Oke, gak bisa sih, ini menyiksa banget. Entah karena bisikan setan atau memang lumrah fitrah manusia yang begitu susah melepas keterikatan.
Setiap kali mengungkap, ada saja remnya. Seperti tidak bisa dilantun tapi berteriak keras di dinding tipis tubuh.
Rasa kehilangan yang terlalu dalam, merenggut masa muda untuk berkarya. Dilarung untuk meresapi kesedihan teramat dalam.
Seperti di dalam pesawat kala itu, lepas landas malah membuatku berlebihan memikirkan apa yang hari itu dia lewati tanpaku dan kenapa tidak seperti dulu. Kecanggungan yang aku bangun dan sepertinya ingin dia hindari cepat-cepat, diselesaikan selama ia mampu dan sebelum tersadar bahwa aku terperdaya silau kilat.













