Bukannya tanpa badai, banyak. Tapi, kami memilih menerjangnya dalam senyap.
Riau, 9 Juli 2026
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Cosmic Funnies
Three Goblin Art

Kaledo Art
Jules of Nature

Today's Document

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear
$LAYYYTER

Origami Around

@theartofmadeline
untitled

β
he wasn't even looking at me and he found me
TVSTRANGERTHINGS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
One Nice Bug Per Day

Andulka

seen from Argentina

seen from France

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany

seen from United States

seen from Singapore
seen from Saudi Arabia

seen from South Korea

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from TΓΌrkiye
seen from Indonesia
seen from Germany
seen from Slovakia

seen from Norway
@membaturuntuh
Bukannya tanpa badai, banyak. Tapi, kami memilih menerjangnya dalam senyap.
Riau, 9 Juli 2026

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Bukannya tanpa badai, banyak. Tapi, kami memilih menerjangnya dalam senyap.
Riau, 9 Juli 2026
Ibu, Rindu, Pilu
Mengapa perpisahan selalu lekat dengan penyesalan?
Hari ini ibu pulang setelah hampir tiga bulan menemaniku pindah ke Riau. Rasa sesak menjalar perlahan dari hari pertama tanggal kepulangan ibu ditentukan, lama-lama sesak itu terus menggelenyar hingga rasanya ingin menangis.
Puncaknya hari ini, melepas ibu sendirian di bandara hatiku tak menentu. Berat, ingin selalu dekat. Terlebih lagi setelah tiba kembali di rumah, semua sudut rumah menguarkan kenangan tentang ibu.
Dapur yang sebelumnya hangat, semerbak dengan aroma masakan ibu. Kamar yang samar-samar mengalun ayat suci dengan suara merdu ibu. Meja yang ramai dengan buku dan alat tulis saat ibu belajar al-quran.
Kembali ke pertanyaan pertama, mengapa perpisahan selalu lekat dengan penyesalan? Dariku yang menyesal harusnya bisa menjamu ibu lebih istimewa lagi. Mendengarkan ibu lebih dalam lagi. Menemani ibu lebih lama lagi. Mengiyakan saran ibu yang sebenarnya tidak memberatkan.
Riau, 21 September 2025
Kepalaku riuh, suaranya nyaring, bising, berisik. Aku ingin terbenam tanpa memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang hanya ada di pikiran. Belum tentu nyata, tapi serasa di depan mata.
Pangkalan Kerinci: Sebuah Rumah
Sudah hampir 2 minggu kami tiba di kota ini, eh kabupaten. Lokasinya 1,5 jam dari Pekanbaru. Sekaligus kali pertama bagiku dan anak-anak menjejakkan kaki di tanah Sumatera, yang katanya Pulau Emas, makanya dulu dikenal sebagai Swarnadwipa.
Tak seperti ke Sumbawa lalu, kali ini alhamdulillah kami bisa pindah langsung sekeluarga, kali ini ibu juga ikut untuk sementara waktu.
Hari-hari penuh kesibukan. Persiapan suami di hari pertama kerja, juga anak-anak untuk hari pertama sekolah. Yang agak merepotkan karena terbatasnya perlengkapan kami. Di samping harus memenuhi kebutuhan dapur agar bisa menyediakan makanan, juga menyiapkan perlengkapan sekolah. Terlebih lagi, banyak barang yang masih ada di kardus, sedangkan kardus-kardus tersebut entah kapan akan sampai. Akhirnya, beberapa hal konfidensial kami beli, sisanya ya seadanya dulu.
Pindah ke sini cukup menyenangkan. Jika di Sumbawa kami kesulitan akses untuk membeli barang, di sini justru ramai sekali. Cuma butuh waktu 10 menit untuk keluar site dan kami akan menemui jalanan besar yang serba ada. Mulai dari tempat jual makanan (fyi, banyak RM Padang di sini hihi), swalayan, toserba, apotek, toko alat tulis, toko peralatan elektronik, Mr. DIY, hingga MiniSo. Untuk mall sendiri, kami harus ke Pekanbaru, belum sempat sih..
Di dalam site juga sudah memenuhi kebutuhan kami, ada juga foodcourt dan swalayan.
Oh iya, kami tinggal lagi di rumah dinas. Rumah nomor 3B. Cukup luas buat kami, sangat leluasa bergerak kami di dalamnya. Disertai 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang tamu dan keluarga, laundry room, dan carport. Sudah ada beberapa furnitur esensial seperti kasur, lemari, kitchen set, meja makan, kulkas, hingga sofa, jadi kami hanya perlu melengkapi sedikit-sedikit.
Rumah yang nyaman, akan kami buat nyaman. Akan kami penuhi dengan cinta, empati, kasih sayang, canda, derai tawa, mungkin sedikit air mata tidak mengapa. Asalkan jangan saling menyerah, terus bersama...
- Pangkalan Kerinci, 17 Juli 2025

