Terkadang, seseorang begitu menyadari perubahan sikap kita. Merasa baper, merasa tersakiti, karena kita membatasi interaksi, ya sekadarnya aja. Namun anehnya, ia sendiri tidak menyadari apa yang sudah ia lakukan, yang menjadi alasan perubahan sikap kita
Capek banget punya temen yang apa-apa harus baper. Berusaha baik malah diplengosi. Harus banget ngikutin drama dia, padahal hidup bukan tentang dia aja
Aneh banget ada orang kayak gitu. Seolah-olah dia merasa tersakiti karena kita. Padahal kita selalu berusaha berbuat baik, berusaha tulus membantu, mensupport dan tidak pernah menyakiti
Masalahnya itu satu aja, karena kita tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Merasa kita ini harus nurut apa yang mereka mau. Padahal kita semua sama-sama manusia; yang memiliki privasi; yang memiliki batas kemampuan; yang memiliki pilihan atas kehidupan kita masing-masing
Maunya dihargai terus, tapi nggak pernah mau untuk mengerti orang lain
Suka banget masuk ke rumah orang sambil diliatin barang-barangnya, bahkan sampai sudut ruangannya. Risih nggak? Ya risih lah. Kita punya sesuatu yang baru, ditanya-tanya. Trus gak lama bikin drama lagi karena gak suka sama kita
Ya Allah, seumur-umur nggak pernah punya temen kaya giniπ syok ajah. Sangat penting ya, kita berdoa agar mendapat lingkungan yang baik. Punya sirkel pertemanan yang baik itu sungguh rezeki yang luar biasa, baru terasa nikmat ketika itu dicabut dan punya teman yang model 'begitu'.
Kalau ada teman yang sudah 'red flag' seperti ini, sudah dijauhi aja, yang ada malah kita dongkol sendiri. Terkadang menjauh itu perlu, supaya hati kita tidak kotor. Tentu gak enak banget kalau kita harus kesel sama orang. Juga biar hati kita lebih tenang dengan memaafkan dan tidak lagi bersinggungan dengannya
Orang itu memang bermacam-macam, memiliki latarbelakang yang berbeda pula. Kita juga ga tau hal-hal apa yang bisa menjadikan ia punya perangai demikian; dan kita ga bisa mengontrol orang lain, namun kita bisa mengontrol diri dengan memahami fenomena tersebut
Semoga yang hadir itu semata atas izin Allah, supaya kita bisa mendapat pelajaran darinya untuk diri kita sendiri. Dimana kita diajarkan untuk belajar sabar dan siapa tau itu adalah sebagian balasan karena dosa-dosa kita di masa lalu. Maka, berbaiksangkalah atas setiap takdir-Nya
Buntok, 30 Maret 2023 | Pena Imaji