Dia adalah kado, teman, apapun itu. Yang tanpanya adalah suatu ke-abnormal-an. Karena selain pada-Nya, aku selalu menyandar padanya :( Kasian tapi empuk 😂 (13 Juli 2021)
Misplaced Lens Cap
TVSTRANGERTHINGS
official daine visual archive

Not today Justin
todays bird
Fai_Ryy
hello vonnie
will byers stan first human second
Stranger Things

★
RMH
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Sweet Seals For You, Always

Love Begins
Cosimo Galluzzi

PR's Tumblrdome

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from Germany
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States

seen from Japan
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from Australia
@kelindanimaji
Dia adalah kado, teman, apapun itu. Yang tanpanya adalah suatu ke-abnormal-an. Karena selain pada-Nya, aku selalu menyandar padanya :( Kasian tapi empuk 😂 (13 Juli 2021)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hari ini aku ingin menulis yang banyak di laman ini. Taman. Pekarangan. Halaman. Teras. Apa saja sebutannya untuk menjadi baskom perasaanku. Aku yakin Tuhan pun ikut membacanya.
Perkara apakah nanti aku akan kembali atau tidak. Aku tidak tahu.
Rasanya terlalu lama aku meninggalkan pekarangan rasa ini. Semak belukar dan segala macam semak tumbuh subur. Hingga aku lupa bagaimana jejak kakiku berada di atas lahan ini.
Tuhan, aku titip imanku. Dia yang lemah ini memohon kekuatan. Kekuatan untuk selalu diteguhkan dalam jalan-Mu. Kekuatan untuk selalu percaya takdir dan pilihanmu. Kekuatan untuk berdoa. Kekuatan untuk tetap bertahan kuat dan teguh. Sebab pagarku kadang rapuh, kadang setegar karang. Namun lebih sering seperti pasir di atas batu yang disiram hujan. Habis.
Maka itu, Tuhan... Buat aku selalu memohon dan berdoa pada-Mu. Sebab hal termudah untuk mencintai-Mu dengan berdoa pada-Mu saja aku sering dan selalu lalai. Ampuni aku Tuhan... Yang selalu menemaniku padahal Engkau, tetapi mengapa yang selalu kuharap saat sedih untuk ada, seringkali kuharap dia juga ada di sisiku.
:(
Pilihan
Jika aku harus memilih. Aku memilih untuk diteguhkan dalam kebaikan, kebiasaan yang membawa berkah. Hati yang jernih tanpa dengki. Bibir yang rapat tanpa mengumbar aib.
Jika bisa memaksa. Aku ingin ada dalam keteguhan. Ketulusan. Kemandirian.
Hidup yang terjal akan tetap aman. Selama keteguhan, ketulusan, kemandirian kulabuhkan di atas punggung. Tentu saja juga dengan doa dan menjadi hamba-Nya.
Selisih Rasa
Tahukah kamu, wahai diriku di masa lalu. Ternyata dicintai dan mencintai dalam ketidaksiapan sangatlah melelahkan. Memang semua yang datang saat belum bersiap akan terasa gamang.
Seperti saat ini.
Mencintai dan dicintai, tetapi kami tak siap. (Tersenyum). Kalau dulu kau begitu mendamba seseorang yang bisa mencintaimu. Kini doaku ialah dicintai oleh seseorang yang siap mencintaiku, lahir batin.
Tak sekadar hasrat semata.
Hei, tertawa sedikit tak apa. Menertawakan keadaan ini tak berdosa untukmu. Benarkah itu? Sungguh banyak "kalau" yang ini dan "kalau" yang itu.
Hei, mari kita menarik napas sejenak. Sejeda hempasan hujan pada tanah. Perlahan tapi pasti.
Yang tabah, ya. Aku. Aku hanya ingin kamu selamat dari dunia dan akhirat kelak. Jangan lupa berdoa ya.
:)
Hai aku, 2021.
Sudah lama sekali rasanya aku menyapa laman ini.
Kapan ya terkahir kali aku curahkan isi hati berbalut diksi rapi. (Ya walau mungkin masih belum rapi).
Hai aku di tahun 2020, 2019, 2018, dan sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah hari ini aku lebih sehat dari hari kemarin, meskipun batuk (masuk angin) masih menyapa terkadang.
Hai, rindu aku? Aku rindu menjamu laman ini dengan segunung rasa di hati 🥲

