Ternyata Hidupku Cerminan dari Shalatku...
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata:
Ψ£ΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ‘Ω ΩΩΨΉΩΨ²ΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ―ΩΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΨ°ΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§ΨͺΩΩΩ ΩΩΨ£ΩΩΨͺ Ψ£ΩΩ Ω ΩΨ§ ΨͺΨ³ΩΨ£ΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΨ§Ω ΩΨ©
βApa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat.β
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
βHayya βalas sholahβ¦ hayya βalal falaahβ¦β artinya βMarilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesanβ
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
Ψ§Ψ³ΨͺΨΊΩΨ±Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨΉΨΈΩΩ
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunyaβ¦













