[Recent Story] Hampir Saja
-Sebuah catatan sederhana (yang semoga berguna) dari Tokyo, Jepang-
{Pagi yang cukup dingin (9°C) }
Alhamdulillahilladzi bini'matihii tatimmus sholihaat. Teriring ucap syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah mengizinkan saya beserta rekan saya yang lainnya untuk dapat menjejakkan kaki, menghirup udara, merasakan indahnya ciptaanNya di belahan bumi lainNya. Disini. Di negeri sakura, negeri para ksatria tangguh pada zamannya.
Kami berangkat dari negeri tercinta, sekitar pukul 21.25 WIB, dengan dibersamai saudara-saudari kami terkasih, saudara-saudari SEF (Sharia Economic Forum) yang setidaknya telah menemani masa perkuliahan saya selama 3 tahun lamanya menjadi lebih berwarna dan bermakna (teruntuk my T Squad terutama). Melalui SEF pulalah salah satunya, Allah Subhanahu wata'ala memperkenalkan saya kepada sunnah, dakwah, ilmiah, serta perjuangan tiada lelah karena selalu diupayakan lillah. Betapa suatu ni'mat yang tak ternilai harganya :""
Tak kurang, medi ka saudara-saudari kami, membersamai kami menuju bandara Soetta hingga sebanyak 2 mobil! (Bahkan tanpa saya ketahui sebelumnya) Ma Syaa Allah, tabarakallah!
Jazakumullahu khayran guyysss!! You were really made my day! Thank's a lot for those abundant loves 💕💕
Baiklah, agar cerita ini sesuai dengan judulnya. Mari kita mulai saja kisahnya..
Jadi begini, saat tiba di bandara, lalu setelah menyelesaikan segala hal yang perlu diselesaikan (validasi dokumen di imigrasi dan klaim bagasi) kami pun memutuskan untuk mencari sarapan. Karena cukup mudah mengakses informasi disini, kami pun mulai mencari di mesin yang tersedia untuk melihat denah tempat makanan halal.
Dari sekian pilihan, akhirnya pilihan kami jatuh kepada...... McD! 😅
Karena setelah diperhatikan disini harga makanannya cukup terjangkau (320-1300 ¥ saja) dengan rasa yang sepertinya bisa bersahabat dengan lidah kami, dan yang tepentiiiiing adalah HALAL.
Kami pun memesan makanan di kasir, rekan saya memilih menu yang beragam (rata-rata memilih burger dengan isian berbeda) sedangkan saya sempat tergoda untuk menjatuhkan pilihan kepada salah satu burger daging (yang saya rasa, in sya Allah halal. Sudah husnudzhan saja waktu itu) tapi entah kenapa tetiba muncul perasaan ragu, ditambah lagi senior saya di kampus bertanya pada saya "boleh gak ya tanya ini halal atau tidak?". Saya terkesiap. Lalu mencoba memastikan status kehalalan makanan tersebut. Kira-kira percakapannya seperti ini:
-Saya: That one (sambil menunjuk menu) beef?
-Mbak kasir: yes (tapi wajahnya timbul semburat ragu
-Saya: oh, but is this beef or pork?
-Mbak kasir: (menanyakan ke temannya) it's pork, sorry.
-Saya: Ok, thanks. Which one is chicken?
-Saya: Ok, that one please.
Aah.. Saya menghembuskan napas lega. Hampiiir saja saya mengasupi diri saya dengan makanan yang Allah subhanahu wata'alaa haramkan 😥
Terima kasih banyak, ya Allah..
Mungkin dari cerita tersebut, bisa dijadikan pelajaran bagi rekan sekalian. Terlebih jika suatu saat rekan-rekan ingin berkunjung ke negeri non Muslim. Hal-hal seperti ini (terkait kehalalan produk) amat pentiiing sekali ditelusuri, minimal dengan bertanya (jika sekiranya tidal paham dengan tulisan khas negara yang rekan kunjungi), In Sya Allah mereka mau menjawab dengan terbuka terkait makanan apa yang mereka suguhkan. Jangan terlalu husnudhzon yaa, jika terkait perihal begini, karena kita tidak tahu pasti dari apa makanan kita terbuat. Sedangkan jika ridha Allah adalah tujuan utama, hendaknya hal tersebut diperhatikan dengan seksama.