar Jansport lah (ga muat kalo dipake naro carrier 60 liter haha). Jadi kalau kamu bawa barang yang lebih besar daripada ukuran loker, terpaksa harus ditaruh di lantai. Gapapa sih, pastikan aja koper kamu terkunci dan berdoa semoga room mates kita tidak ada yang berjiwa kriminal wkwk
Situasi kamar mandi yang dilengkapi dengan hair dryer yuhuuu (ps jangan lupa tutup pintu kamar mandinya kalo lagi hairdryeran supaya yang di kamar engga kebisingan)
3. Banyak Fasilitas Tambahan
Butuh Wifi kenceng yang bisa diakses sambil leyeh-leyeh di tempat tidur? Ada. Pengen bikin teh/kopi tengah malem? Bisa. Pengen jajan ke Seven Eleven? Tinggal ngesot dari hostel. Mau Solat? Tinggal lompat ke Mesjid Sultan. Kangen main Nintendo Wii atau gamau ketinggalan episode baru di channel favorit kamu? tinggal turun ke lounge.
Hampir semua fasilitas hotel ada disini termasuk laundry service, bedanya mereka nyiapin mesinnya aja.. kita sendiri yang ngerjain dan itu semua sudah termasuk dalam biaya kamar yang kita bayar! waaaaaaw amazing bukaaan?
Tersedia public PC yang bisa dipakai oleh semua penghuni FSH
Pilihan breakfast yang beragam. Mulai dari sereal dari berbagai macam rasa, bentuk, dan merek, ada juga roti gandum atau roti putih yang hadir lengkap bersama banyak pilihan selai. Ada juga kopi, teh, milo, yang bisa dinikmati free flow (free flow tapi jangan mabu’mabu milo yah haha) yuhuuuu.
Ada juga lemari es yang bisa kita gunakan untuk nitip mendinginkan minuman atau membekukan coklat batangan yang kita beli. All for free
Supa’ dupa’ cozy lounge dimana terdapat sofa empuk berwarna abu yang sangat pas dipakai untuk rebahan setelah menjalani kegemporan hakiki. Completed with vary choices of DVDs, books, games, and even music instruments!
4. Lokasi yang Dekat dengan Tempat Makan dan Tempat Terkenal Lainnya
Sebagai manusia Indonesia asli, gue termasuk yang susah bertoleransi dengan cita rasa asing atau singkatnya .. lidah kampung. Walaupun hidangan Singapura ga jauh beda dari Indonesia, tetep aja selama trip kemarin gue agak tersiksa dengan tidak cocoknya rasa makanan dengan selera gue :(((( huff. Tapi untungnya, penyelamat itu datang dengan wujud bernama Kampong Glam Cafe hurraaaayy!
Kampong Glam Cafe dipotret saat gerimis berhenti. sejenak setelah gue menyelesaikan 1 porsi full nasi goreng seafood dan segelas Tea O panas
Makanan disini murah murah banget dan yang terpenting cocok banget sama citarasa Indonesia. Hanya dengan $2.5 kita sudah bisa menikmati sepiring full nasi lemak berisi nasi, ayam, telur, dan ikan. Tambah $1.5 lagi kita bisa menikmati segelas milo dino yang terkenal itu. Bayangkan kalau harus cari makan di pusat kota yang seporsinya bisa sampai $8 dengan rasa yang...... ya gitu deh ........ Letak kafe ini persis di belakang hostel, tepatnyad di Bussorah St .. tinggal jalan kaki 50 meter, sampai deh. Kalau malem, disini banyak banget kafe-kafe bertemakan arab buka di sepanjang jalan di depan Sultan Mosque. Ada makanan khas Tunisia, Arab, India, bahkan Mesir tersedia disini. Foto-foto disini pas malem juga asik karena suasananya hangat :) Seven Eleven terdekat juga ada disini, shopkeepernya seorang uncle lanjut usia yang ramah bangeeeeeeeeeeeet :)
Selain keramaian Bussorah St, kita juga bisa berfoto di mural-mural terkenal yang terletak di kawasan Haji Lane karena jarak hostel ke Haji Lane cuma sekitar 100m aja. Deket bangeeet. Pastikan kamu berkunjung ke kawasan ini di pagi hari ya.. karena kalau sore, kawasan ini berubah menjadi bar-bar dan dindingnya tertutup oleh kursi-kursi yang dipasang bar tersebut :)
Haji Lane
Mural paling populer seantero Instagram karena semua orang foto disini :)) Sebenernya banyak mural art di sekitar Haji Lane, tapi yang paling menarik ya disini yaitu di Piedra Negra Bar.
miring dikit, cekrek!
Ada juga mural art yang terletak di Sultan Gate, tepatnya di A.R.C Coffee Singapore. Bagus juga kan?
Kesimpulan
Room Cleanliness : ✮ ✮ ✮ ✮ ✮
Location & Access : ✮ ✮ ✮ ✮ ✮
Staff : ✮ ✮ ✮ ✮ ✮
Toilet : ✮ ✮ ✮ (bintang 3 karena showernya cuma 1 dan kemarin lampunya error, kedip2 kaya lampu disko)
Room Rate : ✮ ✮ ✮ ✮
PS: setiap tamu yang check in diwajibkan untuk menyimpan deposit senilai $20 per orang sebagai jaminan atas kunci hostel. Uang ini akan dikembalikan saat kita check out. Pastikan kalian memperhitungkan biaya ini ya!
Okay menurutku hostel ini udah memenuhi kualifikasi aman, nyaman, dan murah. Selain itu disini juga lingkungannya tidak terlalu ramai seperti di Chinatown, gue pribadi kurang tertarik memilih Chinatown karena disana super rame. Ngga tertarik juga milih hostel di Little India karena disana banyak orang India (they’re quite smelly *no offense* tapi aku kurang bisa beradaptasi dengan mereka). Akan datang kesini lagi seandainya ke Singapore lagi untuk nonton Coldplay 2017 (aamiin). Semoga membantu ya!
-
Take a look at another parts of Singapore for Dummies Series below (it’s just one click away!)
