Perihal menikah bukan karena usia semakin berkurang namun kesiapan yang membuat keberanian. Karena banyak usia semakin berkurang namun belum siap untuk komitmen sepanjang hayat.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year


Discoholic ๐ชฉ
tumblr dot com
todays bird
he wasn't even looking at me and he found me
h
Noah Kahan
Show & Tell
Jules of Nature
$LAYYYTER
Sweet Seals For You, Always

titsay
YOU ARE THE REASON
trying on a metaphor
Not today Justin

โ
๐ฉต avery cochrane ๐ฉต
seen from Portugal

seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Kenya
seen from Austria
seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from Tรผrkiye

seen from China
seen from Germany
seen from United States
@misbakhul
Perihal menikah bukan karena usia semakin berkurang namun kesiapan yang membuat keberanian. Karena banyak usia semakin berkurang namun belum siap untuk komitmen sepanjang hayat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Ketika Tuhan menguji kita dengan kata Cinta
Ketika berdua berjalan beriringan seperti rel kereta api.
Kita bersama namun tak bisa bertemu.
Hanya berjajar namun tak menyatu.
Dalam genggaman mu dan tengadahku.
Dalam sujud ku dan pejam matamu.
Tuhan kita satu hanya berbeda nama dalam penyebutan Nya.
Bismillah
#DAFTAR AMALAN AMALAN SUNNAH.
1. Dzikir Pagi Dan Petang (QS Al- Ahzab Ayat 41-42)
2. Sholat Qiyamul Lail /Tahajud (QS.Al- Isra Ayat 79)
3. Shalat Witir (HR. Muslim No. 755)
4. Shalat Dhuha (HR. Abu Daud No. 1289)
5. Puasa Senin Kamis (HR. An- Nasa'i No 2362)
6. Puasa Ayyamul Bidh (HR.Tarmidzi No. 761)
7. Shalat Rawatib 12 Rakaat Sehari Semalam (HR. Tirmidzi No 414)
8. Shalat Sunnah Wudhu (HR. Muslim No. 234)
9. Puasa Syawal (HR. Muslim No. 1164)
10. Puasa Arafah (HR. Muslim No.1162)
11. Puasa Daud (HR. Bukhari No. 1131)
12. Puasa Sunnah Di 9 Hari Awal Dzulhijah (HR. Abu Daud No. 2437)
13. Mengerjakan Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid (HR. Bukhari No. 444)
14. Memperbanyak Membaca Istighfar (HR.Bukhari No. 6307)
15. Baca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq Dan An-Nas Sebelum Tidur (HR. Bukhari 5017)
16. Membaca Al-Qur'an Setiap Malam 100 Ayat (Shahih Al- Jami 6468)
17. Membaca 2 Surat Terakhir Surat Al- Baqarah Di Malam Hari (HR. Bukhari 5009)
18. Baca Ayat Kursi Sebelum Tidur (HR. Bukhari No. 3275)
19. Baca Al-Ikhlas 10x Setiap Hari (HR. Ahmad No. 3437)
20. Menjawab Adzan (HR. Muslim No. 385)
21. Membaca Do'a Setelah Mendengar Adzan "Allahumma Rabba Haadzihid"
(HR. Muslim No. 641)
22. Membaca Surat Al- Baqarah Dan Surat Ali Imron Setiap Hari (HR. Muslim No. 804)
23. Membaca Dzikir Setelah Sholat 5 Waktu (QS. An- Nisa : 103)
24. Membaca Dzikir Laa Hawla Wa Laa quwwata illa Billah (HR. Bukhari No. 7386)
25. Membaca Dzikir Subhanallah Walhamdullilah Wa Laa Illah Illallah Wallahu Akbar (HR. Muslim No. 2695)
26. Membaca Dzikir Subhanallah Wabihamdih 100x (HR. Muslim No. 2692)
27. Membaca Dzikir Subhanallah Wabihamdih Subhanallahil Adzim (HR.Bukhari No. 6682)
28. Membaca Dzikir Laa Illaaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Walahul Hamdu Wahuwa Ala Kulli Sya'in qadir 100x (HR. Bukhari No. 3293)
29. Membaca Dzikir Sayyidul Istighfar (HR.Bukhari No. 6306)
30. Membaca Surat Al- Kahfi Di Malam Dan Hari Jum'at (HR. Ad- Darimi No. 3470, Dan HR. Hakim 6169)
31. Membiasakan Berwudhu Sebelum Tidur (HR.Bukhari. No 247)
32. Membiasakan Tidur Miring Ke Kanan (HR. Bukhari No. 247)
33. Mengibas /Mengebut Tempat Tidur Dengan Kain (HR. Bukhari No. 6320)
34. Membaca Do'a Sebelum Tidur Dan Bangun Tidur (HR. Bukhari No. 6314)
35. Mencuci Tangan 3x Setelah Bangun Tidur (HR. Bukhari 162)
36. Melakukan Istinsyaq Dan Istintsar Setelah Bangun Tidur (HR. Bukhari No. 3295)
37. Mendoakan Kaum Muslimin (HR. Muslim No. 7231)
38. Mendo'akan Kedua Orang Tua (QS. Ibrahim : 41)
39. Menyambung Silaturahmi (HR. Bukhari
No.5985)
40. Bersedekah (QS. Al- Baqarah : 261)
41. Bershalawat (QS. Al- Ahzab : 56)
42. Membaca Bismillah Sebelum Makan (HR. Abu Daud No. 3767).
43. Membaca Do'a Setelah Makan (HR. Bukhari No. 5458)
44. Membaca Do'a Masuk Kamar Mandi (HR. Bukhari No. 142)
45. Membaca Do'a Keluar Kamar Mandi (HR. Abu Daud No. 30)
46. Membaca Do'a Setiap Masuk Dan Keluar Masjid (HR. Ibnu Majah No. 771)
47. Membaca Do'a Setiap Memakai Pakaian (HR. Abu Daud No. 4023)
48. Membaca Bismilah Saat Akan Melepas Pakaian (HR. Thabrani Dalam Al- Ausath 7062)
49. Membaca Do'a Saat Akan Keluar Rumah (HR. Tirmidzi No. 3426)
50. Baca Do'a Masuk Keluar Rumah (HR. Abu Daud No. 5096)
Dan Masih Banyak Lagi Amalan Amalan Sunnah Lainnya. Semoga Allah Memudahkan Kita Untuk Rutin Mengamalkan Sunnah Sunnah Rasululloh Sallalahu 'Alaihi Wassalam Walaupun Tidak Bisa 100% Tetapi Paling Tidak Kita BERUSAHA Semaksimal Mungkin Untuk Mengamalkan nya.
