Saat ini
kepada waktu aku harus menanti
kepada masalah aku bilang pergi
kepada letih yang harus dilewati
kepada bahagia aku berhenti mencari
Untuk rindu yang sementara
atau rasa yang selamanya
akan kucari jawabannya
saat hujan mulai reda
â

tannertan36
Cosimo Galluzzi
Interview Vampire Daily
sheepfilms
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

titsay
Today's Document

Show & Tell
Game of Thrones Daily
occasionally subtle

oozey mess
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

shark vs the universe
NASA
Xuebing Du
$LAYYYTER
I'd rather be in outer space đ¸
seen from United States
seen from Colombia
seen from Indonesia
seen from United States
seen from Nicaragua
seen from Ecuador
seen from United States

seen from Uzbekistan
seen from Jamaica
seen from Tunisia
seen from United States

seen from Kazakhstan
seen from Mexico
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from India

seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
@indiratanjungsari
Saat ini
kepada waktu aku harus menanti
kepada masalah aku bilang pergi
kepada letih yang harus dilewati
kepada bahagia aku berhenti mencari
Untuk rindu yang sementara
atau rasa yang selamanya
akan kucari jawabannya
saat hujan mulai reda

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Jangan Percaya Kata-Kata
âPerbaiki diri sendiri dulu, baru boleh ngoreksi orang lain.â
âIpk itu gak penting, yang penting organisasi.â
âBanyak kok yang kuliah DO, tapi sukses.â
âHoki itu penentu dari kesuksesan seseorang.â
âSetiap orang punya waktunya masing-masing kok.â
âAnak itu hebat ya main bolanya/nyanyi/apa lah itu, bakat dari lahir turun dari ortunya.â
dsb.
dsb.
dsb.
Mungkin masih banyak lagi kalimat-kalimat umum seperti di atas. Sering kita dengar, tanpa sadar jadi pedoman hidup atau malah menjadi sebuah âalasanâ. Tanpa sadar seolah kalimat-kalimat tersebut adalah mantra sugesti kepada diri kita sendiri. Sebenarnya kalimat seperti itu tidak sepenuhnya salah, dan tidak sepenuhnya benar (yaiyalah, ngapain dibolak-balik sih hehe).Â
Agak bahaya sih kalimat-kalimat ini buat orang-orang yang kurang berpikir luas. Intinya bagus tapi agak menyesatkan. Misal untuk kalimat pertama, efeknya orang akan malas untuk menegur kalau ada orang lainnya salah. Padahal sama-sama berubah dan sama-sama memperbaiki lebih baik dibanding dengan sendiri-sendiri. Kurang-kurangin tersinggung, karena saya yakin orang berani menegur kesalahan orang lain sudah berpikir berkali-kali lipat dan membandingkan dengan dirinya sendiri sebelum mengatakannya. Walaupun memang faktanya, manusia lebih mudah untuk melihat kesalahan orang lain dibanding dengan dirinya sendiri.
Next, buat para mahasiswa kalimat gini pasti ada aja yang pernah ngucapin, entah alasan bercanda atau untuk menghibur kenyataan pahit. Ipk itu penting banget, walaupun nanti gunanya cuma sebagai persyaratan kerja. Sama kayak nilai-nilai di rapor pas kita sekolah, cuma jadi syarat buat dapet sekolah favorite. Aslinya penting kan sebenernya, tapi yang lebih penting lagi adalah ârasa banggaânya sih kan nanti bisa pamer ke orangtua, ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit-cicit. *gak perlu sampe cucu juga sih kayaknya :â)
Kalimat menyesatkan nomor tiga. Walaupun gak salah sih karena emang banyak cerita orang-orang sukses walaupun beliau-beliau itu DO alias Drop Out dari sekolah atau kuliahnya. Tapi kebayang ngga sih kalau kalimat ini dipakai alasan buat orang-orang yang aslinya nakal, gak mau belajar, susah diatur, dan males. Yasudahlah.
