Lebih baik bertahan memakai topeng, atau menjadi monster? Haha
menjadi diri sendiri sekalipun itu monster. Memang tidak menyenangkan. Tapi paling tidak, itu menenangkan.
Keni

Kiana Khansmith

if i look back, i am lost

gracie abrams
taylor price
RMH
art blog(derogatory)
untitled
$LAYYYTER
Mike Driver
Claire Keane

Origami Around

Discoholic 🪩
The Stonewall Inn
EXPECTATIONS
Game of Thrones Daily
Sade Olutola
One Nice Bug Per Day
Monterey Bay Aquarium

seen from United States

seen from Austria

seen from Austria

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Netherlands
@jejaksilam
Lebih baik bertahan memakai topeng, atau menjadi monster? Haha
menjadi diri sendiri sekalipun itu monster. Memang tidak menyenangkan. Tapi paling tidak, itu menenangkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
''Pada kenyataannya, menerima tidak pernah semudah itu. Butuh kebesaran hati untuk melalui setiap hal yang nyatanya sesuatu yang tidak bisa kamu pilih tetapi harus dijalani.''
Kesabaran membuatmu kuat, kebesaran hati menjadikanmu pribadi yang lebih bijak.
©Abthal Zulwaqar
Luka akan membuatmu dewasa, bergantung bagaimana menyikapinya. Bahagia pun sama, andai kau memahami apa arti mengenal kemudian saling percaya.
©Abthal Zulwaqar
Rumah yang selama ini menanti, tapi tak pernah kamu sadari
Sekacau apapun suasana hatimu, sejauh apapun kamu kehilangan arah, serumit apapun masalah yang kamu hadapi, sebesar apapun rasa benci yang kamu pendam, sesakit apapun kecewa yang kamu tahan.
Ada perasaan terhebat yang menunggumu di rumah.
Penawar yang sebenarnya selama ini juga sedang menunggu kedatanganmu; tak ingin melihatmu bersedih terlalu lama, membuatmu tertawa dengan cara apapun dilakukannya. Menyiapkan ruang yang belum pernah kamu tempati sebelumnya dan sebisa mungkin membuatmu aman dan nyaman di sana.
Sudah waktunya untukmu belajar melupakan, untuk yang telah terlupakan.
Mulai melihat rumah yang dekat dan tak ingin jauh darimu, sebuah rumah yang mudah menerima apapun keadaanmu. Namun, dengan satu pertanyaan menggantung:
Apakah kamu bersedia mendatanginya?
©Abthal Zulwaqar
Terlalu banyak berandai perihal bahagia pada akhirnya lupa, bahwa bersyukur adalah cara paling sempurna.
©Abthal Zulwaqar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hidup tentang ketidaksempurnaan yang harus dijalani dengan cara apapun. Padi yang dipanen hari ini, tidak ditanam sore kemarin. Gagal hari ini, bukan berarti gagal selamanya. Selalu ada jalan untuk belajar dari ketidaksempurnaan.
Sebab, dengan belajar tandanya kita masih hidup.
©Abthal Zulwaqar
Ada baiknya sekarang kamu kecewa. Ada baiknya sekarang kamu terluka. Terserah seberapa lama, terserah seberapa parah. Kelak kamu sendiri akan sampai pada titik: terbiasa. Terbiasa melaluinya sendiri, hingga rasa kecewa dan luka pulih dengan caranya sendiri.
©Abthal Zulwaqar
Sekeras-kerasnya aku menutup hati, pada akhirnya akan luluh oleh selembut-lembutnya tutur kata seseorang yang meminta kesediaanku mendampingi sisa hidupnya.
©Abthal Zulwaqar
Ada beberapa alasan seseorang memilih untuk sendiri:
Belum ada yang sesuai. Belum ingin mencari. Belum move on dari orang yang ia cintai. Pernah merasakan brengseknya masa lalu hingga lebih berhati-hati.
Namun, apapun alasannya; Berbahagialah. Fokuskan kepada hal-hal yang membuatmu bahagia, bukan kepada hal-hal yang ‘seharusnya’ membuatmu bahagia.
Tunggu dulu, ‘Seharusnya’? Di sana kau dipertemukan dengan ekspektasi.
Ya, kau tahu ekspektasi?
©Abthal Zulwaqar
“Kemarilah, aku sedang berupaya belajar bagaimana cara menerima. Kau tahu? Menerima satu waktu memantik rasa bahagia. Namun, pernahkah kau belajar menerima sesuatu yang tak diperuntukkan kepadamu?”
Maukah kau ikut denganku? Sekali ini saja. Menyelami setiap konsekuensi; menemaniku untuk belajar menerima. Memastikan kita telah siap dengan kelebihan dan kekurangan tanpa menjadikannya alasan ketika roda waktu tak berputar seperti sediakala.