Repost nte Irna Mutiara
Yang paling mengerti betapa beratnya masalahmu itu kamu sendiri. Tapi percayalah, bahwa takdir baik akan menghampirimu. Dan satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa takdir baik itu datang adalah dengan bertahan hidup selama mungkin.
Bayangkan bila barangkali sedikit lagi atau gak lama lagi, bebanmu akan terangkat dan masalahmu akan selesai. Sudah paling betul bahwa bertahan hidup dan melewatinya hari demi hari adalah satu-satunya pilihan.
Semoga Allah berikan ketenangan dan pertolongan untukmu.
*peluk dari jauh
Tak semua hal harus di perlihatkan. Cukup pastikan bahwa semua yang kita lakukan adalah benar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Perjuangan yang kita lakukan akan berbuah. entah itu manis asam besar apa kecil.
Apa jadinya jika 2021
Aku bangun jam 3
Tahajud, ngaji, trus baca buku agama sambil nunggu subuh..
Kuusahakan terus sholat fajar dan ga mau subuh telat..
Abis subuh hafalan trus dzikir pagi
Trus buka hari dg sedekah walo 1000 rupiah
Lalu ngurus toko...olahraga
Jam 6.30 siap2 kerja
Trus kerja
Di kantor sambil baca dan nulis
Jangan sampe kelewat dhuha, sholat tobat dan hajat
Sambil kerja promo dan jualan online
Hentikan semua urusan saat adzan berkumandang
Pada waktu dhuhur dan ashar
Kucicil rumah di surga
Bukan dg KPR tapi dengan sholat rowatib 12 rekaat sehari semalam
Siang sempatkan tidur siang
Dan juga waktunya belajar tentang muamalah dan marketing
Sore sempatkan olahraga atau waktunya bercanda di rumah
Jam 5 semua dah mandi
Duduk manis dzikir sore dan menunggu magrib
Abis magrib menunggu isya dg ngaji, hafalan dan belajar agama
Setelah isya waktu nya keluarga
Ada ritual sebelum tidur
Sholat tobat, mohon ampunan atas sehari ini dan witir
Lalu qul qul, al kahfi 1-10, al waqiah, dan ayat kursi, dan doa sebelum tidur
Bangun waktu tahajud
Curhat sama Allah
Apa jadinya jika setahun ini di lakukan seperti itu
Anda mau coba
Ayo bareng...
Saat ini sialnya aku mengingatmu. Buktinya hari aku melihat status di Facebook dan instagran mu. Memastikan kamu baik-baik saja. Dan bahagia dengan sandaran yang kamu anggap paling nyaman.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
terkadang hidup tak selamanya menyenangkan. ada kalanya kita merasa kecil dan tidak dihargai. namun kadang kita di manja habis-habisan sampai kita tak bisa bernafas. merasa terbang begitu tinggi hingga tak bisa membeyangkan. namun kadang dijatuhkan begitu dalam.
Saat sendiri, bukan penampakan yang harus ditakuti, atau orang yang berniat jahat. Bukan.
Bukan itu.
Tapi, ketika hati tidak takut bermaksiat pada Allah.
Matanya digiring dengan memandang yang tidak Allah sukai.
.. telinganya, pikirannya, hatinya dibawah ke arah yang Allah tidak ridhai~
Saat sendiri, perbanyaklah merenung, mengingat kembali, muhasabah diri, Allah sudah sejauh ini memberi hidup, adakah di hari-hari itu yang memantaskan kita untuk kembali pada-Nya dengan berbahagia?
Sholatmu Cermin Hidupmu
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata:
Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
โHayya โalas sholahโฆ hayya โalal falaahโฆโ artinya โMarilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesanโ
Bagaimana mungkin kita minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kita tidak menunaikan hak-Nya?
