Semenjak kecil, gw memang sering mengkhayal punya teman dari buku cerita ataupun film, berharap mereka adalah teman yang nyata. Ya, gw memang punya imajinasi yang berlebihan. Maklum, mungkin itu disebabkan karena gw anak tunggal dan tinggal jauh dari orangtua yang bekerja di luar kota. Gw sering merasa sepi di rumah tanpa teman mengobrol. Akibatnya, gw jadi sering mengkhayal (bahkan sampai sekarang).
Dulu, gw sering berimajinasi punya teman Totoro, seekor(?) roh hutan dari anime Tonari no Totoro karya Hayao Miyazaki. Penampilannya yang seperti kelinci abu-abu besar lucu itu sangat mencuri hati saat gw masih kecil. Bahkan, saking sukanya, gw sampai nangis dimarahi orangtua gw karena tidak mau mengembalikan Laser Disc sewaan (duh tua ya gw) film tersebut; gw ketagihan menonton Totoro.
Kemudian, tentu jika yang pernah menonton, pasti ingin mempunyai teman seperti Doraemon. Bagaimana tidak, bayangkan menjadi teman seekor kucing robot yang bisa mengabulkan segala jenis permintaan lewat kantong ajaibnya; hidup tentu menjadi jauh lebih mudah. Bahkan sampai sekarang pun gw masih berkhayal ingin punya teman seperti Doraemon. Kalian mungkin juga berpikir begitu bukan?
Jika gw sebutkan satu per satu, mungkin tidak akan ada habisnya jumlah teman-teman khayalan yang ingin gw miliki. Terlalu banyak yang gw inginkan menjadi nyata. Sayangnya kenyataan itu pahit. Teman-teman khayalan tetaplah akan jadi khayalan. Begitu pula dengan imajinasi yang ada di pikiran seringkali hanya bisa menjadi bayangan semata. Namun, apakah kalian tidak menyadari bahwa kalian mempunyai teman khayalan yang "nyata"?
Ya, kita semua tidak sadar bahwa kita mempunyai seorang teman khayalan yang "nyata", yaitu diri kita sendiri.
Suara dalam pikiran kita, suara kita sendiri yang bergaung di dalam hati, adalah "teman imajinasi" yang selalu ada menemani kita. Dia ada di dalam kita, tanpa pernah absen, menjadi separuh bagian dalam diri kita. Dia adalah suara-suara yang memenuhi kepala kita ketika sedang menggunakan otak kita. Mungkin saja suaranya merupakan suara kita sendiri, mungkin juga terdengar suara orang lain. Hal itu tergantung apa atau siapa yang sedang kita pikirkan pada saat itu. Suara-suara tersebut adalah manifestasi semu dari imajinasi kita.
Gw sendiri terinspirasi menulis ini setelah membaca sebuah komik di website bernama DoodleAlley. Komik berjudul "You vs You" tersebut adalah salah satu dari sekian banyak karya milik Stephen McCranie yang menuliskan essaynya dalam bentuk web-comic. Dalam karyanya, ia menggambarkan bagaimana seringkali kita tidak mengerti diri kita sendiri sehingga kita kesulitan untuk meraih sukses. Padahal, jika kita mengerti bagaimana memposisikan "separuh diri" ini sebagai seorang teman khayalan yang ada untuk membantu dan memotivasi kita, bukan tidak mungkin kita bisa mencapai mimpi yang kita inginkan.
"I wrote this essay to make people aware of an important aspect of self motivation– that there are two distinct parts of you involved– the self, and the motivator. Facilitating a healthy relationship with yourself– that is to say, treating yourself with grace and compassion is key to a sustainable and motivated creative practice." - Stephen McCranie
"Essay ini ditulis agar orang-orang menyadari dua sisi penting dalam memotivasi diri, yakni sisi "diri sendiri" dan sisi "pemotivasi". Menjaga keseimbangan hubungan dua sisi tersebut, dengan menghargai dan menghormati diri sendiri, adalah kunci untuk tetap kreatif dan termotivasi." - Stephen McCranie
(thanks @momo_moow for translating and proof-reading)
Khayalan dan imajinasi juga bisa diibaratkan sebagai mimpi, di mana kita menginginkan sesuatu yang mungkin susah kita dapatkan, atau bahkan mustahil sama sekali. Semua orang bebas untuk bermimpi. Namun tentu, jikalau mimpi itu tidak mustahil dan bisa kita raih, mengapa tidak mencoba untuk mendapatkannya? Memang, mimpi yang kita inginkan tidak akan mudah untuk didapatkan, contoh: dalam pekerjaan tentu kita ingin meraih sukses. Jalan untuk menuju sukses tersebut tentu juga sangatlah berat dan penuh rintangan. Apa yang terjadi jika kita merasa terbebani oleh rintangan-rintangan tersebut? Bukan tidak mungkin kita akan menyerah dalam meraih mimpi kita.
Bagaimana cara agar kita tidak menyerah dalam meraih sebuah mimpi? Simple. Dengarkan nasihat dari "teman khayalan" anda, "separuh diri" anda yang lain. Namun, jangan mentah-mentah menerima apa yang suara tersebut katakan. Harus ada sinergi yang baik antara diri kita dan pikiran kita yang memotivasi agar kita merasa terbantu. Cobalah untuk mengerti diri sendiri; bahkan cobalah untuk merubah cara berpikir kita jika memang pola pikir kita yang lama itu tidak efektif.
Jika memang mimpi atau tujuan yang ingin kita raih itu terlalu besar, "potong-potonglah" menjadi beberapa bagian kecil-kecil agar bisa kita capai satu per satu dengan lebih mudah. Jika memang pekerjaan kita terasa terlalu berat dan tidak menyenangkan, janganlah merasa terbebani; melainkan cobalah mencari cara untuk membuat pekerjaan tersebut menjadi menyenangkan. Ajak separuh diri anda untuk berpikir bersama bagaimana agar mimpi yang tadinya mustahil menjadi sesuatu yang bisa kita raih, one step at a time.
Gw sih tidak mau menyerah, dan gw sedang mencoba meraih mimpi gw. Bagaimana dengan kalian? :)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengapa kita tersenyum? Kapankah kita harus tersenyum? Perlukah alasan untuk tersenyum?
Mungkin hal-hal random seperti itu yang muncul di pikiran gw yang menginspirasi gw untuk membuat tulisan ini. Terdengar simple, tapi gw merasa perlu untuk share apa yang gw pikirkan mengenai sang perwujudan konkrit dari kebahagiaan, yang merupakan salah satu emosi dasar manusia, ini. Memang sepertinya tidak terlalu penting, tapi gw cukup senang jika beberapa dari kalian menyempatkan waktu untuk membaca tulisan singkat ini.
Gw percaya akan kekuatan sebuah senyum. Ia akan memberi motivasi, membuat gw stabil, dan mengontrol bagaimana gw akan menjalani hari. Senyum itu mengingatkan gw bahwa dalam hidup yang waktunya terus berlalu cepat ini, gw harus selalu menanamkan dalam pikiran gw untuk terus semangat dan mensyukuri hal-hal yang terjadi, sekecil apapun itu. Saat bangun pagi, gw mencoba untuk ingat akan berdoa; bersyukur bahwa gw kembali diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk sekali lagi bangun dari tidur dan beraktivitas. Selesai berdoa, seketika itu pula gw tersenyum, menyadari bahwa dari sekian banyak manusia di Bumi ini, gw masih dianugerahi napas dan kehidupan. Sederhana, tapi senyuman itu memotivasi gw untuk menjalani hari gw dengan kebahagiaan. It sets my mood for the day.
Smiling is contagious. Senyum itu menular. Tidak percaya? Cobalah untuk berdiri di depan cermin dan tersenyum. Gw berani menjamin bahwa bayangan yang ada di dalam cermin juga akan tersenyum balik.
