Terima kasih atas genggaman yang selalu menguatkan...
Pundak yang selalu ada untuk tempat bersandar...
Langkah yang selalu siaga membimbing dan menuntun pada kebaikan dalam berbagai kondisi...
we're not kids anymore.

Love Begins
Cosimo Galluzzi
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Three Goblin Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Xuebing Du
Misplaced Lens Cap
dirt enthusiast

blake kathryn
AnasAbdin
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price

tannertan36
almost home
Peter Solarz
will byers stan first human second

seen from United States
seen from T1

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Czechia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Belgium

seen from Poland
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
@marlinawithrain
Terima kasih atas genggaman yang selalu menguatkan...
Pundak yang selalu ada untuk tempat bersandar...
Langkah yang selalu siaga membimbing dan menuntun pada kebaikan dalam berbagai kondisi...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Syukur di Tengah Segalanya...
Hari ini, dunia rasanya telah berubah dalam sekejap. Ya, ini semua karena sebuah virus. Mungkin beberapa waktu lalu tak pernah terbanyang oleh kita bahwa akan terjadi hal seperti ini. Rasanya seperti mimpi. Masih teringat, suatu malam saya pernah bermimpi tidak bisa keluar dari tempat tinggal saya sekarang karena sedang terjadi perang. Ternyata hari ini hal itu terjadi, tapi karena alasan yang berbeda.
Banyak orang yang harus tetap di rumah untuk mencegah agar virus ini tidak lebih luas lagi penyebarannya. Banyak orang yang harus kehilangan seluruh atau sebagian penghasilannya. Banyak juga orang yang harus bekerja lebih keras demi kebaikan semua orang, seperti tenaga kesehatan. Kemarin sempat juga menonton Menteri Ekonomi menyampaikan berbagai rencana keuangan selama masa-masa ini. Kemudian saya pun berpikir, betapa ini juga ujian yang tidak ringan bagi para pemimpin kita.
Tapi, di tengah itu semua. Mari kita tetap bersyukur atas segala yang terjadi. Allah pasti telah membuat rencana terbaik di balik semua ini. Mungkin kita baru memahaminya nanti. Salah satu hikmah yang bisa kita dapat sekarang adalah banyak orang baik yang kemudian bergotong-royong untuk saling membantu. Membantu mereka yang terkena dampak secara ekonomi dan kesehatan. Hikmah lainnya adalah mereka yang harus bekerja dan belajar dari rumah jadi memiliki lebih banyak waktu bersama keluarganya. Meski ada juga yang harus terpisah jauh dan mungkin nanti tak bisa berkumpul saat hari-hari biasanya berkumpul bersama.
Begitulah perjuangan, kita harus kuat dan terus berjuang dan berkorban untuk kebaikan jangka panjang. Bersedih sedikit sekarang tidak apa-apa.
5 Things to Note if You Want to Learn English in Pare
A month ago I went to Pare for studying English. Pare is a small city located in East Java, about 800 km from Jakarta. The city is famous as a place for study English and called as English Village by Indonesian people. After about 14 hours journey by train, I arrived in Pare on Wednesday, 9th August 2017. I have stayed there for one month. A lot of different kinds of programme are offered to everyone who come to Pare. I decided to take IELTS Camp programme at a prominent course center named ELFAST. All of the students of IELTS Camp programme have to attend five classes a day. The classes start at 5 a.m. and end at 8 p.m from Moday to Friday. Sometimes, the tutor also gives students some homework, so it was a tight schedule for me. Well, after a month passed, I realized that there are so many things I learned and you have to note if you want to go there. Here is the list!
1. Set A Clear Goal!
Before you go, set a clear and realistic goal. What is your purpose of studying English in Pare? What do want to achieve after stay for a couple of months there? Maybe you want to strengthen your grammar skill, speaking skill, and writing skill or maybe you want to take an English language test such as TOEFL or IELTS after studying there. Another important thing is to set a clear score goal you want to get for the test. Setting a clear goal will help you to choose the best-fit programme for your purpose, keep you motivated throughout the study, and evaluate your progress from time to time.
