BAND-BAND MELAYU TAK SELALU LAYU
Jangan remehkan band-band melayu Indonesia. Sepertinya kalimat ini tepat buat menggambarkan perkembangan genre ini. Sedikit redup ditelinga belakangan ini, ternyata band-band melayu bergerilya menuju luar Indonesia. Disaat industri musik Indonesia mulai redup dari band-band melayu, mereka malah bersinar di Negara tetangga. Sebut saja, Malaysia, Singapore, Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi. Deretan Negara ini sedang dimanjakan oleh musik dari band-band melayu. Paling berjaya di Malaysia. Coba saja cek media-media di Malaysia sekarang. Di http://malaysiandigest.com misalnya. Salah satu portal berita terbesar ini gencar menyajikan kabar dari band-band melayu Indonesia. Sebut saja, Papinka, Dadali, dan Wali. Nggak cuma dikupas dari segi musik, tampilan berita gossip personil pun disajikan. Bentuk berita yang mengupas kehidupan pribadi personil band-band melayu Indonesia ternyata paling digemari. Belum lagi setelah melihat jumlah view di Youtube. AscadaMusik sebagai label yang membawahi Papinka dan Dadali misalnya. Dalam satu video Papinka yang berjudul “Masih Mencintainya” saja berhasil menyedot 16 juta viewer dalam 1 tahun. Hal ini juga menyumbang subscribe bagi label band-band melayu tersebut hingga 56.590. Setelah ditelusuri, ternyata video tersebut banyak ditonton oleh Negara tetangga. “Banyak TKI yang mendengarkan musik kami di luar negri. Penjualan musik digital Papinka pun sempat meraja di Malaysia. Dalam setahun tawaran manggung di Malaysia, Hongkong, Singapore dan Negara tetangga terus berdatangan. Kami bersyukur musik melayu sangat diapresiasi di sana,” ujar Fajri dai Ascada Musik saat ngobrol santai dengan Kincir.com beberapa waktu lalu. Salut! Keadaan ini pun sempat dialami oleh industri musik Indonesia. Awal tahun 2010 lalu industri musik Indonesia memang kedatangan banyak band-band melayu. Mereka hadir di tengah industry yang seolah terbutakan oleh “selera pasar”. Pergerakannya begitu cepat seolah tidak memberikan alternative genre musik yang lainnya. Lupa akan Rock, SKA, Reggae, Punk, Jazz dan sejenisnya. Memang nggak ada yang menjamin bila satu genre pasti disukai pasar. Semuanya kembali ke selera musik. So, apakah ini bertanda “selera” musik kita lebih maju lewat banyaknya genre yang berkembang? Semua kembali ke telinga. Maju terus musik Indonesia.