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Agaknya aku familiar dengan perasaan ini. Pindah rumah bukan kali pertama dalam hidupku: kelima. Perasaan yang sama juga seperti saat pertama aku meninggalkan rumah ibu untuk tinggal bersama suamiku tak lama setelah menikah.
Namun, aku masih asing dengan cara mengelolanya. Terbata-bata cara melepas kenangan di tempat yang mau aku tinggalkan. Sumbawa, pulau yang jauh dari Jakarta, nampaknya sulit aku kunjungi jika sewaktu-waktu ingin merayakan ingatan-ingatan masa lalu.
Kemarin, barang-barang selesai dikemas oleh tim ekspedisi, total ada 25 box dengan berbagai variasi ukuran. Kebanyakan isinya buku, mainan, dan pakaian. Rencananya hari ini barang tersebut akan dikirim langsung ke Mataram untuk kemudian diteruskan ke Pangkalan Kerinci. Di samping itu, masih ada beberapa barang yang mau dikirim bersamaan dengan mobil, seperti karpet, dan barang-barang yang agak makan tempat kalau harus dikirim melalui ekspedisi.
Dua hari lagi tepatnya kami akan meninggalkan Sumbawa dengan kenangan 1,5 tahun di dalamnya. Akan selalu segar dalam ingatan kami.
Selamat berpisah, Sumbawa. π©Ά
Sumbawa, 17 Juni 2025
Adakah gelas yang pecah itu akan kembali utuh? Hancur berkeping-keping, berusaha untuk merekatkan kembali dengan perekat bermacam jenis. Iya, gelas itu kembali ke bentuk semula, bahkan terlihat lebih kokoh. Namun, sisa retakannya tetap ada, bukan? Bergaris di mana-mana. Tak bisa hilang meski telah direkatkan sekuat apa pun. Kembali sempurna, mungkinkah?
Apa benar ia bisa digunakan kembali? Atau cuma ilusi? Yang ada, ketika kita gunakan untuk minum, ada bagian gelas yang tajam, menusuk, kita justru terluka. Kita tak tahu bagian itu, namun rasa perih tiba-tiba menjalar. Pedih. Luka itu masih ada, namun ia bersembunyi dengan perasaan-perasaan lain..
Sumbawa, 6 Juni 25
Once, I broke his heart into pieces. He was mad. But, he still loves me, even harder. What was his heart made of? π₯Ή
Ketika rumah tak lagi berupa bangunan, tapi pelukan. Yang dekap dan hangat, darimu...
Keluarga Burung Kenari Biru (3)
Sudah satu bulan semenjak kedatangan kami di Sumbawa. Kami tiba di rumah yang rasanya bertemu dengan orang tak dikenal saat itu. Semua ruangan, perabot, halaman, udara, hingga angin masih terasa asing bagiku.
Mobil dan juga barang yang dikirim kargo baru tiba sekitar seminggu kemudian. Untuk barang, ada bantuan teman kerja suami yang mengantarkan sampai ke rumah. Sedangkan mobil, kami mengambilnya sendiri ke Mataram, lalu dibawa ke Sumbawa dengan menaiki kapal feri. Banyak pengalaman baru, seru sekali.