2. Choose the Best-Fit Course Programme
In Pare, there are so many different kinds of English course programme. Each of the language institution also has different specialties and experience. It is very important for you to choose which kind of programme and institution is the best for your needs. We can browse in the internet to gather all information we need about this. Most of the language course institutions there have an update website, so it makes you easier to decide what course you would like to take if you go to Pare.
3. Check the Weather in Pare
I believe that everyone needs a good and suitable weather condition in order to concentrate when they study. Therefore, I suggest you to check the weather in Pare for the time you would go there. It may be very different to the weather where you live now. And if you have certain disease you may get sick due to weather differences. For instance, I went to Pare on August when the wind was very strong back then. It was not a good condition for me because I have allergy which led to sinusitis and I could not sleep well due to cold air at night. Fortunately, my friend who stays in Kediri lent me a warm blanket. Perhaps, you should bring your own blanket too when you go to Pare on August.
4. Use Your Time Wisely
You only have short time in Pare to learn English, perhaps only one, two, or three months. Therefore, it is very important to use your time wisely. After you get your class schedule, it sounds good if you make your daily, weekly, or monthly schedule. Your ability to manage your time will be challenged there. Some students like to visit cafe with their friends in their free time. In some case it makes them do not concentrate to their study. I agree that we also need to refresh our mind after study, but it is better if we not do that everyday. It may affect your study progress. You may have a short escape to local places of interest in the weekend with your friends or enjoy a lovely picturesque farm there.
5.Ask for Learning Files to the Tutor
After learn some English knowledge and tricks to solve an English language test in Pare, you may feel that you still have to learn more. Therefore, I strongly suggest you to ask for English language learning files to your tutor. You can use the materials to study on your own at home. Normally, the tutor will happily give you their files or mention some recommended books for you to study more. I believe they will also happy if they see their students achieve their goal in English language learning.
Finally, there are five key points I hope you consider about if you want to learn English in Pare.
I believe that everyone can have a good English language skill if they want to spare their time to study and practice English. We also have to be patient when learn it, because there are no instant results in learning something.
* I apologise if there are some gramatical mistakes in this post, please let me know through e-mail to [email protected]
Thank you for reading!
Yuk, mengenal 99 asmaul husna sambil mendengarkan pelafalan bahasa Arab dan artinya!
Tahun lalu ikutan rekaman pelafalan 99 asmaul husna ini. Kali ini teman-teman bisa mendengarnya langsung di sini.
Suaranya memang ditujukan untuk anak kecil, jadi sudah mengalami sedikit penyesuaian dari suara asli saya.
Cocok sekali untuk ayah, bunda, dan kakak yang ingin mengajak anak atau adik-adiknya mengenal 99 nama-nama Allah! ☺
Delapan Tip Menerbitkan Buku di Penerbit Quanta
Assalamu’alaikum.
Selamat pagi semuanya, semoga Anda selalu dalam keadaan sehat ya!
Setelah dua tahun menimba ilmu dunia penerbitan buku di Penerbit Quanta, akhirnya beberapa hari yang lalu saya meniatkan diri untuk berbagi mengenai delapan tip menerbitkan buku di Quanta. Perlu diperhatikan bahwa delapan tip yang akan saya sampaikan adalah tip berdasarkan fakta, diskusi dengan beberapa teman editor di kantor, dan pengalaman pribadi. Sebelum memulai, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman editor yang selama ini sudah berdiskusi dan berbagi saran selama saya bekerja di Quanta.
Apakah Anda siap membaca delapan tip ini? Yuk, kita mulai dengan membaca basmallah sama-sama terlebih dahulu! :)
1. Menulis dengan Sungguh-Sungguh
Yap, hal pertama yang harus Anda perhatikan dengan baik adalah menulis dengan sungguh-sungguh. Terutama mengenai niat Anda untuk menulis. Ada baiknya jika Anda memulainya dengan bertanya kepada diri sendiri, contohnya beberapa pertanyaan berikut ini.
a. Apa motivasi saya untuk menulis?
b. Tema apa yang ingin saya tulis?
c. Apakah tulisan saya ini akan bermanfaat bagi orang banyak (khususnya umat Islam)?
d. Apakah saya mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menulis tema tersebut?
e. Apakah yang akan saya tulis akan menambah khazanah ilmu pengetahuan mengenai agama Islam?
f. Penerbit mana yang cocok dengan tema dan target pasar yang ingin saya raih?
Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya sebagai contoh saja, Anda juga dapat melakukan survey kecil untuk merencanakan apa yang akan Anda tulis dan berdiskusi dengan beberapa teman Anda. Jika Anda sudah mempunyai kesungguhan dan rencana yang matang, saya sarankan agar Anda juga mencari tahu bagaimana penulis-penulis buku best seller menulis bukunya. Buku Beginilah Cara Saya Nulis Buku Bestseller karya Ahmad Rifa’i Rif’an dapat Anda jadikan salah satu referensi bacaan untuk hal ini.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat akan menulis dan sedang menulis naskah untuk diterbitkan adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk naskah buku islami, khususnya Anda perhatikan kosakata-kosakata agama yang Anda gunakan. Cek lagi di KBBI, apakah kosakata yang Anda gunakan sudah tercantum dalam KBBI atau belum. Jika sudah, sebaiknya Anda gunakan yang sudah ada di KBBI saja.
2. Kenali Dulu Penerbitnya
Setiap penerbit tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi tema apa saja yang diterbitkan, sasaran pasar, maupun tren yang sedang ingin mereka buat. Sebaiknya, sebelum Anda menentukan akan mengirim naskah, Anda kenali dulu penerbitnya. Seperti apa Quanta itu? Ketentuan pengiriman naskahnya bagaimana? Apa saja yang akan Anda dapat dengan menerbitkan buku di sana?
Untuk mengenal Quanta lebih lanjut, Anda dapat membuka website www.elexmedia.id, Instagram @quantabooks, Facebook Quanta EMK, Fanpage Quanta Islamic Book, dan Twitter @quantabooks. Selamat menjelajah dan mengenal Quanta lebih dekat! :)
3. Mengirim Naskah Sesuai Ketentuan Penerbit
Tip ketiga ini hampir mirip dengan poin sebelumnya. Saat mencoba mengenal karakter sebuah penerbit, jangan lewatkan untuk mencari tahu bagaimana sih format naskah yang harus Anda kirim dan apa saja kelengkapannya. Berikut ini syarat dan ketentuan mengirim naskah ke Quanta yang saya kutip dari Instagram @quantabooks.
a. Merupakan karya asli penulis
b. Tidak mengandung SARA
c. Ditulis dalam format MS. Word
d. Minimal 120 halaman A4
e. Naskah lengkap dengan ketentuan sebagai berikut: judul dan nama penulis, kata pengantar, daftar isi, isi, daftar pustaka, profil penulis, sinopsis, dan testimoni (jika ada)
Setelah memastikan bahwa naskah Anda sudah sesuai dengan ketentuan di atas, Anda dapat mengirimkannya melalui surel ke salah satu editor Quanta. Ada Mba [email protected], Mba [email protected] (Mba Luky ini perempuan ya, jadi jangan dipanggil Mas :D), dan Mas [email protected]. Jika ada yang masih dirasa kurang jelas, silakan tanya langsung ke editor melalui surel ya.
4. Sampaikan Juga Rencana Pemasaran Kita
Tip keempat ini sengaja saya buat poin tersendiri agar dapat lebih diperhatikan. Kita mulai dengan melihat kembali apa arti kata “pemasaran” menurut KBBI daring. Pe.ma.sar.an, 1proses, cara,perbuatan, memasarakan suatu barang dagangan, 2perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat.
Anda pasti ingin karya yang telah Anda tulis dengan sungguh-sungguh dapat diketahui orang banyak dan terjual dengan baik. Hal ini akan sulit tercapai jika Anda sendiri tidak berkontribusi untuk memasarkan buku Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa penerbit yang akan menerbitkan buku Anda sudah memiliki rencana pemasaran yang baik untuk buku Anda nantinya. Tapi, alangkah jauh lebih baik jika Anda juga ikut merencanakan pemasaran buku Anda nantinya.
