AKHIR PEKAN: NONGKOJAJAR HUB
Serasa hari ini perlu suntikan vaksin energi jiwa dalam raga yang temporer. Pagi Sabtu 21 Agustus 2021 dimulai. Berbekal motor bebek 150 cc yang telah dicoret-coret berangkat bersama putri kecilku. Melaju hingga ke pertigaan Ngadipuro terlihat mobil Corolla merah terparkir.
Menghampiri Zeka (pemuda aktif dibidang pengelasab dan biota air) sedang memandikan burungnya. Tujuan awal kita adalah mengunjungi rumah seorang teman ternyentrik se-Nongkojajar yang akrab dipanggil Man. Man adalah sosok apresiator seni dan budaya lokal teraktif, bisa dilihat setiap ada keramaian di Nongkojajar dan sekitar bisa dipastikan Man ada di lokasi itu. Perjalanan dilanjutkan ke Dusun Ledog Desa Taman. Kami bertanya pada warga sekitar dimana letak rumah Man, hingga ketemu juga kediamannya. Namun sesampainya di sana, dia sedang pergi bekerja (baca: mritil).
Seorang tetangga mengatakan "jam siji mas, Man molene" (jam satu siang pulang kerja). Kami kembali ke pulang, ketika di jalan berdiskusi dan menyepakati untuk renang. Sesampai di rumah, pertanyaan muncul "renang dimana?", terbesit pernah punya kolam angin mainan yang ternyata telah bocor. Ingatan tertuju pada ada banner belas seminar ada di atas lemari. Bergegas kami mengambilnya dan merancang kontruksi kolam.
Banner, bambu, kursi, dan diikat dengan tali rapiah. Setelah terbentuk kolam, beri air secukupnya.
Tada, jadilah area berenang pribadi. Sambil menikmati sikecil berenang, buka beranda facebook, terlihat Bromo Artspace (akun milik Bruder Andre) ternyata kembali tinggal disekitar kampung. Komentarku dibalas dengan kalimat "ayo main kesini", dan saya melaju ke Rumah Retret Sawiran untuk menemuinya.
Dia menunjukkanku banyak tempat spesial di tempat yang ia kelola selama masa pandemi. Satu ruang dipersiakan untuk ruang pajang karya seni. Taman dan lapangan yang dapat menampung 800 peserta kemah. Panggung konser serta rencana ternak rusa. Lahan 7 hektar yang disulap menjadi hutan buatan berisi pohon-pohon langka dari penjuru negeri dan dunia, terdapat bambu India hingga Bunga asal Belanda. Belum puas berkeliling, saya pamit karena akan mengantar mengaji sikecil. Melewati bengkel Bajra.id motor berbelok ke bengkel itu bertemu rekan se-ideologi seni. Saat itu seorang sineas Felix Febian mengabarkan akan ada uji terbang layang-layang karya Arya Budi (Embong Art) di Lapangan Desa Wonosari sore nanti.
Uji terbang, dari 4 layangan ada 2 yang berhasil berakrobatik diangkasa, penerbangan layangan bergambar ini, adalah rangkaian dari rencana pameran tunggalnya di Petong Art House. Keesokannya kita berpetualang ke Air Terjun Rambut Moyo bersama Bajra.id dan LitteScamp MC.
Sungguh hari yang sangat menyuntikkan gairah dan hasrat untuk terus bersukaria berkarya dan bergaul dengan rekan sekitar tempat tinggal kami di Nongkojajar Pasuruan. Jangan iri dan dengki ya!, pokoknya senang tidak perlu jauh-jauh.