I have you inside me like a disease. أنت بداخلي كالداء
(via nizariat)
KIROKAZE
Misplaced Lens Cap

Love Begins

Origami Around

titsay
Jules of Nature
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

ellievsbear
Stranger Things
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

izzy's playlists!
Today's Document
Game of Thrones Daily
I'd rather be in outer space 🛸
Keni
trying on a metaphor

❣ Chile in a Photography ❣
Show & Tell
seen from Vietnam

seen from Colombia

seen from Argentina

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Morocco
seen from United States

seen from Japan
seen from Russia
@allbirdsareagainstgravity
I have you inside me like a disease. أنت بداخلي كالداء
(via nizariat)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#22
Cara terbaik berpisah mungkin hanya dengan merelakan. Tapi kita tahu itu bukan perkara sederhana, bukan perkara pamit dan merayakan kepergian. Perpisahan lebih dari itu. Perpisahan lebih rumit dari itu. Kamu tidak pernah sadar itu sampai suatu hari kamu ditinggalkan dan dilupakan.
Perpisahan mengajarkan kehilangan. Ia adalah wajah paling waras dari hidup. Tidak ada yang benar-benar abadi, tidak juga pertemuan, cinta atau bahkan kebersamaan. Kamu akan kehilangan atau dipaksa dihilangkan.
Kita pernah saling mencintai, pernah saling memiliki, pernah berusaha untuk jadi orang yang ada untuk satu sama lain. Tapi kemudian kenyataan memberikan kita tembok besar. Ia memisahkan kita, menyadarkan bahwa apa yang kita miliki fana belaka. Ia tidak pernah ada, ia sebenarnya rapuh dan hubungan yang kita miliki hanyalah dusta yang diabadikan.
Kita kemudian saling menyakiti, kita kemudian saling berusaha menghindari satu sama lain. Kita menciptakan jarak. Kita menciptakaan keadaan untuk saling membenci. Barangkali cinta serapuh itu, barangkali harapan sepedih ini, barangkali perjumpaan kita hanyalah kutukan yang semestinya tidak terjadi.
Kita dipertemukan entah untuk kebersamaan atau untuk merelakan. Tapi benarkah kita bisa bersama? Benarkah kita bisa merelakan? Aku bisa saja minta maaf, aku bisa saja berusa mengembalikan kenangan yang pernah ada. Tapi apakah itu penting? Kita tidak bisa benar benar memperbaiki hati yang tersakiti. Tak ada yang bisa, juga aku.
Barangkali cinta itu seperti ini sayangku, kamu berjumpa, memupuk harapan, bersama, memupuk lebih banyak harapan, berusaha bersama, memupuk lebih banyak lagi harapan, untuk kemudian dibuat kecewa oleh harapan harapan itu. Kita, tidak, maksudnya aku tak pernah benar benar bisa mewujudkan harapan. Barangkali itu alasan kemudian mengapa kamu pergi.
Aku masih berusaha untuk merelakanmu. Aku masih berusaha untuk setia berharap padamu. Aku masih berpikir, haruskah aku memperjuangkanmu atau aku harus merelakanmu. Apa yang kita pernah alami adalah sesuatu yang nisbi, sesuatu yang rapuh, sesuatu yang barangkali bisa saja hilang karena kebencian atau kekecewaan.
Kepedihan adalah hal yang paling pasti terjadi dari perpisahan yang dipaksakan. Barangkali ia adalah wujud lain harapan yang hancur. Tapi apakah itu penting? Apakah itu berarti? Apakah itu bisa mengubah keadaan? Tidak. Hal yang bisa dilakukan adalah menerima rasa pedih itu dengan kepala tegak. Setidaknya aku tidak akan membuatmu khawatir pergi meninggalkanku. Aku akan terlihat baik baik saja, cukup kuat untuk tidak membuatmu terpaksa kembali.
Karena apa yang lebih muram dari keterpaksaan? Terpaksa mencintai, terpaksa menerima dan terpaksa bertahan. Tidak, aku tidak akan membuatmu terpaksa. Kamu perempuan paling hebat dalam hidupku, berhak mengejar kebahagiaanmu sendiri. Kamu bukan milikku, kamu tidak pernah jadi milikku, kamu tak pernah jadi milik siapapun. Kehidupanmu adalah milikmu sendiri.
