not the version people always assume i am.
not the surface-level impression.
not the one that they build in their heads after watching me from distance.
i've tried to be real.
to show up as myself.
to let part of me be seen, even if they're soft, complicated, or quiet.
but sometimes it feels like no one really looks.
or worse, even when they do, they don't see me.
they always see a story they already wrote before i even opened my mouth.
and it hurts.
because all i ever wanted was to be understood without having to explain every corner of my soul
to be loved not despite who i am, but because of it.
maybe one day, someone will look at me and think, "i want to know all of you, not just what's easy to see."
and when that happens, i hope i'll still be brave enough to let them in.
:)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sometimes we have to shift our way of thinking from being happy when we reach X to finding pieces of happiness now. It's not always possible, as sometimes that big goal can help us reach a more stable environment, and in those cases, it's okay to stay more focused on it. As much as we can, let's remember that life is filled with all the little moments we make of it, and let's spend it with things that fill our hearts!
Guys, mumpung aku lagi gabut aku pengen nulis sesuatu tentang episode 10. Ada apa dengan episode 10? Okey, akhir-akhir ini aku lagi suka banget ngikutin drakor yang lagi populer di Netflix. Judulnya Love Next Door (엄마친구아들), drama dengan tema sahabat jadi demen (cieee...). Mungkin drama ini gak cocok buat kalian yang pernah kena friendzone (oops wkwk). Tapi, jujur dramanya oke banget buat ditonton karena menggambarkan arti keluarga, teman, dan cinta. Tenang, kali ini aku gak akan bahas tentang friendzone terlalu sensitif guys hahaha. Kali ini aku pengen sharing perasaanku setelah nonton episode 10 yang barusan aja tayang kemarin malem. Sebelum lanjut, mungkin tulisan ini akan mengandung sedikit spoiler buat kalian yang belum nonton episode 10. Jadi, kalo belum nonton dan gak mau dapet banyak spoiler, mungkin bisa skip baca tulisanku dulu yaa wkwk.
Wah, aku mau kasih review jujur banget sih episode 10 ini bikin aku nangis karena alurnya mengandung bawang dan relate banget sebagai first daughter in my family, especially Asian family. Bae Seok-ryu, first female lead character in this drama, had to endure all her burden alone 😭 Ketika Seokryu merantau bekerja di US, dia mengalami penderitaan yang cukup parah hingga mengalami depresi karena lingkungan kerja yang toxic. Selain depresi, dia juga divonis mengidap kanker perut stadium 2. Namun, karena Seokryu gak pengen bikin ortunya di Korea kepikiran dengan kondisi anaknya di US yang sedang tidak baik-baik saja, akhirnya dia keep semua itu sendirian. Dia mengambil keputusan buat operasi kanker perut dan kemoterapi untuk mengurangi rasa sakit yang dia alami tanpa sepengetahuan sahabat atau keluarganya. Nah, ternyata rahasia Seokryu itu terungkap oleh keluarga dan sahabatnya di episode 10. Ada script yang bikin cukup ngena banget ketika aku nonton. And I know what our parents feel if their children hide secrets from them. They feel heartbreaking as parents.
"A parent would go to the moon for their child" 😭😭😭
"Even if we were useless parents, you should have told us"
Dan yang bikin cukup seneng ketika nonton adalah akhirnya Hyeonjun, ex-bf Seokryu, sadar kalo selama ini gak sepenuhnya bisa memahami keadaan Seokryu saat mengalami penderitaan hidup. Hyeonjun merasa selama ini cintanya egois karena hanya ingin melihat Seokryu berhasil bangkit lagi tanpa selalu hadir menemani seluruh proses perjuangannya untuk bangkit kembali. Bagusss bang Hyeonjun akhirnya lu sadar juga dan buka peluang buat uri Choisseung HAHAHAHA 👍
Selama nonton yaampun writernim ini kayaknya emang bener-bener mendalami banget deh karakter anak perempuan pertama di keluarga 😭 Sampe beneran ngerasa relate dan refleksi ke diri sendiri karena pernah melakukan hal yang sama seperti Bae Seok-ryu. And I realized it was wrong. Sebagai anak, sekarang aku sadar rasanya egois banget membiarkan orang tuaku gak boleh tau penderitaan anaknya saat ada masalah besar menimpa. Aku merasa bersalah karena kurang memahami perasaan ortuku sendiri. Perasaan mereka sebenarnya adalah merasa kecewa karena anaknya tidak mempercayai orang tuanya sendiri. Mereka hanya ingin bisa saling berbagi bahagia dan duka bersama, that's what family called of. Namun, rata-rata beberapa anak perempuan pertama di keluarga sangat bisa relate dengan keadaan yang dialami Seokryu. Kalo berdasarkan pov anak pertama, kita tuh udah terbiasa menyelesaikan semua masalah sendiri dan gak pengen aja ngerepotin orang lain sama masalah kita. Kadang-kadang aku sebagai anak pertama masih merasa susah (lebih tepatnya gengsi) untuk menceritakan masalah yang sedang kuhadapi di depan ortuku. I don't know, I found it hard to talk about. Ibaratnya tuh dinding gengsiku itu tinggi banget untuk mengkomunikasikan kondisi terendah, sehingga butuh orang yang understanding well supaya dinding gengsi itu bisa runtuh. Karena sering banget ketika aku berusaha mengkomunikasikan kondisi terendahku, hampir banyak orang selalu bilang, "Aku yakin kamu pasti bisa. Karena kamu kuat." I don't need those words. Sampai suatu hari aku mengalami masalah besar dan berhasil mengkomunikasikan rasa sedihku kepada ortuku, I burst into tears and my parents hugged me tightly while calming me down. That's what I need someone who can calm me down and always stay by my side 'til my problem gone or said that's everything's gonna be okay. And I'm now much better off starting to try to communicate the problem or emotion I'm facing with them. Dan aku ingat bapakku pernah berpesan kepadaku jika suatu saat memutuskan untuk menikahi seseorang (mumpung sekarang saya masih single jadi dikasih wejangan dulu hehe),
"Someday when you marry to someone, please try to communicate everything with your partner. Because your partner is part of your family too."
