Betapa banyak yang saling mencintai, tapi pernikahan mereka justru tidak barokah. Bahkan berakhir dengan cekcok maupun perceraian.
Karena iman, Rasulullah sabar ketika di rumahnya hanya tersedia cuka lalu memakannya.
Karena Iman, Ali Bin Thalib sabar menjadi kuli menimba air dengan upah segenggam kurma.
Karena Iman, Fatimah sabar menggiling gandum hingga tangannya melepuh.
Pernikahan, sungguh tak seindah apa yang dikatakan para motivator atupun buku pranikah.
Akan ada banyak cobaan dan ujian. Maka pahamilah, rasa cinta kadang tak bisa ikut berperang. Hanya iman yang kuat dengan pedang kesabaran di kala susah, dan senjata syukur di kala senang, yang mampu menghadapi bala ujian dan cobaan.
Oleh karenanya, boleh boleh saja menikah karna saling mencintai. Namun pastikan, perasaan itu hanya menjadi makmum dan imanlah yang harus menjadi imamnya.
Pahamilah, tak semua cinta itu melahirkan iman. Tapi semua iman, insyaallah akan melahirkan cinta..