Di berita aja diliput cuma 11 orang kok, dari sekian milyar penduduk bumi. Lagian beliau-beliau itu pas jamannya pastinya gak pernah beralasan âgapapa kok DO, banyak orang sukses walaupun DO atau gak sekolahâ.
Terkahir deh digabung aja, namanya hoki, belum waktunya, atau pun bakat hal tersebut tidak bisa dikambing hitamkan. Dalam kehidupan semuanya karena adanya sebab akibat. Orang yang hoki mungkin saja balasan dari perilaku atau kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan sebelumnya, bukan tiba-tiba. Belum waktunya kerja, belum waktunya nikah, belum waktunya lulus, mungkin karena memang orang tersebut belum usaha maksimal, belum berdoa dengan tulus. Sedangkan orang berbakat, mereka adalah orang-orang yang tekun belajar dan berlatih tanpa bosan. Manusia itu makhluk tanpa batas, asalkan bisa mengorbankan waktu dan tenaga. Jadi, jangan percaya kata-kata yang terpenting adalah usaha dan doa.
Tentang Jarak
Untuk kata tunggu
rasanya tidak semudah itu,Â
menghindari rindu,Â
dengan cara termangu.Â
Boleh jadi hari atau minggu,Â
boleh jadi bulan atau tahun.Â
Menuntut kata setia,
bagiku untuk apa,Â
ketika saat ini aku percaya,Â
kepada kata kita tanpa ada ketiga.Â
Mungkin curiga ada,
tapi waktu terlalu berharga,Â
sia-sia jika dengan prasangka.Â
Tak masalah jarak berjuang,Â
karena hati tahu kemana akan pulang.
Menyimpan kekecewaan yang berujung dendam itu melelahkan. Melelahkan. Ada pilihan untuk mengikhlaskan. Dan menjadikan pelajaran.
(via achmadlutfi)
Akal yang Terkalahkan
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang selalu penuh dengan pertanyaan. Ada yang haus akan pengetahuan, ada pula yang haus akan keinginan. Kedua hal tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dalam dirinya atau pun lingkungan sekitarnya. Sayangnya pengetahuan dan keinginan manusia tidak selalu tentang hal yang positif. Memilih hidup yang lurus mungkin akan menjadi sulit. Karena perspektif baik dan buruk saat ini menjadi tidak tegas dan jelas. Dengan menggunakan alasan perubahan zaman, kadang hal tabu seakan menjadi lumrah. Hal baik dinilai salah, hal buruk dinilai benar. Lucunya lagi, mayoritas orang-orang menjadi terbiasa melihat kesalahan tanpa usaha untuk mengingkatkan dan membenarkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Disaat kamu membuat sebuah keputusan atau pilihan, disaat yang sama kamu sedang mengorbankan sesuatu yang entah kamu sadari atau tidak.
Setiap pilihan dan keputusan akan selalu memiliki konsekuensi, ada hal-hal yang dikorbankan seperti waktu, tenaga, dan segala hal yang mungkin kita sadari sehingga pada suatu ketika, kamu menyesal atas pilihan atau keputusan yang pernah kamu buat. Jangan sampai itu terjadi.
Mulailah dengan melihat lebih dalam dan teliti setiap langkah kaki dan keputusan, sebab mau tidak mau memang kamu harus memilih jalanmu.
Bismillah :)
Waktunya masuk ke gua. Belajar menghadapi sunyi dengan cara sendiri.
(via hujansamudra)
Biarkan Salah
Nyatanya memang tidak ada manusia yang sempurna. Ketika memaksakan kehendak untuk terus berada di jalur yang benar tapi belum tentu baik. Sering kali kesalahan mengajarkan kita banyak hal. Ada beberapa hal yang salah yang mungkin dilakukan, kemudian baru tau kalau itu adalah hal buruk. Namun ada beberapa hal yang tidak seharusnya dicoba atau pun diragukan kalau sesuatu itu buruk dan salah. Jadi untuk beberapa hal rasanya âpenasaranâ boleh saja, ketika kita tau batas. Pada akhirnya kita akan mendapat jawaban pasti seperti âohh seperti ini ternyata, udah deh kapok gak akan nyoba lagiâ.
Book of the week:Â American Gods by Neil Gaiman
Get the FREE Kindle Reading App