Mahfudzot
*Semoga tidak sekedar hafalan didepan kelas dan musnah ditelan zaman,*
1. ู ููู ุฌูุฏูู ููุฌูุฏู 2. ู ููู ุณูุงุฑู ุนูููู ุงูุฏูุฑูุจู ููุตููู 3. ู ูู ุตูุจูุฑู ุธูููุฑู 4. ู ููู ูููู ุตูุฏููููู ููููู ุตูุฏููููููู 5. ุฌูุงููุณู ุฃููููู ุงูุตูุฏููู ูู ุงูููููุงุกู 6. ู ูููุฏููุฉู ุงูุตูุฏููููู ุชูุธูููุฑู ููููุชู ุงูุถููููู 7. ููู ูุงุงููููุฐููุฉู ุฅููุงูู ุจูุนูุฏู ุงูุชูุนูุจู 8. ุงูุตูุจูุฑู ููุนููููู ุนูููู ููููู ุนูู ููู 9. ุฌูุฑููุจู ูููุงูุญูุธู ุชููููู ุนูุงุฑูููุง 10. ุงุทูููุจู ุงูุนูููู ู ู ููู ุงูู ูููุฏู ุฅูููู ุงูููุญูุฏู 11. ุจูููุถูุฉู ุงูููููู ู ุฎูููุฑู ู ููู ุฏูุฌูุงุฌูุฉู ุงูุบูุฏู 12. ุงูููููุชู ุฃูุซูู ููู ู ููู ุงูุฐูููุจู 13. ุงูุนููููู ุงูุณูููููู ู ููู ุงูุฌูุณูู ู ุงูุณูููููู ู 14. ุฎูููุฑู ุฌูููููุณู ููู ุงูุฒูู ูุงูู ููุชูุงุจู 15. ู ููู ููุฒูุฑูุนู ููุญูุตูุฏู 16. ุฎูููุฑู ุงูุฃูุตูุญูุงุจู ู ููู ููุฏูููููู ุนูููู ุงูุฎูููุฑู 17. ูููููุงู ุงูุนูููู ู ููููุงูู ุงูููุงุณู ููุงูุจูููุงุฆูู ู 18. ุงูุนูููู ู ููู ุงูุตูุบูุฑู ููุงูููููุดู ุนูููู ุงูุญูุฌูุฑู 19. ูููู ุชูุฑูุฌูุนู ุงูุฃููููุงู ู ุงูุชูู ู ูุถูุชู 20. ุชูุนููููู ููู ุตูุบูููุฑูุง ููุงุนูู ููู ุจููู ููุจูููุฑูุง 21. ุงูุนูููู ู ุจููุงู ุนูู ููู ููุงูุดูุฌูุฑู ุจููุงู ุซูู ูุฑู 22. ุงูุฅูุชููุญูุงุฏู ุฃูุณูุงุณู ุงูููุฌูุงุญู 23. ููุง ุชูุญูุชูููุฑู ู ูุณูููููููุง ูููููู ูููู ู ูุนูููููุง 24. ุงูุดูุฑููู ุจูุงูุฃูุฏูุจู ููุงุจูุงูููุณูุจู 25. ุณูููุงู ูุฉู ุงูุฅูููุณูุงูู ููู ุญูููุธู ุงููููุณูุงูู 26. ุขุฏูุจู ุงูู ูุฑูุกู ุฎูููุฑู ู ููู ุฐูููุจููู 27. ุณูููุกู ุงูุฎููููู ููุนูุฏูู 28. ุขููุฉู ุงูุนูููู ู ุงููููุณูููุงูู 29. ุฅูุฐูุง ุตูุฏููู ุงูุนูุฒูู ู ููุถูุญู ุงูุณููุจููููู 30. ููุง ุชูุญูุชูููุฑู ู ููู ุฏููููููู ููููููููู ุดููุกู ู ูุฒููููุฉู 31. ุงูุตูููุญู ููููุณููู ููุตูููุญู ูููู ุงููููุงุณู 32. ูููููุฑู ููุจููู ุฃููู ุชูุนูุฒูู ู 33. ู ููู ุนูุฑููู ุจูุนูุฏู ุงูุณููููุฑู ุงูุณูุชูุนูุฏูู 34. ู ููู ุญูููุฑู ุญูููุฑูุฉู ููููุนู ููููููุง 35. ุนูุฏูููู ุนูุงูููู ุฎูููุฑู ู ููู ุตูุฏููููู ุฌูุงูููู 36. ู ููู ููุซูุฑู ุฅูุญูุณูุงูููู ููุซูุฑู ุฅูุฎูููุงูููู 37. ุงูุฌูููุฏู ููููุง ุชูููุณููู ููููุง ุชููู ุบูุงููููุง # ููููุฏูุงู ูุฉู ุงูุนูููุจูู ููู ููู ููุชูููุงุณููู 38. ููุง ุชูุคูุฎููุฑู ุนูู ููููู ุฅูููู ุงูุบูุฏู ู ูุงุชูููุฏูุฑู ุฃููู ุชูุนูู ููููู ุงูููููู ู 39. ุงูุชูุฑููู ุงูุดููุฑูู ููุชูุฑููููู 40. ุฎูููุฑู ุงููููุงุณู ุงูุญูุณูููููู ู ุฎูููููุง ููุงูููููุนูููู ู ููููููุงุณู 41. ููู ุงูุชููุฃููููู ุงูุณููููุงู ูุฉู ููููู ุงูุนูุฌูููุฉู ุงููููุฏูุงู ูุฉู 42. ุซูู ูุฑูุฉู ุงูุชูููุฑูููุทู ุงูููุฏูุงู ูุฉู ููุซูู ูุฑูุฉู ุงูุญูุฒูู ู ุงูุณููุงูู ูุฉู 43. ุงูุฑูููููู ุจูุงูุถููุนููููู ู ููู ุฎููููู ุงูุดููุฑููููู 44. ููุฌูุฒูุงุกู ุณููููุฆูุฉู ุณููููุฆูุฉู ู ูุซูููููุง 45. ุชูุฑููู ุงูุฌูููุงุจู ุนูููู ุงูุฌูุงูููู ุฌูููุงุจู 46. ู ููู ุนูุฐูุจู ููุณูุงูููู ููุซูุฑู ุฅูุฎูููุงูููู 47. ุฅูุฐูุง ุชูู ูู ุงูุนููููู ููููู ุงููููุงูุฉู ู 48. ู ููู ุทูููุจู ุงูุฎูุง ุจูููุง ุนูููุจู ุจููููู ุจูููุง ุงูุฎู 49. ูููู ุงูุญูููู ูููููู ููุงูู ู ูุฑููุง 50. ุฎูููุฑู ู ูุงูููู ู ูุง ููููุนููู 51. ุฎูููุฑู ุงูุฃูู ูููุฑู ุฃูููุณูุทูููุง 52. ููููููู ู ูููุงู ู ู ูููุงูู ููููููููู ู ูููุงูู ู ูููุงู ู 53. ุฅูุฐูุง ููู ู ุชูุณูุชูุญู ููุงุตูููุนู ู ูุง ุดูุฆูุชู 54. ููููุณู ุงูุนูููุจู ููู ููู ููุงูู ููููููุฑูุง ุจููู ุงูุนูููุจู ููู ููู ููุงูู ุจูุฎูููููุง 55. ููููุณู ุงูููุชูููู ู ุงูููุฐูู ููุฏู ู ูุงุชู ููุงููุฏููู ุจููู ุงูููุชูููู ู ููุชูููู ู ุงูุนูููู ู ููุงูุฃูุฏูุจู 56. ููููููู ุนูู ููู ุซูููุงุจู ููููููููู ููุงูุงู ู ุฌูููุงุจู 57. ููุนูุงู ููู ุงููููุงุณู ููู ูุง ุชูุญูุจูู ุฃููู ููุนูุงู ููููููู 58. ูููููู ุงูู ูุฑูุคู ููู ู ููุนูุฑููู ููุฏูุฑููู 59. ุฑูุฃูุณู ุงูุฐููููููุจู ุงูููุฐูุจู 60. ู ููู ุธูููู ู ุธูููู ู 61. ููููุณู ุงูุฌูู ูุงูู ุจูุฃูุซูููุงุจู ุชูุฒููููููููุง ุฅูููู ุงููุฌู ูุงูู ุฌูู ูุงูู ุงูุนูููู ู ููุงูุฃูุฏูุจู 62. ููุง ุชููููู ุฑูุทูุจูุง ููุชูุนูุตูุฑู ููููุง ููุงุจูุณูุง ููุชูููุณููุฑู 63. ู ููู ุงูุนูุงูููู ุนูููู ุงูุดููุฑูู ุธูููู ููู 64. ุงูุนูู ููู ููุฌูุนููู ุงูุตููุนูุจู ุณูููููุง 65. ุฃูุฎููู ูููู ุชูููุงูู ุงูุนูููู ู ุฅููููุง ุจูุณูุชููุฉู ุณูุฃูููุจููููู ุนููู ุชูููุตูููููููุง ุจูุจูููุงูู: ุฐูููุงุกู ููุญูุฑูุตู ููุงุฌูุชูููุงุฏู ููุฏูุฑูููู ู ููุตูุญูุจูุฉู ุฃูุณูุชูุงุฐู ูู ุทููููู ุฒูู ูุงูู 66. ู ููู ุชูุฃููููู ููุงูู ู ูุง ุชูู ููููู 67. ุงูุทูููุจู ุงูุนูููู ู ูููููู ุจูุงูุตูููููู 68. ุงููููุธูุงููุฉู ู ููู ุงููุฅูููู ูุงูู 69. ุฅูุฐูุง ููุซูุฑู ุงููู ูุทูููููุจู ููููู ุงููู ูุณูุงุนูุฏู 70. ููุง ุฎูููุฑู ููู ููุฐููุฉู ุชูุนูููุจู ููุฏูู ูุง 71. ุชูููุธูููู ู ุงูุนูู ููู ูููููููุฑู ููุตููู ุงูููููุชู 72. ุฑูุจูู ุฃูุฎู ููู ู ุชูููุฏููู ููุงููุฏูุฉู 73. ุฏูุงูููุง ุงูุบูุถูุจู ุจูุงูุตููู ูุชู 74. ุงูููุงููู ู ููููููุฐู ู ูุง ููุง ุชูููููุฐููู ุงูุฅูุจูุฑู 75. ููููุณู ููููู ู ูุง ููููู ูุนู ุฐูููุจูุง 76. ุณูููุฑูุฉู ุงููู ูุฑูุกู ุชูููุจูุฆู ุนููู ุณูุฑูููุฑูุชููู 77. ููููู ูุฉู ุงููู ูุฑูุกู ุจูููุฏูุฑู ู ูุง ููุญูุณููููู 78. ุตูุฏููููููู ู ููู ุงูุจูููุงูู ููุง ู ููู ุงูุถูุญููููู 79. ุนูุซูุฑูุฉู ุงูููุฏูู ู ุงูุณูููู ู ู ููู ุนูุซูุฑูุฉู ุงููููุณูุงูู 80. ุฎูููุฑู ุงูููุงููู ู ู ูุง ููููู ููุฏูููู 81. ููููู ุดูููุกู ุฅูุฐูุง ููุซูุฑู ุฑูุฎูุตู ุฅููููุง ุงูุงูุฏูุจู 82. ุฃูููููู ุงูุบูุถูุจู ุฌููููููู ููุขุฎูุฑููู ููุฏูู ู 83. ุงูุนูุจูุฏู ููุถูุฑูุจู ุจูุงูุนูุตูุง ููุงูุญูุฑูู ูููููููููู ุจูุงูุฅูุดูุงุฑูุฉู 84. ุงูููุธูุฑู ู ูุง ููุงูู ููููุง ุชูููุธูุฑู ู ููู ููุงูู 85. ุงูุญูุณูููุฏู ููุง ููุณูููุฏู 86. ุงูุฃูุนูู ูุงูู ุจูุฎูููุงุชูู ูููุง