Part 1 : Membeli Tiket Pesawat, Tiket USS & Gardens By The Bay Singapore, dan Memilih Money Changer
Part 2 : Menggunakan EZ-Link Card dan MRT Singapura
Part 3 : Menginap di Five Stones Hostel Singapore
Part 4 : Memilih SIM Card Handphone di Singapura
Singapore For Dummies Series (Pt. 2) : Menggunakan EZ-Link Card dan MRT Singapura
EZ-Link bisa dibilang sebagai kartu sakti yang membuka akses kita untuk mengendarai semua armada transportasi publik di Singapura. Kalau di Indonesia sih kartu ini semacam kartu e-money. Bedanya, EzLink bisa digunakan untuk membayar MRT, LRT, Bus, SMRT & Transcab Taxi, untuk belanja di Seven Eleven, Community Clubs dan banyak merchants lain. Dimana sih beli EZ-Link? Berapa harganya? Bisa Top-Up ngga? Nah semuanya akan gue bahas disini.
Beli dimana?
EZ-Link card bisa dibeli di TransitLink Ticket Offices yang terletak di stasiun-stasiun MRT atau di outlet Seven Eleven yang terhampar di Singapura.
Berapa harganya?
Harga jualnya EZ-Link yang tersedia di MRT Station adalah $12 dengan saldo sebesar $7 dan harga kartu senilai $5 (non refundable) sedangkan untuk EZ-Link yang dibeli di 7Eleven harganya adalah $10 dengan saldo $5 dan harga kartu $5 (non refundable).
Berapa lama masa gunanya?
Kartu ini bisa digunakan selama 5 tahun sejak saat di-encode.
Bagaimana cara menggunakan EZ-Link di Stasiun MRT/bis?
Tempelkan kartu ezlink di gate masuk dan gate keluar stasiun/pintu bis selama beberapa detik sampai pintu/akses masuk terbuka/transaksi tervalidasi (lampu hijau menyala)
Bagaimana cara Top Up EZLink? Berapa nilai nominal ideal untuk Top Up EZLink?
Top Up EZLink bisa dilakukan di semua General Ticketing Machines (GMT) di Stasiun MRT, outlet 7Eleven, atau di ATM UOB/OCBC. Berdasarkan pengalaman kemarin, untuk perjalanan selama 4 hari di Singapore, gue butuh sekitar $15 dan saldo ini pure gue gunakan untuk semua akses MRT di kota (tidak termasuk akses menuju Sentosa Resort senilai $4). Tapi ini akan tergantung dengan seberapa banyak tempat yang akan kita kunjungi. Fortunately, di rumah ada 2 EZLink yang nganggur, sehingga bisa gue pake dan gue ga perlu beli kartu baru lagi. Hal yang selanjutnya harus gue lakukan adalah top up saldo kartu. Naah karena kemarin pas observasi jarang ada blog yang nunjukkin gimana cara ngisi saldo ez link, akhirnya gue berinisiatif untuk bikin step by step ini.
HOW TO TOP UP YOUR EZ-LINK CARD AMOUNT
1. Letakkan EZ-Link Card anda di dudukan kartu yang disediakan di mesin GTM. Secara otomatis, mesin akan menampilkan informasi mengenai kartu termasuk stored amounts dan masa berlaku kartu.
2. Pilih Add Value
3. Pilih metode pembayaran yang akan digunakan. Gue pake cash dan btw minimal nominal top up yang diperboehkan adalah $10, jadi kalo lo berniat untuk melakukan perjalanan senilai $15, mending top up $15 sekalian deh dalam 1 transaksi karena kalo dipisah pisah, berarti lo harus minimal masukin saldo $10 setiap kali top up.
4. Masukkan uang setelah tampilan berikut
posisikan uang mepet ke sebelah kiri lubang (align left)
5. Tunggu mesin memproses traansaksi. Jangan sekali-kali menggeser atau mengangkat kartu dari dudukannya saat proses ini berlangsung kecuali kalo pengen transaksi gagal dan uang $10 mu lenyap tak kembali dari mesin wkwkwk
7. Setelah muncul notifikasi “Transaction Successful”, kita bisa liat saldo baru dalam EZ-Link card kita. Kartu sudah boleh diangkat dari dudukannya deh! Kalo ragu, liat aja lampu yang ada di dudukan, kalo lampunya udah ijo, berarti kartu udah bisa diangkat (mateng yeee). Selesai deh!
Apa bedanya EZ-Link dengan Singapore Tourist Pass (STP)?
Sebenernya fungsi STP ga beda jauh dengan EZ-Link, bedanya kalo STP itu tidak memperhitungkan ongkos dari satu stasiun ke stasiun lain, berbeda dengan sistem EZLink yang menghitung ongkos jalan berdasarkan jarak antar tempat. Misal untuk penggunaan 1 hari, biaya yang dibebankan dalam 1 STP adalah $10, untuk 2 hari $20, dan seterusnya. Jadi saldo yang ada dalam kartu kamu bebas digunakan untuk eksplor Singapura sejauh apapun kamu mau. Mau tawaf 7 puteran mengelilingi Singapura pun bisa. Terserah deh. Untuk yang niat mengunjungi banyak tempat selama short trip di Singapura, STP akan lebih menguntungkan karena dengan modal sedikit, kita bebas berkunjung ke banyak tempat sepuasnya. Tapi kalau kamu ga butuh sebanyak itu, saldo STP kamu bisa-bisa nyisa tapi gabisa di refund huhu. Nah kalo kaya gitu, mpenggunaan EZ-Link akan lebih menguntungkan.
GOTHERE.SG
Tampilan gothere.sg
Oiya, kita bisa ngitung loh ongkos dari stasiun A ke stasiun B berapa dan bahkan berapa waktu tempuh yang akan kita habiskan untuk berperjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Caranya adalah dengan klik gothere.sg . Website ini ibarat kompas yang paling bisa diandalkan selama berada di Singapura. Mulai dari ongkos perjalanan, waktu perjalanan, sampai dengan alternatif moda transportasi apa yang bisa digunakan untuk beranjak dari suatu lokasi ke lokasi lain. Hebat banget deh aplikasi ini. Andai di Indonesia ada website seperti ini yaa (calling all engineers fellow).
Anyway menggunakan MRT di Singapura ternyata gampang banget selama kita punya map MRTnya (download Map MRT disini). Walaupun baru pertama ke luar negeri kemarin, gue ga pernah sekali pun nyasar saking jelasnya navigasi di Singapura. Emang manajemen transportasi publik disana bener-bener top banget lah. Engga ada macet, jadwal kereta selalu tepat waktu, kalaupun terlambat toh ga pernah lebih dari 30 menit (itu pun pihak stasiun minta maaf atas ketidaknyamanan penumpang dengan interval 10 menit sekali), dan yang paling bikin betah.. sangat sangat sangat sangaaaat bersahabat bagi pejalan kaki.