Soal rumah, kami tinggal di rumah dinas 2 lantai. Terdapat 3 kamar tidur, dan 1 kamar mandi di atas. Sedangkan di bawah, ada ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar mandi, ruang cuci, dan ruang serbaguna yang kemudian kami gunakan untuk menumpuk kardus-kardus barang yang sudah sampai. Terdapat teras yang cukup luas untuk kami duduk-duduk. Anak-anak senang main di teras karena mereka bisa bermain dengan kumbang-kumbang unik yang belum pernah mereka temui.
Hal lain yang menyenangkan, di depan rumah terdapat jalan perumahan yang luas dan sepi, anak-anak bisa bebas bermain dan bersepeda di sana. Sesuatu yang kami sulit temukan ketika di Jakarta. Namun, satu hal yang harus kami waspadai, yaitu di sini banyak sekali monyet. Monyet berekor panjang. Maka, aku selalu siap membawa tongkat, siapa tahu ada monyet iseng yang mau mendekat. Katanya, jangan kontak mata, dan jangan sekali-kali memberi mereka makan.
Anak-anak belum mulai sekolah, karena sekolah baru masuk tanggal 18 Januari. Itu pun sepertinya Sarah belum ikut sekolah karena paling kecil harus berumur 3 tahun di Juli tahun sebelumnya. Jadi, keseharian kami di rumah, pagi-pagi bersepeda di luar, dan sore sekitar setengah 5 kami main lagi di luar, bisa itu ke playground sekolah, playground perumahan tetangga, berenang, atau hanya bersepeda saja berkeliling. Senang karena banyak opsi bermain outdoor untuk anak-anak. Namun, cuaca di sini cukup menyengat, jadi waktu bermain di luar pagi sebelum pukul 9, dan sore setelah pukul 5, agar cuaca agak teduh.
Belanja kebutuhan sehari-hari sebenarnya banyak opsi, tapi ya harus beradaptasi karena jaraknya cukup jauh dan harus berkendara dulu. Ada swalayan, minimarket, koperasi, dan pasar. Untuk harga sebenarnya masih tidak beda jauh dengan Jakarta.
Oh iyaaa! Belum aku kasih tahu. Kami dikelilingi pantai-pantai yang cantik dan eksotis dengan warna air hijau kebiruan. Bersih. Pasirnya besar-besar seperti pecahan batu karang. Baru dua pantai yang kami kunjungi, Pantai Sekongkang dan Pantai Tropikal. Cuma butuh 10-15 menit untuk sampai di sana setelah keluar dari gerbang site.
Eh, ada 1 pantai lagi sebenarnya, tapi ini agak jauh, yaitu Pulau Kenawa. Nanti deh, di cerita terpisah. Hehe
Ternyata, menjejakkan kaki di tempat baru membawa juga pengalaman baru. Memang harus beradaptasi, tapi itu adalah proses yang akan terlewati. Dimanapun tetap rumah, selama kami bisa bersama-sama.
Sekongkang, 12 Januari 2024