1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil. 2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai. 3. Siapa bersabar berhasil. 4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya. 5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji. 6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan. 7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah. 8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan. 9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu. 10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat. 11. Telur hari ini lebih baik dari ayam besok hari. 12. Waktu itu lebih berharga daripada emas. 13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat. 14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku. 15. Siapa menanam dia akan memetik. 16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan. 17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang. 18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu. 19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu. 20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar. 21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah. 22. Persatuan adalah dasar keberhasilan. 23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya. 24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan. 25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya. 26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya. 27. Kejelekan perilaku itu menular. 28. Bencana pengetahuan adalah lupa. 29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya. 30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan. 31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia. 32. Berpikirlah sebelum bertindak. 33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap. 34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya. 35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh. 36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya. 37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan. 38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini. 39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu. 40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia. 41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan. 42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan. 43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia. 44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal. 45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya. 46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya. 47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya. 48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan. 49. Katakanlah yang benar meskipun pahit. 50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu. 51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan. 52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok. 53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu. 54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit. 55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun. 56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya. 57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan. 58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya. 59. Otak dari dosa adalah kebohongan. 60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi. 61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab. 62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan. 63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu. 64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah. 65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas : Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan Waktu yang panjang. 66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan. 67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina. 68. Kebersihan adalah bagian dari iman. 69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu. 70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan. 71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu. 72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu. 73. Obatilah kemarahan itu dengan diam. 74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum. 75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas. 76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya. 77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya. 78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa. 79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah. 80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena. 81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun. 82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan. 83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat. 84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan. 85. Pendengki tak akan bahagia. 86. Semua pekerjaan harus dituntaskan Jum'at barokah
Simpen dulu
Internalisasikan dalam kehidupan.