Sebenarnya, membuat rencana pemasaran tidak sesulit yang mungkin Anda pikirkan. Anda dapat memulainya dengan mencari tahu atau bertanya kepada penulis-penulis yang sudah menerbitkan buku best seller tentang bagaimana cara-cara mereka ikut serta memasarkan bukunya. Selain itu, Anda juga dapat membuat rencana memasarkan buku Anda melalui sosial media, relasi, teman, keluarga, maupun acara-acara tertentu. Bagi Anda yang sering menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan, Anda juga dapat membuat rencana untuk memasarkan buku Anda dalam acara yang Anda isi.
Ssst, menambahkan rencana pemasaran dan mengirimkannya ke penerbit juga dapat menjadi nilai tambah untuk meyakinkan penerbit agar menerbitkan buku Anda loh! :)
5. Kirim Surel dengan Baik
“Hmmm, maksudnya apa ya? Apakah ada yang salah dengan cara saya mengirim surel selama ini?”
Sebelumnya saya mohon maaf jika ketika membaca bagian ini ada pembaca yang merasa tersinggung dan mohon maaf juga jika selama menjadi editor kemarin saya juga tidak membalas surel dengan baik. Faktanya, selama menjadi editor dua tahun kemarin, saya dan teman-teman di redaksi Quanta sempat beberapa kali berdiskusi mengenai masalah yang sama. Masalahnya apa? Calon penulis mengirimkan naskahnya tanpa memberi subjek pada surel, tidak menyampaikan salam atau pengantar pada surelnya, dan ada juga yang tiba-tiba menyampaikan permintaannya agar naskahnya disunting.
Perlu kita ingat bahwa surel pertama yang Anda kirim kepada editor juga merupakan kesan pertama yang Anda berikan. Maka sebaiknya, setelah menulis subjek surel mulailah menulis isi surel dengan memperkenalkan diri Anda. Selain itu, sampaikan juga maksud Anda mengirimkan surel tersebut, apakah ingin sekadar bertanya atau langsung mengirimkan naskah.
Jika Anda ingin bertanya kepada editor, silakan sampaikan poin-poin pertanyaan Anda dengan jelas. Jika Anda ingin mengirimkan naskah, cantumkan juga judul naskah yang Anda kirim. Ketika akan melampirkan naskah, jangan lupa cek kembali apakah naskah Anda sudah sesuai dengan ketentuan penerbit atau belum. Sebelum menekan “kirim”, baca ulang subjek, isi, dan lampiran surel Anda apakah sudah sesuai atau belum. Jangan lupa juga untuk membaca basmallah ya ketika mengirim. :)
Eh ada yang ketinggalan, sebaiknya Anda kirim pertanyaan atau naskah Anda ke salah satu surel editor saja. Hal ini bertujuan agar memudahkan masing-masing editor mengecek pertanyaan atau naskah yang masuk ke surelnya dan tidak bercampur dengan editor lainnya. Pendataan lebih mudah dilakukan dan editor pun lebih mudah membalas surel Anda.
Allah telah memudahkan Anda untuk menulis sebuah naskah yang insyaallah bermanfaat bagi masyarakat. Maka yakinlah bahwa Allah juga akan memudahkan Anda untuk menulis beberapa kalimat yang baik ketika akan mengirim surel.
6. Hubungi Editor Pada Hari dan Jam Kerja
Hal ini juga merupakan salah satu hal yang perlu Anda perhatikan. Seperti yang kita ketahui, jam kerja setiap orang atau setiap profesi berbeda-beda. Setelah jam kerja selesai, biasanya orang-orang ada yang memilih menghabiskan waktu berkualitasnya dengan keluarga, teman, atau mengerjakan hal-hal yang ia sukai. Karena itu saya sarankan Anda untuk mengirimkan surel atau menghubungi editor melalui media lain pada jam kerjanya sebagai salah satu bentuk kita menghargai waktu pribadi orang lain. Jam kerja di Quanta adalah Senin s.d. Jumat pukul 07.30-16.30 WIB.
