Mungkin masih meraba namun perlahan kubelajar dewasa itu banyak variannya. Masa laluku perlahan tak lagi kubiarkan jadi benalu. Kepada mereka aku tidak menengadah. Tidak kutakuti, namun tidak pula kutantang. Kusadari kehadirannya dalam tentram dan kini yang perlu kucermati ekstra hanyalah yang sekarang dan kedepannya. Yang pergi kubiarkan pergi tanpa kutahan lagi dengan pertanyaan yang takkan pula mereka mengerti. Tenggelam, terbakar, kunikmati indahnya memulai kembali. Yang esensi pasti akan tunjukkan eksistensi dengan bertahan. Masa depanku tetap kukejar dengan ambisi yang semoga tak jadi tai kucing. Belajarku kembali untuk memilah siapa yang dapat kucurahkan pemikiran dan siapa yang baiknya dihadapi tanpa penjelasan. Yang memberi kasih telah kuucapkan terima kasih secara langsung karena merekalah aku bisa bertahan. Bara api dalam diriku sadar untuk tak lagi menyalak blak-blakan, tapi takkan kubiarkan sekali-kali ia menjadi redup hanya dengan alasan menjaga sopan santun. Masih proses, banyak pembelajaran, namun paling tidak kulihat dengan jelas mana yang perlu kusumbangkan energi dan mana yang tak patut perhatian sekalipun sejengkal. https://www.instagram.com/p/BqZ5cg2gLqX/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=btht85yulyn6