Mengajarkan Ibadah yang Menyenangkan pada Anak
Sebuah Catatan Seminar bersama Bunda Elly Risman, Psikolog
Oleh: Yulinda Ashari Bidang Pemuda ASA Indonesia Divisi Riset dan Kajian
Sebagai orang tua Muslim, kita seharusnya sudah memahami bahwa tugas utama kita dalam pengasuhan anak adalah bagaimana menjadikan anak sebaik-baik hamba yang taat beribadah kepada Allah swt. Konsep ibadah dan keimanan ini harus diajarkan sejak anak masih dini, agar kelak ketika beranjak dewasa mereka sudah terbiasa untuk beribadah tanpa harus disuruh lagi. Metode pengajaran beribadah kepada anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Ibadah bagi anak-anak harus dibuat menyenangkan. Mengapa ibadah bagi anak harus menyenangkan? Karena targetnya anak-anak, maka metode harus disesuaikan dengan cara kerja otaknya. Bagian sinaps pada otak anak belum menyatu dengan sempurna sehingga ibadah harus dikemas secara menyenangkan. Orang tua tidak bisa memberikan pengasuhan dengan mengabaikan perkembangan otak anak.ย
Sebelum mengajarkan ibadah kepada anak, orang tua harus mengingat kembali bahwa hal ini merupakan perintah Allah yang harus diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh, karena sejatinya tujuan penciptaan manusia di dunia adalah untuk beribadah dan mengagungkan keesaan Allah swt. Mari kita buka kembali QS. Ad-Dzariyat ayat 56-58, yang artinya:
โDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi Rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.โ
Salah satu tanggung jawab orang tua dalam hal beribadah ini adalah bagaimana cara membentuk kebiasaan yang baik serta meninggalkan kenangan yang baik pada anak. Ingatkah dahulu kala mungkin ada yang mendapat โancamanโ jika tidak salat? Barangkali hal itu dapat membentuk kebiasaan yang baik, namun kenangan yang tertinggal di ingatan adalah kenangan yang tidak baik, bukan? Kebiasaan baik dan kenangan yang baik. Ibadah harus dibuat menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani, tidak menolak, dan tentu saja agar mereka merasa senang dan bahagia ketika beribadah. Jangan pernah tinggalkan kenangan buruk untuk anak ya Ayah Bunda!
โDan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah berbicara dengan tutur kata yang benar.โ (QS. An-Nisa ayat 9)
Tugas pengasuhan anak apalagi terkait ibadah ini memang bukanlah hal yang mudah. Namun ingatlah bahwa karakter anak apapun yang Allah anugerahkan kepada Ayah Bunda, tidak akan melampaui batas kesanggupan masing-masing orang tua. Selalu ingatlah bahwa anak kita sejatinya bukanlah milik kita. Anak hanyalah titipan Allah yang dapat diambil kapan saja. Anak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemilik-Nya. Mereka adalah kenikmatan, tantangan, sekaligus ujian, yang kemudian proses pengasuhannya membutuhkan perjuangan berupa pikiran, perasaan, jiwa, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit. Bayangkan jika kita dititipi anak presiden, mungkinkah kita berani memukul, mencubit, atau berkata kasar padanya? Tentu saja tidak. Lalu bagaimana jika kita dititipi anak langsung oleh Sang Pemilik Kekuasaan? Masih beranikah kita mendidik anak tanpa ilmu dan bersikap sewenang-wenang pada mereka? Kira-kira sudah berapa banyak kita melanggar perintah Allah terkait pengasuhan anak ini?
Didiklah anak karena Allah. Jangan pernah mengharapkan kebaikan dari anak jika orang tua tidak mendidiknya dengan baik. Anak-anak kita bukanlah pilihan kita, mereka adalah takdir pilihan Allah untuk kita. Boleh memasukan anak ke sekolah-sekolah agama, namun bukan berarti kewajiban orang tua dalam mengajarkan agama menjadi gugur begitu saja. Tugas orang tua untuk mengajarkan agama harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum memasukan anak ke pesantren. Di akhirat kelak, bukan guru-guru pesantren yang akan ditanya, tapi para orang tua masing-masing. Ayah dan Bunda, sudah siapkah mempertanggungjawabkan tugas pengasuhan ini?
Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi para orang tua dalam mengajarkan anak beribadah yang menyenangkan, antara lain: 1. Tantangan dari dalam diri sendiri dan pasangan Tantangan utama dalam hal ini adalah terkait bagaimana masalah agama ini ditanamkan pada diri Ayah dan Bunda sendiri. Selalu lihatlah ke dalam diri sendiri sebelum menyalahkan lingkungan. Seberapa pentingkah agama dalam hati dan kehidupan kita? Mungkinkah berharap anak yang salih saat kitapun tidak berusaha menjadi orang tua yang salih? Mungkinkah menginginkan anak yang rajin salat sedangkan Ayah dan Bunda tidak salat? Jadilah teladan yang terbaik bagi anak-anak kita terkait ibadah ini. Pelajarilah ilmu agama lebih banyak. Tumbuhkan kesadaran bahwa tujuan utama mendidik anak adalah menjadikan mereka penyembah Allah. Bagi yang sedang dalam proses pencarian pasangan, sepakatilah di awal pernikahan dengan pasangan untuk bersama-sama mendidik anak menjadi hamba Allah jika telah terlahir ke dunia kelak.
