Kepergian sang penerang akhir zaman
Sore itu, saat langit senja mulai gelap pertanda waktu maghrib segera tiba. Sembari menunggu masuknya azan maghrib saya membuka sosial media sesekali menyimak lantunan suara ngaji dari kubah masjid. Terbacalah sebuah berita yang rasanya tdak ingin tahu apa isiinya, sebab setelah tahu tubuh rasanya lemas membaca berita kepergian sosok ulama yang menjadi rujukan ummat di zaman ini, ya, Syeikh Dr Yusuf Qardawi, wafat di usianya 96 tahun. Ulama 'alim itu telah pergi untuk selamanya. Syeikh Qardawi, saya mengenalnya sebagai ulama yang tegas dalam berpendapat, berterus terang dalam berfatwa, tak ada khawatirnya bila fatwa-fatwanya tidak disukai sebagian kelompok umat Islam . Tidak ada keraguaannya dalam berfatwa selagi itu sesuai dengan agama dan realitas zaman. Syeikh Qardawi dikenal sebagai ulama yang Washityah (moderat, pertengahan) beliau tidak menyukai kekauan dalam beragama, juga tidak menyukai terlalu melonggarkan-melonggarkan perkara agama, sikap wasahatiyah itulah Ia diterima mayoritas umat islam dunia. Hal yang paling menarik adalah Syeikh Qardawi tidak hanya dikenal ulama Fiqh tapi juga dikenal sebagai ulama pergerakan, Ia terlibat dalam aksi-aksi politik. Ia membangunkan umat Islam dari tidur panjangnya, Ia ulama yang menggerakakn umat islam seluruh dunia untuk bangkit melawan dari segala penindasan yang dialami umat Islam. Fatwa-fatwanya membuat gentar musuh-musuh Islam, tak heran jika Ia dipenjara akibat sikapnya yang tak mau lunak ke pada penguasa zalim dari masa ke masa, akibat sikap tegasnya itu keluar masuk penjara adalah hal yang sering Ia rasakan, bahkan saat masih berusia 23 tahun penjara telah menjadi salah satu tempatnya bermalam sunyi bersama Rabb-Nya. Ketika di negerinya sendiri sudah tidak bisa menjadi tempat yang aman baginya, harus merelakan meninggalkan tanah kelahirannya sendiri, Mesir, Qatarpun menjadi tempatnya melanjutkan proyek-proyek kebangkitannya hingga akhir hayatnya.
Tentu, hal yang tak bisa lekang dari Syeikh Qardawi adalah kegigihan dan kesungguhan dalam ilmu. Ia dikenal bukan hanya sikap-sikap politiknya yang tegas, tapi karena karya-karyanya yang agung yang tersebar ke seluruh penjuru bumi. Melalui karya-karyanya umat Islampun tercerahkan dari suramnya kegelapan akhir zaman, keluar dari kekauan, serta terhindar dari kejumudan beragama. Melalui karya-karyanya Ia sampaikan maksudnya yang maha agung yaitu persaudaraan umat Islam (ukhuwah Islamiyah), bukunya yang berjudul fiqih ikhitlaf (fiqih perbedaan) hendak Ia sampaikan kalau perbedaan adalah hal biasa terjadi, perbedaan baginya adalah bagian khazanah keilmuan dalam islam, tak perlu ada saling bertikai, memaki, bahkan membenci lantaran perbedaan satu dua hal dalam fiqh khusunya. Hal yang paling terlihat dari kegigihannya dalam ilmu adalah di usianya mendekati senja hampir 1 abad membuka lembaran-lembaran kitab, mengkaji dari satu bab ke bab lain, dari satu kitab ke kitab yang lain tetap menjadi rutinitasnya, padahal pasca terkena Covid19 tahun 2021 lalu hampir sulit Ia untuk beraktifitas, tapi sekali lagi kegigihannya akan ilmu tak menyurutkannya, tidak hanya mengkaji utk dirinya masih sempatnya menyebarkan ilmunya lewat sisial medianya, youtube hingga TV yg ditontonton jutaan ummat. Buah dari ilmunya ia rasakan saat Allah yang maha pengasih penyayang memanggilnya kembali, umat islam seluruh dunia tak henti-henti memanjatkan doa-doa kebaikan untuknya. Pun, diriku tak lupa mendoakannya di penghujung malam "Semoga Allah mengangkat derajatnya disisiNya lantaran ilmunya yg agung, dikumpulkan bersama para solihin, siddiqin dan para nabi-nabi Allah, amiin ya rabbal alamin, aamin ya Rabbal alamain." Jasad dan ruhnya memang telah kembali kepada Rabbnya tapi ilmu bersama dengan karya-karya tetaplah menjadi penerang umat di zaman akhir ini. Meski, kita harus menghadapi kegelapan akhir zaman tanpa sang penerang umat di zaman ini. Kalau kita ingin melihat orang yang usianya mendekati 1 abad mendapat keberkahan umur lantaran ilmu-ilmu serta amal-amalnya beliaulah orangnya, Syeikh Dr Yusuf Al-Qardawi.
Subulussalam, waktu subuh, 26 september 2022.