©Abthal Zulwaqar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dalam hidup, selalu ada pilihan. Namanya prioritas. Memilih satu dapat mengakibatkan kehilangan yang lain. Termasuk hati.
Jadi, selamat berhati-hati.
©Abthal Zulwaqar
Siklus
Kau butuh waktu untuk pulih. Aku butuh waktu untuk memilih. Garis waktu memainkan peran, sebagaimana hilir mudik kendaraan; mundur teratur atau maju terstruktur.
Selanjutnya, kau butuh waktu untuk menentukan. Sedangkan aku butuh waktu untuk menyiapkan. Garis waktu menyisihkan keyakinan, serupa lebah dan nektar bunga saling menemukan.
©Abthal Zulwaqar
View On WordPress
Ada baiknya sekarang kamu kecewa. Ada baiknya sekarang kamu terluka. Terserah seberapa lama, terserah seberapa parah. Kelak kamu sendiri akan sampai pada titik: terbiasa. Terbiasa melaluinya sendiri, hingga rasa kecewa dan luka pulih dengan caranya sendiri.
©Abthal Zulwaqar
Kamu bebas menentukan bagaimana akhir cerita. Aku tahu, pada setiap cerita tak selalu berakhir bahagia. Aku tahu, pada setiap cerita tak selalu berkaitan dengan kelihaian para tokoh utama. Namun aku ingin berusaha mengambil setiap kesempatan yang ada, meskipun orang lain juga punya kesempatan yang sama.
Ini bukan sesuatu yang harus dipaksa.
Pilihan terbuka seluas-luasnya, kamu hanya perlu memilih dengan sebaik-baiknya. Apabila orang itu bukan aku pada akhirnya, tak masalah. Setidaknya aku sudah berusaha dengan sebaik-baiknya.
Bukankah memilih dan dipilih cukup dengan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya?
©Abthal Zulwaqar
Kamu adalah secarik kertas yang tak lagi putih. Bersembunyi di balik intuisi, menjelma menjadi uraian tulisan yang tegas nan rapi.
Kamu adalah keindahan yang tak mampu ditangkap oleh lirikan mata, tak juga dibicarakan oleh semesta. Memikat namun tak ada yang mengira, mendekat maupun menjauh selalu mendebarkan dada.
Kamu adalah rindu, yang lisan sekalipun tak sanggup menolak untuk mengutarakannya; terlebih hati yang lebih dulu merasakannya. Sesekali menunggu tempat untuk bermuara.
Kamu adalah kamu, tetap saja seperti ini. Abadi dengan caranya sendiri.
©Abthal Zulwaqar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Langit senja tak lagi sama
Aku bukan lagi orang yang sama, sesaat setelah kamu bertingkah untuk tak lagi melanjutkan angan yang telah beterbangan dengan liarnya di angkasa. Aku bukan lagi orang yang sama, setelah semua yang telah kulakukan hanya sebatas persinggahan yang rindang untukmu berkeluh kesah.
Tapi aku masih orang yang sama sebagai seorang teman; jauh sebelum aku menjelma sebagai seseorang yang pernah ada, pernah berkelana, pernah merasakan rindu yang membuncah dan pernah berteriak lepas yang kala itu begitu menggema.
hanya sebatas pernah.
Aku sepakat, tentang sebuah kisah; langit senja tak lagi sama.
©Abthal Zulwaqar
Aku berterima kasih pada jeda. Sebab, jeda adalah ruang berpikir serta merasakan sisi terdalam, apakah hendak melanjutkan atau berhenti untuk saling menorehkan luka.
Jeda adalah ruang berbenah dari hal yang telah berlalu, sebelum menentukan arah langkah selanjutnya. Bersama hening, jeda adalah paduan sempurna.
Meskipun pada jeda, aku kembali menghela napas. Terlebih ketika pikiran menoleh kembali ke masa lalu, tepat pada hari itu. Ya, hari itu. Hari yang membawaku memilih diam sementara.
Meskipun di fase ini, hati masih saja tak tenang. Entah itu salah menentukan langkah, atau tak mampu menerima dengan lapang dada.
Karena anganku tak pernah muluk mengawang. Tentangmu, ataupun tentang kita. Hanya saja, biarkan tulus ini menemukan jalan, yang tak lagi salah arah.
Karena kita tak sedang berlomba perihal siapa yang saling menemukan terlebih dahulu, bukan pula siapa yang paling mesra dan abadi dalam mengukir cerita. Melainkan perasaan yang hadir dan bersambut; tepat saat dua insan telah sampai pada masanya.
Sebuah episode merentang jarak, menoreh kisah, dalam jeda— bersama @helvianaa.