Jika kamu tidak ingin bertemu denganku, baiklah. Maka kelak jika kita bertemu di jalan, aku akan bersembunyi. Jika kau yang sial mesti menjumpaiku, maka berpura-puralah aku tidak ada. Aku tidak akan marah. Aku tidak akan kecewa. Aku tidak ingin membuat perempuan yang aku cintai disusahkan akan keberadaanmu. Barangkali ini hal paling sederhana yang bisa aku lakukan. Bersepakat mengamini perpisahan diam-diam.
Karena perpisahan mengajarkan pilu, maka, izinkan aku merelakanmu. Barangkali kamu ingin pergi mengangkat sauh ke tanah yang jauh. Melupakan keberadaanku, melupakan pa yang pernah kita miliki. Barangkali kamu ingin pergi dari sini, dari tempat yang menyimpan kesakitan masa lalumu. Aku tidak akan memaksamu untuk tinggal, seperti juga kamu tidak bisa memaksaku untuk berhenti berharap.
Perempuanku
Perempuanku seperti burung atau langit biru aku sering menatapnya dari jauh, dari sunyi kehidupanku kalau ia terbang menjadi burung, aku berlari mengikuti ke mana saja ia bentangkan sayapnya
ia sering hinggap di pohon-pohon tinggi, di bukit di karang-karang laut yang putih
kalau ia jadi langit, aku menulis puisi di lembaran angin menjadi musim dan cuaca yang dingin
dalam tidurku yang letih, perempuanku menjadi laut di pantai, cuma gema tak bisa surut
tapi masih kuciumi bekas garamnya sepanjang tahun, berlarut-larut
- Gema Secuil Batu, 2005, Iswadi Pratama
#32
Kamu tidak harus menerima perpisahan ini. Bahkan kamu boleh berharap bahwa perpisahan ini tidak terjadi. Yang tak boleh kamu lakukan adalah memaksanya kembali. Ia sudah bahagia, dengan atau tanpa dirimu, toh ia baik baik saja.
Benarkah kamu ingin kembali? Benarkah keinginanmu itu didasari oleh perasaan cinta? Jangan jangan ia hanya rasa iba atas kesalahan yang kamu buat. Jika kamu iba, betapa jahatnya kamu? Bukankah tiap tiap perasaan semestinya diberikan kesempatan untuk jujur? Lantas kamu merasa perlu memberinya iba, kembali untuk mencintainya atas dasar rasa kasihan.
Tentu saja kamu merasakan kesepian. Tentu kamu merasa pedih. Merasa bahwa kamu telah membuat kesalahan yang demikian gawat. Tapi bukankah itu sudah terjadi? Ia sudah kamu lukai, lantas ia perlahan berdiri, perlahan mengobati hatinya sendiri. Ia kini sudah bisa menghadapi hidupnya sendiri tanpamu. Lalu apa hakmu untuk merusak itu semua?
Kamu berharap bisa melupakannya. Kamu berharap bahwa ia akan memanggilmu kembali, menghubungimu, kalian baikan dan memulai segalanya dari awal lagi. Tapi kamu tahu itu mustahil. Tidak dengan segala kedunguan yang kamu perbuat. Tidak dengan segala kesalahan yang masih saja kamu ulangi.
Kamu hampir tidak pernah belajar. Kamu masih saja menyakiti orang lain, menyakiti orang yang menyayangimu dan menyakiti dirimu sendiri. Kamu merasa hanya dengan menyakiti diri sendiri kamu akan terbebas dari rasa bersalah. Tapi perasaan bersalahmu selalu ada, ia selalu ada, akan selalu ada selama kamu belum memaafkan dirimu sendiri.
Kamu berusaha melupakan dia dengan berbagai hal. Alkohol, musik, film, seks dan banyak hal. Tapi kamu tahu itu tidak berguna. Setiap malam, ketika kamu terbangun dini hari, dengan keringat membasahi baju, hal pertama yang kamu ingat adalah senyumannya. Kamu menangis perlahan, tapi kamu sadar, tangisanmu tidak akan mengubah apapun.
Kamu berpikir kamu telah mengahiri semuanya. Selesai berharap dan mengemasi setiap perasaan yang ada. Itu semua omong kosong. Kepala dan ingatan mengkhianati usahamu untuk melanjutkan hidup. Pelan pelan ketika lagu Silampukau diputar kamu mengingatnya. Ketika kamu naik transjakarta, ingatanmu tentangnya muncul. Pelan pelan kamu dijajah kenangan, dipaksa menyerah oleh dirimu sendiri.