*dilempar sendal*
But, seriously speaking, pernyataan di atas itu memang benar. Seringkali kita akan ikut tersenyum ketika seseorang tersenyum, seakan kita tertular perasaan bahagia yang sedang dialami orang tersebut. Cobalah mengingat saat-saat ketika kita sedang berpapasan dengan orang, baik orang tersebut teman, keluarga, orang yang baru dikenal maupun tidak dikenal. Seringkali jika kita tersenyum pada mereka maka mereka akan tersenyum kembali kepada kita. Lucu, mengherankan, dan tanpa sebab semua senyum itu bisa terjadi dan tersebar. Ataukah itu memang reflek dasar dari manusia? Gw tidak mau berpikir panjang, yang jelas: berbagi kebahagiaan itu sederhana, bisa dimulai dari sebuah senyuman, karena dalam sebuah senyuman tulus terkandung banyak makna yang bisa ditangkap oleh seseorang.
As my personal favorite song from Kutless says in its lyrics: "A smile says it all."
Secara tidak langsung, dari sebuah senyum, kita bisa berbagi perasaan senang kepada seseorang. Mungkin ketika seseorang sedang berada dalam sebuah masalah, ketakutan, atau kebimbangan, kita bisa meringankan sedikit beban dengan mengajak atau membuat mereka tersenyum. Sejenak mereka akan merasa terbebaskan dari masalah yang membuat mereka sedih dan ikut dalam perasaan gembira. Percayalah, bahwa hal itu akan membantu mereka, meskipun sedikit.
Jadi, apa yang mau gw sampaikan lewat tulisan singkat ini?
Sederhana. Seperti nama gw, Jovi, derived from the word "jovial" yang berarti periang atau gembira, I want to live up to my parents' wish. Gw ingin menjadi seseorang yang menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain. Gw hanya ingin sharing cara simple untuk menyebarkan kebahagiaan, yaitu dengan tersenyum. Harapan gw adalah dengan membaca tulisan ini, kalian juga bisa ikut menyebarkan kegembiraan dan senyuman di mana pun kalian berada. Ingatlah bahwa membuat dunia menjadi lebih baik itu tidaklah susah, hanya perlu dengan menyebarkan hal positif yang membuat seseorang termotivasi untuk lebih semangat menjalani hidup.
Semua itu bisa dilakukan dengan cara yang mudah, tersenyumlah kepada orang lain, minimal satu kali dalam sehari. A smile a day keeps the sadness away.
So... kamu yang di sana, sudahkah kamu tersenyum hari ini? :)
Curahan hati singkat tentang si beruang pemimpi - Rena Nozawa
18 Juni 2013, hari yang mungkin tidak akan gw lupakan. Sebuah hari di mana satu sejarah ditorehkan di 48Group: seorang member dari sebuah overseas sister group mendapat status double team, yaitu JKT48 dan juga AKB48. Bangga? Tentu, pencapaian ini merupakan sebuah kesempatan yang terbuka bagi JKT48 untuk semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional. Dan hal yang membuat gw semakin bangga adalah member tersebut adalah oshimen gw, si beruang pemimpi, Rena Nozawa.
Hal ini membuat gw shock. Sangat shock. Dari awal, gw sudah tahu dia tidak akan selamanya di JKT48. Semenjak gw melihat profil dirinya bahwa dia tinggal di Indonesia karena pekerjaan orangtuanya, gw tahu suatu saat, cepat atau lambat, dia akan meninggalkan Indonesia. Meskipun begitu, gw tetap menjadikan dia oshimen gw.
It's my choice, it has to have consequences.
Sayangnya, hari itu datangnya sangat cepat. Gw tidak bisa melihat dia perform; tidak bisa mendengar suaranya saat mengumumkan bahwa dia harus pergi. Gw tidak mendapat kesempatan untuk menonton pada malam itu. Entah bagaimana, gw punya feeling bahwa gw harus nonton hari itu juga. Bahkan, di saat gw tahu bahwa nomor antrian WL gw sebenarnya sudah benar-benar tidak mungkin akan masuk, yaitu nomor 76, gw tetap berharap untuk bisa menonton. Dari siang, bayangan dia di dalam pikiran gw selalu muncul entah mengapa. Gw mulai resah, feeling gw tidak enak. Gw sendiri bertanya-tanya di dalam hati, "Kenapa sih harus nonton hari ini? Ada apa sih?"
Bad feeling gw menjadi kenyataan. Di saat gw tidak bisa menonton, tiba-tiba ada pengumuman bahwa dia akan pindah. Gw terduduk lemas di kursi gw, memandang timeline Twitter, chat FB, dan chat LINE yang semua mengabarkan bahwa Rena akan pindah. Dada gw langsung berdetak tidak karuan. Namun, gw tetap menahan kesedihan gw. Gw menahan tangis, gw mencoba untuk tegar.
...
...
...
Sampai akhirnya, gw menemukan history chat di grup FB gw; saat di mana gw cerita ke teman-teman gw tentang kesan gw menghadiri seitansai (perayaan ulang tahun) Rena, 8 Mei 2013 lalu.
Di saat gw baca history chat gw lagi, dan mengingat speech dia di malam itu, gw sudah tidak kuat menahan tangis. Luapan kesedihan gw karena tidak bisa menonton saat dia mengumumkan kepindahannya tidak bisa gw bendung. I cried...all night.
Sampai akhirnya gw terbangun di pagi hari, dan gw menyadari bahwa gw menangis sampai tertidur. Mata gw merah dan masih sedikit bengkak ketika gw menulis ini. Namun, semua kesedihan semalam sudah bisa gw simpan. Gw tersadar, gw kembali mencoba kuat, dan gw merasa lebih tenang sekarang. Itulah mengapa gw memutuskan untuk menulis tulisan ini; gw ingin berbagi cerita dengan kalian semua. Mungkin, sudah tidak terlalu banyak yang bisa gw tuliskan, karena kalian bisa membaca sendiri bagaimana perasaan gw terhadap Rena di screenshot chat log FB gw di atas. Semua kesan-pesan gw hampir semua terangkum di situ.
Namun, ada hal yang ingin gw sampaikan melalui tulisan ini:
Rena Nozawa adalah salah satu dari sekian banyak member yang merupakan seorang pekerja keras. Dia pantang menyerah, selalu berusaha yang terbaik, dan selalu enerjik. Tentu dia mempunyai kekurangan, tapi dia selalu berusaha menutupi dan memperbaikinya dengan usaha keras dan senyumnya. Bagi gw dan bagi para fansnya, dia adalah seorang member yang sangat luar biasa. Dia adalah keberadaan yang memicu semangat bagi gw untuk tetap maju apapun halangannya untuk meraih mimpi.
Ambil sisi positif dari kepindahannya ke Jepang. Taruh di dalam ingatan kalian semua bahwa harapan kita besar untuk Rena agar menjadi salah satu yang membawa nama JKT48 untuk lebih dikenal di dunia luar melalui perannya di AKB48. Kesempatan itu tidak akan dia sia-siakan; kesempatan baginya untuk "menuliskan" cerita baru di luar sana. Seperti satu harapan yang benar-benar sederhana yang dia utarakan saat speech hari ulangtahunnya: dia ingin bahwa semua orang melihat dan percaya kalau dia pasti bisa. Rena pasti bisa.
Gw, dan kalian semua, harus bangga bahwa dia adalah oshimen yang luar biasa. Dia telah menjadi kekuatan bagi kita semua, dan kita terus mendukung dia. Dan sekarang, di mana kita akan jarang bertemu dengannya, di mana dia jauh di sana, kita akan semakin kuat dan tulus untuk mendukung dia. Sekarang, kita lah yang harus berteriak keras:
A newbie's review of JKT48 Trainee's new setlist - Boku no Taiyou
Hai, kenalin dulu nama gw Jovi, salah satu dari fans newbie dari idol group lokal yang jadi kebanggaan kota kita, JKT48. Kenapa gw bilang newbie? Well, gw sendiri sebenarnya sudah terjerumus ke dunia peridolan dari semenjak jaman Morning Musume, tapi baru mendalami JKT48 ini sekitar awal tahun 2013 ini. So, please go easy on me, ok?
Gw ga mau bercerita banyak tentang diri gw, kapan gw kenal JKT48, oshi gw siapa, dan sebagainya (keep it for later, nanti ada tulisan lainnya), karena kali ini gw mau membagikan kesan pribadi gw mengenai setlist terbaru dari JKT48 Trainee yaitu:
Boku no Taiyou, atau Matahari Milikku!
*disclaimer: review ini merupakan pandangan pribadi penulis amatir yang bersifat sangat bias terhadap member yang lebih banyak diperhatikan tetapi juga berniat untuk menulis review yang objektif supaya bisa dinikmati semua orang dan supaya tidak ditimpuk sendal oleh pihak-pihak yang merasa tulisan ini berat sebelah.
