preset hidup di pertengahan abad :D
Lorong lorong gorong yang di preset black and white,
Jelas sekali mana antara sudut yang bisa kau injak
Tapi jika semuanya berkumpul dalam satu jasad, tak ubahnya ia menjadi nilai nilai yang netral kah? Abu kah? Tak terima jadi salah satu yang tak punya nafsu atau berlebih, kita seutuhnya manusia.
Oh,napasku mulai kembali tenang dan panjang, pasalnya tiga tahun terakhir terasa seperti manusia sintetis saking palsunya. Aku pernah mendengar perihal inner child yang dapat membuat seseorang mengalami keterlambatan matang sosialnya, yes i do. Huhu, tidak buruk karena aku masih tetap hidup dan bertahan di masa pandemik quarter crisis life ini :D, yang melelahkan tentu saja PR PR yang harus kukejar agar bisa setara dengan manusia lain? Oh bukan, tentu saja agar setara dengan kematangan dan kesadaranku saat ini :D.
Kasualitas atas terlambatnya kematangan sosial ini tentu saja berpengaruh besar terhadap perkembangan sosial, interpersonal, dan juga potensi yang meredupkan eksistensiku di dunia maya dan nyata hehe, seperti burung yang dibesarkan sapi, ia tidak mau pergi memanjat pohon dan tidak tahu kalau tangannya itu bernama sayap dan dapat mengepak. Tidak seburuk itu sih, tapi aku percaya bahwa burung yang diasuh sapi adalah kisah langka yang berharga kan? Hehe. Everything is learning. Jadi fase “kegagalan atau terlambat” itu bisa ku pandang sebagai garamnya hidup.
Tabik banget sih sebenarnya, dengan sesadar sadarnya aku bersyukur dan berkhidmat dengan semua perjalanan panjang yang menjadi renungan personal ini, semua familiar mess ini membuat aku berputar putar mencari jalan keluar, aku merasa sedang sakit dan mencari obat yang tentu saja bukan di hellodo*, yang akhirnya menuntunku pada ketertarikan dan keterikatan sebuah nilai yang sedikit demi sedikit ku jadikan sebagai tiang pancang hidup yang fana ini, gak selesai sampai disini sih, tapi aku merasa lega karena setidaknya keresahan itu terobati dengan keyakinan, yang nilainya kekal, dan alhamdulillah semua ini mengingatkan bahwa aku bisa hidup dengan ke “otentikan” (re: random, weird) yang terarah dan prinsipil haha, membuat aku dapat hidup dengan fokus dan efisien aameen. Jadi jika kita merasa sakit, bersyukurlah dan berobatlah, sakit itu nikmat untuk ditadaburi juga sebagai tanda untuk maintenance atau upgrade tapi sehat membuat peluang kebaikan dan keproduktifan menjadi lebih besar. :D
“... janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. ”