7. Bersabar
Setelah naskah terkirim melalui surel, hal yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah bersabar. Biasanya setelah surel diterima, editor akan memberikan balasan bahwa naskah Anda sudah diterima dengan baik. Bisa jadi juga ada beberapa catatan atau pertanyaan dari editor. Balasan surel dari editor ini belum tentu dilakukan pada hari yang sama ketika Anda mengirim naskah. Karena selain duduk bekerja di depan komputer, editor juga memiliki beberapa tugas lainnya yang menyebebkan ia tidak dapat setiap waktu membuka surel. Jadi, kalau baru satu dua menit atau sehari belum dibalas, cukup ditunggu saja balasannya ya. :)
Perlu Anda ketahui bahwa naskah yang masuk ke surel editor tidak hanya satu setiap bulannya. Karena itu, editor perlu waktu yang cukup untuk kemudian memeriksa apakah naskah yang Anda kirim dapat diterbitkan di Quanta atau tidak. Waktu seorang editor memeriksa naskah paling cepat adalah satu hari dan paling lama satu sampai dua bulan. Naskah yang masuk satu per satu diperhatikan oleh editor dan dipertimbangkan untuk diterima atau tidaknya dilihat dari berbagai aspek.
Anda perlu sedikit lebih bersabar dalam proses ini karena Anda harus menunggu hasil pemeriksaan naskah Anda oleh editor. Jika setelah lebih dari dua bulan editor belum juga memberi kabar, Anda dapat bertanya kembali mengenai perkembangan naskah Anda melalui surel. Karena bisa jadi naskah Anda mungkin belum diperiksa, terlewat diperiksa, masih dalam proses, atau surelnya sedang bermasalah. Editor juga manusia yang sama-sama kadang perlu diingatkan, jadi tidak ada salahnya jika Anda juga bertanya kembali jika belum juga mendapat kabar.
8. Mau Terus Belajar
Setelah berusaha menulis dengan sungguh-sungguh dan bersabar menanti balasan surel, Anda akan mendapat balasan yang berbeda-beda mengenai naskah Anda. Jika naskah Anda diterima untuk diterbitkan, bersyukurlah dan segera buat perencanaan yang lebih matang untuk buku Anda nantinya. Selanjutnya Anda perlu bersabar lagi karena pastinya naskah Anda tidak bisa langsung terbit dalam sekejap. Ada banyak proses yang harus dilakukan. Jika Anda tidak paham mengenai proses-proses berikutnya, Anda boleh bertanya kepada editor Anda.
Jika naskah Anda ditolak, editor mungkin akan memberikan beberapa masukan mengenai naskah Anda. Ada juga yang naskahnya diterima dengan ketentuan penulis harus melakukan beberapa revisi. Nah, pada tahap ini Anda akan diuji mengenai kemauan Anda akan terus belajar. Teruslah bepikir positif dan tambah semangat lagi untuk memperbaiki naskah. Jika naskah Anda ditolak sepenuhnya, Anda dapat bertanya kepada editor mengapa naskah Anda ditolak dan meminta saran darinya. Bisa jadi, setelah menulis dan mengirimkan naskah yang kesekian kali, editor baru menerima naskah Anda karena dianggap layak untuk diterbitkan.
Kuncinya adalah jangan pernah menyerah untuk terus belajar, menerima kritik serta saran, dan terus menambah ilmu pengetahuan yang kita miliki. Jangan pernah lupa juga untuk berdoa kepada Allah. Karena sesungguhnya, hanya Dia-lah yang memberi keyakinan dan menggerakan hati editor untuk menerima naskah Anda setelah memeriksanya dengan baik.
Terima kasih telah membaca delapan tip menerbitkan buku di Quanta. Semoga tip-tip ini bermanfaat untuk Anda.
Selamat mencoba! :)
Salam,
Marlina

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Batu Hideung Beach, Banten
On June 28th 2017, three days after Eid 1438 H, three of my cousins and I went to Batu Hideung beach at Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Batu Hideung is a beach located about some kilometers after Tanjung Lesung beach.