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Halu Itu Rindu; Atau Kamu Itu Halu?
Rindu itu halu. Karena yang di depan mata tak kentara. Yang jauh di sana sejelas gemuruh hujan. Hingga diri seringkali khilaf, menyepelekan yang terdekat.
Kamu, yang tengah diterjang rindu tak berkesudahan. Sudahkah kamu berdoa untuknya? Jangan-jangan, setelah malam kembali naik, dan perasaanmu semakin menggila kamu jadi lupa. Percayalah rindumu akan terurai jadi benang-benang jalan yang mengantarkanmu padanya lepas doa kauantarkan atasnya.
Cukup, ya, jangan merasa resah bila rindumu tak berkesudahan. Sudah kamu coba untuk mengeluarkannya lewat hujan air mata? Yang derasnya akan alirkan gelisahmu sebab rindu yang tak terelakkan itu. Sini, aku siap mendekapmu, membiarkan kamu meluapkannya lewat air mata dalam rengkuhanku.
Mengenangnya
Mataku sembab. Setelah berurusan dengan kenangan dari seseorang yang telah lebih dulu pergi.
Di antara aku dan kamu kini tidaklah sesederhana masa SMP kita. Tak sekanak-kanak masa SD kita. Tak seindah masa SMA kita. Dan tak sesibuk masa kuliah kita yang masih dapat kuinterupsi langsung. Kini, aku dan kamu dihalang oleh tembok masa depan. Oleh keluargamu dan keluargaku. Oleh kekhawatiran kamu dan aku. Oleh gelisah di masa awal kehidupan yang sebenarnya ini.
Aku tak lagi memikirkan seberapa jauhnya lagi kakimu menemukan rumahku. Aku tak lagi memimpikan kerinduan-kerinduan yang dulu lekat sekali dalam buaian bawah sadar. Aku tak lagi menginterupsi untuk menengok kabar media sosialmu.
Kini, aku sibuk memikirkan nasib langkahku. Yang hingga saat ini belum kutemukan jawaban atas segala pertanyaan awal ini. Mencerna segala keadaan yang memaksaku mengenyahkan mimpi bersamamu dalam satu jajar setelah ijab sah. Yang dilema akankah kau menemukanku di antara himpitan zaman?
Nanti, akan kuceritakan kembali. Kisahku bersamamu, bila waktunya kau tiba di depan rumahku meminta pada orangtuaku atasku.
.
Kucai dan tahu, toge, oncom. Jangan lupa beri potongan cabai merah dan hijau. Tumis dengan bumbu dasar. Dijamin suka. Sebab Kucai bukan rumput biasa. -Sekian- [Kucai] (di Dapur Mamaku) https://www.instagram.com/p/Btrs8eXFP1u/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1q06njdtxq66
Why after post 3 times since early year I have just now had successed :(

