Akhirnya Pulang
Kapalku hendak merapat. Pelabuhanku sudah dekat. Jangkarku sudah siap tertambat.
$LAYYYTER
Cosimo Galluzzi
Claire Keane
YOU ARE THE REASON

JVL
Lint Roller? I Barely Know Her

oozey mess

β
styofa doing anything

JBB: An Artblog!

Janaina Medeiros
Cosmic Funnies

titsay

if i look back, i am lost
Stranger Things
Alisa U Zemlji Chuda

izzy's playlists!
TVSTRANGERTHINGS

β£ Chile in a Photography β£

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from TΓΌrkiye
seen from France

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@nurulamn-blog
Akhirnya Pulang
Kapalku hendak merapat. Pelabuhanku sudah dekat. Jangkarku sudah siap tertambat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Adiksi
Aku dan sejuta keingintahuan di kepalaku ternyata tak selalu menemukan jawaban yang dapat membuatku terangguk mengerti. Bodohnya, aku selalu ingin mencari tahu hingga ke pangkal ujungnya. Keingintahuan ini kemudian bertransformasi menjadi sebuah adiksi yang tak kunjung henti. Padahal, ada sesuatu yang tak berujung. Ada sesuatu yang tiada berjawab. Ada sesuatu yang mestinya kucukupkan pencariannya. Di satu titik itu, aku harus berhenti. Harus berhenti. Harus berhenti. Adiksi ini melelahkan, dan bisa jadi menghancurkan.
Ada Satu Ruang Kosong
Entah, kadang rasanya hati ada dua. Satu berkata a dan yang lain berkata sebaliknya. Di sisi yang satu, ia percaya bahwa kita tak seharusnya menggenggam sesuatu terlalu erat, tak seharusnya percaya terlalu dalam, dan tak seharusnya larut begitu dalam. Ternyata, sisi yang lain tak bisa percaya hal serupa. Ia genggam erat, percaya sedalam-dalamnya, bahkan larut hingga tak nampak rupanya. Sesuatu yang kubenci adalah, kehilangan. Tapi, bukankah aku percaya, apapun, bisa datang dan menghilang kapan saja? Bahkan pula diriku sendiri. Nyatanya, aku tetap benci kehilangan. Entah, ada satu ruang kosong, ruang yang kubuat sendiri, yang telah kau isi, lalu kau tinggal pergi. Tidak, aku takkan menyalahkanmu, tenang saja. Akulah yang tak seharusnya membuat ruang itu. Dan kau, seharusnya tak ada kontradiksi dalam kepercayaan bahwasannya segala sesuatu akan hilang tak kenal masa.
Di Suatu Sore yang Mendung
Aku menuliskan ini di suatu sore yang mendung. Saat ini aku tengah terduduk di sebuah ruangan yang berantakan, pengap, dan muram. Kuharap esok akan hangat memelukku. Hanya pada esoklah aku dapat paling tidak sejenak menyandarkan harapan. Memangnya pada siapa lagi? Bahkan tidak pada diriku sendiri. Esok, aku akan pergi ke tempat yang baru. Hunian baru yang akan menuntunku menggoreskan cerita yang baru. Kuharap esok akan ramah menuntunku mengenali jalan-jalan, persimpangan, dan kelokan-kelokan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tidakkah harapanku terlalu banyak? Semoga tidak.
Lelaki Itu dan Kenangannya
Aku menemukanmu di antara tumpukan masa lalu dan masa depan. Saat itu, kita tanpa sengaja berada di ruang yang sama. Kita bertukar kisah dan tawa. Hingga lambat laun aku hafal komposisi kopi favoritmu. Begitupun juga kau, yang kemudian hafal bagaimana cara menyeduh teh panas kesukaanku. Kita menemukan satu sama lain. Malam yang dingin di teras rumah itu, di pantai itu, dan di puncak sana, membingkai kisah kita. Sayang, kita tak bisa kembali ke masa lalu ataupun saat itu menghentikan waktu barang sebentar. Hingga kini, saat kutorehkan cerita ini, aku masih merindukan aroma tubuhmu, bau parfum yang beradu dengan bau tembakau.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Mencintai angin harus menjadi siut Mencintai air harus menjadi ricik Mencintai gunung harus menjadi terjal Mencintai api harus menjadi jilat Mencintai cakrawala harus menebas jarak Mencintaimu harus menjelma aku