Yeap, jangan pernah berpikir it will bother your partner. Seperti hikmah dari kisah Seokryu dan mantannya kalo orang yang mencintai kita akan berusaha hadir di saat kita dalam keadaan sedih maupun bahagia 😊 Good job, Seokryu. It's a good decision to leave your ex hahaha.
Wah, ternyata cerita episode 10 beneran sekompleks itu guys. Semoga beneran happy ending deh buat Bae Seok-ryu dan Choi Seung-hyo meskipun diselipin banyak plot twist di alur cerita. Let's give a warm hug to uri Seokryu!! 💗 Peluk hangat juga buat para anak perempuan sulung di keluarga 🤗
Hari ini aku pengen nulis untuk sekedar sharing aja sambil mengisi waktu long holiday. Jujur selama sebulan kemarin lagi sibuk-sibuknya urusan networking dengan komunitas lain di Surabaya. Mendekati kontrak kepengurusan komunitas abis makin banyak undangan tiap weekend wkwk. Finally, akhirnya bisa me time menikmati hari tanpa kegiatan hahaha (sebagai introvert perlu banget untuk me time). Karena gara-gara terlalu sibuk sama kegiatan jadi lupa kalo perlu sekali-sekali istirahat.
Sebelumnya, aku mau sharing kalo udah menjalani my daily life as a lecturer selama 2 bulan. Aku mendapatkan pengalaman yang mungkin gak akan aku dapatkan saat masih menjadi PNS (Pegawai Negeri Startup). Jujurly, gak pernah nyangka sebelumnya kalo balita yang dulu pernah duduk di meja praktikum sekarang berdiri ngajar di depan hahahaha. Yeap, sedikit cerita saat aku masih balita usia 4-5 bulan, bapakku membawaku ke kampus karena di rumah gak ada yang bisa mengasuh. Aku ditaruh di atas meja praktikum sambil duduk menunggu bapakku selesai mengajar wkwk. Gak bisa bayangin mahasiswa ngeliatin balita lagi duduk di atas meja praktikum waktu itu 🤣 Lucu banget kali ya hahaha. Untungnya aku bukan termasuk tipe balita yang rewel nangis minta pulang wkwk. Masih bisa terkendali lah 😁
Saat ini statusku aku udah mendapatkan beban mengajar karena kondisi kekurangan tenaga pengajar. Semua calon dosen baru diberi beban mengajar supaya gak kaget menghadapi mahasiswa. Aku mendapatkan beban mengajar untuk empat kelas dan matkul yang diajarkan sama semua. Jadi, cukup belajar satu kali, sisanya tinggal bangun tidur terus ngajar, jelasin materi langsung hafal di luar kepala hahaha. Minta maaf banget untuk kelas hari pertama yang selalu menjadi kelinci percobaanku setiap ganti materi baru ya 🤣
Mungkin sebagian dari kalian penasaran gimana rasanya ngajar mahasiswa jaman now? Well, fyi perbedaan usia mahasiswa yang aku ajar gak sampe lebih dari 10 tahun. Yaaa.... bedanya sekitar 8 tahunan lah yaa wkwk. Jadi, feelnya masih kayak kakak ngajarin adeknya hahaha. Kalo kalian tanya apakah gak grogi saat hari pertama ngajar? Ohhh jangan ditanya awal2 pasti grogi banget, beneran kaku wkwkwk. Isi kepala udah campur aduk harus perfect dan gak boleh salah menyampaikan ke mahasiswa. Rasanya udah overthinking duluan kalo ngajar gak diperhatiin mahasiswa atau malah mereka gak paham sama sekali sama materinya.
Saat hari pertama ngajar, banyak sekali hal-hal yang lucu dan absurd ketika ngajar. Hari pertama banyak mahasiswa yang kurang nyaman kalo manggil "Bu". Jadi, aku sering denger beberapa mahasiswa di kelas masih panggil "Kak" wkwk. Belum lagi mahasiswa yang caper bolak-balik suka tanya, maklum mayoritas isi kelasnya cowok. Apalagi ada beberapa mahasiswa yang tipenya kritis suka ngajakin aku diskusi di sela-sela praktikum sampe jam kelasnya selesai. Karena sikap kritisnya aku jadi bingung juga enaknya jawab apa supaya biar keliatan pinter wkwk. Akhirnya mengeluarkan template, "Oh baru tau saya ada cara kayak gitu. Bagus sih pertanyaannya nanti coba saya cari referensinya di Google ya." 🤣 Bahkan, ada mahasiswa yang sempet curhat soal pacarnya *ehhhh. Yaa w dengerin aja abisnya lucu banget 🤣 Kayak kakak dengerin curhatan adeknya. Karena jamanku jadi mahasiswa baru mau curhat ke dosen aja gak ada nyalinya cuy wkwk.