Udah ngerti? Mari kita mulai.
So, gw sendiri mendapatkan kesempatan untuk menonton shonichi (hari pertama) *uhukdan2hariberikutnyauhuk* setlist terbaru dari tim Trainee ini. Sebenernya sih gw ga menang tiket verif, maka dari itu saat hari pertama gw dateng ke FX pas hari Jumat, 17 Mei 2013, sekitar jam 2 siang, berharap ada waiting list. Memang beruntung, ternyata ada WL dibuka untuk 30-50 orang, dan gw masuk urutan orang ke-14 waktu itu. Langsung aja gw contact teman, sebut saja @Arcapt_ dan @Ipad_krn yang langsung bergegas datang.
Setelah dibuat berdiri menunggu sedemikian lama, akhirnya kami dapat masuk ke dalam theater setelah bingo untuk semua pemegang verif tiket selesai. Di dalam, kami berdiri di standing area di dekat pintu (dekat tiang kiri), dan bersiap-siap untuk menonton. Terlihat adanya tempat berdiri khusus untuk media press yang meliput di area tengah sekitar pengatur sound serta lighting.
Show Part 1 - Group Songs pt. A
Suara khas bel sekolah berbunyi tanda dimulainya pertunjukan. Kemudian terdengarlah suara kage-ana (shadow announcer) yang sudah tidak asing lagi di telinga gw; suara seorang anak SMK yang sering diledekin sebagai anak STM suka tawuran; salah satu member favorit gw di JKT48 Trainee, Cindy Yuvia, a.k.a Yupi!
Ucapan pengumuman selamat datang pun ia lontarkan serta aturan-aturan reguler theater yang sudah tidak perlu disebutkan panjang lebar di sini. Setelah selesai, terdengarlah sorakan khas tim Trainee dari belakang panggung, terdengar sampai bangku penonton:
"Ceria, pantang menyerah, selalu berjuang meraih mimpi. JKT48 Trainee...YEAY!"
Overture berkumandang, chant mix diteriakkan, gemerlap dan ayunan lightstick pun terlihat melengkapi antusiasme para fans yang sudah menunggu-nunggu penampilan setlist baru ini. Seketika, tepuk tangan meriah mengiringi bayangan para member yang memasuki teater dalam kegelapan panggung. Pertunjukan sebenarnya dimulai.
Dreamin' Girls
Show dibuka dengan salah satu lagu dari sekian banyak lagu yang gw tunggu-tunggu untuk dibawakan oleh tim Trainee, "Dreamin' Girls". Gw yang penasaran seberapa baiknya mereka bisa membawakan lagu acapella ini ternyata cukup terpuaskan dengan kualitas vokal para member. Dibalut dengan seifuku putih merah serta rompi hitam yang membuat penampilan mereka sangat manis, para member terlihat bersemangat bernyanyi sambil bertepuk tangan; pemandangan yang cukup berbeda dengan para fans yang terdiam, mungkin karena terbuai penampilan mereka, sedang menikmati show, ataupun belum tau harus berbuat apa karena setlist ini baru buat mereka. Gw sendiri termasuk salah satu dari sangat sedikit fans yang ikut bertepuk tangan mengikuti para member, dan ikut bernyanyi di saat suara kedua "aaaa" muncul. Sambil menikmati show, mata gw melakukan proses scanning untuk tau siapa saja yang perform malam itu dan posisi mereka.
"Mantap juga formasi malem ini," kata gw dalam hati. Lalu, mata gw mengamati lebih lanjut posisi mereka, dan gw cukup terkejut. Yupi ada di posisi center depan, dan Kariin pun ada di salah satu posisi terdepan, sedangkan member yang biasa di tempat tersebut seperti Vinny dan Ayen ada di belakang. Sebuah variasi yang menarik dan berani, cocok sebagai salah satu wow-factor dalam setlist yang akan penuh kejutan ini.
Overall, lagu pembuka ini cukup menunjukkan karakter khas dari vokal para member tim Trainee. Semua member menyanyikannya sambil bertepuk tangan, menghentakkan kaki, dan tersenyum semangat.
Sebuah pembuka yang manis.
RUN RUN RUN
Masuklah show pada lagu kedua, "RUN RUN RUN"; sebuah lagu dengan hentakan drum, suara gitar, dan bassline yang benar-benar catchy. Penonton pun mulai ikut bersemangat dengan melontarkan chant dan mengayunkan lightstick. Gw pun ikut larut dalam kegembiraan, tentunya sambil tidak lupa memperhatikan para member.
Masing-masing member memperlihatkan pesona mereka masing-masing dengan bernyanyi serta menari dengan penuh energi. Setelah melepaskan rompi hitam mereka, penampilan tim Trainee sangatlah ceria. Apalagi di bagian reff, dancenya sangat menghibur dan keren, membuat gw dan @Arcapt_ langsung mengikuti gerakan mereka. Gw bersyukur mengenai 2 fakta; pertama, bahwa gw berada di standing area jadi bisa ikut dance dengan ruang yang cukup luas; kedua, di dalam theater itu gelap jadi orang lain tidak terlalu bisa jelas melihat kami yang ikut-ikutan menari layaknya cacing kepanasan. Puji Tuhan sampai saat ini belum pernah ada sendal melayang ke arah kami.
Di lagu ini, terlihat beberapa member masih agak lupa-lupa gerakan dancenya. Mungkin faktor grogi serta belum terbiasa dengan setlist baru membuat mereka melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang bisa dimaklumi, contohnya: ada 1-2x Yupi terlalu cepat masuk gerakan dan Yona yang sempat sedikit lupa di bagian reff. Tidak hanya mereka, beberapa member pun terlihat kurang sinkron di bagian tersebut, kalau kalian tau lirik dalam bahasa Jepang dan dancenya, adalah di part "...watashi zensokuryoku de..".
Meskipun begitu, penampilan mereka sangatlah menghibur, membuat kesalahan-kesalahan tersebut sangat kecil porsinya dalam penilaian gw tentang lagu ini. I had fun with this song!
Mirai no Kajitsu
"Boys and girls~~!"
Tidak banyak yang bisa gw ceritakan mengenai performance tim Trainee di lagu ini. You guys are already familiar with them singing this, aren't you? Dance and vocal-wise, mereka terbilang sangat baik, mengingat waktu latihan untuk lagu ini pasti lebih banyak karena "Mirai no Kajitsu" adalah lagu coupling yang terdapat dalam single CD "RIVER", di mana lagu ini telah dibawakan sebagai bonus song oleh Gen 2 bahkan saat mereka masih perform setlist Pajama Drive.
Namun dengan kostum yang mereka pakai saat menyanyikannya di setlist baru ini, memberikan nuansa berbeda yang terasa lebih manis dan cute. Selama ini mereka membawakan lagu ini di theater dengan kombinasi kostum kemeja putih, kaos JKT48 merah, dan celana jeans; sedangkan kalau di show TV mereka mengenakan seifuku merah putih sama seperti saat menyanyikan "Heavy Rotation".
Overall for me, another enjoyable performance.
Viva! Hurricane
One of my favorite songs in the setlist! Dan ternyata JKT48 Trainee membawakannya dengan mengagumkan. Gw yang awalnya skeptis (sok tinggi bahasa lu, bilang aja ragu!) karena dancenya yang agak tricky pun terperangah melihat perform mereka. Seperti judul lagunya, gw dan para penonton lainnya seperti terkena badai. Tapi tetap aja, gw mencoba ikut gerakan para member. #kuran666pakebun666at
Salah satu yang menyita perhatian gw adalah Naomi, di mana dari segi dance di lagu itu dia adalah salah satu yang paling bersinar. Di lagu ini, gerakannya luwes, penuh energi, dan almost perfect. Dikombinasikan dengan senyumnya yang cantik, membuat gw susah untuk mengalihkan konsentrasi ke member lain. Ga salah memang kalau Naomi masuk dalam salah satu top dancers tim Trainee.