Sajak Kecil tentang Cinta, Sapardi Djoko Damono
Sedikit Harapan Tentangnya
Bu, saat ini pasti kau sedang bersujud di sepertiga malam kan, Bu? Pasti kau sedang bercengkrama dengan-Nya kan, Bu? Seperti yang akhir-akhir ini kau ceritakan padaku, bahwa kau selalu mengungkapkan harapan-harapanmu kepada-Nya, agar kelak datang seseorang yang dapat membimbingku dan memimpinku agar tetap berada di jalan-Nya. Lebih jauh, kau utarakan harapanmu supaya seseorang itu akan mampu membuatku lebih dekat dengan-Nya. Tetapi begini, Bu. Ijinkan aku berharap agar keberadaan seseorang itu nantinya bukanlah satu satunya alasan untukku agar tetap berada di jalan-Nya dan lebih dekat dengan-Nya. Seseorang itu, kuharap, adalah ia yang ingin berjalan bersamaku dengan tujuan yang sama. Terlepas dari semua harapan-harapanmu, Bu, ijinkan aku menaruh sedikit harapan. Aku berharap aku mendapatkan ruang harapan meskipun sedikit. Kuharap seseorang yang kau maksud nanti gemar menuliskan puisi dan menyelipkannya di bawah bantalku, atau di buku yang tengah kubaca. Kuharap pula, seseorang yang kau maksud itu, tak segan memetik gitarnya untuk bersenandung bersamaku atau mengiringi kesedihan dan kebahagiaan kami. Kuharap pula, seseorang yang kau maksud itu, ialah dia yang menggunakan hatinya.
Pamit
Aku tiada pernah menduga, apalagi menyangka sebelumnya bahwa ternyata jarak antara terbit dan terbenamnya matahari begitu dekat. Sedekat jarak pertemuan dan perpisahan kita. Sungguh singkat rasanya cerita kita meskipun ini adalah cerita terpanjangku. Ada yang belum kusampaikan saat perpisahan kita di persimpangan jalan waktu itu. Terima kasih. Aku ucapkan terima kasih atas waktu yang kau berikan padaku. Terima kasih pula untuk setiap detik kebahagiaan, ketidakbahagiaan, bahkan ketidaksadaran untuk mengakui bahwa waktu memang begitu singkat. Aku selalu menunggu kabar bahagia darimu. Semoga kita, masing-masing, akan selamat hingga tempat tujuan.
Kisah Seorang Penjelajah
Alkisah, di suatu waktu, tersebutlah seorang penjelajah bernama Alana. Ia senang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Ia tetap berpindah hingga suatu hari ia akan berhenti di tempat terakhirnya. Sebuah tempat dimana ia memutuskan untuk berdiam di sana selamanya. Namun, saat itu bukanlah tempat itu yang ia cari. Ia mencintai perjalanannya. Baginya, melakukan perjalanan adalah kebahagian. Terkadang, ia merasa gembira, kesal, marah, lelah, bahkan muak dengan apa yang ia temukan di setiap perjalanannya. Satu hal yang selalu ia rasakan, ia kesepian. Meskipun banyak penjelajah yang ia temui di perjalanan. Para penjelajah itu, bersama Alana, saling berbagi cerita, pengalaman, tawa, bahkan bekal serta kekuatan untuk saling menyemangati agar sampai selamat di tempat tujuan. Hari-hari terus berganti. Alana merasa semakin dirundung kesepian. Mungkinkah Alana melanjutkan perjalanan itu sendirian? Tidakkah ia membutuhkan teman? Mungkin. Sepertinya. Alana memimpikan kehadiran teman. Seorang penjelajah yang memiliki tujuan. Seorang yang penjelajah yang ingin berbagi dengan Alana sepanjang perjalanan hingga mereka sampai di tempat tujuan masing-masing. Bukan tidak mungkin jika ternyata mereka memiliki tujuan yang sama kan? Entah. Alana, saat itu hanya mendambakan kehadiran teman yang ingin berbagi dengannya.
Pelabuhan Terakhir