Tapi bukankah hidup perihal melupakan dan dilupakan? Kamu berusaha melupakan dan kamu telah dilupakan. Ia telah bahagia dan kamu disiksa kebencianmu sendiri. Kemarahan yang kamu pelihara tanpa alasan. Hingga akhirnya kamu membusuk. Berubah menjadi monster yang menyakiti siapapun yang berusaha menyelamatkanmu dari penyesalan.
Dari semua soundtrack video ultah swable 012 yang gue input waktu itu, cuma Detik dan Waktu nya Angsa&Serigala yang paling gue favoritin :’)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Daftar Buku Yang Harus Dibaca Sebelum Tidak Bisa Membaca Lagi
Mau nabung untuk beli buku-buku ini, semoga ada waktu dan bisa kebaca semuanya.
Pramoedya Anata Toer, Anak Semua Bangsa, Roman, Jakarta: Lentera Dipantara, 2015, 547hlm
Pramoedya Anata Toer, Bumi Manusia, Roman, Jakarta: Lentera Dipantara, 2015, 550hlm
Pramoedya Anata Toer, Jejak Langkah, Roman, Jakarta: Lentera Dipantara, 2015, 732hlm
Pramoedya Anata Toer, Rumah Kaca, Roman, Jakarta: Lentera Dipantara, 2015, 656hlm
Rendra, Ballada Orang-orang Tercinta, puisi, Bandung: Pustaka Jaya, 2013, 48 hlm
Rendra, Blues untuk Bonnie, Puisi, Bandung: Pustaka Jaya, 2013, 56 hlm
Rendra, Potret Pembangunan dalam Puisi, kumpulan puisi, Bandung: Pustaka jaya, 2013, 88 hlm
Rendra, Sajak-sajak Sepatu Tua, Bandung: Pustaka Jaya, 2013, 72hlm
Paryati Sudarman. Menulis di Media Massa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ix+314 hlm.
Rachmat Djoko Pradopo, Prof Dr., Beberapa Teori Sastra. Teori Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sugihastuti dan Suharto, Kritik Sastra Feminis, Teori Sastra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. xv+350 hlm
Sugihastuti, Gender dan inferioritas perempuan,Praktik Kritik Sastra Feminis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010, 351hlm
A Mustofa Bisri, Melihat Diri Sendiri, Kumpulan esai, Yogyakarta: Gama Media, 2003, viii+268hlm
Albert Camus, Pemberontak, Yogyakarta: Narasi, 2015, xiv+578hlm
Albert Camus, Krisis Kebebasan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2013, xviii+174hlm
Jean-Paul Sartre, Seks Dan Revolusi, Yogyakarta: Narasi, 2015, x+258hlm
Multatuli, Max Havelaar, Yogyakarta: Narasi, 2014, 15x23cm, 396hlm,
Semaoen, Hikayat Kadiroen, Novel, Yogyakarta: Octopus, 2014, 273hlm
Zaim Rofiqi, Matinya Seorang Atheis, kumcer, Jakarta: Koekoesan, 2011, 163 hlm
Mochtar Lubis, Berkelana dalam Rimba, novel, Jakarta: YOI, 20102, xi+188
Mochtar Lubis,Perempuan, kumpulan cerita pendek. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2010. 11x17 cm; xxiv+198 hlm
Mochtar Lubis. Harimau-Harimau. Novel, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1999. 11x17 cm; 220 hlm
Nawal el Saadawi. Perempuan di Titik Nol. novel. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2006. 11x17 cm; 174 hlm
H.H. Ong, Aku Dalam Pusaran Sejarah Negeriku, Proklamasi Kemerdekaan Sampai G30S 1965, Bandung: Ultimus, 2015, viii+290hlm
J.D. Salinger, The Catcher In The Rye, Novel, Depok: Banana, 2015, iv+296hlm
Richard Dawkinds, The God Delusion, Depok: Banana, 2013, vi+522hlm
Richard Dawkins, Pertunjukan Paling Agung Di Bumi, Bukti-Bukti Bagi Evolusi, Depok: Banana, 2015, viii+538hlm
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, Jakarta: LP3S, 2012, xxx+385 hlm
Eko Prasetyo, Kaum Miskin Bersatulah, Yogyakarta: Resist Book, 2009, vi+218hlm
Leon Trotsky, Program Transisional, Yogyakarta: Resist Book, 2012, vi+292hlm
Leon Trotsky, Revolusi Permanen, Yogyakarta: Resist Book, 2009, xxxvi+332hlm
Leon Trotsky, Revolusi yang Dikhianati: Sebab-sebab Kebangkrutan Uni Soviet, Yogyakarta: Resist Book, 2010, xvi+354hlm
Agus Salim, MS, Bangunan Teori: Metodologi Penelitian untuk Bidang Sosial, Psikologi, dan Pendidikan, teori, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006, xvi+108hlm
Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu, Epistimologi, Metodologi dan Etika, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007,xii+136 hlm
Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana, Juli 2013, xvi+190 hlm
Adelbert Snijders,Manusia dan Kebenaran, Yogyakarta: Kanisius, 2006, 294 hlm
Ali Mudhofir. Kamus Etika. Buku Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. xiv+529 hlm
Bertrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, xxvi+1110 hlm
GWF. Hegel. Filsafat Sejarah. Buku Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. xxi+627 hlm
Henry J.Schmandt. Filsafat Politik. Buku Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. x+660 hlm
Ivan Illich, Matinya Gender, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, 248hlm
John Rawl, Teori Keadilan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, xvi+782 hlm
Nawal El Saadawi, Perempuan dalam Budaya Patriarki, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011, xlii+429hlm
Nietzsche, Sabda Zarathustra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 497 hlm.
Perry Anderson, Asal-usul Postmodernitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008, x+260 hlm
Purwanto. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Buku Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. xv+321 hlm
Rex Mortimer, Indonesian Communism Under Sukarno (ideologi dan politik 1959-1965), hard cover, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011, xix+613 hlm
Sigmund Freud. Pengantar Umum Psikoanalisis. Buku Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. xii+707 hlm
William O’Neill, Ideologi-Ideologi Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, xlv+752 hlm
Bagus Takwin, Kesadaran Plural: Sebuah Sintesis Rasionalitas dan Kehendak Bebas, Yogyakarta: Jalasutra, xxxvi+284 hlm
Budiono Kusumohamidjojo, Filsafat Yunani Klasik, Relevansi untuk Abad XXI, Yogyakarta: Jalasutra 2013
Claude Jessua, Kapitalisme, Seri Panduan, Yogyakarta: Jalasutra, 2015, xii+128hlm
Dewi Candraningrum (Ed.), Ekofeminisme II: Narasi, Iman, Mitos, Air & Tanah, Yogyakarta: Jalasutra, 2014, xii+332 hlm
Henri Lefebvre, Marxisme, Seri Panduan, Yogyakarta: Jalasutra, 2015, xxxii+128hlm
Edward W. Said, Peran Intelektual, Jakarta: YOI, 2014, lx+112hlm
Mochtar Lubis, Tajuk-Tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya, Seri 1: Politik dalam Negeri dan masalah Nasional, Jakarta: YOI, 1997, xx+440
Mochtar Lubis, Tajuk-Tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia Raya, Seri 2: Korupsi, Ekonomi..., Jakarta: YOI, 1997, xxii+574 hlm
Mochtar Lubis. Manusia Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2008. 14x21 cm; viii+140 hlm
Harun Nasution, Falsafat Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 2003, 120hlm
Cindy Adams, Bung Karno, penyambung Lidah rakyat Indonesia, Jakarta: Yayasan Bung karno & MedPres, 2014, xvi+416 hlm
Ir. Sukarno, Sarinah, kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia, Jakarta: Yayasan Bung Karno & Medpres, 2014, 15x32cm, viii+336hlm
Dr. Irsyadunnas, Hermeneutika Feminisme Dalam Pemikiran Tokoh Islam Kontemporer, Yogyakarta: Kaukaba, 2014, xvi+364hlm
Leo Finkelstein, Jr., Panduan Praktis Membuat Tulisan Ilmiah, Yogyakarta: Grafondo, 2006, 364 hlm
Soekarno, Ir., Indonesia Merdeka, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2009, viii+168 hlm
Soekarno, Ir., Membangun Dunia Baru, Yogyakarta: Kreasi Wacana, viii+98 hlm
Soekarno, Ir., Nasionalisme Islamisme Dan Marxisme, Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2015, 99hlm
A. Mustofa Bisri, Koridor, Renungan Mustofa Bisri, Jakarta: Kompas, 2010, xii+248 hlm
Abd. Moqsith Ghazali, Argumen Pluralisme Agama, Membangun Toleransi Berbasis al-Qur’an (HC), Jakarta: KataKita, 2009, xxx+442 hlm
