apakah Dia orangnya? -- part-1
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, aku ingin menuliskan cerita bagaimana Allah mempertemukan aku dengan orang yang kini mengasihi dan menyayangi ku. tentu nya itu semua atas ijin Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. InsyaAllah cerita ini akan menjadi beberapa part. Tidak ada maksut apapun. hanya ingin menulis agar bisa tetap dikenang di kemudian hari.
Aku lupa tanggal berapa dan jam berapa aku pertama kali ketemu Dia. hehehe (soalnya pas itu ngga ada yg special). Tapi aku ingat momen itu, momen dimana aku masih mengemban amanah menjadi ketua dari salah satu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan untuk para pekerja migran Indonesia yang ada di Taiwan. Saat itu sedang masa perekrutan anggota baru di organisasi itu. Nah, Dia adalah salah satu calon anggota yang akan di rekrut. pertama kali ketemu yaa pas proses interview itu. Tidak ada yang menarik~ sama seperti calon anggota yang lainnya. hueheh
Sejujurnya saat interview aku tidak terlalu fokus karena terburu-buru hendak melanjutkan eksperimen di laboratorium, hahah. Satu hal yang aku ingat dari jawaban2 saat interview adalah dia berasal dari almamater yang sama saat mengambil pendidikan sarjana di Indonesia. Dan dia adik tingkat ku. sudah. oh iya, first imperssion ku adalah “nih dedek kok terlihat dewasa alias tuwir ya?” HAHAHAH *ini aku uda cerita kok. Dan Dia mengakui saat itu. Bagaiamana tidak, dia memiliki postur tubuh yang lebih besar dari aku, terus Dia juga berjenggot. Pas lah sudah dia terlihat tuwir HAHAHA
Setelah proses interview itu tidak terjadi apa2. Yaaa semua berjalan biasa saja. Dia diterima dan melakukan tugas nya di divisi nya dan aku dengan tugasku.
Sebenarnya saat itu adalah saat-saat aku merasa jengah dengan kondisi hati ku. Pernah beberapa kali dikenalkan dengan seseorang namun Allah masih belum mengijinkan untuk berjodoh. Disisi lain, kedua orang tua sudah mulai kode-kode keras (biasalah yaaaa). Tau lah ya gimana perasaan itu. Gak enak. Tapi yaa apa boleh buat, memang begitu kondisi nya. Aku memilih untuk mendengarkan apapun yg dikatakan orang tua ku dan akan selalu ku akhiri dengan kalimat “ yaa doakan yaa biar segera bertemu dengan jodoh”. Selesai, Untuk saat itu. nanti kalo telepon lagi yaa bakal mengulang pertanyaan atau sindiran-sindiran yang mengarah kesana -_-
Anyway, ada salah satu dari anggota ku yang ternyata seniorku dan dulu kuliah di jurusan tempat ibu ku berjualan dan kenal sama bapak ibu ku. Jadi seniorku jadi deket dan cerita-cerita gitu. Singkat cerita seniorku nih suka ngajakin aku main rame-rame sama temen yang lain karena saat itu teman-teman sekamar ku uda pada lulus dan balik Indonesia… naahh, salah satu orang yang suka ikut jalan-jalan rame-rame tuh yaa Dia, yang sekarang jadi suamiku heheh. Mungkin bisa dibilang kalo senior ku itu jadi salah satu perantara nya Allah SWT untuk mempertemukan aku dengan Dia. Thanks bro~
Jujur pas main bareng2 itu gak ada perasaan sama sekaliiiii. Yaa pure main-main ajaa. Dia (suamiku) tuh tipe orang kalo lagi main rame2 diem aja, jadi pendengar setia, jadi kang peta dan kang poto. Serius ini hahahha. Jadi aku gak terlalu notice ke Dia. Kayak yaa baguslah ada yang bantuin fotoin sama baca maps HAHAHA
Ada satu momen yang ngebuat aku jadi lumayan deket sama Dia. Sebenernya momen ini tidak tepat. Tapi yaa gimana dong, emang gitu kejadiannya..