Suatu malam aku berbincang dengan seorang kawan. Aku mengisahkan padanya tentang sebuah kapal. Ya, sebuah kapal. Kapal ini telah berlayar bertahun-tahun. Tak jelas kapan ia telah diperkenankan berlayar. Di tengah pelayarannya, ia sempat singgah di beberapa pelabuhan. Sang nahkoda, sebut saja namanya Krisan, adalah seorang pelaut rapuh yang nampak tangguh. Krisan, hingga kini, tak pernah lelah untuk mengarungi lautan. Meskipun telah singgah di beberapa pelabuhan, ia tetap ingin berlayar. Terus berlayar. Hingga suatu hari nanti ia akan menemukan pelabuhan yang membuatnya tidak ingin berlayar lagi dan tinggal di sana selamanya. Entah mengapa, pelabuhan yang kini ia diami, yang sebelumnya ia yakini sebagai pelabuhan terakhir, telah memudarkan keyakinannya. Keyakinan bahwa inilah pelabuhan yang terakhir. Keyakinan bahwa ia takkan pergi berlayar lagi. Krisan rindu untuk berlayar. Melawan ganasnya ombak dan terjalnya karang. Ia tahu ia takkan karam, hidup membuatnya yakin bahwa ia mampu menghadapi segalanya. Krisan meyakini bahwa masih ada pelabuhan setelahnya. Pelabuhan yang terakhir. Meskipun ia tidak berharap untuk berlabuh secepat itu. Ia tahu bahwa pelabuhan terakhir itu ada. Ia juga tahu bahwa ia telah rindu kembali berlayar.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Bahagiamu adalah Bahagiaku
Sebuah petuah dari teman lama, "Sing penting kowe bahagia, aku sesuk gampang". Kalimat yang sungguh merefleksikan ketulusan dan keikhlasan yang luar biasa. Meskipun bahagiamu sesungguhnya bukanlah bahagiaku, namun, sekuat tenaga aku akan mencoba untuk turut serta berbahagia untukmu. Sungguh paksaan yang teramat memaksa. Bisakah? Mampukah? Tentu, ketika bahagia bisa diciptakan.
Karena Stasiun Kereta Api adalah Tempat yang Romantis
Ketika melihatmu melangkah turun dari gerbong kereta Ketika melihatmu berlalu dari luar jendela gerbong kereta Ketika berpisah denganmu di ruang tunggu penumpang kereta Ketika melambaikan tangan sambil berlalu dari jendela gerbong kereta Pun ketika sendiri menanti kereta yang akan mengantarku kepadamu Stasiun Kebumen, 14 Februari 2016
Lain Bengkulu lain Semarang. Sekarang, sudahlah. Pokoknya aku cinta padamu. Tetapi, kita harus bercinta sedikit metodologis. Pakai logika. Jangan sentimentil.
Ashadi Siregar, Cintaku di kampus Biru
Hujan
Biasanya, mendung membuatku malas beranjak dari hangatnya selimutku Biasanya, hujan melarangku meninggalkan rumahku yang nyaman Tapi, siang itu tak seperti biasanya Aku memilih untuk berdiri di depan gerbang rumahku Menanti deru kuda besimu Lalu, tak lama kau akan tiba dan mengeluhkan dinginnya hari itu Aku akan tersenyum dan mengeluhkan hal yang sama Dan hari itu tak seperti biasanya Aku mengabaikan mendung dan hujan Memilih bersembunyi di balik punggungmu Mengelilingi kotamu Menertawakan gurauanmu Atau sekedar bercerita tentang ibuku Dan kemudian kau pun akan bercerita tentang ibumu Ketika lewat senja dan aku harus pulang Kau mengantarku hingga depan gerbang Tanpa janji akan bertemu lagi Ataupun janji esok akan kembali
Bukan Rahasia
Jika ini adalah sebuah rahasia, aku tidak akan menuliskannya di sini. Jadi ini memang bukanlah rahasia. Aku bingung bagaimana menyebutmu. Baik sebut saja Angin. Aku tidak pernah menyangka, Ngin, sungguh. Aku tidak pernah menyangka jika perbincangan kita dapat semenyenangkan itu. Aku tidak pernah menduga bahkan saat pertama kali mengenalmu. Singkatnya, aku suka caramu. Angin, aku selalu ingin tahu kabarmu. Aku selalu ingin tahu keseharianmu meskipun kemudian aku tak bertanya padamu. Aku simpan pertanyaan-pertanyaan itu. Aku mencoba menerka apa yang sedang kau lakukan. Meskipun tak ada jejak yang kau tinggalkan. Sungguh itu menyenangkan. Meskipun tak jarang menyebalkan. Angin, kalau boleh aku tahu, apakah kau punya nomor customer care? Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Berbincang dengan Anakku