We went by motorcycle to the beach at 9.00 a.m. It’s 30 minutes away from my aunt’s home in Cigeulis, Pandeglang. All the way to Batu Hideung, we saw an incredible creation of God. The blue sea without border, white and sunny sky and green of various trees bordering the street.
After pass through a long banana garden, we stop at a spot which not many people go there. There are some parents enjoy their leisure time with their beloved childrens on the coast. Although it’s not a legal beach, we can also find a small snack shop by local resident. My cousins rushed to swim right after we arrived at the beach.
There are so many black rocks at the beach, maybe it’s the reason why people named it “Batu Hideung” beach which means “black rock” in English. The sands is not really smooth because it mixed with small corals. If we want to rest for a while, we can lay down and eat our snack under the tree.
After spending our leisure time at the beach, we headed back home at 12 p.m. It was a nice short escape to a small enchanting paradise in Pandeglang, Banten. The day was so delightful.
https://www.instagram.com/p/BV35NiiHsS2/
(marrlinn)
Alhamdulillah, akhirnya buku ini terbit juga.
Buku ini merupakan buku yang tepat dan mudah untuk belajar menulis huruf hijaiah bagi anak. Anak-anak akan diajak untuk mempelajari cara menulis huruf hijaiah secara bertahap. Ada juga latihan-latihan dan aktivitas untuk mewarnai tulisan Arab yang akan membantu meningkatkan kemampuan menulis anak.
Yuk belajar menulis huruf hijaiah dari alif sampai ya dengan menyenangkan 😉 Segera dapatkan buku terbaru dari Quanta Kids ini di Toko Buku Gramedia terdekatmu ya Rp50.000 :)
To the Children of Syria
By Nasser Barghouty In whose name they allow themselves to hurt you? To what end? To what beginning? Have they said as much to you? Have they counted your tears? Have they wiped your fears? From my safe distance I see a tear In frozen moments and muted fear Among the smoke In the rubbles Tiny hands clinching Tiny legs racing From them To them In whose name they allow themselves to hurt you? Slogans your tender minds discard Gestures your tiny big hearts deride Silent prosecution and a noisy salutation Have they counted those tears? From my safe distance I see a tear A horizon away From a warm embrace A touch A smile A hug Did they count those tears? Did they wipe those fears? From my safe distance I hear the silence yours and theirs canceling each other forever Now in Syria From my safe distance I hear the chant For a peace That will come Paid With your tears Your fears Little ones Now in Syria From my safe distance I drop one Or two For you Little ones As I did before In Basra and Gaza Now in Syria From my safe distance I wonder Now and forever What have you done to deserve this? In whose name can anyone answer? In whose name can anyone muster? The might to wipe Tiny smiles Hearts And tears In whose eyes can they look counting those tears? From my safe distance I decree Now in Syria Innocence is being exchanged For a past For a future Only the little ones can see Despite the smoke And rubbles Where tears are counted in pairs And fears Like my safe distance In light years.
Pertama kali selesai membaca buku dalam bahasa Inggris sampai selesai. Penulis menyampaikan buah pikirannya dengan bahasa yang mudah dipahami sambil terus memotivasi. Must to read buat setiap muslim yang ingin hidupnya lebih produktif, baik dunia maupun akhirat. Tip-tip praktis di dalamnya juga simpel dan membuat saya sadar bahwa banyak hal kecil yang bisa mendatangkan berkah bagi kita.
Dan pagi ini mendapat kabar kalau buku ini akan segera diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia. Jadi ga sabar menanti :D
Kalau teman-teman mau lihat sekilas tentang buku ini silakan klik www.productivemuslimbook.com.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setelah Satu Tahun
Saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor ini saya percaya bahwa ini adalah tempat terbaik yang Allah berikan pada saya untuk satu tahun ke depannya.
Setelah beberapa bulan, saya niatkan segala yang saya lakukan sebagai perwujudan sebuah mimpi untuk membantu saya mengabdikan diri pada masyarakat dalam kapasitas saya sebagai seorang individu.