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Book of the week:Â American Gods by Neil Gaiman
Get the FREE Kindle Reading App
Tentang Rasa
Aku ajukan beberapa pertanyaan tentang rasa, yang kudapat hanya gelisah. Bahkan logika tak dapat kuandalkan. Entah takdir atau kebetulan semata yang membawamu kepadaku. Jelas aku tidak lagi bisa menghindar.Â
Aku bukan penyair yang mampu merangkai kata-kata indah sebagai perumpaan rasa. Bagaimana itu mungkin, ketika kamu datang yang kulakukan hanyalah sibuk tersenyum. Terlalu mudah untuk dipertanyakan mengapa dan bagaimana. Karena jawabannya sederhana, aku jatuh cinta.
âŚapakah dengan menjadi sungai aku bisa bertemu denganmu di lautan? Apakah dengan menjadi diriku sendiri aku bisa menemuimu tanpa penolakan? Rasanya bagi yang jatuh cinta, kekhawatiran seringkali mengalahkan keberanian.
Seharusnya kau bisa memutuskan pilihan dengan mudah. Namun, menjadi sulit karena pikiranmu yang rumit.
(via rantingkecil)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
milik
âThe world is a vehicle for you. If you drive it, it will deliver you to your destination. If it drives you, you will be destroyedâ
Ada kalimat menarik dari buku terakhir yang saya khatamkan. Bunyinya, âKita merindukan sosok semacam Abdurrahman bin Auf maupun Ustman bin Affan radhiyallahuâanhuma yang kaya raya. Tetapi mereka bukanlah orang yang haus harta dan sangat bersyahwat terhadap dunia. Mereka kaya sebagai akibat, bukan tujuanâ
Bukan tujuan. Ya, baris penutup memuat pelajaran tersirat agar kita menjemput rejeki dengan sebaik-baik niat dan cara. Nyatanya, kita tau segelintir orang yang dikendalikan obsesinya untuk menjadikan kekayaan sebagai tujuan akhir dan menghalalkan segala cara demi mencapainya. Yang penting kaya. Titik. Merampas hak orang lain, menipu konsumen atau merusak lingkungan dianggap sebagai âbiayaâ tak kasat mata yang memang harus dikeluarkan. Tujuan yang mereka buat, tuntas mematikan rasa, meniadakan etika dan membutakan mata.
Sebaliknya, pikiran selayaknya dua sosok mulia yang namanya tertulis di awal, berisi anggapan bahwa kekayaan adalah tambahan bekal untuk perbuatan-perbuatan baik berikutnya. Urusan rejeki enggak gampang bikin mereka baper karena memang kadarnya udah ditakar dan enggak mungkin tertukar. Penambahannya enggak membuat jumawa, pengurangannya juga enggak membuat nestapa. Kepunyaan atau ketidakpunyaan enggak bikin si empunya ngerasa harus memperlihatkannya ke khalayak.
Kalau Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah bilang, âWhen there is money in your hand and not in your heart, it will not harm you even if it is a lot; and when it is in your heart, it will harm you even if there is none in your handsâ.
Jadi jangan heran kalau ngeliat pekerja keras yang karakternya apik, sederhana dan enggak kemaruk. Mungkin, rejeki atas kecermatan mereka datang dalam bentuk kesehatan, keselamatan, kelancaran atau ketenteraman. Kalau kata sahabat saya, gaji dan rejeki itu dua hal yang berbeda. Gaji dijemput dengan kerja, rejeki dijemput dengan takwa. Untung, tanggung jawab atas perkara menghidupi-hidup melampaui usia kita di dunia. Dengannya, kita punya pengingat jangka panjang setiap kali berurusan sama pendapatan.
Betapa meruginya mereka yang memperkaya diri lewat cara-cara yang penuh pelanggaran. Tujuan untuk sebatas berharta melimpah mungkin tercapai. Tapi, akan ada dahaga yang enggak pernah tercukupi pada diri mereka karena gersangnya keyakinan. Ketenteraman yang didamba-damba enggak kunjung datang dan mereka terus terjebak dalam ketidakcukupan yang tak berujung. Sungguh betapa sayangnya hasil yang diperoleh dari mengorbankan kesementaraan untuk sebuah keabadian.
Tapi, bukan berarti bertujuan jadi kaya itu salah. Tentu enggak salah kalau kelebihan itu bisa jadi kendaraan untuk kita meneruskan dan menghidupkan lebih banyak kebaikan. Urusan utamanya bukan semata-mata jadi kaya, tapi juga melaju dengan berbekal ilmu dan iman supaya enggak ada hak yang terlanggar dari langkah yang dipijak. Kalau kekayaan datang sebagai akibat atas saldo kebiasaan baik, maka tentu ia bersebab dari amal-amal yang hasan.
Cermati kewajiban-kewajiban, karena di baliknya ada hak yang enggak boleh luput ditunaikan. Cermati tahapan-tahapan, karena nilai sebuah ketercapaian juga bergantung pada pelaksanaan.
Dengan menempatkan tujuan lebih jauh dari kesementaraan, kekayaan bisa menjadi akibat. Maka, dari mana datangnya setiap akibat baik kalau bukan dari-Nya? Di balik kerendahan hati mereka yang kaya karena akibat, biasanya turut hadir kesederhanaan untuk mengambil bekal secukupnya dan menggunakanya demi sebaik-baik alasan aja. Dalam hati mereka, bersemayam keyakinan bahwa dari setiap peser harta yang dipunya akan dipertanyakan dengan cara apa ia terkumpul dan kemana ia pergi.
Martin: But donât worry, everything will be fine.
John: How can you say that?
Martin: Because sometimes when things get tough, denial is all we have.