Tulisan Yang Tak Pernah Jadi Kita
Konon, malam pernah belajar menangis dari sepasang mata yang kehabisan air mata.
Menunggu seseorang dalam hening yang panjang,
Yang hilang tanpa benar-benar datang.
Dan aku adalah malam itu, yang basah menunggu dalam diam, bergulir waktu.
Barangkali, Tuhan tak pernah menuliskan tentang kita.
Hingga semua kisah tamat, sebelum sempat terbaca.
Kita dipertemukan sesaat, hingga aku tau bahwa bahagia mempunyai wajah dan sifat.
Lalu perlahan memudar, menyisakan sebuah arti rindu.
Sejak itu, aku menjadi rumah.
Yang kokoh tanpa penghuninya.
Pintu selalu terbuka, tapi tak pernah ada satupun yang datang mengetuk pintu hati.

