Stasiun MRT di Changi Airport Terminal 3
Situasi gerbong MRT. Bersiiiiiiiiiiiiiiih terang dan harum
Reserved Seat terletak di setiap ujung barisan tempat duduk dan dibuat dengan warna berbeda. Orang-orang di Singapura sangat tertib untuk tidak menggunakan kursi khusus ini jika memang dia tidak termasuk kategori orang yang bisa duduk disitu. Tapi setelah baca-baca di web ternyata ada aja sih orang-orang dengan horrible manner yang engga mau ngasih tempat duduk sama orang-orang yang diprioritaskan disitu. PS; Reserved Seats are for Elderly, Pregnant Women, People with Children, and Difable.
Di atas pintu, terdapat penunjuk yang menginformasikan kemana kereta ini menuju. Dibuat dalam bentuk digital, peta ini memudahkan kita untuk tahu sedang dimana dengan cara membaca lmpu indikator yang tersedia disana.
Terdapat flash text yang menunjukkan informasi stasiun berikutnya
Alay-alay inbox mencoba menaiki MRT hahahaha
Jam operasioanl MRT dimulai dari pukul 5.30 am dan berakhir di tengah malam tetapi bisa diperpanjang dalam kondisi-kondisi tertentu. AM rush hour (Peak) berlangsung pada pukul 7am sampai dengan 9am dan PM rush hour berlangsung pada pukul 5pm sampai dengan 8pm. Di rush hour ada sedikit tambahan biaya yang harus dibayar. Perjalanan menggunakan taxi juga akan dikenakan additional surcharge apabila dilakukan pada saat rush hours atau saat midnight dengan range sebesar $3 sd $5.
Yaaaaaa. sekian sesi Singapore For Dummies kali ini, semoga membantu yaaa! Semoga transportasi publik di Indonesia bisa sebaik atau bahkan lebih dari Singapura! aamiin. So thrilled to welcome our own Jakarta MRT in the near future!
-
Take a look at another parts of Singapore for Dummies Series below (it’s just one click away!)
Part 1 : Membeli Tiket Pesawat, Tiket USS & Gardens By The Bay Singapore, dan Memilih Money Changer
Part 2 : Menggunakan EZ-Link Card dan MRT Singapura
Part 3 : Menginap di Five Stones Hostel Singapore
Part 4 : Memilih SIM Card Handphone di Singapura
Singapore For Dummies Series (Pt. 1) : Membeli Tiket Pesawat, Tiket USS & Gardens By The Bay Singapore, dan Memilih Money Changer
kali ini gue akan sharing pengalaman pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya dengan ade gue yang sama-sama belum pernah ke luar negeri hahaha. dengan bermodalkan uang (yaiyalah), kenekatan (tidak pernah terlewatkan ya hal yang satu ini), serta restu orang tua, akhirnya gue berhasil mencentang bucket list yang sudah sangat lama sekali bertengger tapi tidak jadi juga terrealisasi ... yak! apalagi kalo bukan : traveling abroad.
Singapura menjadi destinasi utama dan satu-satunya yang gue pilih karena beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah karena dia dekat dengan Indonesia, jadi anggap aja kaya main ke Bali tapi pake paspor. Pertimbangan kedua adalah karena negara ini terkenal sangat tourist-friendly, kemana-mana gampang dan bahasa yang digunakan pun masih serumpun dengan bahasa kita.. yaa pake bahasa Inggris juga lah tapi gue yakin kalian bisa lah ya. Pertimbangan ketiga adalah karena banyak banget yang bilang Singapura itu keren, banyak budaya maju yang bisa kita lihat langsung dan bahkan kita contek :p Bisa dibilang Singapura adalah “batu loncatan” dan “ajang pemanasan” sebelum kita traveling lebih jauh lagi (klik like dan ketik “Aamiin” untuk mewujudkan wkwkwk).
Sebelum pergi tentu saja gue mempersiapkan hal-hal pokok yang akan gue butuhkan selama 4d3n disana. Sebagaimana telah kita pelajari sejak SD, kebutuhan primer berupa Sandang, Pangan, dan Wifi Papan gue book beberapa hari sebelum keberangkatan ke Singapura. Nah berhubung ini tulisan ini berjudul Singapore for Dummies, gue akan bahas persiapan dan pelaksanaan trip ini dengan rinci. Semoga kalian bersabar dengan panjang x lebar x tinggi nya tulisan ini wkwkwk
1. Tiket Pesawat
Oke, untuk menuju ke Singapura sebenernya banyak banget tiket pesawat yang bisa dipilih. tinggal tentukan mau pake maskapai apa dan jadwal mana yang cocok sama itinerary kita. Gue yang berangkat dari Bandung sebenernya agak bimbang karena direct flight dari Bandung ke Singapura itu nyampe Rp 800an sekali jalan (hadoooo membayangkannya saja sudah membuat dompet gue kisut seketika). Kalo berangkat dari Jakarta juga ga jauh-jauh amat bedanya karena tiket pesawat dibandrol Rp 500k-an tapi gue harus nambah ongkos mobil travel ke bandara yang rata-rata Rp 150k-an plus pegel duduk 3 jam Bandung-Tangerang. Namun seperti kata pak pauo coelho and, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it .. bak pucuk dicita promo pun tiba! gue dapet tiket promo Air Asia seharga 900k PP BDO-SIN-BDO sudah all in dengan pajak dan charges lainnya dari ... @promotrip. Tentu saja ini sangat menyenangkan karena di detik yang sama ketika gue cek Traveloka, uang sejumlah Rp 900k cuma muat buat beli 1 tiket pergi PERGI P E R G I doang khukhukhu. Thanks @promotrip you guys’re simply da best *toss* hamdallah.
Kalau teman-teman berniat menambah bagasi, bisa tinggal konfirm ke admin promotripnya aja. Kemarin karena berniat beli koper ukuran besar di Singapura (price wise, harga koper disana lebih murah :p hehehe), akhirnya aku beli additional 20kg baggage seharga Rp 185k. Harga ini sama kok dengan published rate dari Air Asianya. Lebih praktis buat aku yang ga pakai CC, karena add-ons di management booking website airasia preferably paid by credit card :D Semua tiket/booking documents dikirim via email oleh tim promotrip. Kalo ga percaya kode bookingnya valid/engga, bisa langsung check di website Air Asianya langsung (tapi sejauh ini sih kodenya tembus semuaa horeee!)
