Life Is Like Eating Choco-Banana Cupcake
Sebagai seorang penggila cokelat, gue sangat terpikat dengan cokelat yang pekat di sekitar cupcake itu. Awalnya, ya awalnya gue pikir itu cuma cupcake cokelat biasa. Tanpa bertanya lebih lanjut rasa dari cupcake itu, gue pun dengan cepat memindahkan cupcake itu dari chiller ke dalam mulut gue.
Gigitan pertama, gue langsung tahu kalo cupcake ini enggak Cuma di-fill dengan cokelat, ada rasa lain yang menari-nari di lidah, tapi gue gak yakin itu apa. Memutuskan untuk bodo amat, gue pun menikmati tiap gigitan demi gigitan.
“Enak ya? Makannya kayak dinikmati banget.” Kata seorang teman.
Gue menggangguk karena mulut gue masih asik mengunyah.
JDEERRR!!! Mungkin kagetnya gue sama kayak waktu tiba-tiba ada petir padahal panas-terik.
“Sumpah lo?” Tanya gue. Seketika gue bimbang untuk lanjut makan atau gue buang itu cupcake berikut sisanya yang ada dalam mulut gue, karena gue benci pisang…
Dan tiba-tiba aja gue kepikiran; kadang hidup itu kayak makan sesuatu dan menikmatinya, tanpa berusaha cari tahu itu apa. Dan ketika tahu bahwa itu rasa yang enggak kita suka, kita masih punya pilihan untuk lanjut sampai selesai, atau berhenti. Dan, somehow, adalah lebih baik untuk kita gak tahu apa-apa. Karena banyak tahu, maka banyak juga tanggung jawab yang dibutuhkan.
Yaudah gitu aja, dan untuk pisang yang sembunyi dibalik megahnya cokelat di choco-banana cupcake tadi … screw you