Behind The Script Randai Lareh Simawang
Wait....!berbicara ketertarikan berikut hasil recall memori sekian tahun dari sebuah naskah Randai Lareh Simawang "Gabak di hulu tando ka hujan,Cewang di langik tando ka paneh.Hati nan harok2 cameh,Buruang pamenan dalam sangka,raso ka lapeh" ....... "Tuan kanduang Lareh Simawang,Indak patuik tuan baitu,mangatokan denai dagang sansai.Den tau jo padi den,padi den ....den gau jo diri den...Diri den dagang sansai!" "Tuan tapacik di hulu pisau,denai tapacik dimatonyo, kok ka dihelo tangan kok luko" Think! -analogi yang menarik -Kisah yang tragis,berbicara tentang pernikahan,kasta,dan perselingkuhan hingga pembunuhan dan bunuh diri. Hal ini pernah saya ambil jadi pemeran utama dengan peran yang tragis tersebut. You know what? Hal ini sebenarnya ditentang alm.kakek kami karena di Minang tidak memperbolehkan perempuan bermain randai,tapi kakak adik senangnya begitu,alhamdulillah orang tua berfikir mengikuti perputaran generasi dan mengizinkan.Hanya bedanya kakak sering kebagian peran sebagai wanita ningratnya versi Minang (seperti Intan Bagewang, Puti Linduang Bulan sementara adeknya dapat peran melo.Dulu pernah dimarahi kenapa sih ambil peran itu? menjatuhkan harga diri saja kamu,bertolak belakang sama latar belakang kita.kalau kakek masih hidup dimarahi kamu (cuma drama kali,lagian kaau kakek masih hidup pasti kita kena marah semua kok,sama mamapun bakal dimarahin kenapa ngijinin kita main. Setelah sekian tahun saya punya pertanyaan-pertanyaan seperti ini 1.Apakah hidup kita dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi? Lalu bagaimana dengan peran tuhan? Atau makin jauh malah jadi berfikir "jangan-jangan kita adalah tuhan bagi diri sendiri" 2.Jika hidup kita dipengaruhi oleh 5 orang yang sering menghabiskan waktu bersama kita? baik secara langsung,lingkungan kerja,social media bahkan mungkin juga film-film dan buku2 dengan genre tertentu ? Lalu kenapa seringkali kisah2 drama fiktif relevan dengan kehidupan pribadi? Atau memang seseorang cenderung memilih jalan cerita yang sesuai dengan dirinya 3.Jadi kisah pemeran utama Lareh Simawang dengan kejadian-kejadin yang dialami? Apakah terlalu menghayati peran sehingga terprogram di otak dan mempengaruhi pola fikir,perilaku dan membawa ke doa-doa bukankah benar "kita adalah apa yang kita fikirkan? Jadi,dengan begitu tuhan adalah apa yang kita fikirkan? Lalu hidup kitapun akan dijadikan tuhan seperti apa yang kita fikirkan? Lantas, dengan begitu penulis buku,penulis skenario,penyanyi adalah partner tuhan yang menulis jalan cerita kehidupan kita? Lalu dengan begitu, kalau kau ingin menulis cerita fiksi makan kau selayaknya tuhan yang mengatur skenario kehidupan fiksi namun ketika tersampaikan dengan baik kepada pembaca
