PS: perlu diingat bahwa gue berangkat di hari Sabtu (weekend = hi-season) so it’s possible to you guys to afford ‘em in lower prices if you had the privilege to fly on weekdays ;) harga ini masih bisa banget ditekan lagi apalagi kalau lagi ada promo besar-besaran dari maskapainya. yaa sering-sering buka Skyscanner aja ya :p
2. Tiket Universal Studios Singapore (USS) dan Gardens by The Bay (GBTB)
Salah dua main attractions yang sangat ingin gue datengin ternyata possible untuk dibook secara advance sejak gue masih di Indonesia. Hal ini gue simpulkan setelah baca banyak artikel yang mengatakan bahwa harga OTS Ticket Box lebih mahal daripada saat kita advanced book di agen-agen travel tertentu (dan memang betul adanya). Mulanya gue udah bulat tekad untuk beli tiket USS dan GBTB via Tripvisto karena harganya lebih murah (jauhhhh) tetapi karena bentuk tiketnya e-ticket, gue agak parno sih takutnya bermasalah (padahal engga sih kayanya). Akhirnya setelah gue googling, nemulah tiket dengan harga yang sama-sama muraaah di Sunburst Adventure dan gue ambil Paket Combo. jadi USS & GBTB hanya Rp 794k sajaaaa .
Tiket Fisik USS dan GBTB, sama persis dengan tiket yang dikasih kalo kita beli On The Spot
Tampak Depan Tiket
---Untuk perbandingan, published rate untuk tiket via official Ticket Boxnya adalah sebagai berikut: Tiket USS seharga S$74 (sekitar Rp 740k) dan Tiket GBTB seharga S$28 (sekitar Rp 280k), jadi totalnya Rp 1.120k. Bandingkan dengan gue yang beli dengan harga Rp 794k sajaa untuk keduanya :))---
Plusnya lagi, 2 tiket ini tidak mengharuskan kita memilih pada hari apa kita akan datang. Kebanyakan channel ticketing mengharuskan kita memilih pada tanggal berapa kita akan berkunjung, sehingga tiket tersebut di lock untuk hari lain. Sad banget kan kalau misalnya kita berhalangan datang di hari ini, tiketnya hangus deh :( Berbanding terbalik dengan tiket dari channel lain, tiket Sunburst ini memperbolehkan kita datang kapan aja asalkan sesuai dengan validity datesnya. Tiketku ini valid dari tanggal 19/10/16 sampai dengan 17/04/17! Yayy
Jujur gue less expectation banget sama travel agent ini karena webnya tidak meyakinkan hahaha tapi ternyata tiket fisik sampai h+1 setelah gue pesen & transfer. Beli hari ini, besoknya tiket udah sampe di tangan! amazin banget ya! dan yang lebih menarik, mereka ga cuman ngasih tiket aja loh tapi ngasih map MRT, serta guidance hal-hal yang akan penting saat kita berwisata ke tempat-tempat itu.. misalnya jadwal pertunjukkan, dimana best view atraksi A, dimana tempat solat, dimana toilet, dimana bisa isi air minum gratis dan banyak lagi. ini non endorse post ya, tapi beneran puas sama service teman-teman Sunburst Adventure!
3. Money Changer
Berhubung kita pergi ke luar negeri, otomatis kita pun harus menyesuaikan nilai mata uang yang berlaku disana. Memilih jasa penukaran uang akan sedikit tricky karena kita harus memantau pergerakan forex. Beda beberapa poin aja akan sangat berpengaruh sama berapa nilai tukar yang kita dapet huww. Berbekal observasi dan wawancara dengan beberapa yang sudah berpengalaman, gue memutuskan untuk menggunakan jasa
Golden Money Changer (GMC)
. GMC sendiri terletak di Jl. Ir. H. Djuanda No. 89 dan di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 180 Bandung. Gue memilih untuk ke GMC di Otto Iskandar Dinata karena lebih deket dari kantor. Nah GMC ini terkenal sebagai money changer dengan kurs yang paling menguntungkan. Sayangnya ... waktu kesana, mereka hanya punya Singapore Dollar pecahan besar (SGD 50-an) padahal aktivitas transaksi yang bakal gue lakukan adalah yang melibatkan uang receh :( akhirnya gue beranjak ke money changer di sebelah GMC, yaitu
Dolarasia
dan menemukan pecahan yang gue inginkan! walaupun emang sih, ratenya lebih tinggi dari
GMC.
Oke segitu aja yah untuk part. 1 nyaaa. Stay tuned untuk parts berikutnya!
-
Take a look at another parts of Singapore for Dummies Series below (it’s just one click away!)
Part 1 : Membeli Tiket Pesawat, Tiket USS & Gardens By The Bay Singapore, dan Memilih Money Changer
Part 2 : Menggunakan EZ-Link Card dan MRT Singapura
Part 3 : Menginap di Five Stones Hostel Singapore
Part 4 : Memilih SIM Card Handphone di Singapura
love circa 2014

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ice Cream Spree at Gusto Gelato Bali
The first thing you’d realize when you walk on a sunny day in Bali might be how blistering the heat and humidity is (it melts the coolest guy right away). I was quite assured that as an authentic-born of tropical people this kind of hot is utterly nothing to me *ditching folding fan* *adjusting my shades’ position*. but i was wrong, boy i was completely wrong. on a very sunny day when the summer heat stroke worse than any of your resentful anger towards your cheating ex (hell, it was so hot), when the day is far hotter than Theo James, i took a walk at Petitenget Beach, Seminyak. That’s probably only 25 minutes walk yet the stroll left me nothing but bathed in sweat. I headed straight to the car, quickly turned on the AC to arctic temperature, and told my sister that we need cure for the scorching heat. what’s the best to beat summer heat? yazzzz, it’s time for ice cream spree!
this is Gusto Gelato from across the road. can you imagine that Bali’s most raved gelateria is this quiet?