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tes
A little comic with eggs. : ) Accept who you are, no matter what type of egg that is.🥚🍳
Instagram | Patreon | Webtoon
Jika saja kamu pun bersedia dengar aku
Jika selamanya berarti pulang ke rumah selamanya dan pergi dari tempat bersinggah selamanya. Mungkin aku akan pulang.
Karena tak seorang pun yang akan bersedih. Tak seorang pun yang akan mengingat. Tak seorang pun yang akan menyesali. Tak seorang pun yang akan mengetahuinya.
Aku pergi
Aku pergi
Aku izin pergi
Tapi aku tak akan kuat
Tidak
Aku takut Dia marah
Aku takut selamanya menyesal.
Karena aku hanya berduka
Berduka dalam
Dalam kepedihan
Kepedihan yang sunyi
Sunyi menelannya sendiri
Tak benar-benar ada yang bertahan,
Terkecuali Dia.
Tapi aku tak ingin pulang menyedihkan seperti ini. Penuh dengan isak pilu dan lelehan di hidung. Miris seperti gelandangan. Namun, gelandangan saja tak sampai hidup semenyedihkan ini. Miris.
Hey kamu,
Selamat.
Aku bersedih,
tapi tak mampu bicarakannya padamu.
Terlambat
Kau tak tahu bagaimana rasanya aku menyesali satu jam setelah aku memegang ponsel. Rasanya ada embusan angin besar yang tiba-tiba membawamu sangat dekat dengan keberadaanku. Harapan dan asa itu membumbung dalam dada. Mengabaikan waktu telah berlalu satu jam ketika aku mengetahuinya. Adalah aku bertaruh pada keadaan ketika kau tak membalas balasanku. Aku seketika bergegas mengemasi barang, mengabaikan janji di sana yang segera aku batalkan. Bertolak ke kediaman. Berharap masih ada kesempatan agar embusan itu benar-benar membawamu bertemu denganku.
Namun, keterlambatan itu benar-benar mengubah takdir. Benar-benar menghapuskan harap dan asa. Aku mendapatkan balasanmu, katamu, memang saat itu tengah berhenti sejenak di sana untuk sementara waktu dan segera pergi setelah selesai. Dan kau tak bisa pergi ke mana-mana karena ternyata aku baru tahu kau bersama banyak orang ke sekitar sini dengan bis. Rasanya embusan itu membawaku alih alih membawamu, ia menarikku ke dalam duka.
Aku kecewa, takdir belum memercayai kami bertemu. Meski telah sedemikian dekatnya langkah kami. Pertemuan itu dipertegas tak akan ada untuk saat ini sebab tak ada pemberhentian lagi seperti siang itu.
Kautahu? Rasanya dada ini sesak. Tangis tak akan sanggup menguar sebab sesaknya membuat dadaku tercabut oleh duka.
Kau meminta maaf. Aku maklum. Yah, bahkan kami tidak pernah menduga. Bahkan jika aku menyalahkannya karena tak berkata apapun tentang kedatangannya ke tanah ini, tak akan ada yang berubah. Keputusannya dan keterlambatanku mengubah takdir kami: berbelok dari harapan masing-masing.
Inikah yang diinginkan Sang Pencipta kami? Apakah karena kami mengharap kepada selain-Nya? Apakah ini yang buat Dia cemburu? Maafkan dan ampuni aku, wahai Zat Yang Memiliki Segalanya.
Seketika aku tahu, dukaku kini berbeda jalan. Aku berduka karena aku dicemburui. Aku terlalu berharap dengan makhluk-Nya. Sementara yang mengembuskan harap dan asa itu Dia.
#catatanharian
Alhamdulillah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pagi kedua bulan ketiga
Ketika itu hadirnya serupa jejak yang menetap---tinggal di dalam pandangan.
Lengkung bibirnya yang lamat-lamat menjadi lengkung sempurna telah membuat diri ini bernostalgia.
Seseorang memiliki senyum itu juga.
Ah, jadi ini alasanku menyukainya.
Pagi kedua
Jika kutak lagi mengingat bahwa terkadang takdir sungguh menggelikan, aku tak akan bangun dari ketidaksadaranku. Semua jalan ini sungguh membuat perutku ingin sekali menaiki ujung kerongkongan lalu menyapa dunia. Sungguh sangat disesalkan.
Betapapun aku membenci ini. Takdir pun mencintaiku dengan kegelian ini. Membuat isi perutku kembali lagi.
Dia sungguh manis. Sama dengannya. Namun, bentuk garis rambut mereka bersilangan. Dia membentuk gulungan lebar dan halus. Sedangkan pemuda ini lurus cenderung kaku.
Senyumnya secerah dan sehangat seperti pertama kali aku melihat keduanya tersenyum. Menenangkan. Aku dibuatnya gemetar karena adiksi senyum mereka.
Seperti telah menuai hasil cukup yang dapat memuaskan batin. Aku menandainya, membuat kutip tebal dalam pikiran. Berharap bisa membuatku tetap sadar dalam kenyataan.