Kata orang-orang jadi pengajar itu butuh hati seluas samudera biar bisa sabar nanganin murid atau mahasiswa di kelas. Yes, setuju bangetttt. Terkadang bingung baca ekspresi mereka saat di kelas beneran paham atau gak. Karena mereka diem aja ngang ngong bingung gak paham dimananya wkwkwk. Jadi, harus sabar banget jelasin berulang-ulang sampe paham 🤣 Mendadak langsung paham perasaan dosenku dulu ketika ngalamin hal yang serupa. Harus lebih sabar lagi ngehandle mahasiswa jaman now wkwk. Ada yang pernah tidur di bawah meja enak banget atau main push rank di tengah-tengah perkuliahan. Tiap menemukan kelakuan mahasiswa yang aneh-aneh selalu ngomong ke diri sendiri buat jangan emosi, cukup ditegur aja. Beneran takut kelepasan euy. Kalo ditegur, pasti nanti mereka ngerasa malu sendiri wkwk. Takut jadi viral entar 😂 Cukup kasih "ultimatum" aja di kelas biar jadi rajin semua, "Kalian mau nyelesaiin praktikum itu tanggung jawab kalian ya. Jadi, jangan protes sama saya kalo tiba-tiba nilainya dapet 0. Coba kalian introspeksi diri sebelum protes." Atau sharing cerita ke mereka kalo jaman sekarang susah cari kerjaan, di luar sana masih banyak yang berjuang cari kerja, biar termotivasi rajin belajar untuk meningkatkan skill mereka. Ternyata reaksi mereka langsung mendadak jadi aktif diskusi dan ngerjain bareng temen sekitarnya (alhamdulillah jadi rajin wkwk). Kalo ada yang tidur aku suruh temen sebelahnya bangunin. Eh, ketika udah bangun malah dikerjain sama satu kelas, mendadak jadi bahan lawakan satu kelas wkwk. Langsung auto malu sendiri 😂 Jadi, emang beneran harus membangun hati seluas samudera hahaha. Yang paling selalu aku inget jangan sampe kita sebagai dosen menyindir soal material karena mereka hidup dari latar belakang keluarga yang berbeda. Mungkin beberapa dari mereka belum mampu beli laptop sehingga harus mengerjakan bareng dengan temennya saat praktikum, yang penting udah keliatan berusaha untuk belajar.
In my opinion, tantangan dosen jaman sekarang itu harus bisa ngajar dengan metode yang kreatif supaya kelas itu terasa hidup dan yang dipelajari jadi asyik buat mereka. Karena mengajar jaman sekarang ini gak bisa disamakan dengan generasi-generasi sebelumnya, lebih banyak tantangannya. Jadi seorang pengajar juga harus pinter story telling. Nah, ini jadi PR ku sekarang belajar story telling biar kelasnya gak boring haha, kudu banyak baca dan update banyak hal. Satu hal yang paling harus dikasih underline menjadi seorang dosen itu sebenernya beban moral guys. Kita harus ngasih contoh yang baik. Gak cuma bikin pinter anak orang aja, tetep harus ngajarin attitude yang baik biar jadi manusia berakhlak. Buat apa kan manusia pinter tapi tidak berakhlak 👍 Aku jadi makin ngerti kenapa kalo ngajarin orang ilmu jadi berkah. Karena semakin sering sharing ilmu, semakin jadi paham sama ilmu yang gak kita pahami saat dulu jadi mahasiswa.
Beberapa orang terdekat termasuk keluargaku sendiri melihat aku seperti lebih enjoy menjalani pekerjaan yang sekarang. Lebih terlihat happy daripada sebelumnya yang tiada hari tanpa sambat haha. Mungkin ini kali ya yang dinamakan perjalanan mencari jati diri. Kadang kita merasa kurang sesuai atau stuck di karir atau pekerjaan tertentu sehingga menyebabkan kita harus berpetualang mencari yang cocok dengan diri kita. Semuanya butuh proses, gak bisa instan. Mungkin banyak yang bertanya kenapa memilih switch career di bidang pendidikan. Makin ke sini akhirnya menyadari kalo uang itu belum tentu bisa bikin kita bahagia. Hal yang bisa bikin aku bahagia sekarang adalah self appreciation ketika orang yang kita ajar menjadi orang hebat di masa depan. Artinya, ilmu yang kita sampaikan berkah dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Once again selamat buat diri sendiri karena udah menemukan jati diri dan the meaning of happiness in life 😊
P.S. Sharing cerita ini mungkin bisa jadi persiapan buat kalian yang akan mulai mengajar. Semoga bermanfaat 😊
Woww I'm so excited finally SM Entertainment successfully debuted a new boy group called RIIZE, still fresh and high school crush type. Jujur lagunya RIIZE ini enak banget bener-bener semangat jiwa muda. Fyi, RIIZE ini singkatan dari "Rise & Realize". Cool! Aku suka banget pokoknya sama konsep boyband satu ini ❤️
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
I like to imagine little ghosts are cheering for you when you feel the most down. They must know what it feels like to be sad and alone, and they hope their ghostly encouragement can reach you! ♡
It can be scary to not have a set path, but it can also be freeing! Life isn’t just drawn out for us, but that allows us to pick our own direction and pace.