Kejutan datang dari Kariin yang di lagu ini berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu member yang patut diperhatikan. Gw melihat dia perform dengan serius dan energik, tapi juga terlihat enjoy membawakan lagu "Viva! Hurricane" ini. Gw senang bahwa Kariin diberi kesempatan untuk lebih terekspos dalam setlist ini, dan dia sendiri tidak menyia-nyiakan kepercayaan tersebut. Bravo Kariin!
Hal yang menurut gw cukup lucu adalah saat dance routine di mana para member seperti terbawa angin. They brought it both playful and clean. Gw sempat ketawa ketika adegan Yupi seperti kebawa angin ke kiri, terus diselamatin Kariin; dalam pikiran gw, "Dua-duanya badan ringan begitu bisa terbang kali ya kebawa angin."
Ampun dek, jangan gebukin aku ya pake stand mic... *kasih pizza ke Yupi + Kariin*
Show part 2 - Unit Songs
Setelah perkenalan dan MC dari masing-masing member - to be honest, gw lupa MCnya apa, sekali lagi plis jangan timpuk gw pake sendal - tiba saatnya gw melihat kepastian dari line-up unit songs yang sudah banyak cenayang, dukun, guru spiritual, dan bandar togel coba untuk singkap kabut misterinya.
Gw sendiri sebelumnya sudah punya prediksi siapa masuk di unit song mana. Cuma berhubung tingkat intelegensia gw yang di mana untuk prediksi main game suit Naruto di Timezone lawan anak TK aja bisa kalah, gw ga berani untuk buka mulut. Let the moment of truth begin!
Idol Nante Yobanaide
Formasi: Yupi, Kariin, Nadila, Naomi
YES! Gw sudah menduga Yupi akan masuk dalam unit song ini. Image dirinya yang lucu serta manis membuatnya sebagai sebuah pilihan pasti untuk dimasukkan dalam lagu ini. Begitu juga dengan Kariin dan Nadila. Kehadiran mereka bertiga menghidupkan image cute dalam unit song ini dengan karakter khas mereka masing-masing.
Lalu, gw menyadari sebuah kejanggalan. Gw mulai mencoba berhitung, "Yupi...lucu. Kariin...lucu. Nadila...lucu."
Tiba-tiba gw agak kaget, "LHO KOK ADA NAOMI?"
Yup, sebuah pertanyaan besar yang muncul di kepala gw saat menonton lagu ini dibawakan oleh mereka berempat. Kenapa Naomi yang imagenya cantik dan seksi ditempatkan di unit song yang lebih menekankan image manis dan lucu?
Di saat beberapa orang punya pendapat "Wah Naomi ga cocok!", "Salah tempat ini Naomi.", dan sebagainya, gw sendiri ga mau terlalu pusing akan hal-hal tersebut. Gw pribadi melihat hal ini adalah sebuah challenge untuk Naomi, sebuah tantangan di mana dia diuji kemampuannya untuk bertumbuh kembang dalam sebuah nuansa yang berbeda dari image yang dia bawakan di Junjou Shugi. Bila dalam ke depannya dia bisa dengan sukses membawakan lagu ini, gw rasa bukan ga mungkin itu menambah satu lagi kualitas pada dirinya yang patut diacungi jempol.
All things aside, lagu ini dibawakan oleh keempat member dengan baik. Yupi menunjukkan kualitasnya sebagai center yang imut, Kariin yang bersemangat, Nadila yang lucu dan genit, serta Naomi yang surprisingly bisa membawa aura cantik masuk ke dalam unit song ini, membuat performance mereka menjadi entertaining.
Another notable thing you'll notice in this song: kostum putih cheer backdancernya juga hampir sama manisnya dengan kostum pink menyala performer utamanya. Kepala gw pusing dan mata gw juling harus lihat sana-sini.
Gw, @Arcapt_, dan @Ipad_krn mempunyai pendapat yang sama mengenai unit song yang satu ini. Ayen nailed it! Ga salah gw bisa bilang dia sebagai salah satu top performer di tim Trainee. Seakan lagu ini khusus ditailor untuk dia, Ayen menunjukkan kualitasnya yang mantap. Dance routine yang berhasil dia kuasai dengan smooth, vokal yang khas, ekspresi serta tatapan matanya yang menggoda membuat dirinya patut diacungi dua jempol.
Mereka bertiga keluar dari tirai panggung dengan mengenakan kostum yang mirip detektif, lengkap dengan topi fedoranya, mampu menyihir para fans hingga terdiam dan dipaksa untuk menikmati setiap detik dari lagu tersebut. Gw yang berposisi di standing area sebelah kiri, beberapa kali harus condong ke depan untuk melihat performance mereka yang begitu keren. Dengan style tarian dan kostum flashy mirip Michael Jackson, menurut gw lagu ini sudah mereka bawakan dengan sangat menarik.
Ayen memang mendominasi di sini, tapi tunggu dulu...Natalia juga hampir menyamai soal kualitas. Dengan ekspresi wajah yang kuat, lalu dikombinasikan dengan dance yang tak kalah mantapnya dengan rekan setimnya, dia secara mengejutkan menunjukkan bahwa dia telah berkembang pesat. Satu nilai plus patut gw berikan kepada Natalia karena hasil kerja kerasnya membuahkan hasil yang membanggakan.
Acha sendiri sebenarnya performnya tidak jelek. But pardon me for saying this, dari pandangan gw, dia terlalu bersemangat dalam dance sehingga terasa beberapa gerakannya overpower. Mungkin dalam ke depannya, dia bisa belajar untuk mengontrol powernya agar dancenya juga terlihat smooth dan menyatu dengan kedua member lainnya.
Score = Ayen: 8.9, Natalia: 8.2, Acha: 8.0
Higurashi no Koi
Formasi: Ikha, Tata
Prediksi gw salah di sini. Gw mengira bahwa Vinny dan Lidya yang akan ditaruh di unit song ini, ternyata malah Ikha dan Tata. Hmm...agak bersyukur juga sih, soalnya meskipun gw ada tampang dukun togel ternyata gw ini ga punya bakat cenayang, alias orang yang jujur, baik hati, rajin berdoa, rajin menolong sesama, dan bersih-bersih rumah. Silahkan puas-puasin muntah.
Tata adalah yang pertama keluar dari sisi kanan stage, mengenakan kostum putih; kemudian disusul Ikha yang keluar dari sisi kiri stage memakai kostum hitam. Keduanya tampak cantik dan anggun.
Saat mereka menyanyi, suara mereka cukup meng-compliment satu sama lain. Memang, kedua member JKT48 Trainee ini masih belum bisa dibandingkan dengan duet best singers AKB48, Takamina dan Yuttan. Namun, keduanya buat gw cukup berhasil membawakan lagu ini dengan baik. Ekspresi wajah Tata yang sedih, pembawaan diri Ikha yang lembut, serta lirik lagu yang sangat menyentuh, sukses membuat gw galau dan kena sindrom kangen akut dan menjadikan performance ini mempunyai warna tersendiri.
Oh, dan gw tergila-gila dengan lagu ini karena bagian lirik reffnya. Somewhat catchy and hauntingly beautiful.
"Diriku~ mungkin, mungkin, mungkin..."
Score = Ikha: 7.9, Tata: 7.9
Itoshisa no Defense
Formasi: Noella, Yona, Lidya
Seakan belum dicukup disuguhi dengan berbagai penampilan luar biasa semenjak awal show, gw dan @Arcapt_ kembali harus menahan napas menonton unit song yang satu ini. Ketiga member masuk panggung dengan kostum hitam menggoda yang tidak kalah mantapnya dengan kostum Junjou Shugi dan RKJ. Yona dan Noella memang sudah jadi prediksi gw akan masuk unit song ini (sotoy aja gw sebenernya) sehingga gw sudah tahu kalau mereka berdua sangat cocok dengan kostum lagu ini. Lantas bagaimana dengan Lidya?
Lidya tampil cantik pada malam itu. Dengan posturnya yang bisa dibilang tinggi, dia terlihat seksi, cocok dengan lagu yang dibawakannya. Dan hal yang selalu ada di pikiran gw setiap melihat dia di panggung semakin hampir menjadi kenyataan; Lidya itu mirip dengan salah seorang graduated member dari Morning Musume, Iida Kaori. Wajah serta postur tubuhnya hampir mirip, sehingga gw merasa nostalgic dengan penampilan dia malam itu. Gw seakan merasa bahwa ada seorang ex-member Momusu yang sedang tampil membawakan "Itoshisa no Defense" di panggung. Buat gw itu menjadi salah satu hal yang bikin gw tersenyum kecil.
