If you hardly accept for what just happened to you, try to look at different perspective, way different, 180 degrees different

almost home
Sade Olutola

â
KIROKAZE

Andulka
we're not kids anymore.
trying on a metaphor
occasionally subtle
sheepfilms

shark vs the universe
taylor price
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
official daine visual archive

tannertan36
Not today Justin


PR's Tumblrdome

seen from Vietnam
seen from Pakistan
seen from Togo

seen from Sweden
seen from Kazakhstan
seen from Tunisia

seen from Indonesia

seen from Singapore
seen from Colombia

seen from Colombia

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@aisyahnuman
If you hardly accept for what just happened to you, try to look at different perspective, way different, 180 degrees different

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
What can i do?
What can i do if i do love you
What can i say if i do miss you
What can i do with this feeling i can not tell you
For what i do
For what the best to
I remain silent
Silence in my prayer
For Allah who own this love to
People want to be at your place Just for where you are now Be grateful
Love, please be myÂ
 I love youÂ
 I want you to be in my sleep,Â
 My evening, my fajr, my afternoonÂ
Please accompany me in my akad,Â
when my son still in my belly, when my daughter growing from the size of a berry,Â
 In my happy, my sad, my cry In my sorrow, in my satisfactionÂ
 Let my children love you tooÂ
 Missing you in their days Holding on to you in their nightsÂ
Prouding me and my husband by reciting youÂ
Memorizing the words in you reciting in the most beautiful way Keeping the message for doing our everydayÂ
 And not enough for just thatÂ
Let us never have complete of youÂ
So we thirst for the tafseers and the stories behind youÂ
 Please be my bestfriendÂ
Accompany me in my life Accompany me when i am arriving at deathÂ
Be by my side when i take the last breathÂ
also for my after deathÂ
In my qubrÂ
In my way towards Allah In my final placeÂ
Please be my syafaah
Awal Muhammad Rezki, S.H salah satu delegasi dari indonesia medika dalam kegiatan GSVC University of California Berkeley USA 2015
before building a ship, let me dive first