Finally, it's gonna be the last part of my story in 2023. Enaknya mulai dari mana dulu ya? Hahaha oke karena part yang sebelumnya udah menceritakan lika-liku perjalanan diri sendiri, sekarang adalah waktunya untuk self reflection. Aku sebagai seorang manusia dan perempuan memang gak sempurna. Sebagian orang berekspektasi terhadapku harus jadi orang kayak gini kayak gitu hmmm cukup capek sih wkwk. Gimana yaa pasti aku pernah melakukan kesalahan selama hidup 27 tahun di dunia. Dan aku memiliki beberapa poin penting untuk insyaAllah aku coba perbaiki dan lakukan pelan-pelan di kemudian hari. Gak perlu nunggu tahun baru, kalo bisa kita intropeksi diri kita setiap hari aja ya. Karena semuanya butuh proses, bukan? Aku pengen membuat list poin-poin penting di sini supaya kalo lupa bisa baca tulisanku sendiri lagi terus balik tobat memperbaiki diri lagi deh hahaha 😂
Kalo lagi keadaan kesel, jangan langsung bales respon orang lain saat itu juga. Karena efeknya bahaya banget. Takutnya malah memberikan respon negatif kepada lawan bicara kita trus jadi drama 🤯 Better inhale dan exhale dulu ya baru kasih respon atau mencoba nahan gak bales dulu, lalu bales di kemudian harinya saat emosi kita udah stabil
Ketika mau curhat ke someone or your bestie, usahakan tanya dulu apakah mereka available untuk dengerin curhatan kita. Karena kita gak tau kondisi seseorang saat itu seperti apa. Siapa tau mereka juga ngalamin masalah yang kamu keluhkan sekarang
Jangan gampang kepancing atau terhasut cerita orang lain sebelum cari faktanya terlebih dahulu. Sering banget nih orang-orang sekitar kita (termasuk aku juga sih yang kadang-kadang pikirannya masih sumbu pendek). Jangan langsung nge-judge karena bahaya banget bisa ngerusak mental orang lain. Karena lagi banyak kasus-kasus kayak gini. Semoga aku dan kalian semua bisa menahan gak langsung nge-judge meskipun MBTI kalian mengandung huruf "J" = Judging wkwk (maafkan aku yaa kalo gak sadar ngasih respon judging 🙏)
Belajar mendengarkan orang lain dulu sampe selesai berbicara. Baru setelah itu pelan-pelan kalian bisa lanjut berbicara. Biar orang yang cerita sama kita merasa dihargai. Misal, ada orang curhat sama kita eh kita malah curhat balik. It's a big no. Dia itu butuh respon kita, bukan malah dengerin curhatan kalian juga yaa 😂 (maafkan juga guys kalo secara tidak sadar aku seperti itu 🙏)
Jangan pernah merasa masalah hidupmu paling berat. Cobalah liat ke bawah supaya bersyukur dalam keadaan apapun. Semua orang yang masih hidup di dunia ini punya challenge masing-masing dan udah sesuai kemampuannya. Jangan lupa untuk husnudzon semakin berat ujian yang kamu hadapi, pasti akan ada sebuah kebahagiaan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Ingat Allah itu Maha Adil gak mungkin kamu dibiarkan menderita 😇
Bangunlah boundary atau batasan untuk dirimu sendiri agar kamu bisa menciptakan kenyamanan untuk diri sendiri dan lebih mudah mengenal diri kamu sendiri. Kalo ada orang seenaknya memperlakukan kamu, coba liat ke dirimu sendiri apakah kamu udah menciptakan sebuah batasan untuk dirimu sendiri?