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Jakarta,
Kota yang ramai bahkan hingga lewat tengah malam. Lampu-lampu jalan yang benderang tak pernah temaram. Gedung-gedung yang menjulang. Bau knalpot kendaraan yang bikin sesak. Macet yang bukan cuma jam berangkat dan pulang kerja. Mall jadi tempat mengisi akhir pekan. Sarana tak perlu diragukan, semua lengkap. Kota tempat orang singgah hingga menetap. Aturan ganjil-genap. Jalan yang bersusun-susun kadang bikin tersesat. Orang terburu-buru takut terlambat.
Tapi, tujuh tahun ternyata buatku terikat dengan kota ini, dengan segala baik dan buruknya.
Sampai kita bertemu lagi, Jakarta π
Jakarta, 11 Desember 2023
Keluarga Burung Kenari Biru (2)
The day is coming...
Hari yang ditunggu-tunggu, di sisi lain terbersit ingin memperlambat laju waktu agar hari ini tidak cepat tiba.
Semakin hari, semakin banyak kardus yang ditumpuk di rumah. Rasanya tak selesai-selesai, barang yang belum dikemas ada lagi-ada lagi. Alhamdulillah di hari-hari terakhir ibu dan teteh ikut banyak membantu.
Sabtu.
Mobil dikirim lebih dulu. Akhirnya kami memutuskan, mobil dikirim ke Mataram dan akan kami bawa sendiri ke Maluk, Sumbawa, karena ongkosnya ada perbedaan terpaut jauh. Menyusul motor dikirim ke Bandung menggunakan KAI Logistik.
Minggu.
Hari pengosongan rumah, sungguh sibuk. Kami memesan 2 truk engkel yang masing-masing mengirim barang ke Cimahi dan Kalisari. Sedangkan untuk barang yang dikirim ke Sumbawa, kami menggunakan jasa kargo. Total ada 16 koli yang akan dikirim. Awalnya kami kira 100 kg itu sudah cukup banyak, taunya setelah ditimbang total ada 367 kg!! Ada 1 kardus berisi pakaian saja beratnya sampai 53 kg, dan kardus yang berisi buku sampai 43 kg. Lagi-lagi kami memutuskan barang dikirim ke Lombok, karena ongkosnya bisa terpangkas hampir setengahnya. Rencananya, kami akan minta bantuan teman untuk menyewa pick up dan mengantarkan barangnya kemudian ke Maluk.
Rumah, kosong. Rasanya lega, tapi hati ikut kosong juga, mengenang hampir 3 tahun tinggal di sini. Banyak yang terjadi, tangis dan tawa bergantian. Anak-anak yang tumbuh di sini dengan segala tingkah polahnya. Setiap sudut rumah ada cerita. Kehilangan, tapi akan selalu ada diingatan.
Penerbangan ke Lombok baru dijadwalkan hari Selasa, jadi masih ada waktu kami menghela napas. Kami menginap di hotel untuk sementara. Syahdu, bisa menikmati Jakarta dari lantai atas. Pasti kami rindu.
Jakarta, 11 Desember 2023
Keluarga Burung Kenari Biru (1)
Selama hampir 7 tahun menikah, sudah tercatat 2 kali pindah tempat tinggal. Dan sebentar lagi yang ketiga kalinya. Bedanya, jika sebelumnya kami pindah masih di sekitaran Jakarta, sekarang kami akan pindah lebih jauh, ke tempat yang aku hanya sering mendengar namanya saja: Sumbawa!
Rencananya kami akan pindah di bulan Desember, sesaat setelah anak-anak melaksanakan pentas seni di sekolah. Barang-barang di rumah pun sudah mulai dicicil untuk dimasukkan ke kardus. Beberapa ambalan dan lemari plastik sudah dibongkar. Decluttering baju dan perabotan sudah berjalan juga.
Di Sumbawa sendiri, perusahaan sudah menyiapkan rumah tinggal beserta perabotan dan barang-barang esensial lainnya. Jadi, sebenarnya kami tidak perlu membawa banyak barang. Tapi yaaa, setelah dikumpulkan lumayan juga yang harus tetap dibawa: pakaian, buku, mainan, rak mainan, sepeda, rak sepatu, dan dokumen penting lainnya. Eh satu lagi, mobil juga dibawa. Di sana sudah ada mobil dinas untuk digunakan di area perusahaan, selebihnya kita tetap butuh mobil pribadi untuk akomodasi wisata heheh.
