Terhitung hari ini, semesta menggenapkan usiamu, doa-doa berlarian menuju Sang Pencipta, mengaminkan setiap jejakmu yang menuntun kepada jalan kebaikan; mendewasakanmu.
Selamat hari lahir, Tuan!
Terima kasih ya sudah bertahan sampai di sini, terima kasih sudah memberikan yang terbaik untuk dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Baik untuk hal besar maupun untuk hal-hal kecil yang sudah kamu beri dan kamu usahakan; mereka bangga padamu, aku bangga padamu.
Sekali lagi, terima kasih, Tuan.
Untuk segala hal yang pernah kamu lewati, jangan lupa untuk terima hadirnya setiap perasaan; sedihnya dipeluk, senangnya diharapkan, hal-hal baiknya di jaga dengan sayang.
Tuan, saat ini, telah lahir dirimu yang baru, yang akan kembali mampu melakukan hal yang sama untuk tantangan-tantangan berikutnya, dan aku yakin kamu bisa menghadapinya. Walaupun nanti tiba saatnya kamu lelah, tak apa, tinggal mengaku, sebab Tuhan tidak pernah menertawakan. Namun jangan sampai ada kata untuk menyerah, ya.
Peluklah dirimu dengan hangat, sebagaimana kamu memberikan kehangatan untuk orang-orang di sekitarmu.
Juga kepada orang-orang yang sudah baik di masa lalu, saat ini, atau nanti, jangan lupa berterima kasih untuk setiap cinta yang sudah mereka beri, sedikit banyaknya mereka pernah berperan dalam hidupmu, memberi banyak pelajaran, juga membentuk dirimu yang sekarang.
Tuan, semoga setiap angan dan inginmu direstui oleh-Nya, diberkahi tiap langkahnya.
Dan satu, semoga seutuh hati yang luas dan sepasang kaki yang kuat selalu membersamaimu di setiap perjalanan.
Berbahagialah, Tuan.. bersulang-sulang, dalam ulang tahunmu yang berulang-ulang, selamat menua dengan baik, ya. Jaga kesehatan, dan jaga rasa cukup sebagai kunci ketenangan.
I'll show u; u're so much better than u know, really.
- Nit πΉ(anak kecil yang selalu minta di dongengin hehe, jangan pernah bosan ya, aku siap mendengarkan dongeng-dongeng kamu yang selanjutnya!)