Don't forget to recite morning and evening dhikr. Kalo kalian baca artinya itu bagus bangettt ❤️
Aku termasuk orang yang kesabarannya setipis tisu wkwk. Jadi, yuk latih kesabaran tiap hari 😂 Kalo mau emosi coba menyingkir sejenak sambil istighfar biar yang lain gak kena efek senggol bacok
Inget kata ibu, "Banyakin shalat tahajjud minta dipermudah jalan hidup dan keinginanmu semuanya dikabulkan" Wah, berarti jam tidur yang perlu diperbaiki kan tesisnya udah selesai hehe
Buktikan ke ortu kalo kamu adalah anak yang dewasa dan bertanggung jawab terhadap hidupmu sendiri. Jujur yaa selama ini aku berusaha serius tapi sante biar gak stres, udah gak waktunya mikirin lagi soal main-main dan lebih realistis wkwk (duh muka w kayak bocah kali yaa makanya dianggepnya gak serius. I'm not a little girl anymore huhu 😭)
Ketika kamu udah berjalan terlalu jauh dan jumlah temanmu semakin sedikit, itulah namanya seleksi alam. Kamu masih bisa menemukan teman yang lain di lingkungan positif dan satu frekuensi dengan kamu
Jangan lupa senyum dan ramah apapun kondisinya (kayak pelayanan mbak mbak ind*mar*t wkwkwk). Mau nangis boleh banget kok namanya juga regulasi emosi
Jangan lupa buat memuliakan kedua orang tua selama mereka masih hidup. Karena itu jalan menuju surga dan salah satu faktor yang bisa melancarkan perjalanan hidupmu
Kadang-kadang masih kurang percaya diri sama kemampuan yang aku punya. When no one can believe you (even your parents), believe in yourself that you can achieve anything in your life. Dengan catatan jangan menjadi kaum mager. Kalo mager gak bisa meraih apapun nantinya 😉
Beranikan diri untuk mengunjungi tempat baru (kalo bisa coba going alone biar ngurangin drama emosi gregetan kalo pergi sama temen wkwk)
Stop melihat rumput tetangga yang lebih hijau yaa. Fokus aja ke dirimu sendiri karena kamu masih punya target dan tujuan yang harus dicapai. Inget tetep bersyukur yang banyak~
Kurangi penyesalan ketika bergantung pada manusia. Biasanya manusia mudah mengecewakan. Pengen gak kecewa? Bergantung aja sama Allah yakin gak akan dikecewakan eaaa
Kayaknya terlalu banyak poin-poinnya kalo aku sebutin semuanya di sini. Semoga aja satu persatu bisa aku coba perbaiki di kemudian hari. Terima kasih 2023 karena akhirnya aku mulai menemukan hal sederhana yang bisa bikin aku bahagia dan banyak bersyukur. Apapun manis pahit yang aku alamin di 2023 merupakan suatu pembelajaran buat aku untuk growing menjadi orang yang lebih baik. Kalo kata bapakku, "Udah jalanin aja. Ntar pasti berlalu kok." Bismillahirrahmanirrahim semoga di tahun 2024 ini lebih banyak senyumnya seperti foto di bawah ini dan banyak hal baik yang menghampiri daripada sambat haduh hadeh waduh nya yaa 😂😂😂
(Anyway, aku kepikiran pengen rajin journaling, tapi kok selalu sayang banget kalo banyak tipe-X nya 😂 Jadi gak indah nanti kayak journaling di Pinterest atau Tumblr haha. Karena bukunya bagus dan cute lumayan buat self talk wkwk 🤣)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Akhir-akhir ini sering hujan, tapi cuacanya panas banget. Keadaanku juga sekarang lagi kurang fit mungkin karena kecapekan abis gowes keliling kota Jogja PP total 20 km saat liburan long weekend kemarin. Oke, sambil istirahat tulisan ini akan tetap aku lanjutkan sampe part yang terakhir ya (ditunggu aja part terakhirnya kapan haha).
Mungkin beberapa dari kalian sering melihat di Instagram ku terlihat kayak sibuk dan produktif banget tiap weekend. Hahaha sebenernya aku bukan anak yang produktif banget kok, tapi ini adalah keinginan lamaku sejak kuliah S1 pengen terlibat di komunitas women in STEM. Oke, bener banget memang tahun ini aku sedang menjalankan sebuah komunitas Generation Girl Surabaya untuk mendukung para cewek biar lebih outstanding nih di dunia STEM. Do you know what motivated me to get involved in running this community?
Sejujurnya, aku punya dua motivasi kuat untuk menjalankan komunitas ini. Pertama, aku pengen banget memotivasi dan memberikan wadah untuk cewek-cewek belajar bidang STEM. Karena faktanya bidang STEM ini masih banyak dikuasai oleh laki-laki dibandingkan perempuan. Memang rasanya cukup berat sebagai cewek ketika berkarir di bidang STEM. Saat kuliah S1, aku melihat anak cewek di jurusanku masih kurang percaya diri dengan kemampuan mereka di bidang STEM. Beberapa dari mereka terlihat seperti benalu menggantungkan skill programming kepada anak cowok agar mendapatkan nilai bagus. Karena beberapa cewek beranggapan ngoding tuh susah karena logika cowok lebih bagus daripada cewek karena mostly pake perasaan wkwk. Aku sempet berpikir emang jadi cewek harus gitu banget? Rasanya pengen banget mengubah mindset temen-temen cewek pada waktu itu. In fact, dulu aku ngerasa susah banget menemukan lingkungan yang bisa support aku buat belajar STEM dengan konsep yang seru dan menyenangkan. That's why I joined Generation Girl Surabaya to support all women in Surabaya to compete in this technology era. Motivasi yang kedua adalah aku gak pengen terlarut dalam kesedihan atau keterpurukan yang aku alami. Pengennya harus tetep bangkit dengan mencari lingkungan positif yang bisa memotivasi diri ini untuk terus belajar dan meningkatkan potensi diri sendiri. Karena selama kita masih hidup di dunia gak akan berhenti belajar. Aku sangat yakin seorang manusia yang mempunyai keinginan kuat untuk belajar, pasti akan tumbuh sangat pesat di kemudian hari.
