Doa dan harapan selalu diucapkan umat manusia dalam segala hal. Doa mengenai kesehatan, karir, financial, dan lainnya. Berharap mendapatkan hidup yang jauh lebih baik pun seringkali terlontar saat kita berdoa dan berserah pada Tuhan.
Emang bener ya, kalo berharap itu lebih baik kepada Tuhan, bukan orang lain. Tuhan ga mungkin ingkar, manusia bisa dipastikan hampir 100% ingkar. Entah itu orang tua lo, teman lo, atau bahkan pasangan lo sendiri.
Mereka bisa ingkar dengan segala macam alasan yang menurut mereka benar & wajar, tapi kita sebagai penerimanya, ga bakal berpandangan yang sama. Pernah dari kalian dibohongi? Sama siapa? Apa rasanya?
“Definitely yes!”, “Obviously hurts!”.
Okay. Terima kasih jawabannya.
Tapi gue ga munafik, gue pun pernah berbohong. In general way. Seperti, nyokap yang nanya balik jam berapa, kalo diajak pergi keluar & lagi males, kalo disuruh makan, dan sebagainya.
Gue ngerasa bohong tersebut masih wajar, karena ga melibatkan perasaan lo dan kepercayaan lo. Sekarang, apa rasanya kalo bohongnya itu melibatkan perasaan lo dan kepercayaan lo terhadap seseorang? Apa rasanya?
“Marah sih”, “Kecewa sih”, “Kok bisa ya?”.
Mungkin seperti itu atau bisa jadi ada jawaban lainnya.
Gue sadar betul, dibohongi itu ga enak. Apalagi yang melibatkan perasaan. Lebih bertanya-tanya, “Kenapa lo harus lakuin ini & apa motif lo? Kenapa sasarannya gue?”. Tapi, yaudahlah, hak si pembohong untuk menentukan motifnya dan targetnya.
Kalau ditarik lagi keakarnya dan minta penjelasan, diam seribu bahasa bahkan menghilang. Such a coward! ‘Ya kan? Mungkin takut semua kebohongan yang ditutupi kebohongan lainnya terbongkar. Makanya menghilang.
Sekarang, gimana reaksi lo kalau ternyata lo menjalin hubungan yang ternyata orang ini sudah lama dengan pasangannya dan mau menikah? Apa rasanya? Tapi kasusnya lo baru tau dia udah punya pasangan saat lo ada konflik dengan dia. Apa rasanya?
“Dunia gue seakan runtuh sih!”, “Boleh lo bohong lagi aja, ga sih?”, “speechless” dan segala kemungkinan lain jawaban kalian.
Setelah sekian lama orang yang lo kenal dan berbagi macam cerita dan pengalaman hidup, ternyata bikin pengalaman buruk lo bertambah. Apalagi untuk lo yang punya trust issue, pasti ga enak banget mengalami itu semua.
Apakah lo akan menyesali pernah mengenal orang itu?
(Bagian ini, gue minta lo jawab sendiri dalam hati)
Menurut gue, ada banyak banget kemungkinan orang itu berbohong. Tapi mungkin yang sulit di terima adalah kenapa bohongnya harus dengan perasaan & kenapa lo pergi tanpa penjelasan. Walau jelas, maksudnya dia pergi tanpa penjelasan adalah “Udah ya, gue tinggalin. Bye!”.
Tapi ga semua orang bisa menerima in that way. Call me ‘lebay’ or whatsoever but yes, people has their complicated feelings which totally different from one another.
Semoga kalian yang pernah dibohongi dalam bentuk apa pun, diberikan keikhlasan menerimanya.
Semoga kalian yang ditinggal tanpa penjelasan, diberikan kemudahan dalam melupakan.
Semoga kalian yang punya trust issue, tidak akan bertambah ketika bertemu orang baru.
Semoga kalian yang pernah menemani pembohong, tidak dipertemukan dengan pembohong lainnya.
Cause we are not running in circle.