All those things aside, dari segi performance ketiga member ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lidya, saat perform menari dengan lentur dan gemulai, tetapi ada kalanya ekspresi wajahnya kurang menghayati lagu. Yona, salah satu yang juga member favorit gw, memang memiliki kekuatan di ekspresi wajahnya yang pas mengikuti nuansa lagu. Performance vokalnya cukup baik dan dari segi dance pun sebenarnya tidak masalah, cuma pergerakan kakinya perlu ditingkatkan agar terlihat lebih gemulai. Noella, menurut pendapat pribadi gw adalah yang sedikit di atas kedua member lainnya. She danced gracefully, dan tatapan matanya yang tajam mengundang para fans untuk terus menatap dia. Sayangnya, untuk vocal, gw masih lebih menyukai karakter suara Yona; lebih cocok untuk jenis lagu seperti itu, bahkan semenjak dari mereka membawakan Junjou Shugi.
Tetap saja, unit song dengan nuansa seksi ini dibawakan dengan luar biasa. They took my breath away.
*brb ambil tabung oksigen*
Score = Noella: 8.9, Yona: 8.4, Lidya: 8.3
Himawari
Formasi: Della, Hanna, Vinny, Rachel
Huff~ setelah beberapa kali harus kekurangan napas karena terkagum-kagum dengan banyaknya performance luar biasa malam itu, gw jadi sedikit mindskip; lupa lagu setelah Itoshisa itu apa. Baru setelah intro lagu mengalir gw inget. "Himawari," kata gw kepada kedua teman gw di samping. Kemudian gw berusaha melihat siapa saja yang perform.
*BRUSHHHHHHH!!!*
"Nyet! Minum ga pake nyembur ke gw juga oi!"
Mungkin itu skenarionya kalau gw lagi minum di saat para member unit song ini muncul, gw bakal nyembur gara-gara kaget. Gw bukan kaget karena line-up yang muncul di lagu ini, tapi lebih karena kostum yang Della, Hanna, Vinny, dan Rachel pakai. Kalau yang sudah pernah nonton unit song Himawari di 1st Stage dibawain oleh AKB48 Himawarigumi, pasti tahu kalau kostum mereka adalah kemeja dengan kaos putih, lalu celana jeans panjang.
Tidak seperti itu dengan JKT48 Trainee. Keempat member muncul membawa standing-mic dengan memakai kostum yang benar-benar cerah. Mereka muncul dengan pakaian bernuansa summer / Hawaii, yang didominasi warna kuning layaknya judul lagu yang mereka bawakan, "Himawari" yang dalam bahasa Jepang berarti bunga matahari. Della, Vinny, dan Rachel memakai atasan berwarna putih, sedangkan Hanna berwarna biru. Mereka semua memakai rok yang sama berwarna kuning dengan hiasan bunga matahari kecil-kecil menempel. Gw benar-benar bengong, mereka berempat tampak sangat manis dan cerah.
Di saat mereka berempat bernyanyi reffnya, suara mereka sangat menyegarkan hati. Dance routinenya yang tidak terlalu susah tetapi terlihat bersemangat membuat lagunya pun terasa menyenangkan untuk dinikmati. Memang "Himawari" termasuk lagu favorit gw di setlist Boku no Taiyou ini.
Lagu ini memiliki bagian di mana keempat member masing-masing memiliki kesempatan untuk bernyanyi solo serta menunjukkan kualitasnya dalam masalah vokal. Dan mungkin gw bakal ditimpuk sendal oleh beberapa fans karena mengatakan ini, tapi:
Malam itu pandangan mata serta telinga gw semua hanya bisa tertuju pada Della dan Hanna.
Vinny dan Rachel, keduanya merupakan gadis yang memiliki senyum yang bagus, sehingga gw rasa mereka pantas berada di unit song ini karena memberikan warna dan nuansa ceria. Secara kualitas vokal mereka pun cukup baik. Namun, buat gw mereka jadi seperti tenggelam di lagu ini. Bukan karena mereka tidak bagus, tapi kedua mantan Jenderal Kagami ini menyihir gw dengan performance mereka yang luar biasa sehingga keduanya terlihat lebih bersinar dibandingkan Vinny maupun Rachel.
Khususnya perhatian gw terpaku pada Della, di mana image dia yang benar-benar penuh semangat di unit song Kagami menjadi runtuh seketika gw melihat dia begitu manis di "Himawari" ini. Kekaguman gw ga berhenti di situ saja. Saat dia mendapat bagian menyanyi solo, suara Della menyentak gw. "Gila! Keren amat!" adalah reaksi gw ketika mendengar suaranya. Setengah tidak percaya, gw terus mendengarkan sambil bengong. Si @Ipad_krn *uhuk yang Della-oshi uhuk* juga ikut bengong sesaat, terus kemudian menggila teriak nama Della di saat bagian dia menyanyi. Gw yang kurang begitu suka performance Della di unit Kagami karena gw nilai terlalu overpower, langsung berubah 180 derajat ketika melihat dia perform di unit song ini. Dia di sini tampil begitu manis, dikombinasikan dengan kualitas vokal untuk menyanyi yang cukup luar biasa, membuat gw merubah pandangan gw terhadap dia. Gw berharap dia bisa menggunakan suaranya sebagai salah satu power untuk dia terus maju dan sukses di JKT48 ini.
Begitu pula dengan Hanna, the other pair dari duet Jenderal Kagami yang tampil bersama malam itu, juga memukau gw dengan tampil luar biasa. Postur tubuhnya yang tinggi disertai wajah cantik seakan dia rasa belum cukup untuk menarik gw melihat dia; Hanna pun juga bernyanyi dengan kualitas vocal yang tidak kalah dengan Della, dihiasi senyum yang sangat manis dan polos. Bahkan gw sama @Arcapt_ sempet bercanda, "Namanya aja udah Hanna (dibaca Hana), yang artinya bunga di bahasa Jepang. Cocok lah dia sama lagunya, bunga matahari; sama-sama cantik."
Udah selesai muntahnya? Udah selesai nulis nama gw di Death Note?
Good. Sekarang kita masuk ke bagian ketiga. Jadi setelah MC sehabis lagu "Himawari" yang membahas tentang keadaan politik keuangan negara ...ah sudahlah gw lupa MCnya tentang apa (mohon maklum, ingatan gw itu setara dengan daya ingat seekor ikan mas koki), jadi para member yang membawakan unit song tersebut masuk setelah meneriakkan judul lagu ke-10 diiringi dengan masuknya member-member baru, tanda lagu baru dimulai.
Takeuchi Senpai
Okay, sebuah lagu yang cukup ceria, dibawakan pula secara ceria oleh semua member JKT48 Trainee. Kostum pada lagu ini adalah seifuku berwarna magenta dengan aksen warna putih-hitam serta dasi putih (metalik? dunno, mata gw sedikit rabun). They looked cute to me, bagaikan gadis-gadis pelajar sekolahan.
Di lagu ini, Ayen, Hanna, Yupi, dan Ikha tampil enerjik. Kariin, Yupi, dan Nadila juga membuktikan bahwa mereka tidak mau kalah lewat tarian yang dibawakan dengan serius, lalu lucu serta polos di bagian reff. Naomi serta Noella sudah tidak perlu diragukan lagi, mereka bisa beradaptasi dengan berbagai macam jenis lagu yang disuguhkan pada mereka. The rest of the members did ok, except for Della, yang agak kurang enjoy performnya.
Overall, this was an OK song for me.
Sonna Konna Wake de
Para fans kembali dibuat hype ketika masuk ke lagu ini. Bagaimana tidak, dari awal lagu, penonton dibuat berteriak riuh ketika para member membuka luaran seifuku mereka, sehingga atasan baju mereka hanya kemeja putih sleeveless. Suasana memanas, apalagi dengan goyangan awal para member yang bukannya menolong, malah membuat gw harus elus-elus dada nenangin diri. Lagu ini layaknya kata-kata yang selalu dilontarkan Ayen dalam jikoshoukai (perkenalan diri) miliknya:
"Goyang yuuuukk~!"
Iya memang goyang... Iman gw.
