untuk dunia, cinta, dan kotornya
pertama kali dengar salah satu single di album ini, rayuan perempuan gila, wah sudah dibuat jatuh hati gue rasanya. jadi gue yakin kalau nanti lagu rayuan perempuan gila dalam album barunya nadin amizah, pasti albumnya luar biasa. jujur gue nggak tau genre untuk album ini tapi dari hasil interview nadin amizah, dia bilang kalau diminta untuk mengotakkan album ini ke suatu genre bisa dibilang sebagai pop kreatif. berikut adalah lagu-lagu di album untuk dunia, cinta, dan kotornya terfavorit menurut versi gue:
bagi gue intro melodi awal lagu bisa menentukan gimana gue suka atau nggak dari satu lagu. bisa dibilang dari mata jatuh ke hati di versi gue itu lebih ke dari melodi jatuh ke lirik. lagu rayuan perempuan gila berhasil menarik perhatian gue dari awal intronya yang ENAK BANGET. untuk lagu ini jujur vibesnya bossa nova banget, masuk ke telinganya halus nggak pakai permisi. bagian favorit gue lainnya adalah versenya karena penggunaan repetisi suku kata yang dipilih untuk akhir kalimatnya rasanya sengaja dibuat serima seperti bait puisi.
"menurutmu berapa lama lagi kau kan mencintaku? menurutmu apa yang bisa terjadi dalam sewindu?"
yang mengejutkan bagi gue, di balik nadanya ternyata premis lagu ini sangat sarat makna. dari awal lagu sudah disuguhkan dengan cerita nadin mengenai kisah cintanya sebagai si karakter "perempuan gila" yang kerap mempertanyakan perasaan pacarnya saat itu. lagu ini memberi narasi dari perspektifnya si perempuan gila yang melihat dirinya negatif.
"yang terjadi sebelumnya, semua orang takut padaku."
"memang tidak mudah, mencintai diri ini."
"tak pernah ada yang lama menungguku sejak dulu."
"s'lalu tahu akan ditinggalkan,"
kalau lagu ah menurut gue definisi rangkuman ketika lo dicurhatin teman yang sedang bucin di hubungan yang sehat. manis, sadar, hadir, bersinar, dan bahagia. menurut gue kata-kata itu cukup menggambarkan isi lagu ah ini. setelah si perempuan gila bertemu dengan manusia baru dia bisa belajar tentang cinta dengan bentuk baru yang lebih sehat. di sini gue jujur bisa ngerasain emosi bersyukur, belajar, dan penerimaan bentuk cinta yang baru. beda dari lagu perempuan gila yang menurut gue seperti ada di hubungan yang bisa meledak kapan pun, lagu ah ini jadi penggambaran penerimaan hubungan yang saling mengusahakan.
"akhirnya cinta, yang tak menguras mata."
"masa depan mungil atau mewah, selama denganmu kujalani penuh sumringah."
"dunia saksinya saat ku rekah,
dicinta penuh sehalus seharusnya,
aku bersinar saat ku rekah,
dicinta penuh sebaik sebaiknya,
bahagiaku kau usahakan."
bagian chorus sangat nunjukin perubahan penerimaan cintanya. dari yang awalnya serba penuh hati-hati takut berbuat salah, berubah jadi penuh penerimaan dan sebaik-baiknya.
"ah, baiknya Tuhan,
tak ada doa yang terlewatkan,
masih kutitipkan pinta lamaku,
untuk bermuara pada sandaran yang ingin aku."
lagu ini nggak lupa ditutup dengan verse yang bercerita tentang hubungan ini jadi jawaban dari doa-doa si perempuan gila yang terus dipanjatkan. ah, selamat!
jujur, awalnya saat baca judul lagu ini gue pikir ini sekedar lagu ulang tahun dan berisi doa-doa untuk yang bertambah usia. ternyata gue salah besar, hei ini maknanya dalam banget dan jadi lagu yang selalu gue putar terus di spotify.
menurut yang gue pahami, isi lagu ini adalah tentang penerimaan diri kita oleh orang lain dan bagaimana kita melewati semua masalahnya. ketika kadang lo merasa di titik terendah dan penilaian tentang diri jadi terlalu subjektif. selalu ada celahnya, ada salahnya. lagu ini jujur jadi pengingat gue juga, pasti ada orang terdekat lo baik itu keluarga, sahabat, teman, atau pacar yang mau membantu. untuk minta tolong itu gapapa, bukan dosa yang lalu bikin diri kita jadi orang yang penuh kesalahan karena nunjukin kelemahan.
kadang ada hal-hal yang luput dari penilaian diri sendiri dan cuma bisa dilihat dari kacamata orang lain, hal-hal yang menurut lo sepele, nggak berarti, bukan apa-apa tapi sebenarnya adalah kelebihan dan keunikan diri lo. itu semua harus dilihat dari perspektif orang lain karena kadang kita cuma memahami diri kita dari pemahaman sendiri.