Beberapa orang dan termasuk orang tuaku menganggap menjadi bagian dari pengurus komunitas cuma bikin capek dan gak ngasih manfaat untuk kita karena gak dapet uang. Ortuku melihat aku seperti seorang anak perempuan yang gak serius menjalani kehidupan sebagai orang dewasa (mohon maap sebenernya saya kepikiran cuma dibikin sante aja, kan udah ada sang pemilik takdir wkwk). Layaknya siklus kehidupan dewasa yang normal pada umumnya mulai dari bekerja, menikah, punya anak, hingga punya rumah sendiri. Mereka berekspektasi aku buat segera mencari jodoh lalu menikah daripada menghabiskan waktu bersama komunitas, mengingat banyak sekali temen-temenku yang karirnya udah stabil, menikah, serta berkeluarga. Hahaha minta doanya saja yaa guys dan tetap yakin karena Allah pasti sudah mengatur jalan kehidupan kita sedemikian rupa dan pasti akan selalu tepat waktunya. Aku bersyukur banget sekarang masih diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri untuk mencapai versi yang terbaik. Memang keliatannya seperti gak ngasih impact langsung ke diri kita secara instan, tapi banyak hal yang aku pelajarin dan yakin impact nya akan aku rasakan di masa depan.
Selama mengurus komunitas aku tidak sendirian, ditemani oleh tiga leaders lainnya. Fyi, kita berasal dari background yang berbeda, beberapa ada yang sedang kuliah, freshgraduate, dan udah kerja. Apakah perbedaan generasi menjadi konflik utama ketika mengurus sebuah komunitas? Nah, betul generation gap menjadi tantangan utama saat menjalankan komunitas dengan background yang berbeda. Kata "respect" menjadi sebuah esensi penting saat kerja tim. Kita belajar untuk saling menghargai kesibukan masing-masing karena kita semua pasti memiliki prioritas yang berbeda. Selain itu, kita belajar menghargai ide dan pendapat orang lain dan belajar memberikan feedback yang konstruktif. Sementara itu, aku juga belajar cara berkomunikasi yang baik dengan lintas generasi supaya tetap saling respect dan tidak saling menyinggung. Yahhh lagi lagi kata "respect" di mention wkwk, karena emang penting banget meskipun terlihat sepele.
Aku bangga banget bisa bekerjasama dengan para leaders dan volunteers yang super kreatif meskipun kita sering banget ribut mempertahankan argumen masing-masing (kalian semua pasti taulah drama keributan para cewek kayak gimana wkwk). Yahh itulah seninya kehidupan sosial saat kerja tim. Terkadang aku sebagai yang paling tua berusaha untuk turun tangan agar keributan tidak berubah menjadi drama. Caranya gimana? Yup, aku melakukan exhale dan inhale terlebih dahulu sebelum ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka. Nah, dapet lagi nih belajar untuk mengelola emosi dan kesabaran wkwk. Kadang-kadang aku pernah menjadi kaum sambat akibat lelah menghadapi generation gap. Menurutku, generation gap bukan menjadi persoalan membandingkan jaman ketika hidup bersosial. Daripada sibuk membandingkan jaman, lebih baik saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Gara-gara ini aku jadi bisa memahami dan mempelajari perbedaan karakter masing-masing orang. Jujur yaa, sampe sekarang aku masih bingung termasuk kelompok mana karena ada yang beranggapan aku termasuk generasi milenial dan sisanya menganggap termasuk Gen Z. Tapi, ketika kumpul bersama dengan mereka rasanya keliatan banget generation gap nya. Satu hal yang bikin lucu adalah mereka mengira usiaku di awal 20an, gak nyangka sih padahal umurku udah melewati 1/4 abad guys hahaha. Gapapa lah yaa tetep dewasa dan tetep gaul hehehe biar bisa dinamis mengikuti perkembangan jaman. Aku juga seneng banget bisa membantu cewek-cewek di Surabaya dan sekitarnya menghasilkan portofolio terbaik mereka. Kita juga seneng banget selalu dapet feedback positif dari mereka dan gak melupakan feedback negatif untuk improvement selanjutnya hehe. Harapannya semua acara yang diadakan oleh Generation Girl Surabaya bisa mencetak female leaders di bidang STEM masa depan. Salah satu pelajaran yang aku ambil dari pengalaman ini adalah jangan terlalu fokus mendengarkan opini orang lain terhadap apa yang kita lakukan. Lebih baik kita coba filter mana opini yang sesuai untuk kita. Terkadang gak semua orang itu paham. Karena hanya diri kita sendiri yang tau apa manfaat yang kita dapatkan untuk diri sendiri. Last but not ending, I wanna say thank you to all leaders and volunteers for your hard work in 2023. You've been doing great, girls! 🤩🤩 Let's create amazing journey together in 2024. Keep spreading positivity 💫
P. S Buat anak GenG dan GenG Surabaya yang lagi baca ini please jangan melow wkwk. Aku cuma pengen apresiasi kerja keras kita selama ini. Kalian keren 💗
Okey, sepertinya aku lanjutin nulis lagi ya hehe. Jadi, selama tahun 2023 bisa dibilang aku banyak menyibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Lebih tepatnya kegiatan sosial. Karena kadang ngerasa hidup itu hampa gitu gitu aja dan daily life yang monoton. Pasti orang-orang yang masih single relate dengan kondisi ini wkwk. Semangat para orang-orang single! 💪Tahun ini aku cukup bangga dan puas dengan diriku sendiri. Aku belajar banyak hal tentang kehidupan sosial.
