Pulang
Ingin kurengkuh gagang rapuh yang menempel pada pintu tua lusuh
Kubayangkan aroma debu pada tiap sudut ruang sendu
Pernah berlagak aku menjadi cahaya
Namun dari niat saja sudah gelap gulita
Berujar menerangi seisi dunia
Sedang di sudut diri tersisa hampa
Apa yang kau tentang terang?
Penuntun jalan ketika kau hilang?
Secercah harapan saat dunia mulai remang?
Atau kilau kecil pembawa tenang?
Apalah aku ini?
Berani berujar "Akulah Cahaya"
Namun dalam duka aku berselimut Gulita
Memilih bersembunyi ke dalam ngarai
Tempatku menangis dan berandai
Dunia terlalu cepat !
Untukku yang berjalan begitu lambat
Pernah berlagak aku menjadi gelap
Namun dari niat saja aku sudah pengap
Berujar menjadi tempat aman bersembunyi
Sedang saat tersesat aku mulai lari
Apa yang kau tentang hitam pekat?
Tempatmu sembunyi walau sesaat?
Gua ternyaman untuk istirahat?
Atau waktu untuk memejam erat?
Apalah aku ini?
Berani berujar "Akulah Gulita"
Namun dalam hilang aku berharap Cahaya
Menikmati hangat sinar Mentari
Berdoa terang penghibur diri
Dunia terlalu dingin !
Untukku yang hidup berjuta ingin
Ingin kurengkuh gagang rapuh yang menempel pada pintu tua lusuh
Kubayangkan aroma debu pada tiap sudut ruang sendu
Aku hanya ingin pulang
Pada rumah yang telah aku kira hilang
Perapian bermandikan Cahaya
Kamar kecil berselimut Gulita
Bait bait tergantung pada tali yang terkait
Sajak sajak yang terpaku pada dinding rusak
Dan seseorang yang selalu memasukkan kayu ke dalam tungku
Setia menunggu dalam waktu yang tak tentu
Menulis puisi yang selalu menghiasi
Akankah ia ada disana ?
Beranjak kah dia dari kursi lusuhnya ?
Hilangkah pena itu dibawanya ?
Aku berharap dimanapun ia berada
Gulita dan Cahaya berebut memeluknya
For The Happiest Dolphin