Tahukah Ayah dan Bunda, dalam proses pengasuhan ini, penanggung jawab utamanya ternyata adalah Ayah! Keterlibatan ayah untuk membentuk kebiasaan beribadah anak SANGAT PENTING! Anak yang mendapat keterlibatan pengasuhan ayahnya yang baik akan tumbuh memiliki harga diri yang tinggi, prestasi akademik di atas rata-rata, lebih pandai bergaul, dan saat dewasa akan menjadi pribadi yang senang menghibur orang lain. Maka wahai para ayah, kembalilah! Tugas ayah bukanlah sekadar mencari nafkah, namun juga sebagai penanggung jawab utama pengasuhan anak. Jika ayah terlalu sibuk bekerjaโdengan alasan untuk kebahagiaan istri dan anakโmaka tanyakanlah kembali pada diri: apa yang sebenarnya sedang ayah kejar? Apa yang ayah sebut dengan kebahagiaan anak dan istri tersebut? Tidak takutkah kelak dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah mengenai hal ini?
2. Mengasuh generasi Alfa โข Gen Y lahir pada rentang tahun 1980 โ 1994. โข Gen Z lahir pada rentang tahun 1994 โ 2009. โข Gen Alfa lahir pada rentang tahun 2010 โ 2025. - Mereka hidup dengan internet (belajar, bikin PR, makan olahraga, tidur). - Semua serba cepat, instan, menantang dan menyenangkan. - Mereka terbiasa multiswitching (melalui gadget). - Mereka memiliki tata nilai yang berbeda. Generasi yang akan kita didik saat ini adalah para Alfa. Jika generasi Alfa ini tidak dididik dengan metode yang tepat sesuai zamannya, maka akan sulit memasuki dunia mereka, bukan? Karenanya, Ayah dan Bunda tidak boleh abai dengan tantangan dan perkembangan zaman ya!
3. Beban pelajaran yang berat โข 70% anak masuk SD sebelum usia 7 tahun. โข 46% anak di sekolah 6 โ 7 jam sehari. โข 25% sekolah masih memberi materi pelajaran formal setelah jam 12 siang. โข 52% guru di sekolah masih memberikan 1 โ 2 PR. โข 18% anak mengikuti les mata pelajaran setelah pulang sekolah. โข 25% anak mengikuti les 2 -3 hari dalam seminggu. โข Standar kelulusan Indonesia tertinggi di dunia. Dengan beban pelajaran yang berat bagi anak, kegiatan beribadah seringkali menjadi tidak diutamakan. Para orang tua mendidik anak mereka menjadi orang yang pintar secara akademik, namun hampa secara keimanan. Tanamkanlah tekad dalam diri, โAnakku harus salih dulu, baru pintarโ. Jangan salahkan pula jika kemudian anak menjadi mudah emosi karena terlalu lelah di sekolah. Jangan pernah abaikan perasaan mereka. Hindari menasihati mereka saat emosinya sedang tidak baik. Orang tua juga perlu menyelesaikan emosi dengan dirinya sendiri, jangan sampai emosi kita kemudian berimbas kepada anak dan pasangan. 4. Peer Pressure 5. Ancaman dari agama dan kepercayaan lain 6. Perubahan nilai dari masyarakat kita
Mulai dari mana?
Selesaikanlan urusan dengan diri sendiri dan pasangan terkait urusan ibadah ini. Semua kebiasaan beribadah ini bermula dari Ayah dan Bundanya, jadilah role model yang baik dan idola bagi anak kita sendiri. Orang tua juga perlu mengenali keunikan serta tahapan perkembangan otak anak, sehingga metode yang disampaikan dapat sesuai dan tepat sasaran. Kenalkan ibadah pada anak dengan cara yang menyenangkan. Biarlah jika pada awalnya mereka suka sekali bermain air saat berwudhu hingga bajunya basah dan haruss diganti berkali-kali. Biarlah jika gerakan salatnya masih semaunya, suka menarik-narik sajadah, atau menganggu ayah bundanya saat sedang salat. Jangan dimarahi. Biarkan anak senang dan bahagia terlebih dahulu dengan praktik ibadah ini. Masukan target โbahagiaโ dalam proses pengasuhan anak. Mendidik anak memang harus disertai kesabaran yang tanpa batas. Tidak apa-apa, didiklah anak dengan cinta karena Allah semata. Jika anak senang beribadah, ia akan mau beribadah, kemudian menjadi bisa beribadah, dan terakhir menjadi terbiasa beribadah tanpa harus disuruh dan merasa dipaksa.
Untuk mengajari anak ibadah yang menyenangkan diperlukan niat baik, kejujuran, keterbukaan, serta kerjasama yang baik dari kedua orang tuanya, tidak bisa hanya salah satunya saja. Setelahnya, kombinasikan semua tekad itu dengan mengenali kepribadian anak, sesuaikan dengan cara kerja otak, bakat, serta seluruh kemampuan anak. Setiap anak kita adalah unik, otak anak baru berhubungan sempurna ketika berusia 7 tahun, sedangkan hubungan anatara sistem limbik dan corteks cerebri di otak baru sempurna pada usia 19-21 tahun. Butuh sekitar 20 tahun bagi orang tua untuk mendidik anak dengan baik, maka bersabar dan bersungguh-sungguhlah, karena Allah menyukai orang yang bersungguh-sungguh. Jangan menuntut anak untuk dewasa sebelum waktunya. Anak perlu menjadi anak untuk dapat menjadi orang dewasa, hilangnya masa kanak-kanak akan mengakibatkan masyarakat yang kekanak-kanakan. Bantulah anak-anak kita untuki mekar sesuai dengan usia dan kemampuan serta keunikannya. Ayah dan Bunda harus membuat kesepakatan dan kerjasama di awal, siapa pengambil keputusan dalam hal A dan B, buat perencanaan-pelaksanaan-evaluasi, buat target per anak, pembagian kerjasama, kontrol, dan selalu bermusyawarah dalam setiap keputusan yang melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Ubah paradigma dan cara pandang kita, bahwa anak bukan saja harus bisa beribadah, namun juga suka beribadah.