Di awal tahun 2023, aku pergi bersama sahabatku ke Kebumen buat jadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi. Sebenernya kita berdua udah getol ikut ginian sejak tahun 2017 dimana kita collaboration sama bule ngajar anak SD (seru tapi lebih susah team work nya karena beda culture wkwk). Kelas Inspirasi bisa dibilang acara community di bawah naungan salah satu NGO paling terkenal sejak dulu yaitu, Indonesia Mengajar (coba ntar kalian cari-cari info sendiri siapa founder nya haha). Kali ini di Kelas Inspirasi kita disuruh sharing atau bercerita tentang pekerjaan kita sama anak SD. Asli ini juga susah sebenernya wkwk. Seru banget sih kegiatannya ngajar bocil bocil yang tingkahnya aneh-aneh dan bikin ketawa juga. Waktu itu aku ngajarin mereka soal critical thinking dan problem solving dengan game interaktif karena background pekerjaanku di bidang IT ya. Ada temen relawan lainnya yang bidang pekerjaannya di content creator jadi ngajakin bocil bocil seru-seruan bikin video tiktok bareng di kelas. Seru dan kreatif banget deh pokoknya. Setelah acara itu kepala sekolahnya cerita sama kita kalo motivasi anak-anak buat sekolah itu menurun setelah covid, kayak gak betah lama-lama di kelas. Intensitas fokus di sekolah itu jadi kurang, mereka pengen bisa pulang sekolah lebih cepat dan main hp. Beliau terima kasih banget sama kita karena udah mau menyempatkan waktu buat ngajar mereka dan harapannya bisa mengubah habit mereka serta termotivasi untuk belajar lebih giat supaya bisa menjadi seperti kakak-kakak pengajar di masa depan. Nah, gara-gara ini aku jadi tau keadaan pendidikan Indonesia yang sebenernya. Ternyata menyedihkan bangettt 🥲
Jadi, merasa bersyukur ketika melihat kondisi di luar sana fasilitas pendidikan yang masih cukup menyedihkan. Ini reminder buat kita semua sebagai manusia janganlah selalu merasa kurang puas dengan apa yang kita miliki saat ini. Jadi inget juga ketika ibuku ngasih nasehat sama aku karena abis kena musibah. Kata ibuku seperti ini, "Jangan hanya fokus pada hal material saja. Jangan jadi orang yang kufur nikmat, banyak hal selain material yang bikin kita bisa bersyukur. Buktinya kamu masih tetep bisa dapet kesempatan meraih pendidikan tinggi, dikasih kesehatan, sama masih bisa makan enak meskipun kondisi finansialmu sedang tidak baik-baik saja, kan? Ibu gak pernah khawatir yang namanya kehilangan harta atau yang lainnya. Karena ibu yakin pasti Allah ganti sama yang lebih baik." Nasehat ini yang selalu aku ingat terus kalo di saat lupa buat bersyukur.
Anyway sebenernya aku ikutan acara ini tuh sambil pengen mencari apakah passion ku beneran di dunia pendidikan. Yaa maklumlah karena umur 20-30 bisa dibilang masa-masa pencarian hehe. Jujur karena dari sejak jaman SMA kayak punya concern tinggi sama dunia pendidikan di Indonesia. Soalnya kayak seneng dan bangga aja gitu kalo orang yang kita ajar itu jadinya ikutan pinter juga. Berarti ilmu yang kita sampaikan itu bisa memberi manfaat kepada orang lain. Dan dari jaman SMA ngerasa suka aja gitu bantuin dan ngajarin temen sekelas yang masih tertinggal sama pelajaran di sekolah.
