Kalau boleh jujur, rasanya capek tidak karuan hidup cuma dikasih ketenangan-ketenangan yang semu. Kenyang maksimal dengar kalimat macam, "kondisi aman, kok" atau "ini tidak seburuk itu, kok" atau "orang-orang cuma melebih-lebihkan, buktinya semua masih berjalan sebagaimana mestinya" atau kalimat serupa lainnya.
Padahal, pada kenyataannya semua juga tahu kondisi yang sebenarnya sekacau apa. Ketenangan-ketenangan semu itu sekarang rasanya bukan benar-benar bertujuan untuk menenangkan tapi hanya digunakan sebagai tameng untuk menutupi situasi sebenarnya.
Maksudnya, minimal kamu bilang terus terang tentang kondisi yang sebenarnya, seterang-terangnya. Lalu kamu bilang apa saja upaya yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki situasinya dan juga kasih tahu aku apa yang bisa aku bantu agar kondisinya membaik atau minimal tidak makin parah. Mestinya kita bisa selesaikan ini sama-sama, segera, sebelum semuanya semakin kacau balau. Jangan justru buang-buang waktu dengan merangkai kalimat penenang yang tidak ada isinya itu, kumohon.
—Prasetyani Estuning Asri

