""terima kasih," katanya,
semua aku dirayakan,
"jangan menangis," ku dibuai,
sampai tenang."
sederhana banget orang terdekat pasti akan berusaha, membantu, hadir, dan menerima apa adanya. lo datang ke dalam kehidupan mereka sebagai satu paket yang sudah diterima segalanya. ikhlas, maklum, legowo.
"tiada yang bilang,
badainya kan reda,
berhadapan dengan cahaya yang kerap membutakan.
tiada yang bilang,
jawaban kan datang,
jauh dari seram yang selama ini telah kubayangkan,
semua aku dirayakan."
tentu bagian favorit gue adalah chorusnya! tenang, setiap konflik dan masalah itu hadir sebagai suatu pembelajaran jadi akan sampai juga nanti pada penghujung ceritanya. bahkan mungkin saking beratnya, sakitnya, negatifnya, kacaunya, gelapnya saat sudah selesai kadang nggak sadar ternyata seperti yang kemarin-kemarin bisa juga kok semuanya dilewati dan ya gapapa.
ya tuhan gue suka sekaliii sama lagu di akhir perang, ini lagu favorit gue di album ini dan yakin lagu ini akan masuk on spotify repeat tahun 2023 gue. kenapa gue bisa sesuka itu sama lagu ini? sesederhana karena fokusnya sudah bergeser dari lagu-lagu sebelumnya penerimaan cinta dari orang lain, lagu di akhir perang jadi awal proses mengolah cinta dari luar sebagai bahan bakar untuk self love dan acceptance. sampai kapan pun, sebanyak apapun cinta yang diberikan oleh orang lain nggak akan bisa mengisi kita sebelum kita bisa memahami dan mencintai diri sendiri dahulu.
"perlahan akan,
kuajarkan cara,
menanam menuai,
baik buruk di dunia."
gimana cara menerima diri sendiri? belajar, introspeksi, refleksi menurut gue itu kuncinya. gagal, ulang lagi sampai akhirnya akan terbentuk pola baru yang sehat. kita semua hidup dengan luka, beban, dan trauma yang dibawa dari keluarga, lingkungan, dan masa kecil. tapi nggak semua pola yang kita pahami dari dulu itu akan relevan digunakan sekarang, harus ada penyesuaian mengenai paham-paham yang sudah tidak relevan lagi dengan cara kita hidup sebagai manusia.
"perang telah usai,
perang telah usai,
aku bisa pulang.
kubaringkan panah dan berteriak,
"menang!"
saat lo bisa menerima diri lo seutuhnya, sekotornya-kotornya, sejelek-jeleknya, seaneh-anehnya itu titik di mana konflik yang ada pada diri lo akan jadi selaras dan menyatu. yang tadinya hati, pikiran, dan emosinya nggak sesuai akan berkompromi di satu titik penerimaan, rasanya lega sekali. pulangnya ke diri sendiri sepenuhnya setelah selalu sibuk mencari validasi dan afirmasi dari luar itu luar biasa banget. pada akhirnya kita bisa membuat definisi pulang itu sebenarnya adalah ke diri kita sendiri setelah berada di akhir perang.
demi tuhan, demi dunia, demi semesta ini lagu yang harus didengar semua orang senggaknya sekali dalam hidup mereka. gue benar-benar jadi belajar bersyukur dari lagu ini, rasanya kayak diingatkan bahwa semua yang ada di dunia itu karena kamu berpayung tuhan dan semuanya bakal baik-baik saja pada akhirnya.
"beralas awan, berpayung Tuhan yang baik,."
"tahu tujuan, hilang pun tetap kembali,
hendak jauh dekat, tetapi selalu lebur."
"semua menjaga dari kiri-kanan,
senang mereka melihat kita senang."
lo tau salah satu momen ketika semua hal tiba-tiba rasanya dipermudah jalannya, momen itu sebenarnya sudah ada di hidup kita selama kita percaya, berusaha, dan tenang. segala sesuatunya itu sudah diatur, dijaga, dituntun selama lo nggak "ngeyel" dan fokus dengan tujuan lo.
"biar di sela nafasmu,
tenang terus jadi satu,
biar di telapak kakimu,
halus dan kuat melaju,
biar di peluk ibumu,
kekal wangi tanpa rindu,
biar di bawah kasurmu,
mimpimu siap terbangun,
biar di dalam hatimu,
harum selalu namaku,
biar saat air surut,
bahagiamu terbangun."
bridgenya berisi tujuan dari chorus yaitu doa-doa. lagu ini manis banget ya tuhan, jujur bisa diabetes kalau dengar lagu ini terus-terusan. gue nggak paham bagaimana tapi gue merasa energi gue setiap dengerin lagu ini jadi kebawa percaya diri dan positif menghadapi dunia. nyaman banget untuk didengar setiap hari untuk mensyukuri dan merasa hadir di momen saat ini.
terima kasih nadin sudah melahirkan anak-anak yang indah ini.