#03
Renungan dalam jeda
Maybe it was a lesson carried by the waves, or perhaps a harbor holding another lesson within. Either way, I'm grateful it led me down the right path to discovering myself more deeply. Looking back, everything from the past has become clearer. It made me realize that there are still more wounds to heal and more things to forgive.
My furry friend, Malika, kedelai hitam lol. Btw tadi malam mimpi aneh sekali.
Aku sebelumnya gak pernah menyadari bahwa ternyata berbicara dengan orang lain dapat lebih membuka tabir dalam diri. Kupikir berbicara dengan orang lain ialah hanya untuk sekedar lebih mengenal lawan bicara, nyatanya justru membuatku lebih mengenal diriku sendiri. Aku berkomunikasi melalui text, entah apakah akan sama yang kurasakan ketika komunikasi berupa lisan, sedangkan aku tahu terkadang apa yang aku pikirkan tidak selaras dengan apa yang aku ucapkan.
Entah mengapa pembicaraan itu membuatku seakan lebih mengingat Tuhan, yang seringkali aku lalai mengingatnya. Aku melihat kebelakang dan berharap tidak menemukan apapun. Namun ternyata masa lalu ku tidak jauh dari pandangan, kupikir aku telah meninggalkannya, ternyata dia sangat lekat di kulitku, menjadi beban yang berat di kakiku. Aku hanya melupakannya. Sehingga muncul pertanyaan besar dikepalaku: Do I deserve to have a good one?
Selama perjalanan ini, aku melupakan fakta bahwasannya penting untuk berhenti sejenak, menyapa orang sekitar dan bercakap apa adanya. Ketakutanku membuatku lumpuh, dan aku dibutakan oleh mimpi-mimpi yang ternyata hanya bisa kugapai dengan tetap menjadi manusia seutuhnya, manusia yang hidup.
Dalam kepalaku aku telah menyiapkan sebuah perjalanan baru, a journey to heal. Aku berharap Tuhan menyertaiku disetiap langkah.
Because all I can see are my sins and flaws.
Memaafkan, mengikhlaskan, menerima. Entah apakah aku bisa melakukannya dengan tulus, sehingga beban ini bisa melunak dan mengikis. Selama hidup ini masih ada, perjalanan akan tetap berlanjut, dan kuharap hari itu akan benar-benar tiba: hariku bebas berlari tanpa beban, walaupun mungkin juga berarti kematian. Aku akan menantinya dalam syukur.
I don't listen to music today so I can listen to myself instead :)
--- Pwj, 24 Juli 2026










