"Tanpa Nama, Namun Ada."
Aku menyimpanmu
seperti laut menyimpan langit-
tak pernah bersentuhan,
namun selalu memantulkannya dalam-dalam.
Namamu tinggal di ruang-ruang
yang tak bisa dijelaskan logika,
menyelinap ke sela napas,
berdiam di balik, dan tinggal... tanpa pernah benar-benar pergi.
Kau adalah alasan
mengapa pagi terasa berbeda,
dan senja-lebih lama ingin kupandangi.
Seolah waktu tahu
ada seseorang yang membuat detik-detiknya ingin lebih lambat.
Tidak suka
Tak ku ungkapkan, tak ku teriakkan, tapi setiap diamku... mengarah padamu.
Setiap langkahku... mengingat arah yang kau tinggalkan.
Aku tak menyebut perasaan ini, karena ia tak butuh nama untuk terus hidup.
la hanya butuh kamu, meski sekilas, meski tak kembali.
Dan bila kelak dunia melupa, kau akan tahu:
ada satu jiwa yang pernah menggenggammu lebih erat dari kata-kata, lebih dalam dari suara.
Dan jiwa itu adalah aku.












