Dan yang baik akan dipertemukan dengan yang baik...
Diusia sekarang, ketika scroll media sosial MasyaAllah ikut bahagia senyum-senyum lihat teman-teman dengan keluarga kecilnya.
Ada yang sedang riweh dengan MPASI...
Ada yang sedang hobi menyiapkan bekal suami...
Ada yang bahagia ajak anak kesana kesini hingga ketempat kerja...
MasyaAllah... Ikut berbahagia, meskipun diri sendiri tahu ohhh hanya fase-fase bahagia yang akan ditampilkan di sosial media. Kita tak pernah tahu fase dimana mereka terbangun tengah malam mengganti popok, kedua mata seperti lingkaran mata panda karena tiap malam bergadang, berseteru hal-hal sepele dengan pasangan, riwehnya pagi-pagi menyiapkan sarapan....
ππ Ada beberapa kisah orang-orang terdekat yang sedikit banyak ikut menyimak bagaimana kehidupan mereka sebelum dan pasca berumahtangga.... Sedikit menyimak proses bagaimana mereka saling dipertemukan...
Dan teman-teman yang memang aku tahu bagaimana kebiasaannya sehari-hari, perjuangannya di jalan dakwah, keistiqomahannya menjaga diri dalam kebaikan, semangatnya dalam bertholabul ilmii, dan Allah pertemukan mereka dengan pasangan yang memang tak pernah jauh lingkaran pertemanannya ....
Hingga ketika mereka sebar undangan... Selalu terucap kata "ohh... Sama si akh A itu to??... MasyaAllah...
Ternyata memang benar firman Allah... Bahwa laki-laki baik akan dipertemukan dengan wanita yang baik pula.. π.
Memupuk diri menjadi pribadi baik tentunya bukan perkara instan, butuh proses yang panjang, butuh tekad kuat menghadapi rintangan, yang terkadang Allah uji dengan kata-kata sekitar yang kian menciutkan tekad kita, yang terkadang Allah uji dengan ditundanya doa-doa yang kita panjatkan...
Namun ketika kita yakin disetiap proses ini hanya Ridho dan pahala dari Allah yang kita harapkan maka sehebat apapun rintangan tak akan menggoyahkan semangat kita.
Yakinlah wahai pribadi, dipertemukan dengan sosok pasangan yang baik itu bonus dari Allah atas keikhlasan dan kesabaran kita untuk terus berbenah diri... Bukan tujuan utama kita untuk berbenah diri....
Karena sejatinya jika kita menggantungkan harap kepada selain Nya... Bukankah hanya kekecewaan yang akan kita dapat?
Ahh .. aku jadi ingat sebuah tulisan dari Kurniawan Gunadi di akun Tumblrnya, jika rasa khawatir itu bergandengan erat dengan harapan. Ketika doa-doa tak henti berucap dalam hati, ketika ikhtiar mencoba berulang kali. Namun tak kunjung terealisasi.... Allah ingin menguji kita seberapa yakin kita akan janji Allah, seberapa teguh kita memegang prinsip syariatNya...
Maka wahai diri tetaplah semangat memperbaiki diri, lillah, ikhlas dan sabar semata-mata hanya untuk mengharap ridho dan pahala dari Nya ...
(sebuah nasehat untuk diri)
Magetan, 20 November 2021