Not too far from Petitenget Beach in Seminyak you’ll find the most talked about gelateria in Bali called Gusto Gelato. This cool spot is located in Jalan Mertanadi 46 Seminyak, North Kuta, close to popular bars and beach clubs in Seminyak. i was actually expected a bigger building with prominent giant banner but what i got was this: A quite small building where its parking lot was only filled by one vehicle and left sufficient space fit for 3-4 cars to park. My sister questioned whether this is the right place or not because we couldn’t picture such crowd as it was raved on the internet .. i started to question it too but google maps said this is the place. hence, we got in anyway (the big banner said it was Gusto Gelato too).
and this is what i got when arrived inside the building: queue, queue, queue! dang the empty parking lot was just a disguise lol.
Gusto Gelato is bringing concept of 100% homemade, 100% natural, 200% more tastes of ice creams. What makes them unique is because their flavors ranged from the most common to the uncommon ones. You can try sweet savory Cocoa Sherbet, the sweet with berry bits Amarena, or challenge yourself to go with their Kemangi, Spirulina, and Ginger ice cream. But what makes Gusto even amazing is they served best quality ice creams at a reasonable price. You can enjoy it with a cup or wafer cone. the smallest one costs you IDR 22k (USD 2) for 2 flavors ice cream, the biggest one costs you IDR 125k (USD 9) for 5 flavors ice cream, and if you prefer to enjoy it with wafer cone, you have to pay IDR 24k (USD 2.3) for 2 flavors ice cream.
ice cream size and rate chart
the menu board, everything here’s is thick with orange theme
Besides ice cream, you can either go with their cold or hot drinks (mostly coffee) at an affordable rate too. but since we’re in a gelateria let’s just choose the ice cream!
left-side display, can you spot Nougatine?
right-side display. this one is sooo colorful it makes you lick the glass wall (kidding)
ice creams are placed in a big display and wonderful staff who moved swiftly here and there will help you with your order. the first thing you have to do is going to the cashier, choose what size of ice cream you want to enjoy, and of course .. pay it. the cashier guy will give you small bill .. what you have to do next is queuing in front of the ice cream bar and right when you are in front of the glass display, show your bill to the server guy and pick ice cream flavor you want. it’s basically a traditional mode of touch screen: you touch the glass and the server will scoop the chosen flavor for you. dont worry if you don’t know how the taste is because you can ask for trial as much flavors as you want :D ice creams are basically devided in two area. the left side is the one tasted sweet e.g toffee, vanilla, nougatine, pistachio, mascarpone, praline, chocolate and etc, the other side is where sour and fruit ice creams are placed. there are strawberry, lime, mandarin, mango, green apple, passion fruit, tamarillo, soursop, amarena, dragonfruit and even better, challenge yourself to try their curcuma, ginger, or spirulina ice cream!
Gusto’s outdoor area with benches and beach umbrella to protect you skin from sun kisses
due to its limited seats in a not so big area, you have to be quick if you wanted to get seated. the outdoor area far hotter than the inside one, of course because the outdoor doesn’t have any AC and as i’ve said before : bali is hot it makes your ice cream melt faster.
my choice: large cup of gelato consisting chocolate sherbet, pistachio, and soursop ice cream
my sister’s : cone of snickers with green tea ice creams. i like this one better than mine
Even though i have never taste a real gelato in Italia, I was sure that this one is razor thin sharp different to the original one. The consistency and thickness are really good, it doesn’t melt fast as nitrogen ice cream do, plus the flavor are the best i’ve ever tried. This ice cream is undoubtedly on the top notch and successfully setting the bar high!
Overall, all i can say is Gusto Gelato is a place you must not skip to come by when you’re in Bali.
cheers,
reaca
--
Gusto Gelato & Caffe Bali, Jl. Mertanadi 46B Seminyak
http://gusto-gelateria.com/
Kerja yang Berseni
Semenjak pake behel, aku selalu bersemangat setiap kali kontrol gigi karena dokter gigiku sering banget ngajakin aku ngobrol tentang banyak hal yang selama ini engga aku tau atau engga mau aku tahu haha.
satu hal yang paling aku ingat dari dokter gigiku adalah betapa beliau sangat determined dengan apa yang dia kerjakan. jadi dia cerita bahwa setiap pasien yang dihandle dia selalu dapet treatment sesuai dengan kebutuhan pasien. contohnya adalah gigiku. dokter cerita kalau setiap dia ingin memindahkan posisi suatu gigi dari A ke A’, dia akan memperhitungkan secara fisika berapa tegangan kawat gigiku supaya dia bergerak ke arah yang benar. aku pikir sih semua doker gigi ya pasti kaya gitu kan ya. beliau selalu dengan tangannya sendiri membuat customized kawat untuk semua pasiennya. kemudian di sela-sela beliau membuat pola kawat untuk gigiku, beliau bilang gini
fase tertinggi dalam bekerja adalah saat seseorang bisa membuat seni dari apa yang dia kerjakan
dar. that made me think.
itu bener-bener membuat aku berpikir dan sukses menyadarkan bahwa apa yang beliau katakan itu bener. bahwa fase tertinggi dalam bekerja ya adalah saat seseorang bisa berseni dengan apa yang dia kerjakan. banyak banget orang-orang yang mengeluhkan betapa kerjaannya membosankan dan engga challenging. giliran dikasih yang challenging pun nyerah karena kelelahan, termasuk ya terjadi di aku. banyak orang yang engga naruh hati sama karya yang dibuatnya.. laporan hanya sekedar laporan, presentasi hanya sekedar presentasi, ketika dia selesai ya dia dilupakan maka jadilah sebuah karya yang biasa-biasa aja.
di sisi lain, aku pernah ketemu dengan orang yang sangat berbahagia walaupun yang bersangkutan kerja di ruang berkas, engga punya temen di ruangan itu, dan kerjaannya hanya ngarsip dokumen. dari bobot kerja yang berbeda, kita bisa menilai bahwa bobot pekerjaan beliau engga lebih berat dari orang-orang yang harus bikin laporan keuangan konsolidasi tiap bulan. kemudian aku sadar bahwa bobot yang tadi aku bahas sebenernya hanya konsep dan dia bersifat relatif. usut punya usut setelah aku perhatian, pegawai arsip ini ternyata menaruh seni sama apa yang dia kerjakan. dengan keterbatasan ilmu penggunaan komputer, beliau berusaha untuk membuat arsip serapih mungkin, secepat mungkin, dan semudah mungkin untuk dicari ketika butuh. gimana sih supaya bisa bikin arsip rapi? ya dengan mempelajari yang mana sih yang sering dicari orang, yang mana sih yang paling penting, dan lain-lain.