Meski memang beberapa member seperti Ayen, Noella, Naomi, dan Vinny sering menyita perhatian gw di sini, tapi member yang lain juga tak luput dari gw. Mata gw mencoba memilah-milah perform dari masing-masing individu di sini, dan ternyata gw menemukan banyak hal yang membuat gw cukup terkesan dalam lagu ini.
Nadila, dari yang awalnya kurang gw perhatikan, tiba-tiba memikat pandangan gw dengan goyangan serta tatapan menggodanya. Hanna, tetap dengan senyumnya, yang sekarang sedikit genit di lagu ini, sukses membuat gw terpana. Yona, dengan rambut sedikit berantakan, tampil dengan ekspresi wajah yang 'plis-yon-jangan-bikin-gw-sesak-napas'. Bahkan Yupi, yang notabene mempunyai image imut bin lucu, bisa beradaptasi di lagu ini dan tampil seksi dengan raut wajah serius serta dance yang gemulai.
Oh, and let's not forget the 1-on-1 dance action when they sing the "...seaside / crazy love" part.
Palaku pusing, dek...
Deja Vu
Setelah gara-gara lagu Sonna Konna gw akhirnya menuliskan panadol dan inhaler di daftar belanjaan gw untuk dibeli setelah selesai theater, beruntung di lagu ini gw diajak untuk sedikit cooldown. Kali ini gw dan para fans lainnya disuguhkan lagu yang tidak terlalu cepat, namun punya musik yang dramatis.
Koreografinya tidak terlalu kompleks, tapi berfokus kepada gerakan tangan serta ekspresi wajah. Sayangnya, para member Trainee masih belum sinkron melakukan gerakan-gerakan tersebut, ataupun bermain dengan ekspresi wajah serta emosi yang ditunjukkan. Hanya beberapa member yang cukup bisa membawakan lagu ini dengan baik, salah satunya yang mengejutkan adalah Yupi. Dia bisa mengontrol ekspresi wajahnya dengan serius, menghancurkan persepsi bahwa dirinya tidak hanya bisa dicap sebagai idol imut saja, tapi juga seseorang yang bisa serius, menunjukkan perkembangan diri serta beradaptasi dengan lagu.
Kekurangan member lain masih gw maklumi karena ini setlist baru buat mereka, dan adanya faktor kelelahan dari excitement lagu sebelumnya. Namun gw berharap ke depannya, setelah mereka terbiasa membawakan setlist Boku no Taiyou ini, lagu ini menjadi lebih exciting lagi.
It's ok, but it's not the worst.
Yuuhi wo Miteiruka
My favorite song in the whole setlist. Tapi, tidak jika dibawakan dengan sloppy oleh para member Trainee.
Gw punya ekspektasi yang cukup tinggi buat mereka, karena setelah gw melihat 12 lagu awal dibawakan dengan luar biasa, gw beranggapan bahwa lagu ini akan bisa menjadi sebuah lagu yang membuat santai perasaan. Gw agak hype di awal sebelum pertunjukan theater dimulai karena:
"Gw penasaran gimana mereka bawain Yuuhi wo Miteiruka, dan bagaimana translatean lagunya. Lagu favorit gw di setlist H1 ini."
They let me down.
Entah bagaimana, mereka membawakan lagu ini dengan terlalu semangat serta overpower; di mana seharusnya mereka relaks dan santai. Ekspresi wajah mereka juga tidak menunjukkan wajah yang meskipun capek setelah hari yang melelahkan tetap bisa tersenyum sambil melihat matahari terbenam. Senyum yang mereka tunjukkan adalah senyum yang penuh semangat seakan mereka penuh enerji dan baru saja mau melakukan aktivitas di pagi hari. Mereka butuh belajar lebih baik untuk mengerti lirik dan mengontrol ekspresi agar sesuai dengan lirik tersebut.
Jujur saja, gw di saat mereka menyanyi, gw sudah mencoba untuk ikut santai, ikut bergoyang pelan ke kiri dan kanan sambil menikmati musik serta lighting yang meneduhkan. Namun, feel yang gw coba dapatkan berbeda ketika gw melihat tim Trainee perform di depan, sehingga gw lebih mengkonsentrasikan diri untuk memperhatikan bagus/tidaknya terjemahan lirik lagu ini. Overall, not bad. Jika mereka bisa memperbaiki cara mereka membawakan lagu ini secara total, bukan tidak mungkin lagu ini akan kembali jadi favorit gw, terutama di setlist JKT48 Trainee Boku no Taiyou ini.
Please work hard. I know you girls can do better :)
Part 4 - Encore Songs
Duduk-duduk sebentar. Kaki gw sudah mulai pegal berdiri dari mulai WL sampai lagu ke-13. Niatnya sih mau istirahat biar nafas sebentar, karena gw tahu lagu berikut ini gw bakal banyak menahan nafas. Huft...
Ternyata apa mau dikata, sepertinya waktu berjalan begitu cepat dan tiba-tiba sudah ada yang teriak minta encore saja. Sepertinya pada tidak sabar menunggu untuk performance berikutnya. Jujur saja, gw sebenarnya juga, tapi gw sebagai lelaki sejati yang dewasa, baik hati, tampan, serta............ga jadi deh, temen gw ngeliatin gw sambil ngasah pisau.
Lay Down
Pertama-tama, gw ingatkan dulu bahwa theater JKT48 punya 1 kekurangan yang gw berharap nanti ke depannya akan ditambahkan fitur yang lumayan penting ini: panggung tempat pentas theater JKT48 tidak memiliki lantai hidrolik alias lantai yang bisa diatur ketinggiannya. Kenapa fakta ini penting? Setelah ini akan gw bahas.
Setelah panggilan encore selesai, para fans bertepuk tangan ketika para bidadari imut-imut kembali memenuhi isi panggung. Wait...? Imut-imut?
Seketika itu pun raungan gitar terdengar, lampu dinyalakan, dan terlihat lah sosok-sosok yang sangat mengejutkan. Penampilan para bidadari manis imut itu berubah 180 derajat. Mereka tampil dengan kostum hitam ala rocker/biker. Jaket berbahan kulit, latex, stocking sobek-sobek, sarung tangan, latex dress, kalung dan sepatu berspike; you name it, you got it. Satu per satu terlihat garang, seksi, dan tampak siap memanaskan seisi theater dengan lagu ini. Rock on!
Satu concern gw pada lagu ini membawa kita kembali pada awal bahasan. Gw bersyukur gw memilih berdiri di standing area. Gw bisa melihat keseluruhan performance lagu ini. Namun tidak bagi para fans yang duduk dari tengah sampai ke row belakang. Dengan terhalang banyaknya kepala fans di saat mereka duduk, membuat mereka tidak bisa memandang para member yang duduk lesehan di lantai. Praktis ini menjadi sebuah kelemahan yang perlu theater JKT48 bereskan. Sebuah lantai hidrolik yang bisa diatur ketinggiannya gw rasa diperlukan agar semua fans bisa menikmati show dengan puas; that, or para staff bisa menyiapkan semacam pijakan untuk para member duduk di saat encore call sebelum lagu ini berkumandang. They had plenty of time to do that.
Kembali ke performance, di mana gw udah mulai kembali menahan napas gara-gara terkejut melihat penampilan mereka, mencoba memperhatikan bagaimana mereka membawakan lagu ini. Bergantian mereka menyanyikan bagian-bagian dari lagu, masing-masing dengan wajah sangar.
Ayen, yang didubbing sebagai seorang Lady Rocker, tampak begitu luar biasa dengan dandanan jaket dan celana panjang hitam. Tidak hanya kostum yang cocok, pembawaan diri, dance, serta vokalnya ia sesuaikan dengan atmosfir lagu yang memang tough. Naomi, tidak perlu ditanya, menjadi salah satu yang paling dipandang mata pada lagu ini. She looks hot and breathtaking. Dengan ekspresi wajahnya yang sedikit judes tapi menggoda, dia memukau penonton lewat sibakan rambut serta dance beraninya. Dia pintar mengatur kapan ekspresi wajahnya harus keras, kapan harus tampil flirty.
Lagi-lagi kejutan datang dari Yupi, si anak stm si anak manis, yang pada awalnya membuat gw berpikir kalau dia sebenarnya akan salah tempat di lagu ini dan gw ingin bercanda ngomong ke dia, "Dek, kamu ngapain di sini?"
