Tasayyu, angin segar bagi syi'ah -ers.
M: Yang harus diwaspadai juga bukan hanya orang yang ber-syiah. Orang-orang yang tasayyu terhadap syiah juga berbahaya. Maksudnya orang yang cenderung mendukung dan melindungi syiah. Fenomena tasayyu ini banyak terjadi di lembaga-lembaga kemahasiswaan islam. Jadi mereka tidak mengakui telah bersyiah karena memang belum betul-betul syiah tapi hanya tasayyu. Hal ini justru jadi angin segar syiah ers... karena syiah justru mendorong orang-orang tasayyu ini untuk melawan penentangnya dan mereka adalah saudara-saudara kita. Akhirnya penentang syiah jadi melemah dan syiah ers merajalela. Naâudzubillah
I : Yang ini tidak bisa dinafikkan, sebab kajian mereka mendalam. Mengkaji agama melalui pendekatan filsafat yang mana jadi rujukannya adalah buku-buku karangan pemikir-pemikir syiah. Ini sekaligus kelemahan kita dalam berdiskusi. Makanya para ikhwah juga harus dalam menguasai pemahaman terhadap islam agar tidak mudah terpukau ketika diskusi masalah prinsip dengan mereka.
R : Kalau kayak agus mustofa itu bagaimana? Buku-bukunya itu kan judulnya aneh-aneh. âternyata akhirat tidak kekalâ. Yang kayak begitu.
I : Kalau agus mustofa pendekatannya tasawuf sains, bapaknya agus mustofa itu orang tarekat dan agus mustofa ahli sains. Makanya pendekatannya tasawuf, sedikit banyak tau. âmenurut sayaâ tidak apa-apa, tapi sebaiknya para ikhwah mengenali fikroh ini dulu lebih dalam dan lebih matang.
M : Jangan takut untuk membaca buku ini itu, karena untuk satu bentuk kebebasan berpikir teman-teman. Prinsip dalam dakwah ini adalah tafahum (kepahaman). Jadi, anggota dakwah ini adalah orang yang paham bukan yang ikut-ikutan. Sangat disayangkan sebagian teman-teman ada yang baca buku ini, ikut ini. baca buku itu, ikut itu.
I : Tapi berbahaya bagi yang membaca buku-buku sembarang (maksudnya tanpa melihat isinya layak dibaca atau tidak) sebab akan menginterpretasi sendiri apa yang dibaca. Bagi mereka yang belum tarbiyah berbahaya. Bayangkan kalau mereka membaca buku syiah, terus masuk dalam pemahaman mereka dan mereka tidak tau bertanya kepada siapa. Akhirnya dapat sedikit kajian syiah maka mereka akan membenarkan. Buku-buku syiah banyak membahas tentang ketuhanan dan konsep takdir. Rujukan mereka Ali Syariati, Murtadha Mutrtahari, Baqir Al Sadr, O hasem, termasuk Jalaludin Rahmat. Bahkan buku mereka sudah masuk pada karangan islam dan politik.
M : Masalah yang belum terpecahkan memang, melarang membaca sembarang buku malah dibilang indoktrinisasi dan taqlid buta. Diberi kesempatan takutnya malah jadi terpengaruh dan salah arah :D
I : Untuk kalian yang sudah merasa kuat. Membaca buku-buku syiah harus hati-hati sebab buku-buku mereka penjelasannya adalah penjelasan yang rasional, mudah untuk diterima. Jadi saran saya, habiskan saja waktu untuk membaca buku-buku islam lainnya.
M : Semangat para duâat untuk mencerahkan ummat memang. Ayo semangat para duâat. ī
I : Tindakan preventif lebih baik..
M : Harus diketahui oleh yang mempelajari syiah adalah, karakter orang syiah itu suka berdusta. Jadi kalau bukunya jangan asal percaya dari referensi-referensi yang mereka bilang shoheh. Karena setelah dicek ternyata tidak ada/benar atau setidaknya penafsirannya bathil.
I : Kita fokus saja mengurus adik-adik kita, yang diatas itu untuk wawasan dan pengetahuan kita. In syaa Allah kalau kita bekali mereka sejak kecil dengan ajaran islam yang benar sampai besar kita kawal, insya Allah mereka yang akan terdepan melawan aliran-aliran sesat itu.
Palu, 29/11/2014. Karena hanya sibuk menyimak, diskusi singkat ini sengaja saya catat (tanpa sepengetahuan mereka) untuk dibagi. Maaf dan Terimakasih buat teman-teman MY Club, semoga bermanfaat. :D