kembali ke dokter gigiku, beliau cerita bahwa staging keberhasilan kita bekerja diawali dengan belajar-memahami fungsi-mengerti teknik-berseni. orang yang belum tau apa-apa pasti harus belajar, setelah dia belajar dia akan kenal yang namanya cara/teknik, setelah itu dia harus pastikan bahwa teknik yang diterapkan akan menimbulkan fungsi/manfaat sesuai yang diharapkan. setelah itu tambahkan sisi seni. tapi tetap, fungsi adalah yang utama... jadi touch of seni hanya bisa dikasih sama orang-orang yang udah khatam soal teknik. jadi menurut aku, kepuasan tertinggi dalam bekerja hanya bisa dinikmati sama orang yang udah tau dia ngerjain apa dan apa manfaat yang bisa orang lain ambil dari hal yang dia kerjakan.
jadi mulai saat ini ketika kita ngerasa kosong dengan karya kita, mungkin karena selama ini kita engga tau sesungguhnya apa yang kita kerjakan, atau ketika kita tau kita bikin apa, kita engga tau manfaatnya buat orang lain.kita ga naruh hati sama apa yang kita kerjakan.
kemudian ini aku ngasal aja sih sebenernya, slogan ITB yang ilmu-teknologi-seni itu sebenernya refleksi dari apa yang daritadi aku jelasin. jadi kalo kamu selama ini udah menaruh seni sama apa yang kamu kerjakan, selamat, berarti kamu ngerti apa yang kamu kerjakan. selamat bersenang-senang! :)
loving this song too much, it’s hard to not loving the bright tunes ✿ anyway, i suggest you to watch Maliq & D’Essentials live at least once in your lifetime. Their stage performance is the most wonderful one. My personal pick of Indonesian artist with best live performance. Nonton band ini selalu sangat menyenangkan, mungkin karena lagunya yang sangat akrab di telinga. Beatsnya engga mungkin engga bikin kita pengen gerak-gerak. Bener-bener kalo lagi pengen kesenangan instan adalah nyari gigs mereka di tempat dan waktu terdekat :D
Exquisite (Free!) Fine Dining at The Dharmawangsa Jakarta
Hi fellow readers, I’m coming back for real this time after a long hiatus. It’s not that i didn’t want to write but (excuses .. excuses.. excuses :D) my notebook just didn’t work well on the previous weeks (years, to be honest). most of my time’s consumed by office stuff and if i were to be built stronger on taking a longer route right after office hour to get my notebook repaired at BEC, you’d be reading this post earlier for sure. the truth is i’m always on the endless loop of choosing to do something productive or having an early bedtime. and as i’ve told you before, i’d go with the latter one. ha ... ha .. ha ..
So last month me and my sister got a chance to try one of things we expected we could never do in our life: experiencing fine dining. lol. why do i say that? grown up in a suburban area, experiencing fine dining was just a mere delusion to me. i used to (and still) have dinner on the couch watching latest episode of cheap soap operas on TV with one of my feet folded as what pedicab drivers do at warteg. but who are we to laugh at destiny? my sister won an Instagram competition held by Garuda Indonesia and ta-da! fast track to the hot seat of fine dining experience! (it’s a lil bit tricky to give her a credit as the winner cause the truth is .. i was the one who took the picture and wrote the whole caption *brb having fight with her*).
There are quite number of restaurants at The Dharmawangsa Jakarta. Sriwijaya Restaurant, Jakarta Restaurant, The Cake Shop, Sekitei, Wine Cellar, and several more are available to serve you fine gourmands, the truest pleasure from the table. Sriwijaya Restaurant is very famous as one of prosperous, the best fine dining restaurant in Jakarta. They served you vary choices of Indonesia’s finest cuisine presented in modern way with touch of french technique.
Long story short, I made a reservation in Sriwijaya Restaurant for 2 persons on Saturday night. The restaurant is located at the right side of the hotel and easily spotted because it has different entrance with the hotel entryway. Two friendly staffs welcome me and my sister at the gate and slowly walked us to our table. The room smelled really nice, was thick with traditional imperial-themed interior, and set with dimmed light.
Table setting was marvelous, there were beautiful plate, dinner napkins, some pairs of cutlery, and the wine glasses made it even prettier. Unfortunately, the wine glasses were taken from the table right after i ordered no alcoholic drinks *sobs*. It was only me and my sister at that time and the room’s super quiet! there’s classical music played but still, the room are just too large for two of us :( Not too long after i got seated, the staff (the mbak-mbak one) handed me the menu book and helped me with my handbag (jadi baru tau kalo di fine dining restaurant, tas kita tuh punya bangku khusus sendiri wkwkwk kampung. lo juga baru tau kan??). The other staff --this time is bapak-bapak with a very nice suit, presumably head of something here-- came to explain the menu and restaurant’s specialties. Okay, so, long before i arrived at this restaurant, i kinda made some observations on what menu usually served on fine dining, how to eat them, and the most important one: table manners. it is said that the best way to enjoy the most of fine dining is to go with their multi-courses one.. and i found it right at the end of the menu book! There are 3 courses dinner, 5 courses, and 6 courses dinner if i’m not mistaken. The choices of the courses you can enjoy was actually limited but i feel the experience is no less interesting only because of that. So yeah, i went with 3 courses dinner for 2 persons and because i don’t drink alcohol, i went with their healthy juice and my sister ordered orange juice.
Another staff came to my table and bring us bread basket. He asked me which bread we wanted to eat .. well, i actually didn’t know which one is what and which one is what so i asked him back which one is the nicest one lol he said that each has its own specialty (waw, what a helpful answer -_-).. then i decided to pick the bread based on ITS SHAPE hahahahahahaha. bread are so so, unfortunately it came not in warm condition i need to give extra effort to chew it all.. probably been placed hours in room temperature so the texture is not soft anymore. not long after i finished the bread, the former mbak served me a small sized black macaroon. I was quite surprised because i didn’t order that (honestly: holyss, will this be on the bill?????? how much does this cost?? *drown in panic*) Mbak said that it was today’s Amuse-bouche (bite-sized hors d’œuvre) or in a simple way: pre-starter dish. Amuse-bouche could be different every day depending on the chef creation. lucky us, this time we got Foie Gras Macaron as tonight’s amuse-bouche.
amuse-bouche : Foie Gras Macaron
Foie Gras is hati angsa in Bahasa Indonesia ... i honestly couldn’t imagine how possibly the chef turned goose liver into a macaron (well, could you? could youuuu?). foie gras is usually related to be cooked and served as salty dishes but this time it’s the macaron, the infamous one bite SWEET cookie deck. it took me century to learn how to eat that. should i use the cutlery or go with my hand instead? i decided to munch it directly with my hand as if i enjoy casual macaron and guess what?