Gw salah besar.
Yupi tampil percaya diri di group song ini. Dengan penampilan gaya rocker loli, dia menunjukkan keberanian dalam dance serta kemampuan dia untuk memainkan ekspresi wajah. Satu lagi nilai plus yang baru gw temukan di diri seorang Cindy Yuvia. Dia yang terkadang malu-malu itu menunjukkan image berbeda; muka yang keras, dan tatapan mata yang seolah galak, membuat gw terkejut. This kid always got something to amaze me. Memang, mungkin banyak yang tidak setuju dengan pendapat gw ini, karena dengan postur tubuhnya yang kecil dan image yang dia tunjukkan membuat Yupi seringkali dianggap tidak cocok untuk masuk nuansa lagu seperti ini. Namun dari perspektif gw, lagu ini, berhasil dia bawakan dengan sukses. Trust me, she's hot; in her own ways.
Di saat gw sudah elus-elus dada karena banyaknya breathtaking moment di "Lay Down" bukan berarti penampilan lagu ini tanpa kekurangan. Vinny, meskipun dengan penampilan vokal yang mantap, terasa kurang cocok jika membawakannya dengan sedikit-sedikit tersenyum. Beberapa member juga terlihat masih malu-malu dalam perform, entah karena kostum yang memang terlihat seksi dan dewasa, ataupun karena lirik lagunya yang memang berbau-bau "nakal". Semoga itu hanya menjadi concern gw sesaat. Perlu diingat bagi para member, saat perform, seseorang akan dinilai profesional jika ia bisa menampilkan lagunya secara berani dan maksimal. Feel the moment, and enjoy the song.
Gw sangat enjoy dengan lagu ini. Banyak moment yang menurut gw begitu berkesan. Contohnya ketika para member mulai headbang dan menyibakkan rambut mereka; ketika Yona menuju stand mic dan bernyanyi dengan ekspresi garang hingga acting seperti menendang pintu yang dia lakukan penuh penghayatan; ketika suara low dan ngebass Della terdengar sangat luar biasa di telinga gw, cocok dengan atmosfir lagu yang benar-benar ngerock; Natalia, Hanna, dan Noella yang tampil flirty dan seksi; mungkin jika gw teruskan list ini bisa membuat yang membaca tambah ngences ileran.
Bagi yang mau nonton, siapkan ember untuk menampung iler lu-lu orang, bawa tabung oksigen kalau-kalau lupa napas, dan sebelum mereka perform lebih baik berdoa biar iman ga goyang gara-gara digoyang member.
Seriously, you need to watch them live.
BINGO!
Ga perlu diingetin lagi kan kalau gw lupa topik MCnya apa sebelum lagu ini? Yeah, I'm that dumb.
Sebelum lagu ini dimulai, setengah member yang masih mengenakan kostum Lay Down saat MC mempersilakan masuk para member yang sudah berganti baju ke kostum terakhir mereka pada penampilan ini. Kontras dengan image rocker yang dark serta garang, tim JKT48 Trainee kembali merubah image menjadi cerah dan manis. Mereka memakai sundress warna-warni, yang membuat wajah-wajah mereka begitu ceria. Mereka tampak begitu cantik sehingga pikiran yang terbersit di dalam otak gw sama dengan scene di How I Met Your Mother di mana Barney yang melihat Nora begitu cantik dalam balutan sundress berkata, "And here I thought it was too late for sundresses."; lalu dibalas olehnya, "It's never too late, Barney."
You know what? It's indeed never too late for sundresses.
Semua member membawakan lagu ini dengan penuh semangat, ceria, dan senyum. Tata, Lidya, Ikha, Hanna, Naomi, Noella dan Vinny tampak cerah di lagu ini dengan senyum yang mereka hadirkan. Yupi, Kariin, dan Nadila tampil cute serta manis, serasi dengan baju yang mereka pakai. Yona, Acha, Ayen, Rachel, serta Natalia menyanyikan lagu ini dengan semangat yang cukup mengajak penonton untuk ikut bernyanyi. Props untuk Della yang di group song ini bisa tampil manis serta lembut, yang di mana sekali lagi membuat gw jadi tersenyum kecil melihatnya.
"Haha, si Della dari yang biasa semangat bener di Kagami, jadi pake baju manis begini. Kaget juga ya," kata gw ke @Ipad_krn setengah tertawa. Teman gw cuma bisa tertawa, antara pusing dan senang melihat perubahan oshinya.
Salah satu lagu yang gw juga sangat enjoy di setlist ini. Gw bertiga kembali ikut gerakan dance para member, menirukan tarian semangat di bagian reffnya.
"Bingo, bingo~"
Boku no Taiyou
Akhirnya sampai di lagu terakhir yang juga menjadi judul setlist terbaru untuk JKT48 Trainee ini, "Boku no Taiyou" atau "Matahari Milikku". Gw sudah kehabisan napas gara-gara kecapaian dari awal show, belum lagi di lagu sebelum ini gw ikut berdansa dengan semangatnya (salah lu lah!).
Gw ga bisa bercerita banyak tentang lagu ini. Sama seperti Bingo! mereka membawakannya dengan semangat, tapi tetap terlihat sedikit kecapekan. Gw maklum karena setlist ini memang cukup menguras tenaga serta kemampuan mereka. Wajah mereka tampak ceria dan berseri-seri, meskipun dihiasi keringat, seperti dengan tulus ingin mengantar para penonton pulang dengan perasaan hangat.
Sebuah lagu manis yang menjadi penutup show yang bisa dikatakan penuh kejutan dan luar biasa.
Review Untuk Beberapa Member
Gw mungkin hanya bisa memberikan pandangan, saran, serta kritik gw untuk beberapa member saja, karena keterbatasan kemampuan observasi gw yang hanya terpaku pada member-member tertentu yang menarik perhatian gw. Berikut review gw selama 3 hari nonton (shonichi+sabtu+minggu) untuk:
- Cindy Yuvia (Yupi)
Di setlist ini kamu menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kamu tampil lebih berani dan lebih aktif; itu yang membuat aku seneng. Dari sebelumnya yang aku lihat kamu agak malu-malu, sekarang kamu bisa lebih percaya diri untuk tampil ke depan. Di saat kamu harus tampil manis, kamu berhasil; dan ketika kamu harus tampil dewasa, kamu benar-benar serius berusaha. Aku mau kamu pertahanin hal itu, karena menurutku itu salah satu perkembangan kamu yang patut diacungi jempol. Butuh keberanian serta kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan berbagai jenis lagu yang berbeda. Tingkatin eye-contact dengan fans supaya kamu bisa berinteraksi dengan mereka secara lebih, ga usah malu-malu. Tersenyumlah selalu! I hope you can do more in the future :)
- Yona
Salah satu kekuatan kamu yang aku lihat adalah bagaimana kamu pintar untuk memainkan ekspresi wajah, sehingga mengajak para fans untuk ikut merasakan feel di lagu yang kamu bawakan. Jangan lupakan itu, dan jadikan kekuatan itu modal kamu untuk terus maju. Dari segi vocal kamu sudah oke, tapi untuk dance kamu kadang-kadang kamu masih ada kesalahan kecil seperti kecepetan saat dance, atau lupa gerakan. Namun aku tahu kalau itu bukan masalah yang tidak bisa kamu atasi. Kamu akan menutupi itu dengan kerja keras, dan aku yakin kamu bisa.
- Kariin
Seneng banget rasanya bisa melihat Kariin tampil di setlist ini. Aku ngerasa di sini kamu menunjukkan bahwa kualitas kamu juga berani diadu dengan para member lain. Dance kamu mantap dan enerjik, tapi kamu harus bisa beradaptasi dengan nuansa lagu. Beberapa kali kamu terlihat terlalu serius dance, sehingga ekspresi wajah kamu juga terbawa serius. Aku seneng bahwa usaha keras kamu membawa kamu lebih terekspos di setlist ini, I know you have potential. Selamat dan keep working hard Kariin!