Drs. Soelaiman Joesoef, Drs. Noer Abijono, Pengantar Psychologi Sosial, Surabaya: Usaha Nasional, 1981, 70hlm
Iskandar Tedjasukmana, Watak Politik Gerakan Serikat Buruh Indonesia, Jakarta: TURC, 2008, xxii+220 hlm
Musdah Mulia, Negara Islam (HC), Jakarta: KataKita, 2010, 362 hlm
Peter Kasenda, Sukarno Marxisme & Leninisme (Akar Pemikiran Kiri & Revolusi Indonesia), Depok: Komunitas Bambu, 2014, xiv+274hlm
Achdiat K. Mihardja, Atheis, Roman, Balai Pustaka, 250hlm
Udah segitu aja dulu.
Toby Morris - The Pencilsword: On a plate A short story about privilege.
Wacana aja dulu
Dapet e-book lengkap Jalaluddin Rumi, total ada 24 buku, kurang lebih kalo ditotal sekitar 5400an halaman. sekali lagi 5400 halaman. bingung mau dibaca apa engga :| , ini otak udah niat banget mau baca, tapi mager banget. berharap ada alat pengekstrak buku jadi puyer trus tinggal telen tuh puyer langsung berasa bukunya udah di otak, svrem,
Ada niatan biar lebih bermanfaat kalo gue gak cuma sekedar baca, tapi juga translate dan nulis lagi semua buku itu kedalam bahasa indonesia. tapipak itu kan 5400 halaman ?, yaudah berarti di cicilin aja per hari 10 halaman. kurang lebih 540 hari, sekitar 1 tahun 175 hari atau 1 tahun 5 bulan 25 hari, cepet kan?
Pada 16 Agustus 1969 Pramoedya Ananta Toer ikut dalam rombongan tahanan politik pertama sebanyak 500 yang dibawa ke Pulau Buru oleh penguasa Orde Baru. Ia dinaikkan kapal Angkatan Darat yang kondis...
I wrote the wind
I wrote the name of the one I missed On the wind.
I wrote the name of the one I missed On the water.
But the wind is bad listener,and The water does not remember names.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hurt him, so he can’t forget you.أوجعيهِ حتّى لا ينساكِ
Ahlam Mostghanemi (via nizariat)
Hahaha udah sejam gue nyoba nyari lirik dan nyanyiin lagu ini pake gitar :|
P.S : Raisa who? Mimi Nazrina FTW~
Tidak Minta Apa-Apa Dalam Doa
Yang membubung hanya mimpi, adapun permintaan mesti tahu diri.
Ada hamba yang setiap kali berdoa mengucapkan: “Ya Allah, tak akan pernah lunas hutang rasa syukurku kepadaMu. Tak akan pernah cukup seluruh usia yang Engkau anugerahkan ini untuk menjalani rasa terima kasihku kepadaMu. Apakah menurutMu, hambaMu ini pantas meminta sesuatu lagi kepadaMu?”
Kalau Anda punya dua anak, yang satu selalu meminta dan meminta, sedangkan lainnya pemalu dan hanya menerima sesuatu kalau Anda memberikannya dan amat jarang meminta sesuatu kepada Anda. Pertanyaannya: kepada yang manakah anda lebih senang dan lega untuk memberikan sesuatu?
- Emha Ainun Najib
Luapan air, kemacetan, lampu merah, dan hujan yang basah di Jakarta adalah puisi. Ia adalah puisi bagi mereka yang mengerti.
love it
Bulan Ramadhan akan selalu meninggakan kesan tersendiri bagi saya. Ya, saya seorang Katolik dan masa puasa hingga Lebaran memiliki arti begitu mendalam bagi diri saya pribadi. Ini pertama kalinya saya menulis tentang perasaan dan pengalaman yang saya rasakan setiap bulan Ramadhan. Sejak lahir dan besar di lingkungan keluarga kecil Katolik, saya memiliki kenangan begitu berkesan dari keluarga besar kakek-nenek yang mana sebagian besar muslim. Tulisan ini mungkin bisa anda lihat sebagai respon saya terhadap ramainya perbincangan di media sosial perihal boleh tidaknya warung makan beroperasi selama puasa.
Love it

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Waktu dan ingatan adalah seniman yang sebenarnya; mereka membentuk kenyataan mendekati apa yang dinginkan hati" - John Dewey, Reconstruction in Philosophy, 1920.
Tan Malaka - Aksi Massa (1926)
Buku Aksi Massa di tulis oleh tan malaka pada tahun 1926 di Singapura. Ditulis untuk para maxist Indonesia agar melakukan Revolusi menentang Imperialisme Belanda untuk kemerdekaan Indonesia.
Download E-book https://goo.gl/upJ9ZT