Mayor Pao, perwira militer Tiongkok, meninjau puing-puing perumahan warga Tionghoa di Pekanbaru yang dirusak para pejuang kemerdekaan. Januari 1949. (© gahetna)
Wakil Konsul Tiongkok meninjau situasi di Semarang, didampingi 2 perwira militer. (© gahetna)
Dua perwira militer Tiongkok di Semarang dalam lawatan Wakil Konsul Tiongkok ke kota ini. (© gahetna)
Konsul Tiongkok Chieng Y Pe (?) di Palembang, dalam kunjungan Gubernur Jenderal van Mook ke wilayah ini. (© gahetna)
Wakil Konsul Tiongkok meninjau situasi di Banyumas. (© gahetna)
Konsul Tiongkok Lee Djin Gun (?) berbicara di depan warga Tionghoa di Medan yang menurut pemberitaan Belanda meminta bertahannya kekuasaan Belanda di wilayah ini. 4 September 1947. (© gahetna)
Perwira militer Tiongkok, Kapten Li Chen Hsiung meninjau situasi di Purwakarta. (© gahetna)
Waktu: masa perang kemerdekaan
Tempat: Pekanbaru, Semarang, Banyumas, Palembang, Purwakarta
Tokoh:
Peristiwa: Kunjungan para pejabat konsulat Tiongkok, termasuk para perwira militernya, ke berbagai kota di untuk meninjau situasi yang menyangkut warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Menarik untuk dipelajari lebih lanjut:
Sejauh mana kunjungan-kunjungan di atas berpengaruh ke situasi warga Tionghoa saat itu.
Apakah ini juga mempengarugi sikap Tiongkok, sebegai pemegang kursi tetap di Dewan Keamanan, di dalam mendukung kemerdekaan Indonesia di PBB. Umumnya diketahui bahwa Tiongkok termasuk pendukung Indonesia.
Sejauh mana agama mengambil peran di dalam sikap Tiongkok. Chiang Kai-shek dikenal dekat dengan beberapa jenderal Muslim di jajaran tentara Tiongkok, dan para panglima perang ini loyal terhadap dia. Di saat perang kemerdekaan Indonesia, Chiang Kai-shek malah mempercayakan jabatan Menteri Pertahanan Nasional Tiongkok kepada Jenderal Bai Chongxi (Pai Chung-hsi), seorang jenderal Muslim.
Atau semua hal di atas sama sekali tidak ada peranannya, dan masalah warga Tionghoa di Indonesia tidak mendapat perhatian karena Kuomintang berkonsentrasi penuh ke masalah perseteruan dalam negeri di dalam perseteruan melawan golongan komunis pimpinan Mao Zedong?