aku mengambil resiko dengan menuliskan namamu di sini. seorang pemuda yang tatapan matanya mondar-mandir di kepalaku. aku sendiri heran, apa urusannya dia ada di sini?
aku minta dia pergi, tapi dia semakin lekat dalam pikiranku. tiba-tiba hadir senyumnya yang tengil berkelebat. aduh...kenapa aku ingin lihat lagi?
apakah tidak berbahaya jika dia terus ada di pikiranku?, oh ya jelas berbahaya. Tidak seharusnya dia ada di sini. Aku mulai mencari pembenaran. Oke, pembenarannya adalah
Aku hanya sedang melihat refleksi diriku di dalam dirinya. sehingga yang aku lihat sebetulnya bukan diri aslinya, melainkan hanya sekelebat diriku saja.
(Ini yang paling absurd) Dia juga melihat dengan cara yang sama (no.1)
Aku tidak ingin memikirkan yang ketiga, itu sangat jauh dari kontrolku. jadi lebih baik aku kembali ke nomor 1 dan 2. solusinya adalah, memperbanyak kegiatan yang menyenangkan hatiku, maksudnya sih supaya terlupakan.
oh banyak sekali kegiatanku. tapi, kenapa aku masih berharap aku bisa melakukan kegiatan bersama dia?, seolah aku butuh dia?, ada apa ini sebenarnya?
oke, mungkin aku hanya perlu duduk dengan pikiran dan perasaan ini. aku terlalu menganggap ini adalah 'gangguan', karena seharusnya ini tidak terjadi. aku pikir aku sudah cukup tau diri. tapi, tunggu dulu. Apakah orang lain juga pernah merasakan hal ini?.
tampan?. tidak, tapi manis, cukup fotogenic.
rapi?. bukan model rapi yang necis, dia bisa membawa diri, tapi seperti manusia umumnya saja, aku pernah bertemu dengannya dengan kaos oblong, celana pendek. not a best appearance, tapi cukup kelihatan 'manusia'.
lucu?, mungkin..dia cukup pendiam di sekitarku. dan banyak mencari spot untuk sendirian. dan merokok. dia bisa tersenyum dengan sangat lebar, dan itu manis. (aduh)
pintar?. kelihatannya pintar, tapi bukan pintar yang 'pintar'...dia kreatif.
tidak ada hal yang membuat dia secara signifikan bisa bertengger dalam kepalaku berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. aku hanya suka cara dia menatap. dalam dan jauh, seolah dia sudah tau apa isi pikiranku. sejujurnya, agak mengganggu.
itulah yang membuat tatapan matanya menginap dalam kepalaku, sampai pusing aku dibuatnya. kuakui aku lemah dengan tatapan mata.
aku terlalu banyak melihat dari tatapan mata, cukup hafal dengan tatapan-tatapan mata yang pernah aku alami. semacam, "kalau tatapan matanya begini artinya orangnya seperti ini". tapi banyak juga tatapan mata yang tidak berisi apa-apa. tidak ada tarikan, tidak ada dorongan, tidak ada kesan, datar saja.
kembali lagi kepada dia yang tatapan matanya sulit aku lupakan (dan senyumnya). aku mendoakanmu sehat dan sukses, semua cita-cita dan harapanmu tercapai. jika hadir halang dan rintangan di depanmu, semoga disertai juga dengan kemudahan, dan dirimu juga mudah untuk menangkap kemudahan itu.
dan terakhir, semoga kamu bisa jadi Sutradara yang hebat dan sukses. See you on top.