IT TASTED JUST LIKE HEAVEN. GODDESS OF COOKERY, THAT BRINGS ME CLOUD NINE. ENAK BANGET I WANTED TO CRY.
okay, do i sound like exaggerating? i don’t mind because it was the best macaron i have ever tasted in my life. the macaron itself was soft but crunchy, the filling a.k.a the goose liver tasted sweet and sour at the same time just like when you munched berries. i had no idea how could the chef created that, it was too good.
I unfortunately coudn’t remember the dishes name and has no image of the menu book but surely remember how it tasted.. i hope that help you on understanding these wonderful dishes ya.
STARTER
Next the mas-mas brought our appetizers. Mine was duck with essence and rice crispy a.k.a rengginang and my sister’s was scallop with something (what a huge regret on forgetting the dishes’ names. i’m quite sure they came with beautiful title, pardon my terrible memory :’( ) my first plate was savory duck, its crispy skin left me drooling already hahaha the staff came with small tea pot (i thought it was teapot) it turned out to be my plate’s gravy. he poured the essence into the plate and my duck is drown with essence now. texture was amazing because it’s crispy outside and juicy inside. down beneath the duck are black beans (i don’t know what is that). essence are strong with cinnamon flavor and felt warm in my throat.
my sister’s was amazing too. the scallops (might be) pan fried/grilled but not chewy at all. it came with a long and black crispy something that tasted like emping! dip scallop slice into the purple-ish sauce, heaven on earth!
appetizer #1 : Duck with essence
appetizer #2 scallop with something
table manner tips: put napkins on your lap (some restaurants made their staffs helping us with this) or tuck it on your neck. there are two pairs of fork and knife on the table, make sure you use those from outside to the inside part. the tall glass are wine glass, can be vary depending on the types of the wine. to drink mineral water, we use neck-less glass.
MAIN COURSE
the most awaited one: main courses.
i actually was planning to go with their famous striploin but my sister wanted the same so i came with the other option : chicken with spicy sauce and my sister won the striploin galore.
i felt de javu of how the sauce tasted and then i realized it was taliwang sauce! damn taliwang chicken is now served in french style with sheer slices of red radish and asparagus. this one’s probably the second best after foie gras macaron. i finished the plate empty bahkan itu entah daon daon apaan gue makan juga saking enaknya wkkwkw. my sister, on the other side, left me none of her dish but the small edible flower because she didnt even let me touch the striploin (kan kampret). anyhow, we enjoyed the main courses so much!!
main course #1 : chicken with spicy taliwang sauce
main course #2 : beef striploin with black sauce
Amuse-bouche #2: mint ice cream with ginger cake
right after we finished the main course, the mbak came with 2 small plates. i was 'whoa whoa here come the dessert!’ but clearly it’s not. it was a scoop of mint ice served with ginger cake. down beneath the cone glass was fume dry ice it produced smokes and made the dining experience more dramatic (oh i wish i could record it for you. i swear the glass is breathing smokes! haha). the mbak said it’s not the dessert, it was pre-dessert hahaha. i don’t know why they served us this.. was it casual on fine dining? was it complimentary side dish? or was it another amuse-bouche? i don’t know but what i knew was ........ the ice was good! the quirky taste of mixed mint and ginger made my throat cooled down after some shots of taliwang sauce before. it is fairly goooood.
DESSERT
Who wants dessert? Me! Me! Me!!
first of all, i asked you guys big pardon because i took poor quality images when i was here .. especially with this one. the camera were a bit complicated i was just too lazy to get the right setting but most of all because i can’t wait to taste the closing plate!!
this one smell really really really really nice. i could easily guess that this one related with coconuts and i was absolutely right! this one was coconut mousse with banana cake crumbs, white sauce, and berries. didn’t know was it me not very fond of sweet cuisine or was the dish taste too sweet? i can’t finish the plate sadly because i’m already full.
dessert : coconut mousse with banana cake
i am no good on explaining food since i am no food blogger. all i can say is i enjoyed the fining dining experience so much! last but not least, shout out to Executive Sous Chef of Sriwijaya Restaurant, Chef Julio , who has prepared the whole amazing dishes. we were so touched with him being kind enough to explain that night’s dishes directly to us and tagged us along a simple convo of his cooking experience. looking forward to come over to the restaurant the other time, chef =)
me-chef Julio-my sister. i looked like a giant here wkwk
last before we left our seat right after having small talk with the chef, he handed us over sweet bites from the cake shop. what a sweet treat! thank you, Chef!
(another free!) sweet bites at the end of the session
Special thanks to Garuda Indonesia for the generous treat, expecting another wonderful flight experience to the other side of the world with you!
Have a wonderful weekend!
Cheers,
S
and Reaca.
anything that’s done with commitment will survie the long run, eventually

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bali Short Escape : Up Side Down World Bali
Sebelum berangkat ke Flores, aku pernah janji sama adeku untuk nemenin dia pergi ke Bali karena 1) dia belum pernah ke bali dan 2) dia belum pernah naik pesawat. Alhasil tepat 2 minggu setelah kepulangan dari Flores akhirnya aku ke Bali (lagi) sama adeku. Liburan di Bali kali ini sebenernya cukup singkat, 2D1N aja soalnya aku engga bisa cuti hiks hiks.
Berangkat dengan penerbangan paling pagi dari Bandung, aku sampai di Bali sekitar jam 8 WITA. Penerbangan hari ini enak banget padahal sebelumnya aku agak worry sih karena beberapa hari belakangan ini di Bandung hujan terus tiap pagi tapi syukurlah di hari itu Bandung dan Bali sama sama cerah!
Really nice weather up there
And really nice breakfast too! Anw this is the picture my sister submitted for a photocontest held by Garuda Indonesia. Surprisingly, she won the grand prize hahaha!