Apakah setelah ikutan acara ini aku jadi ketagihan? Yes, exactly wkwk. Aku jadi pengen nyobain Kelas Inspirasi di daerah lain karena seneng bisa ketemu sama orang-orang yang punya visi misi sama di dunia pendidikan Indonesia. Dan menurutku ini bisa menjadi salah satu alternatif aktivitas healing kalo stres ngehadepin hidup atau kelakuan orang-orang dewasa di tempat kerja wkwk. Mungkin sebagian dari kalian mikir ngapain sih capek-capekin diri buat ngajar anak SD udah gitu keluarin biaya sendiri. Hahaha rasa ikhlas itu yang berat guys. Aku cuma bisa bilang kalian cobain dulu sekali aja dan kalian pasti akan merasakan fulfillment and good connection with other people. Dan juga udah dibuktikan dengan hasil research study oleh Harvard University terkait Adult Development. Ini adalah satu video TED Talk favoritku soal mencari kebahagiaan dalam hidup dan aku setuju apa yang dibilang oleh bapak profesor Robert Waldinger. Happy watching~
Menurut kalian nih apa definisi "happiness" versi kalian? Silakan jawab di diri kalian masing-masing sebagai refleksi tahun ini :)
Setelah sekian lama akhirnya aku balik nulis lagi di Tumblr. Anggep aja ini kayak my online journal yaa. Entah kenapa tiba-tiba pengen nulis aja hahaha. Harapannya bisa jadi bentuk refleksi diriku sendiri sambil ngobrol-ngobrol lewat tulisan selama tahun 2023 udah ngelewatin apa aja dan ngapain aja. Bahasa kerennya kayak recap 2023 gitu lah ya wkwk. I hope this writing can improve myself in the next year 😉
Btw gambar yang aku tampilin adalah sebagai bentuk achievement di tahun 2023. Tepuk tangan dulu dong buat Nia yang udah berhasil ngelewatin lika-liku kuliah master. Jujur guys di tahun 2021 aku cukup galau kira-kira apakah keputusanku kuliah S2 adalah keputusan yang tepat. Karena aku harus mengorbankan karir di perusahaan startup yang udah bikin aku cukup nyaman sejujurnya buat mengembangkan diri. Waktu itu aku overthinking dengan pertanyaan what if yang dimana ini merupakan qadarullah di luar kuasa manusia. Yaudah akhirnya keputusanku bulat buat ambil kuliah S2 sambil kerja karena waktu itu masih WFH ya.
Oke jadi tadi itu masih intro nya hehe. Jadi, selama setahun ini aku lumayan struggling antara mengerjakan tesis sambil kerja. It was quite hard because must try to perform in both of them. Aku bilang lumayan susah karena waktu itu hasil penelitianku masih belum memuaskan dari segi hasil dan metode yang aku gunakan masih kurang unik. Jadi, aku harus percobaan berkali-kali padahal udah semester akhir huhu 🥲 Karena setiap semester selalu ada sidang progres tesis. Dan agak nyesel juga gak ngikutin kata dosbing dari awal dan waktu itu kurang percaya diri apakah bisa ngerjain code sesuai yg diminta dosbing. Akhirnya aku nekat ganti metode demi hasil penelitian yang bagus padahal sidang tesis kurang beberapa bulan.
Di tengah-tengah pusing ganti metode penelitian, tiba-tiba dapet kabar kalo masuk ke list PHK batch 1. Rasanya hidup tuh kayak atap runtuh, bikin ngedown dan mulai overthinking soal karier. Pikiranku waktu itu cuma yang bener aja pindah kerjaan lagi di umur segini di saat hidup temen-temenku udah stable. Maklum karena waktu itu pikiranku campur aduk dengan emosi dan masih memandang rumput tetangga lebih hijau. Dari kejadian ini akhirnya aku dapet hikmah buat beresin tesis dengan tenang supaya bisa lulus tepat waktu. Yaudah akhirnya berusaha ikhlas dengan kondisi yang terjadi pada waktu itu.
Namun, ujian hidupku gak berhenti di situ aja. Setelah lebaran, aku mendapatkan musibah kenikmatan harta dicabut yang makin bikin aku ngedown dan bener-bener takut jadi depresi. Beberapa temenku yang mendengar cerita ini ada yang merespon seperti ini, "Wah, ni kalo aku jadi kamu gak yakin sih bisa melalui itu semua. Mungkin aku langsung gila kalo dapet ujian kayak gitu." Gara-gara masalah ini motivasiku makin kuat untuk bisa lulus S2 tepat waktu supaya gak keluar biaya lagi. Apakah berat banget mengalami ujian tersebut? Of course berat banget pikiranku penuh dengan masalahku sendiri sampe aku gak tau harus cerita masalahku ke siapa karena takut banget di judge kalo menceritakan masalahku. Akhirnya aku cerita masalahku ke orang yang aku percaya. Orang itu adalah sahabatku karena aku percaya dia gak akan ngejudge dan berusaha untuk support supaya aku gak nyerah sama ujian hidup. Waktu itu bener-bener gak berani cerita ke orang lain karena takut banget gak bisa nahan buat nangis. Karena waktu aku menceritakan masalahku ke orang tuaku bener-bener nangis kenceng banget sampe sesenggukan dan tiap malem juga sering nangis meratapi nasib 🤧😭 Jadi, kalo meet up ketemu orang lain selalu berusaha menutup kesedihan serapat-rapatnya seakan hidup baik-baik aja dan normal seperti biasanya.
But, I have to continue my life. Aku berusaha dan kerja keras untuk menyelesaikan penelitianku supaya beban berkurang satu. Alhamdulillah, dengan segala kerja keras akhirnya aku lulus sidang tesis dan bisa ikut wisuda di tahun ini. Sebenernya di balik kerja keras ini aku juga mau terima kasih sama temen-temen di perkuliahan, orang-orang terdekat, dan keluarga yang udah support supaya aku tetep semangat lulus tepat waktu dengan kondisi apapun yang terjadi pada saat itu. Lalu, bagaimanakah kondisiku setelah lulus S2? Apakah ada sebuah keajaiban sebagai pengganti ujian hidupku? Oke, sepertinya aku akhiri di part ini dulu karena gak kuat ngetiknya sambil nangis hahaha (To be continued....)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming