Di zaman ketika banyak orang berlomba mendapat cap kesempurnaan, aku hanya ingin diterima, dimengerti, dihargai, dikritik, sebagai manusia biasa. Yang ketika aku menyebut diriku sebagai ibu rumah tangga, orang lain akan tetap menghargaiku sebagaimana profesi lain dihargai. Yang ketika aku menggunakan angkutan umum, orang akan tetap menghargaiku sebagaimana orang bermobil mewah dihargai. Yang ketika aku berpenampilan sederhana, orang akan tetap ramah padaku, sebagaimana orang berpenampilan perlente diperlakukan. Yang ketika aku mengaku salah, lupa, orang lain mau memaafkanku.