Aku Dan Semua
Hello dear Friends, Sudah lama tak berjumpa lewat tulisan, yang panjang, padat, dan yah mungkin bisa dibilang tidak terlalu penting. Aku ingin mengumumkan bahwa diriku saat ini, sedang bahagia.
Hehehe iya, dengan kehamilanku di usia kandungan hampir 30minggu, sudah tidak lama lagi aku akan menjadi seorang ibu. Dan aku akan memiliki seorang anak, sahabat, dan segalanya. Yes, aku bisa merasakan dia yang bermain-main didalam perutku, hmmm lebih tepatnya didalam rahimku. Tanpa terasa 2 bulan lagi, aku akan berjuang untuk bisa melahirkan. Benar adanya, menjalani kehamilan benar-benar perjuangan. Dari harus menahan-nahan mood, agar tidak menjadi suatu problematika, dan harus menahan ego, agar tidak merepotkan orang lain. Hihihi.. bumil. Sejujurnya, aku selalu merasa lucu, dan amaze setiap anakku ini bergerak, dia sangat aktif, aku sangat bisa merasakan setiap getarannya. Setiap saat aku sangat khawatir bila-bila terjadi apa-apa kepadanya, tidak ingin hal yang buruk terjadi. Anw, aku juga sebelumnya pernah mengandung, namun sayang, bukan waktuku, janinku tidak berkembang. Dan aku sangat bersyukur, ada seorang teman yang menyarankanku untuk mengikuti promil, yaa benar. Semua butuh perjuangan, aku dan suami, mengikuti promil dengan mengkonsumsi, bahan-bahan tradisional yang kami pesan dari jakarta. Bukan endorse,, hahahah. Aku sangat berharap, sampai kelak aku dan anakku bisa bertemu dengan penuh cinta, kasih sayang, dan harapan. Aku tau dan sangat tau, bahwa menjadi seorang ibu, pun orang tua bukanlah hal yang mudah. Seketika Tuhan memberikan berkat dan anugerah ini, yesss aku pun wajib untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik, dengan mendedikasikan seluruh hidupkua untuk anugerah ini. Iya,, betul. Kadang juga berbeban, apa benar aku bisa?. Apa aku bisa, menjadi panutan?, apa bisa kau menahan hal-hal yang akan menghalangi prioritasku menjadi seorang ibu?. Jika semua gampang, aku rasa bukanlah kehidupan. Benar, hidup adalah perjuangan, untuk survive butuh pengorbanan. Yes, mengorbankan waktu, uang, dan segalanya. Sudah tidak ada lagi, urusan mama. Hahahh yang dipikirkan urusan anak. Mama is number two, i mean myself, right?. Aku pun tidak ingin, hanya menjadi seorang ibu dengan status. Aku ingin sepenuhnya, dengan penghasilanku, dengan keyakinan bagaimana mendidik anak, agar dia tumbuh dan berhasil, setidaknya bisa sepertiku. Dari tidak bisa apa-apa menjadi sesuatu.
Sehat-sehat terus bayi kecilku. I can't wait to see you. Aku bahagia, dengan semuanya. Aku akan memilikimu, tanpa harus bersyarat. Aku berterima kasih, untuk kuatmu dan Tuhan yang mengaruniakanmu untukku. I love u baby, A.J. Kelak, jika dewasa nanti dan membaca tulisan ibumu ini. Ingat nak, ibu tak berharap agar kamu selalu bisa menjadi nomor 1, tapi jadilah anak yang selalu bisa dibanggakan, dengan caramu dijalan yang benar.
Belajar dari pengalaman, baik dari pengalaman orang lain, pun dengan pengalamanmu sendiri disetiap waktu perjalanan usiamu. Dear friends, ini tulisanku dihari ini, sampai berjumpa ditulisanku yang lain. Selamat malam, doakan aku agar selalu bisa berjuang hehehehe