Landasan Psikologis Anak
Anak Usia 5 โ 8 tahun Ibadah untuk anak usia ini bukanlah suatu kewajiban, tapi perkenalan, latihan, dan pembiasaan. Tidak ada kewajiban syarโi bagi anak untuk beribadah, namun ada kewajiban syarโi bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan anak dengan cara yang menyenangkan. Didiklah anak dengan modal, misalnya belikan mukena yang disukai anak, membelikan baju koko baru agar anak rajin ke masjid, dan lain sebagainya. Jangan ragu mengeluarkan modal untuk keperluan beribadah kepada Allah swt. Jangan juga hilang kegembiraan anak usia 5 -8 tahun, masuki dunia anak dengan metode 3B: Bercerita/Berkisah, Bermain, dan Bernyanyi. Landasan Psikologis Anak Usia 5 โ 8 tahun: โข Mudah dibentuk. โข Daya ingat yang kuat. โข โDunianyaโ terbatas. โข Meniru: orang tua/ situasi. โข Rasa persaudaraan sedunia.
Landasan Psikologis Anak Usia 9 โ 14 tahun: โข Otak sudah sempurna berhubungan. โข Umumnya: Mukallaf. โข Emosi sering kacau. โข Tugas sekolah semakin berat (ditambah les). โข Banyak aktivitas, termasuk bermain internet dan games. โข Peer Pressure yang sangat kuat. โข Hal yang perlu diperhatikan pada usia ini antara lain: - Fokus pada target tahun ini: tanggung jawab seorang yang sudah baligh. - Perlakuan dan komunikasi sebagai teman. - Bisa menjadi pendamping/ pembimbing adik-adiknya. - Diberi tanggung jawab sosial: mengantar makanan untuk berbuka puasa, membayar zakat, dan kerja sosial yang mudah sesuai usia. - Ajari anak untuk berwirausaha/ berdagang.
Landasan Psikologis Anak Usia 15 โ 20 tahun: โข Prefontal Corteks hampir sempurna berhubungan. โข Dewasa muda. โข Semakin banyak aktivitas, games dan internet. โข Mulai mengenal pacaran dan pergaulan bebas. โข Orientasi semakin di luar rumah. โข Hal yang perlu diperhatikan pada usia ini antara lain: - Fokus pada target tahun ini: dewasa muda, ajarkan fiqih pernikahan. - Perlakuan dan komunikasi sebagai sesama orang dewasa. - Bisa menjadi motivator dan pembimbing adik-adiknya. - Jadikan ia penggerak/ koordinator kegiatan anak dan remaja masjid/mushala.
Setelah mengetahui landasan psikologis pada rentang umur anak, maka metode pembiasaan beribadah pada anak dapat disesuaikan dengan perkembangan dan cara kerja otaknya. Ayah dan Bunda harus terus belajar untuk bisa menjelaskan pertanyaan โmengapa?โ dari anak, jelaskan apa yang saja yang menjadi perintah dan larangan Allah swt., serta manfaat dan ganjaran dari beribadah. Gunakan pendekatan kognitif secara ringkas serta contoh yang kongkrit pada anak, serta selalu gunakan Al-Qurโan dan Hadis sebagai referensi utama,. Teruslah bersabar dalam mendidik anak karena waktu persiapan setiap anak tidaklah sama, proses pengasuhan harus disesuaikan dengan usia, kemampuan, kondisi fisik, dan karakter anak.
Persiapkanlah diri Ayah dan Bunda untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Gunakanlah kata-kata yang memahami perasaan anak, lebih banyak mendengar aktif, hindari kata-kata yang menghambat komunikasi dengan anak, serta biasakanlah memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir, memilih, dan mengambil keputusan. Jika saat ini anak kita dimanjakan oleh fasilitas: kamar pribadi, rumah yang luas, gadget, serta wifi dan akses internet yang tidak terbatas, jangan lupa ingatkan anak untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya, ingatkan bahwa meski Ayah dan Bunda tidak berada di rumah atau di sekolah, ada Allah yang tetap mengawasi dimanapun mereka berada. Sampaikan tips sukses pada anak yang tidak hanya berupa kemampuan akademik, namun juga berupa salat tepat waktu, sayang pada ibu, puasa Senin dan Kamis, serta mengaji setiap pagi dan sore.
Akhirnya, selamat berjuang! Miliki kekuatan kehendak, bayangkan, dan doakan anak-anak menjadi penyembah Allah yang taat. Semoga Allah karuniakan kita anak-anak yang salih dan salihah.
Aku simpan sebagai pengingat dikemudian hari, bismillah wa maa kholaqtu jinna wal โinsan illaa liyaโ budun :)
Nanti pada waktu dibaca lagi.. Untuk sekarang simpan aja dulu.., ๐คญ

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Tulisan : Perempuan Setelah Menikah
Barangkali dulu, ketika masih gadis. Di usianya yang telah memasuki kepala dua dan usia pernikahan, salah satu kekhawatirannya adalah tentang pasangan hidup. Entah bentuk khawatir seperti; apakah ada laki-laki yang mau menikahinya? atau apakah ia cukup siap untuk menjadi seorang istri? dan lain sebagainya. Dan kekhawatiran itu pun tumbuh subur seiring usianya yang merangkak naik, seiring banyaknya laki-laki yang datang silih berganti tapi tak satupun menarik hatinya.
Di bayangnya, kehidupan pasca menikah, apalagi menikah dengan laki-laki yang dicintainya adalah kehidupan yang segalanya indah. Padahal tidak demikian. Kata siapa bahwa selepas menikah, kekhawatiran perempuan akan sirna begitu saja? Justru sebaliknya, kekhawatiranya bertambah, semakin banyak. Dan ini menjadi sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya.
Khawatir ketika sudah menikah tapi belum juga hamil. Apalagi ketika melihat teman-temannya yang lain memperbarui halaman sosial medianya dengan berita kehamilan atau kelahiran. Lebih khawatir ketika ditanya oleh keluarga. Dan ini menjadi pembelajaran berharga bagi siapapun, bahwa barangkali ungkapan kebahagiaan kita di sosial media bisa menjadi sebab ketidakbersyukuran seseorang yang melihatnya. Juga ini akan menjadi pelajaran berharga bagi semua perempuan yang menikah nantinya dan belum segera dikaruniai anak, ia akan menjadi lebih memahami dan lebih empati kepada perempuan yang lainnya.