Setelah satu tahun berlalu, saya menyadari bahwa apa yang telah tempat ini berikan lebih dari apa yang pernah saya bayangkan satu tahun lalu. Tapi, rasanya ini belum apa-apa. Karena jalan petualangan di sini masih panjang. Rasanya jadi masih banyak yang ingin saya lakukan untuk terus menjadi lebih baik.
Jika di tengah perjalanan nanti saya Allah mengarahkan saya ke jalan yang lain, saya berharap semoga semua buku yang telah saya sunting menjadi ilmu yang bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, membantu mendekatkan diri pada Allah, dan menjadikan diri kita semakin taat kepada-Nya.
*Ditulis di sela-sela menyunting buku yang baguuus banget. Karena baru separuh saja menyuntingnya, menyadarkan bahwa hidup (mungkin) masih panjang 💞
Now
If there ever was a time in human history where not just muslims but all of us as children of Adam need to rise up the challenge of creating a better world - that time is now.
Sharif H. Banna on foreword of The Productive Muslim book written by Mohammed Faris.
Entah kenapa, baca satu kalimat ini di pagi hari ternyata cukup menambah semangat :)
Beberapa foto dari dua tempat menarik yang saya kunjungi pada liburan Idulfitri kemarin :)
My kind of morning. Proofing.
Salah satu naskah yang bikin semangat ngeditnya. Isinya oke banget buat adik-adik yang berencana akan merantau. Agar merantau gak sekadar merantau :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
High school in memories. Three years under the same roof in the jungle behind the sea.
Satu Tahun Bersama KRL Commuter Line
Kicau burung berpadu dengan bunyi peringatan kereta akan tiba selalu mengisi pagi hari saya selama satu tahun terakhir.
Berangkat setelah menunaikan salat Subuh setiap hari kerja adalah pilihan terbaik menurut saya. Karena datang lebih awal rasanya selalu lebih baik daripada terlambat. Alasan paling kuat sebenarnya karena saya tidak suka pakaian yang saya gunakan kemudian menjadi kusut dan tidak rapi karena harus berdesakan di kereta pada pagi hari. Tapi berangkat setelah Subuh memang menyenangkan, karena sering mendapat kesempatan melihat matahari terbit dengan indah saat tiba di Stasiun Tanah Abang.
Setiap pagi, sebelum berangkat saya selalu berdoa. Meminta pada-Nya agar saya mendapat tempat duduk di kereta nanti. Setidaknya dari Stasiun Manggarai atau Sudirman. Mendapat duduk meski hanya beberapa stasiun adalah bukti kasih sayang-Nya pada saya. Karena hampir setiap hari doa itu terkabul. Berbeda dengan ketika akan berangkat, ketika akan pulang rasanya permintaan saya pada-Nya lebih banyak lagi. Meminta agar saya mendapat tempat duduk tanpa harus menghilangkan hak lansia, ibu hamil, ibu yang membawa balita, penyandang disabilitas, dan orang yang sedang sakit. Memohon agar kereta tidak mengalami gangguan, tepat waktu, dan membawa saya kembali ke Depok dengan selamat. Alhamdulillah, sebagian besar permintaan ini juga sering dikabulkan oleh Allah. Ditambah dengan pemandangan matahari tenggelam yang menyilaukan tapi sayang jika tak dilihat saat meninggalkan Stasiun Tanah Abang.
Berbagai kisah dan pelajaran juga bisa kita dapatkan selama di kereta. Dari ibu hamil dan temannya yang berbagi tip tentang minum susu sebelum dan saat hamil, pedagang Tanah Abang yang bercerita tentang kiosnya, atau sekadar tayangan stand up comedy di macro ad yang membuat saya tak bisa menahan tawa lagi.
Di krl commuter saat rush hour, saat itulah ketahanan diri kita diuji. Menahan amarah karena kaki terinjak orang lain yang sama-sama berdesakan, menahan ego untuk memberikan tempat duduk pada yang lebih membutuhkan, bersabar karena krl commuter tertahan masuk stasiun lebih dari sepuluh menit, dan menahan tubuh agar dapat berdiri dengan baik agar tidak menyebabkan low back pain yang sakitnya beberapa pekan.