Momen itu adalah momen makan malam bersam dengan orang yang ingin serius sama kau. NAHLOH . Jadii, pas itu ada seseorang yang aku kenal mencoba mendekat. Entah aku yang terlalu tidak peka atau bagaimana aku juga gapaham HAHA. Sampe di satu hari orang ini menyatakan perasaanya kalo tertarik dan ingin serius sama aku. WEHH, TERKEDJOET DAN TERKAGET DONG AKUUHH. Di saat aku lagi bodoamat gak pengen mikir ginian ehhh tiba-tiba ada yang ngomong serius. Aku tidak menolak saat itu, karena aku ingat nasehat dari Bapakku, “kalo ada yang mendekat dan ingin serius, jangan langsung ditolak. Coba saling mengenal dulu. Siapa tau memang itu jodohnya”. Yaps aku jawab ke orang ini kalo aku gabisa nolak atau nerima. Tapi yuk kita sama-sama mengenal dulu (oh ya, aku orang yg berprinsip gamau pacar2an ya. Jadi aku kasih waktu ke orang ini). setelah itu aku sholat istikhoroh minta petunjuk sama Allah. Soalnya aku emang bener2 bingung hahaha. Ke siapa lagi coba mau nanya kalo ga sama yang punya Dunia dan seisi nya ini.
Setelah beberapa hari aku masih belum menemukan rasa nyaman itu, aku jadi gelisah entah apa penyebabnya. Orang ini orang baik, aku cukup mengenalnya. Jadi saat itu ku pikir apa memang bukan jodohku ya, soalnya kok malah jadi gelisah? Oke Then, orang ini ngajak makan malem. Nah aku gaenak kalo cuman berdua. Aku ajaklah Dia (suamiku) buat makan bareng. Pas itu Dia ga ngerti kalo aku dan orang ini sedang ada maksut pendekatan. Kasihan yaaa.. semacam ku manfaatkan Dia (suamiku) nih HEHEHE. Jadilah kita makan malam bertiga. Selama perjalanan, ditempat makan dan saat pulang tanpa kusadari aku lebih banyak berkomunikasi dengan Dia (suamiku) dibandingkan dengan orang ini. Aku tidak merencanakan apapun, kayak yaaudahh ngalir ajaa gituuu…
Selama aku mencoba mengenal orang ini, aku cerita ke orang tua ku. Bapak bilang, “kalo kamu ngerasa gak nyaman, gausah diterusin. Mungkin memang belum jodohnya. Kalo jodoh itu sama Allah pasti dimudahkan semua nya. Jangan sampe niat baik malah jadi buruk di hidupmu” . Setelah berdiskusi dengan orang tua dan memantapkan hati, aku sampaikan maaf dan semua yang kurasakan ke orang ini. Aku mengakhiri proses pengenalan dengannya. Kenapa aku cepat mengambil keputusan? Yaa karena memang sepertinya tidak bisa untuk diteruskan. Rasa tidak nyaman itu lebih besar dari rasa untuk mengenal lebih jauh. Jadi ku fikir, sebelum terlalu jauh berjalan dan berharap lebih baik ku sudahi saja.. but thanks to you, orang ini juga menjadi salah satu perantara aku mengenal Dia. Mungkin terdengar jahat sekali. Tapi begitulah Alam bekerja. Kita melangkah tanpa tau apa yang akan terjadi didepan. Saat itu, akupun tidak tau dan tidak terpikirkan jika seorang teman yang tidak tau apa-apa tentang proses pendekatan inilah yang justru menjadi teman hidupku. Aku yakin, kamu (orang ini) akan menemukan seorang perempuan yang terbaik dan tentu nya seseorang yang di ijinkan Allah untuk membersamai mu.
Setelah keputusan itu diambil, aku memutuskan untuk menjaga jarak dari semua teman-teman (laki2) ku. aku ingin berhenti sejenak. Aku ingin me-refresh kondisi hati ku…
hingga... warung mie vegetarian di night market dekat kampus menjadi tempat pertama kali Dia dan aku saling mengenal..