Ini adalah tulisan untuk menyemangati diri, yang sedang tidak siap dihadapkan dengan tugas besar yang super menakutkan dan biasanya hampir pasti dihindari. Sayangnya saat ini semesta sangat mendukung, benar-benar nggak ada pilihan lain selain maju. Iya, maju. Maju nih? Hahahaha.... Rasanya jadi ingin menangis sekaligus menertawakan kondisi ini.
Begitu pintu-pintu kemungkinan mulai terbuka, yang akhirnya benar-benar menyampaikan pada keharusan untuk maju ini, sebetulnya ratusan kata-kata negatif langsung bermunculan di otak. Apakah bisa? Penyesalan pun muncul, kenapa sih harus memilih profesi ini? Profesi yang menuntut untuk serba bisa, serba tahu, serba bijak, dan serba serbi lainnya. Tapi ya karena diri sendiri yang memilih, tentu harus diri sendiri pula yang menjalani. Mau nggak mau ya harus berani, kalau nggak mana ada klien yang percaya.
Tapi sebetulnya diri ini pun tidak lepas dari kejutan-kejutan yang membuat tercengang pada diri sendiri bahwa "oh ternyata bisa ya", "oh ternyata nggak seburuk dugaan ya", dan "oh ternyata" lainnya. Apalagi kalau masih ada kesempatan sekian jam ini untuk mempersiapkan, harusnya sih bisa. Memang nggak akan sebaik senior-senior dengan jam terbang setinggi sabuk asteroid itu, setidaknya sudah lebih baik dari Nadhira versi sebelumnya pun cukup.
Kalau tulisan ini dibaca ulang sekian waktu yang akan datang mungkin akan menertawakan diri sendiri karena dulu pernah secemas ini. Nggak apa-apa :)