Aku membuka telepon genggamku, sekilas terlihat notifikasi. Seperti biasa, aku merupakan tipikal orang yang fast response ketika dihubungi. Kubuka notifikasi itu, line dan whats app rupanya. Agak tercekat ketika membaca pesan di dalamnya. Lagi-lagi menanyakan anakku. Anakku satu-satunya yang kini ikut Bapaknya. Kuberikan kontak anakku dan kukabari si Bapak bahwa ada yang mencari anakku. Tak lupa aku berpesan kepada si Bapak agar menyampaikan salamku kepada anakku yang kurindukan.
Ibu : Salam untuk Tsemock, katakan aku rindu dan selalu menyayanginya.
Bapak : Tsemock sudah ndak mau ketemu Ibunya, sekarang Ibunya serem dan suka sesama jenis.
Ibu : Tsemock harus tahu, setelah Ibu berpisah dengan Bapaknya, Ibunya tidak bisa mencintai lawan jenis lagi.
Bapak : Tsemock tak paham.
Kemudian Tsemock muncul tiba-tiba di tengah percakapan kami.
Tsemock :Kok kasihan sekali, Ibu. Bapak dulu terlalu istimewa ya, Bu?
Ibu : Istimewa katamu? Sama sekali tidak. Apa yang bisa Ibu harapkan dari Bapakmu itu? Baiknya memang banyak, jeleknya apalagi, lebih banyak. Tapi, paling tidak, Bapakmu sudah mengambil keputusan terbaik untuk tidak bersama Ibu lagi. Bapakmu sudah mulai bisa membedakan jalan yang seharusnya diambil dan mana yang tidak. Meskipun Ibu awalnya tidak bisa menerima, tetapi pada akhirnya Ibu sadar, itu memang yang terbaik, Nak.
Tsemock : Masa sih, Bu? Kalau Bapak berubah pikiran bagaimana?
Ibu : Berubah pikiran bagaimana maksudmu?
Tsemock : Mau rujuk sama Ibu. Siapa tahu Bapak besok ndak bisa kalau cuma jadi teman Ibu.
Ibu : Hahahaha. Ya tak ketawainlah Bapakmu itu. Asal Bapakmu tahu ya, Ibu sekarang sudah merasa cukup seperti ini. Ibu bisa tetap berkomunikasi dengan Bapakmu itu sudah cukup. Ibu sudah cukup bahagia. Ndak perlu kemaruk dengan meminta kebahagiaan lebih, apalagi, kebahagiaan yang belum waktunya. Perkara nanti bapakmu kecantol wedokan lain, Ibu sudah ikhlas. Saestu.
Tsemock : Bapak ngekek Bu tak kasih liat chat dari Ibu.
Ibu : Ya ngerti lah, Bapakmu emang gitu kok. Ibu malahan sedih sekarang ndak bisa nyanding kamu lagi, Nak. Ngga bisa dapet duit tambahan, minta sama Simbah terus. Mau cari kerjaan lagi rasanya ndak semangat.
Tsemock : Ealah, tak tanyain Bapak deh, Bu. Siapa tahu buka lowongan.
Ibu : Ah, Bapakmu mana mau kerjasama Ibu lagi, nanti jadi beban buat dia. Sudahlah, ndak usah, Nak. Ibu cuma mau liat kamu tumbuh gede. Sing penting kowe bahagia, Ibu sesuk gampang.
Tsemock : Hihihi, Ibu lucu deh.
Ibu :Iyalah, makanya kamu juga lucu, kan desainnya terinspirasi dari Ibu. Dulu yang kasih nama juga Ibu.
Tsemock : Tapi kata Bapak kontribusi terbesar Ibu cuma nyingkat nama.
Ibu : Temen-temen sama orang-orang masih suka nanyain kamu ke Ibu. Di mata masyarakat, kamu sama Ibu itu satu. Kadang Ibu suka sedih.
Tsemock : Ibu kasihan sekali, aku jadi merasa bersalah sama Ibu. Bu, main yuk.
Ibu : Ndak apa apa, Nak. Ibu ikhlas. Tumbuh bersama Bapak mungkin memang yang terbaik buat kamu. Soal itu, ijin dulu sama Bapakmu. Dia kalau sudah bilang engga ya ngga bisa dilawan.
Tsemock : Eh, Bu. Udahan dulu ya, Bapak datang.
Ibu : Iya, Nak. Doa Ibu selalu menyertaimu.
Bapak : Ada apa ini ribut-ribut?
Ibu : Ndak apa apa, Mas. Aku cuma ingin ketemu anakku.
Kemudian blackout.
Dia sudah tiada
Lelaki itu sudah tiada. Lelaki yang menemani separuh lebih perjalanan terjalku. Jasadnya, ruhnya, jiwanya, masih serupa dengan yang kutemui pertama kali dua tahun lalu. Tapi Tuhan telah mengambil perasaannya. Perasaan itu, tidak Tuhan ijinkan untuk diberikan kepadaku. Tidak apa-apa, Tuhan. Kau berhak atas segalanya.
Sekarang kekasihku sudah tiada. Meskipun jasad dan ruhnya masih ada.