- Vinny
Di Pajama Drive, kamu adalah salah satu yang paling bersinar di antara yang lain. Namun di setlist ini kamu agak terombang-ambing, sebentar bersinar, sebentar redup. Senyum kamu serta pandangan mata kamu adalah salah satu kekuatan kamu dalam perform, dan itu tidak perlu diragukan lagi, tetapi kamu harus belajar untuk lebih membaca nuansa lagu yang kamu bawakan. Seperti di Lay Down, kamu kadang-kadang suka tersenyum kecil di mana seharusnya kamu membawakannya dengan garang. Kalau kamu bisa memperbaiki diri kamu, bukan ga mungkin kamu bisa kembali merebut spotlight dalam setlist ini. Semangat, Vinny :)
- Della
Kamu adalah salah satu yang bikin aku terkejut di setlist ini. Image kamu yang overpower di Kagami kamu runtuhkan dengan performance yang keren di Himawari. Menurutku, kualitas vokal kamu luar biasa, seperti yang aku sudah lihat di unit song kamu. Suara rendah kamu pun cocok di Lay Down yang bernuansa rock, membuat aku enjoy mendengarnya. Memang masih ada beberapa momen di group song yang membuat kamu terlihat canggung membawakannya sehingga kamu jadi tenggelam di antara member-member lain dan kamu pun harus lebih berlatih dan mencoba untuk berani di segi dance. Tapi overall, semoga nilai plus yang aku kasih ini bisa jadi motivasi kamu untuk jadi lebih baik lagi. Della juga harus lebih perbanyak senyum, itu bikin image kamu jadi lebih manis! Bravo dan tetap semangat! :D
- Hanna
Kalau boleh dibilang, Hanna adalah salah satu wajah dari setlist ini. Performance kamu begitu cerah dan ceria, seperti senyum yang selalu kamu tunjukkan ke para fans. Bahkan sebagai backdancer di Idol Nante Yobanaide, kamu juga mencuri banyak perhatian dari penonton. Meskipun begitu, kamu harus lebih percaya diri bahwa kamu itu cantik dan punya kemampuan yang tinggi. Beberapa kali kamu suka malu-malu saat perform, dan aku takutnya kamu jadi nggak enjoy saat tampil. Be confident! :)
- Natalia
Aku cukup tertarik dengan penampilan kamu. Kamu menunjukkan perkembangan yang lumayan pesat, meskipun masih harus bekerja keras agar lebih baik lagi. Di segi dance, kamu udah lumayan mantap, tapi harus dibarengi oleh ekspresi wajah yang mendukung. Untuk lagu semacam Lay Down serta Boku to Juliet to Jet Coaster memang ekspresi kamu cukup masuk nuansa lagunya, tapi coba untuk lagu-lagu yang ceria, tampillah lebih relax dan coba untuk enjoy. Dengan begitu, para fans juga akan menikmati penampilan kamu. Terus berlatih, Nat! Aku nunggu perkembangan kamu berikutnya.
- Tata
Di unit song Higurashi kamu berhasil memainkan ekspresi wajah sehingga feel lagunya bisa dirasakan oleh para fans. Tapi dari segi dance, kamu harus lebih luwes. Jangan terlalu takut dan terbawa serius; kalau kamu menari dengan dibawa enjoy, pasti gerakan kamu akan terlihat lebih halus dan tidak kaku. Di group song, cobalah untuk lebih terlihat menonjol, latihlah eye contact untuk berinteraksi dengan fans.
- Ikha
Nah, kalau Ikha ini kebalikannya Tata di unit song Higurashi. Entah coincidence atau gimana, kostum unit song kamu yang bertema Yin & Yang juga sepertinya mempengaruhi performance kamu berdua. Dari segi dance serta vokal, kamu sudah cukup mantap. Kamu menari dengan lembut dan gemulai, membuat dance kamu enjoyable. Namun kamu harus melatih ekspresi wajah kamu yang kurang masuk dalam feel lagu. Beberapa kali di beberapa lagu, kamu terlihat datar. Cobalah untuk bereksperimen dengan raut wajah kamu. Latih ekspresi galau di Higurashi, lalu tersenyumlah dengan lepas di lagu-lagu ceria.
- Lidya
Kekuatan kamu berada pada badan kamu yang lentur serta kuat. Hal itu membuat aku ngeliat dance kamu jadi mantap; kamu bisa gemulai jika kamu mau, kamu bisa juga perform dance yang tough. Tapi kamu masih kurang di penguasaan ekspresi wajah serta vocal. Cobalah terus berlatih untuk menghayati lirik serta nuansa lagunya.
- Acha
Sebenernya penampilan kamu sudah cukup bagus buat aku. Di beberapa lagu semangat kamu terasa mantap, dan dance kamu juga oke. Tapi di unit song, menurut pendapat pribadiku, dance kamu terasa overpower, sehingga terasa sedikit berlebihan. Cobalah untuk lebih relax. Overall, kamu hanya perlu memperbaiki hal itu saja, sisanya menurutku sudah tidak ada masalah.
- Nadila
Kamu salah satu member yang cukup mengejutkan juga lewat perkembangan dirimu. Aku melihat kamu tampil lebih luwes dan berani di setlist ini. Senyum kamu mengundang mata untuk melihat penampilan kamu yang ceria serta cute. Perlu latihan lagi untuk dance, ada kalanya kamu terlalu santai dan enjoy sehingga gerakan kamu telat / terlalu cepat. Keep semangat, dan pertahankan kerja keras kamu :)
- Rachel
Jujur, menurut aku, kamu agak kurang konsisten di setlist ini. Beberapa moment cukup menarik aku untuk memperhatikan kamu, tetapi momentumnya kurang kamu maksimalkan untuk menarik fans sehingga hanya terasa sebentar bagi aku buat ngerasa enjoy nonton performance kamu. Cobalah lebih berusaha lagi untuk tampil menonjol dan menarik perhatian. Aku yakin dengan usaha lebih keras, kamu bisa tampil jauh lebih baik dibanding sekarang. You have potentials :)
- Ayen, Naomi, Noella
Review untuk kalian bertiga aku satukan karena kurang lebih hampir tidak ada yang perlu aku ingatkan. Sejauh ini, dari Pajama Drive sampai Boku no Taiyou, performance kalian sangat aku enjoy. Tetaplah bersemangat seperti sekarang ini, dan aku yakin kalian akan terus sukses. Namun, jangan terlalu terbawa sukses sehingga nantinya lupa bahwa kalian tetap harus bekerja keras. Dengan kelebihan-kelebihan yang kalian punya, sempatkan waktu untuk latihan dengan para member lain agar mereka juga terbantu serta termotivasi untuk terus maju. Itu adalah challenge untuk kalian agar tim Trainee bisa maju bersama-sama.
Did I end up reviewing them all? Oh well...semoga pesan-pesan gw ini dibaca para member dan dijadikan motivasi bagi mereka untuk menjadi lebih baik lagi.
Penutup
Boku no Taiyou merupakan sebuah setlist yang cocok dibawakan oleh tim Trainee. Layaknya lagu-lagu di dalamnya yang bervariasi, gw juga merasa mendapatkan banyak variasi serta kejutan pada saat menontonnya pertama kali. Memang masih banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi seiring waktu, gw rasa mereka akan bisa mengatasi rintangan-rintangan yang ada, sehingga nantinya akan terbentuk tim K yang tidak kalah serta bisa bersaing dengan senior mereka di tim J.
Gw baru melihat 16 member yang membawakan setlist ini. Ke depannya, gw akan coba menonton bagaimana performance member lainnya ketika sudah dilakukan pergantian member yang bertugas. Harapan gw, mereka semua bisa menampilkan yang terbaik, siapapun itu yang tampil. Gw akan sangat menantikan perkembangan para member JKT48 Trainee.
Buat yang belum menonton, semoga review ini bisa menjadi gambaran tentang setlist baru ini. Dan penilaian gw, untuk sebuah setlist yang baru, serta hanya dengan waktu latihan para member yang terbilang cepat, penampilan mereka mengagumkan. Mereka sukses menampilkan image yang positif melalui perkembangan diri mereka yang bagaikan matahari terbit; sedikit demi sedikit, mengasah diri untuk lebih baik, sehingga bisa bersinar dengan terang di saat kemampuan mereka sudah tertarik keluar semua.
Jadilah sebuah tim yang bisa maju bersama-sama dengan ceria, pantang menyerah, serta selalu berjuang meraih mimpi. Jadilah secerah matahari. Matahari bagi para fans. Matahari milikku.