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Setiap diri hidup dengan perspektif sendiri - sendiri, teruslah hina kami, penghargaan dan apresiasi tidak kami tuju, bahagia sejati buah dari berbagi, tidak akan kau rasa wahai diri yang buta ambisi
A.K
Kalau kata Iwan Fals ... 'Desa adalah kenyataan, kota adalah pertumbuhan desa dan kota tak bisa terpisahkan tapi desa harus diutamakan
di lumbung kita menabung datang paceklik kita tak bingung masa panen, masa berpesta itulah harapan kita semua'
suasana panen desa, diikuti rasa berbagi bersama kami mahasiswa yang kalau diundang makan tak mikir dua kali di saung pinggir sawah kita makan bersama, cerita mereka sederhana dan bersahaja "nya kieu neng mun jadi petani mah ripuh", ucap ibu mencairkan suasana saya senyum - senyum saja
sialnya lagu iwan fals utk lirik selanjutnya adalah fakta para petani di dusun ini saya pun pulang dengan hati melankoli kenapa jadi tak rela hati? sudahlah kawan kau tak akan mengerti kalau diktat, nilai, diri saja kau geluti acuh akan cerita dibalik gabah dan padi
Cerita Sore Itu
Sore ini jadi sore yang tidak biasa seperti sore â sore sebelumnya. Kenapa coba? Karena diskusi. Hujan turun, mata ngantuk, pengennya istirahat, buta juga sama jalan, itu perasaan kami sebelum berangkat ke tempat diskusi itu. Ceritanya kita mau diskusi nih tentang game edukatif. Saya bawa ppt yang isinya cuman gambar â gambar sederhana sama hape yang setengah tercharge, maksudnya belum terisi apa â apa nih otak tentang game edukasi yang mau didiskusikan. Bersama kawan saya yang bersedia nemenin, kita pun berangkat dengan setengah uring â uringan, gara â gara jalanan macet dan pengendara banyak yang ngebut ga jelas (saya salah satu diantaranya).
Di luar dugaan dan bayang â bayang saya sebelum sampai ke tempat diskusi, kami disambut dengan hangat pimpinan kantor developer game itu sendiri. Sebelumnya, lewat kontak yang diberikan dosen, saya mengemail beliau dan dibalas dengan baik dan antusias. Â Antusias seantusias sikapnya mengenalkan kami dengan salah satu asistennya dan menanyakan apa yang kami inginkan dari mereka. Hebatnya, beliau seorang yang low profile dan apresiatif. Setelah itu, saya pun semangat lagi, hilang sudah perasaan malas dan uring â uringan tadi. Awal saya menjelaskan game yang akan saya dan tim buat lewat ppt yang sudah dipersiapkan tadi. Alur diskusi lalu berlangsung di seputaran teknis. Jujur, saya membuat game â game ini hanya dengan referensi permainan biasa yang sering dimainkan yang âdimasukanâ konten â konten materi kesehatan gigi. Â Saya membuat gamenya, tanpa melihat buku, atau secondary resources atau sumber valid lainnya yang âkatanyaâ sarat makna dan edukatif. Asal â asalan? Iya sih, susah amat bilang itu haha. Alhasil banyak pertanyaan, keraguan, dan rasa pesimis dari game â game yang saya buat itu. âDapet ga ya gamenyaâ? âTepat sasaran ga ya?â Dan sayangnya pertanyaan ini adalah pertanyaan terakhir yang saya pikirkan yaitu, âSeru ga ya?â.
Diskusi lalu berlangsung lagi selama satu jam, hanya satu jam, tapi sudah sangat berharga dan bermanfaat. Pulang  pulang adanya kami ga berhenti komentar âGilak keren banget, sumpahâ. âGa nyesel lys ikut, beneran, gilak.â Haha sudah, saya tidak akan cerita game saya itu panjang lebar, saya cerita saja apa yang saya dapat dari petuah dan hal-hal yang beliau sharingkan.
Katanya, bukankan seorang dokter harus mempunyai empati? Bagaimana kamu bisa mengobati orang kalau tidak merasakan apa yang dideritanya? Lhoh kok jadi kesana ya... Sama halnya bagaimana kalian bisa bermain dengan anak â anak kalau permainan itu tidak disukai mereka ataupun bukan hal yang mereka kenal. Jangan menjejalkan konten â konten yang edukatif demi membuat permainan, tapi buatlah permainan untuk mentrigger anak â anak tertarik dengan konten edukasi yang akan kita berikan. Permainan yang edukatif bergantung pada orang yang memegang peranan dalam permainan itu. Permainan tanpa konten edukatif pun sudah bisa menjadi edukatif. Sebagaimana halnya kita belajar berhitung pertama kali dari bermain petak umpet. Memasukkan konten edukatif dalam permainan bagus saja asal jangan menjadikan permainan yang âmemaksaâ. Permainan diibaratkan pisau. Pisau dibuat untuk memotongkan? Maka buatlah pisau itu untuk memotong, jangan dibuat pisau dengan rumbai â rumbai, atau pisaunya harus belok kesana â kesini dulu lalu terpotong atau dengan penuh sticker sehingga jadi tumpul. Edukatif boleh, but still the fun must be on it.