Barang lain yang tidak dibawa lebih banyak lagi. Sebagian besar dijual dan dibagikan saja kepada keluarga yang mau. Sepeda motor pun akan dikirim ke Bandung. Jasa kirim yang dibutuhkan cukup banyak, dan sekarang juga masih mencari tahu, belum kebayang sih pasti hectic. Bisa lah ya.
Bersambung.....
Jakarta, 9 November 2023
Tubuh kecilnya dingin, dibalut kain putih
Air mata ibu tumpah membasahinya
Tubuhnya tersembunyi, terhimpit puing
Hingga larut ayah terus mencarinya
Tubuhnya gemetar, luka menyelimuti
Ibunya terbujur, ia terus memandanginya
Lebih dari sebulan. Ketakutan, kehilangan, kesakitan, kelaparan, keresahan, jadi bagian dari mereka. Kami hanya mengamati dari gawai, perasaan itu ada tapi tak seberapa dibanding mereka yang mengalaminya.
Rumah, sekolah, rumah sakit, hingga camp pengungsian, tak ada tempat yang aman. Tapi mereka terus berdoa, terus meminta, mereka yakin Allah bersama mereka, dan Allah pasti menangkan mereka.
Bagaimana bisa sekuat itu, jika bukan karena manusia pilihan Allah.
Masih tak bisa lupa: seorang anak yang masih menggenggam croissant hingga akhir hayat. Seorang anak yang mencengkeram erat kaus ayah hingga tangannya biru. Tas sekolah yang seharusnya diisi buku dan alat tulis, ini malah diisi bagian saudaranya yang tersisa.
Terbuat dari apa makhluk-makhluk keji itu? Hingga tak segan menghabisi anak-anak. Senjata yang katanya canggih, digunakan untuk menyerang orang tak berdaya. Semoga setiap rasa sakit warga Palestina, Allah pindahkan berkali-kali lipat kepada si terkutuk.
Bersabarlah dan kuatlah saudara-saudaraku. Setiap tetes darah dan keringat akan Allah gantikan dengan kemenangan.
Allahu Akbar!
Are we on the same side?
Tell the truth and say it louder that this genocide must be stopped!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Gadisku bernama Sarah, usianya sekarang 2 tahun lewat 9 bulan. Ia sedang suka menanyakan ini itu.
"Kenapa kita harus punya mata? Kaki? Tangan? Hidung? Mulut? Gigi? Lidah? Jempol? Jidat? Dagu? Punggung?"
"Kenapa setiap orang suaranya berbeda-beda?"
"Kenapa ga boleh ini? Kenapa itu boleh?"
Teruslah bertanya, nak. Meskipun tidak semua ada jawabannya.
Hi, little years. Grow up, but don't do it too fast.
Sehari-hari rasanya melelahkan.
Rengekan-tangisan-keisengan. Ingin anak-anak cepat mandiri agar perlahan beban berkurang. Masih banyak pekerjaan, tapi harus menemani mereka tidur. Ujung-ujungnya ikut ketiduran, kerjaan pun terbengkalai. Lapar, ingin makan duluan. Eh, anak-anak ngerecokin ingin mencoba dan ingin makan juga. Sekali waktu disiapkan makan duluan, makannya ogah-ogahan.
Kadang bosan menunggu di sekolah sampai anak-anak pulang, belum lagi banyak kegiatan juga sepulang sekolah. Energi rasanya sudah hampir habis di setengah hari pertama. Sore setelah main di luar, badan sudah gerah ingin mandi, mau mandi duluan, anak-anak badannya kotor, kalau dibiarkan mereka bisa gumul di kasur, kotor semua. Diajak mandi: lama, setelah mandi, diajak udahannya pun lama.
Tapi di sisi lain, aku tidak ingin mereka cepat besar. Semua momen dan waktu ini hanya akan menjadi kenangan yang tidak mungkin terulang. Tentu saja aku pasti rindu. Semua yang membuatku tertawa, gemas, khawatir, jengkel, sedih, apapun itu, aku pasti akan merasa kehilangan.
Aku lupa, mimpi penting apa yang aku punya, selain menjadi ibu yang baik untuk mereka. Aku akan menunggu.
Musa sudah mau 6 tahun, Sarah sedikit lagi berumur 3. Menemani mereka 24/7, tapi rasanya aku sendiri bingung, kapan mereka tumbuh, kok tiba-tiba...
Ya Allah, jadikanlah kami orang yang tidak pernah menyia-nyiakan waktu.