If you really want to do something you’ll find a way, but if you don’t you’ll find an excuse
Jim Rohn
h

Product Placement
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
we're not kids anymore.

❣ Chile in a Photography ❣
One Nice Bug Per Day
art blog(derogatory)

pixel skylines
EXPECTATIONS
The Bowery Presents
KIROKAZE

macklin celebrini has autism
occasionally subtle
$LAYYYTER

ellievsbear
TVSTRANGERTHINGS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from Russia

seen from Vietnam

seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from Russia
seen from Japan

seen from United States

seen from Germany
seen from Australia
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Egypt
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
@hadiinurul
If you really want to do something you’ll find a way, but if you don’t you’ll find an excuse
Jim Rohn

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Make a purpose in life, don't activate your autopilot. You only life once, but that's more than enough
Kita tak akan pernah tau akan menjadi seperti apa diri kita di masa depan. Semua tergantung pada apa yang kita pilih, dan kesempatan apa yang kita ambil
Buka Kacamata Kudamu
Buka kacamata kudamu, Karena dunia ini begitu luas. Buka kacamata kudamu Bukan untuk mengalihkan tujuanmu tapi untuk memperluas jangkauanmu.
Ku buka kacamata kudaku, dan....
aku pun mendapatkan sesuatu yang berbeda..
Ceritanya kemarin nyobain buat "buka kacamata kuda". ikutan acara YES Summit di kota surabaya. YES Summit atau Young Engineer & Scientist Summit itu acara Kolaborasinya para Insinyur dan ilmuwan muda. Saya memang suka kolaborasi, berbagi dengan orang dari disiplin ilmu berbeda. Tapi menurut saya ini pengalaman terunik dan menarik karena di YES Summit ini yang dibahas adalah masalah transportasi.
"Transportasi apa hubungannya sama Farmasi?" kata sebagian besar teman saya. Mungkin memang secara langsung terlihat tak ada hubungannya. tapi bukan berarti farmasis gak tau masalah transportasi kan? Kemacetan, polusi, dll.
Polusi mungkin masalah yang erat kaitannya dgn kesehatan. Kesehatan ya pastinya ada hubungannya dengan farmasi. jadi kesimpulannya ya masalah transportasi pun ada hubungannya jg sama farmasi.
Singkat cerita, abstrak yang saya ajukan ternyata diterima. sempet gak nyangka juga karena waktu itu ngerjainnya dihari-hari terakhir gara-gara kepotong UTS hampir dua minggu jadi ngerasa kurang maksimal. yasudahlah.
dan sampailah saya di kota Surabaya...
hari pertama langsung dianter ke penginapan, dan langsung bertemu teman-teman baru. senangnya disambut dengan ramah oleh teman-teman dari seluruh penjuru negeri.
agenda pertama YES Summit adalah makan malam bersama di rumah dinas Walikota Surabaya. *rasanya kayak jadi orang spesial banget bisa disambut sampe segitunya, duduk di meja bundar dan nikmatin makanan tradisional surabaya diiringi musik saksofone.
hari kedua dan ketiga dikasih materi seputaran transportasi mulai dari darat, laut, udara, sampai kereta api. materinya keren, nambah wawasan banget dan pembicaranya orang-orang super sekali.. meskipun ada beberapa part yang aku gak ngerti. hehe..
dari cluster darat yang aku pilih, kami dibagi beberapa sub cluster untuk merancang sebuah ide yg akan dipresentasikan ke stakeholder. saya masuk ke sub cluster Inovasi. sub cluster ini dituntut untuk merancang sebuah inovasi yang bisa diterapkan untuk kendaraan.
salah satu pengalaman yang sangat berharga di part ini adalah ketika bertemu dengan seorang mentor, yang aku juluki "Einsteinnya Indonesia". Bapak Krisna, sungguh bapak sangat menginspirasi kami semua. semoga sukses selalu menyertai bapak.
Saat presentasi final ke para stakeholder, ide dari kelompokku mungkin memang belum diterima. kami sadar bahwa merancang suatu kendaraan beremotor itu gak bisa dilakuin dalam sehari atau dua hari. tapi bukan berarti perjuangan kami harus berakhir sampai disini bukan? karena sungguh selalu ada skenario baik yang dibuat olehNya. dan itu terbukti karena bapak mentor kami ingin kami melanjutkan ide kami ini. Alhamdulillah..
Untuk generasi pelurus bangsa...
geng 215, Mas Reza, Eko, Fendi, Yosea, Ismail, Reyner, Alfan, dan Agung juga geng Maharastra Dinda, Steve, Mas Arwin, Bagus, Urwah, Roni, Lisdi, Gamal. dan semua teman-temanku di YES Summit 2014. Sungguh aku bangga bisa bertemu dengan kalian para engineer dan saintist muda. Sungguh aku bangga ketika melihat semangat kalian untuk membagun bangsa ini. semoga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Mari bersama-sama berjuang wahai calon pemimpin bangsa.
mengutip kata-kata dr salah seorang pembicara. "Scientist akan mengungkap setiap keajaiban yang belum diketahui orang lain. dan engineer-lah yang menerapkannya". Maka tak ada kolaborasi yang tak indah bukan?*
It’s World Environment Day! Jangan rusak dan Jangan tamak! Harus bijak dan Harus berakhlak! :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Saya punya teman. Sebut saja Oknum K. Oknum K ini adalah tipe orang yang sangat gesit memberikan jawaban jika ada seseorang yang bertanya tentang hal apapun di grup WhatsApp. Jawaban yang dia dapatkan berasal dari hasil pencarian di Google. Misalnya ada seorang anggota grup bertanya mengenai...
pretty cool science. :)
Kita Sepatutnya Malu
Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”
Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”
Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.
Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”
Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”
”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”
“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”
”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”
Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging b
Jangan pernah berhenti saat kamu lelah, tapi berhentilah saat kamu selesai.
Dan aku telah menyesali apa yang tak aku lakukan dimasa itu daripada apa yang telah aku lakukan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
pahlawan zaman sekarang.. :')
From Sabang to Merauke, islands lay in a row. Connected to become one, that is Indonesia [x]
(some alternate versions can be found here)
Indonesia :)
ya allaaaaaaaah betapa Engkau karuniakan segala keindahan untuk negeri ini :’
Masalah Lingkungan itu masalah kita semua..
Yuk sadar mulai sekarang!
ini lucu. :D
"Sesungguhnya kebaikan yang akan mengiringi seorang mukmin setelah ia meninggal adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shalih yang ia tinggalkan dan Al Qur`an yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun, atau rumah yang ia bangun untuk ibnu sabil (musafir), atau sungai yang ia alirkan (untuk orang lain), atau sedekah yang ia keluarkan dari harta miliknya dimasa sehat dan masa hidupnya, semuanya akan mengiringinya setelah meninggal."
HR. Ibnu Majah: 238

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apakah kita terlalu sibuk?
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox. Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu. Dia baca isinya: “Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini. Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan. Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya? Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi. Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu. Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar. Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah. Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu. Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis. Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu. Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja? Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi. Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi. Abah tidak minta banyak… Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadu pada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun. Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah. Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah. Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah. Maafkan abah atas segalanya.” Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.
keluarga KKNM banjarangsana... :) <3