Sekarang kita lihat perpustakaan, katanya. Banyak buku kan? Kurang edukatif bagaimana isinya. Kurang sarat materi bagaimana? Tapi apakah kalian buka buku untuk mencari informasi. Lebih baik googling, efektif, menyenangkan. Makanya kita buat permainan supaya seru, bukan hanya penuh konten edukatif tapi minim serunya. Kalau begitu buat saja buku, ceritakan pada anak â anak, akan lebih efektif daripada membuat permainan. Permainan tidak seru, lalu kalian pergi selesai kegiatan, apakah akan dimainkan lagi oleh anak â anak itu? Paling hanya akan teronggok di sudut lemari kelas. Hahaha. Saya tertawa mendengar ini. Teringat kemarin melihat perpustakaan di desa âituâ. Buku terlihat sedih tidak terurus dan tersentuh seperti menyuarakan hati anak â anak âKita tidak butuh terlalu banyak buku kak, kakak saja kemari bacakan 1 pada kami.â
Katanya lagi, âPermainan dibuat nih buat program kalian ini. Lalu dibuat saja, waktu mepet, sarat isi âkelihatannyaâ, banyak konten â konten materi didalamnya, warna â warni. Lalu laporan rapi, dokumentasi terisi. Dosen senang, puas juga penguji. Sudah tuh. Lalu bagaimana dengan anak â anaknya? Kita pasti tahulah bagaimana respon anak yang memang senang, mana respon anak yang bosan, tidak tertarik. Sudah jangan bohong.â Haha.
Itu katanya sedikit tentang permainan, yang seru lagi komentarnya tentang bermain. Keadaan sekarang bermain adalah hal yang eksklusif bukan? Bermain kalau sedang liburan saja, bermain menjadi hal yang mahal, pergi ke kolam renang, pergi ke mall, nonton bioskop. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak berpunya? Mereka tidak bisa membeli itu. Bukankah kalian mau menyuluh anak â anak di desa? Bagaimana bisa bermain kalau tidak punya uang. Bermain pun kadang menjadi hal perlu dijauhi, kalau keseringan jadilah sebutan âkecanduanâ. Keseringan bermain menjadi disebut âpemalasâ. Padahal, bermain adalah hal yang paling efektif dalam mengedukasi. Maka dari itu Ki Hajar Dewantara membuat Taman Siswa kan? Bukan bimbel. (Iya deeh yang bikin Taman Baca, bukan Perpus hehe). Taman adalah tempat bermain, karena beliau percaya bermain adalah cara pengajaran paling efektif.
Permainan bisa jadi kotak edukasi tapi juga menjadi kotak maksiat. Jangan jadikan permainan sebuah alat untuk mendiamkan anak yang menangis. Jangan harap anak bermain permainan edukatif sekali, dua kali lalu jadi pintar. Beli permainan edukatif yang mahal, di bawa ke rumah berharap anak â anak bermain. Bermain sekali, dua kali lalu tidak disentuh lagi. Lalu apakah anak itu yang salah? Anak itu yang bodoh? rendah IQ-nya? Tanyakan diri kita apakah sudah mengedukasi anak  dengan bantuan permainan itu? Atau mengharap permainan itu menjadi kotak ajaib yang seketika mencerdaskan anak? Engga kan? Enggalaah.
Permainan edukatif terdiri dari 3 tahap, briefing, playing, feedback. Briefing adalah saat di mana kita menjelaskan peraturannya, cara mainnya dan dealing dengan anak â anak. Lalu playing, saat kita memainkan gamenya bersama anak â anak. Lalu feedback adalah saat dimana kita mereview apa yang kita lakukan dan memulai memasukan maksud nilai â nilai edukasi yang sudah ada ataupun belum tapi sudah tertrigger di game yang tadi kita mainkan. Katanya, âKalian bilang mau bikin penyuluhan yang menarik kan? Yasudah tetap beri feedback dan pengertian supaya mereka mendapat nilainya. Kan kalian yang mau nyuluh thoh.â Haha iya pak. Artinya, game tanpa feedback tak akan jadi game edukatif.
Sudahlah intinya hari ini saya belajar tentang bagaimana kita seharusnya mengedukasi negeri ini? Haha negeri ini? Hmmm. Saya belajar bahwa janganlah meninggikan sebuah ilmu tanpa nilai aplikatif yang mengiringinya. Semoga semakin penasaran.