Begitu sampai di bandara, aku langsung ngontak Bli Made yang akan nganter kita keliling-keliling Bali. Sebenernya bisa dibilang aku tuh belum pernah ke Bali, karena pengalaman ke Bali sebelum-sebelumnya kalo engga urusan nampil angklung, kerjaan, atau cuma transit! Jadi sebenernya engga pernah tau kehirupan turis di Bali itu gimana. Aku pun browsing kira-kira kemana aja tempat yang oke dan reachable, engga lupa buat bikin routing darimana kemana supaya lebih mudah mobilisasi. Mulanya aku pengen ke Tulamben/Ubud di hari pertama dan explore Bali Selatan di hari kedua, tapi setelah konsultasi sama bli Made sepertinya engga memungkinkan kalo kita harus ngejar Tulamben/Ubud. Akhirnya, time managing wise, diputuskanlah bahwa kita hanya akan eksplor Bali Selatan selama 2 hari ini. Gapapa lah, it’s always good to be back in whichever side of Bali!
Tempat pertama yang kita berdua kunjungi adalah Up Side Down World Indonesia yang lokasinya ternyata deket banget dari bandara, mungkin sekitar 15 menitan perjalanan aja. Awalnya adeku keukeuh banget pengen ke DMZ Trick Art Museum di Legian tapi itu kan biasa aja ya. Ya engga biasa aja sih, tapi museum trick art itu udah banyak banget ada dimana-mana, bahkan di Jakarta aja ada. Jadilah dia mengalah (muahaha) dan mengikuti saranku untuk pergi kesini.
Tempat ini masih terbilang baru karena baru dibuka Maret 2016 lalu, jjadi no wonder belum terlalu banyak orang yang datang kesini. Untuk bisa masuk kesini, kita harus beli tiket seharga Rp 100.000. Ini mahal banget sih menurutku hixxx langsung berasa bangkrut tapi karena udah janji sama adeku, jadi yaudahlah ku ikhlaskan .. sekali kali lah ya. Begitu masuk, kita akan diminta untuk lepas alas kaki dan menyimpang sepatu kita di tempat yang udah disediakan. Jadi main disini kaya main di mesjid, gaboleh pake sendal ya!
Pose menangkap botol bir. Untung emak kita engga punya instagram *cry*
Disini ada beberapa ‘kamar’ yang disulap jadi ruangan dengan furnitur yang dipasang terbalik. Ada ruang nonton TV, kamar, dapur, ruang makan, kamar mandi, laundry room, ruang ngopi, dan halaman rumah. Nah yang unik disini ya seperti kalian bisa lihat di foto-foto yang ku attach, kita bisa melawan gravitasi! foto dengan pose terbang, merangkak, hampir terjun, semua pose yang related sama anti gravity bisa kalian lakukan disini. Ko bisa? bisa dong karena tempat ini adalah salah satu lab milik NASA (ha! engga deng!) karena di tempat ini semua furniture di pasang terbalik, engga di tanah tapi di langit-langit (gila greget abis ga tuh pas masang (sempet banget ngebayangin gimana masang itu semua (kurang kerjaan))). Jadi pas fotonya kita flip vertically, dor! kita bisa jadi terbang men. Sungguh ilusi yang lebih menipu daripada kenyataan bahwa dia lebih memilih wanita lain kan? (apaan)
Ruangan- Ruangan disini kaya koridor gitu, jadi kita akan menemukan rute tur dari ruang ini kesini, terus kesitu. Jadi kalo di sebuah ruangan lagi ada yang foto-foto ya kita harus sabar untuk ganti-gantian fotonya. Waktu kita kesini untungnya engga terlalu rame sih, jadi engga khawatir menghambat antrian dan plus kita bisa diem di suatu ruangan lama-lama.
Pegawai-pegawai disini akan sigap banget bantu kita untuk ngambilin foto kita. Jadi walaupun datang berdua sama adeku, kita tetep bisa foto berdua gitu gausah ganti-gantian. Terus kru disini juga bantu kita untuk berpose sesuai dengan skenario ruangan supaya hasil fotonya bagus.
Ini foto paling ultimate bikin ngakak. Awalnya aku ga ngeri sih karena ruangan ini abnormal sendiri, tapi pas liat hasil fotonya setelah di rotate-flip-dsb-dsb, tadaaaa! adeku menjadi spiderwati :D
Aku malah sering ngakak-ngakak karena krunya kadang lebih semangat dan ‘kejam’ untuk nyuruh kita pose demi hasil yang hakiki. Masa mbaknya nyuruh kita buat jinjit pake 1 jempol kaki, kaki lain diangkat, dan tubuh agak melompat. ya coba lo praktekin deh itu gimana hahaha.
Tapi puas banget sih soalnya jarang banget ada arena main yang krunya ngeassist kita sesemangat itu.
Overall seneng deh kesini karena di Indonesia baru ada 1 nih yang kaya gini dan untuk menikmati arena ini, kamu harus terbang ke Bali! Next post aku akan nulis tentang kunjunganku (yang pertama kalinya) ke Garuda Wisnu Kencana. Ada apa disana? Stay tuned!
Upside Down World Bali
Jl. By Pass Ngurah Rai No. 762, Pemogan, Denpasar, Bali
Opening hours : 9AM-9PM
Entrance fee : 100.000 IDR/person
A Quick Catch Up
My life has been good since my last post except the fact that my mom got hospitalized for a week (she’s ok now), my great grandmother passed away (please pray for her), and i kinda have an extreme sleep deprivation during the holy month (well, who doesn’t?) but the rest is all well.
There are few times of me trying to keep up the blog with new posts about either my traveling story or my raving about insignificant things as what i always did. But my everyday was simply an endless loop of choosing which one i should do right after i got home: get some sleep or write something new on the blog. And as you can guess, i’d rather go with the first one.
Recently I’ve finished the beginner level of Nihongo course. People keep asking me since when and why i took the course. Well to those who asked, this one goes to you .. The course’s started on February and i took it just because i hate to not doing anything after i get back from work. Period. What i like the most of understanding Nihongo is because now, finally, i can read all the words written in Japanese on Pocky boxes easily hahaha. Well that’s sort of achievement too, right?
Since it is so hard to find time to do blogpost, I’m making a schedule on which day i should write a new post. I think I can keep up with everything as long as it’s written on my schedule (Maybe the problem to my lack-of-blogposts was because it has never been on my schedule -_-). I’ll be starting to write more at least in weekly basis.
Gonna write you later. Cheers,
Reaca