Kekhawatiran ketika suami atau anaknya sakit. Apalagi ketika melihat mereka tidak bisa tidur tenang, tidak bisa makan masakan yang dibuatnya dengan susah payah.
Kekhawatiran ketika belum bisa memasak. Meski kita tahu bahwa memasak bukanlah sebuah hal paling penting dari kesiapan menikah seorang perempuan. Tapi bagi perempuan itu sendiri, memasak untuk keluarga, apalagi melihat keluarganya memakan apa yang ia buat dengan susah payah adalah kebahagiaan yang entah bagaimana menjelaskannya. Khawatir ketika suami tidak mau memakan masakannya, khawatir kalau masakannya tidak enak. Meski, sang suami berusaha untuk menganggapnya bukan sesuatu yang penting. Tapi tetap saja itu penting bagi istrinya.
Kekhawatiran tentang bagaimana ia bisa berbaur dan bergaul dengan keluarga suami. Entah tentang bagaimana ia bisa membuka pembicaraan dan mertua. Bagaimana ia bisa menjadi menyenangkan untuk saudara-saudara suami. Dan memang selama ini tidak ada panduan tentang bagaimana membangun hubungan antara istri dan mertuanya. Dan itu selalu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi perempuan yang akan dan baru menikah.
Ada begitu banyak kekhawatiran yang semakin hari semakin bertambah. Dan perempuan yang perasa, membuat kekhawatiran itu kadang tumbuh tak terkendali. Dan tugas laki-laki yang menjadi seorang suaminya nanti sebenarnya sederhana yaitu; jangan menambah kekhawatirannya. Jadilah laki-laki yang baik.
ยฉkurniawangunadi | 10 Februari 2017
UNTUK CALON IBU MERTUAKU
Assalamualaikum..
Ibu, perkenalkan..ini aku, calon menantumu. Bolehkah aku mengutarakan sesuatu padamu? Jika boleh, semoga setelah membaca ini, Ibu bisa lebih yakin bahwa anak laki-laki kesayangan Ibu sudah memilih yang โpasโ, bukan sudah memilih yang sempurna, sebab aku jauh dari itu..
Bu.. Aku begitu mencintai anak laki-laki kesayanganmu. Maka, izinkanlah aku untuk berbakti padanya, membantu memenuhi segala keperluannya, mendukung segala usahanya, dan menerima segala kurang dan lebihnya, ya Bu? Jika Ibu mengizinkan, aku akan lakukan apapun untuk anak laki-laki kesayangan Ibu dengan penuh cinta.
Bu.. Bolehkah aku minta diajarkan bagaimana menjadi istri yang berbakti kepada suami, sebagaimana Ibu berbakti kepada Bapak? Jika iya, aku akan mendengarkan dengan sepenuh hati, agar aku bisa berbakti kepada anak laki-laki kesayangan Ibu.
Bu.. Aku merasa belum menjadi perempuan sholihah seperti Ibu. Tapi aku sedang berupaya untuk itu, mempelajari berbagai ilmu yang dibutuhkan untuk membangun rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah. Bolehkah aku minta diajarkan bagaimana menjadi istri yang sholihah, Istri yang dicintai suami sepenuh hati? Jika boleh, aku akan belajar dengan sungguh-sungguh, Bu.
Bu.. Anak laki-laki kesayangan Ibu itu pasti makannya banyak sekali ya? Sering merepotkan minta dibuatkan masakan ini dan itu, kan? Jika iya, bolehkah Ibu berbagi rahasia tentang makanan apa yang anak laki-laki kesayangan Ibu senangi dan mengajarkannya padamu? Agar kelak, apa yang aku hidangkan untuknya, bisa dengan lahap ia habiskan, seperti masakan Ibu, walaupun tidak persis seperti masakan Ibu.
Bu.. Aku tahu bahwa setelah menikah, bakti laki-laki akan selalu tetep kepada Ibunya. Sedangkan perempuan setelah menikah, baktinya akan berpindah kepada suaminya. Maka.. Aku tidak akan merebut perhatian anak laki-laki kesayangan Ibu untuk lebih memerhatikan aku daripada Ibu. Justru aku akan meminta anak laki-laki Ibu untuk selalu mengutamakan Ibu, sebab, karena Ibu, anak laki-laki kesayangan Ibu bisa menjadi laki-laki sebaik ini.
Bu.. Aku memiliki banyak kekurangan, aku tidak mahir memasak seperti Ibu, belum cukup sholihah, belum cukup tahu caranya berbakti kepada suami, ย belum cukup tahu caranya menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku kelak, cucu-cucumu. Maka.. Maafkan jika nantinya aku banyak merepotkanmu, meminta bantuan untuk mengajarkanku, dan banyak bertanya tentang ini dan itu. Tapi percayalah, Bu, untuk anak laki-laki kesayanganmu, aku bersedia belajar untuk menjadi istri yang baik, menantu yang baik untuk Ibu dan Bapak.
Bu..Semoga kelak, kita bisa menjadi partner yang baik. Suatu hari nanti, ketika anak laki-laki kesayangan Ibu sedang berduaan dengan Bapak, berbicara antara laki-laki dewasa, aku akan menghabiskan waktu bersama Ibu, sekadar memasak bersama, pergi berbelanja atau ke salon, misalnya. Seperti yang biasa aku lakukan dengan Ibuku sendiri.
Bu..Ibuku pernah mengajarkan untuk memperlakukan Ibu mertua sebagaimana aku memperlakukan Ibuku sendiri. Maka, nanti kita akan banyak menghabiskan waktu berdua ya, Bu? Supaya aku lebih kenal tentang Ibu, Bapak, anak laki-laki kesayangan Ibu dan keluarga besar Bapak dan Ibu. Semoga Ibu bersedia. :)
Sekian dulu sesuatu yang ingin kuutarakan, Bu. Semoga itu cukup meyakinkanmu bahwa aku cukup baik untuk mendampingi anak laki-laki kesayanganmu.
Wassalamualaikum.
Tertanda aku, Calon menantumu.
Penulis : halamanbercerita