seen from United Kingdom
seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from Yemen

seen from Sweden
seen from China
seen from Uzbekistan
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from Finland

seen from Malaysia

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat
Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek.
Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat Sebelumnya perlu diketahui sebenarnya aku agak malu menuliskan cerita dewasa lesbian ini, tapi berhubung sudah banyak yang menggunakan situs ini untuk menuliskan cerita-cerita tentang seks walaupun saya sendiri tidak yakin apakah cerita dewasa itu semuanya fakta atau fiksi belaka. Tapi saya beranikan juga menulis cerita dewasa ini di situs liputanbecek.com ini, memang cerita lesbian yang saya tulis ini cukup memalukan dan merupakan pengalaman seks pertama kali dalam hidupku. Awal mula dari cerita lesbian dewasa ini adalah ketika saya baru saja tinggal di sebuah daerah perumahan yang relatif baru di daerah pinggiran kota xxx, nama daerah tersebut tidak saya sebutkan mengingat untuk menjaga nama baik dan harga diri keluarga terutama suami dan kedua anak saya. Saya tinggal di situ baru sekitar 6 bulanan. Karena daerah perumahan tersebut masih baru maka jumlah keluarga yang menempati rumah di situ masih relatif sedikit tetapi khusus untuk blok daerah rumah saya sudah lumayan banyak dan ramai. Rata-rata keluarga kecil seperti keluarga saya juga yaitu yang sudah masuk generasi Keluarga Berencana, rata-rata hanya mempunyai dua anak tetapi ada juga yang hanya satu anak saja. Sudah seperti biasanya bila kita menempati daerah perumahan baru, saya dengan sengaja berusaha untuk banyak bergaul dengan para tetangga bahkan juga dengan tetangga-tetangga di blok yang lain. Dari hasil bergaul tersebut timbul kesepakatan di antara ibu-ibu di blok daerah rumahku untuk mengadakan arisan sekali dalam sebulan dan diadakan bergiliran di setiap rumah pesertanya. Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek. Suatu ketika sedang berlangsung acara arisan tersebut di sebuah rumah yang berada di deretan depan rumahku, pemilik rumah tersebut biasa dipanggil Bu Soni (bukan nama sebenarnya) dan sudah lebih dulu satu tahun tinggal di daerah perumahan ini daripada saya. Bu Soni bisa dibilang ramah, banyak ngomongnya dan senang bercanda dan sampai saat tulisan ini aku buat dia baru mempunyai satu anak, perempuan, berusia 8 tahun walaupun usia rumah tangganya sudah 10 tahun sedangkan aku sudah 30 tahun. Aku menikah ketika masih berusia 22 tahun. Suaminya bekerja di sebuah perusahaan swasta dan kehidupannya juga bisa dibilang berkecukupan. Setelah acara arisan selesai saya masih tetap asyik ngobrol dengan Bu Soni karena tertarik dengan keramahan dan banyak omongnya itu sekalipun ibu-ibu yang lain sudah pulang semua. Dia kemudian bertanya tentang keluargaku, “Jeng Mar. Putra-putranya itu sudah umur berapa, sih, kok sudah dewasa-dewasa, ya?” (Jeng Mar adalah nama panggilanku tetapi bukan sebenarnya) tanya Bu Soni kepadaku. “Kalau yang pertama 18 tahun dan yang paling ragil itu 14 tahun. Cuma yaitu Bu, nakalnya wah, wah, waa.. Aah benar-benar, deh. Saya, tuh, suka capek marahinnya.” “Lho, ya, namanya juga anak laki-laki. Ya, biasalah, Jeng.” “Lebih nikmat situ, ya. Anak cuma satu dan perempuan lagi. Nggak bengal.” “Ah, siapa bilang Jeng Mar. Sama kok. Cuma yaitu, saya dari dulu, ya, cuma satu saja. Sebetulnya saya ingin punya satu lagi, deh. Ya, seperti situ.” “Lho, mbok ya bilang saja sama suaminya. Ee.. siapa tahu ada rejeki, si putri tunggalnya itu bisa punya adik. Situ juga sama suaminya kan masih sama-sama muda.” “Ya, itulah Jeng. Papanya itu lho, suka susah. Dulu, ya, waktu kami mau mulai berumah tangga sepakat untuk punya dua saja. Ya, itung-itung mengikuti program pemerintah, toh, Jeng. Tapi nggak tahu lah papanya tuh. Kayaknya sekarang malah tambah asik saja sama kerjaannya. Terlalu sering capek.” “O, itu toh. Ya, mbok diberi tahu saja kalau sewaktu-waktu punya perhatian sama keluarga. ‘Kan yang namanya kerja itu juga butuh istirahat. Mbok dirayu lah gitu.” Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek. “Wah, sudah dari dulu Jeng. Tapi, ya, tetap susah saja, tuh. Sebenernya ini, lho, Jeng Mar. Eh, maaf, ya, Jeng kalo’ saya omongin. Tapi Jeng Mar tentunya juga tau dong masalah suami-istri ‘kan.” “Ya, memang. Ya, orang-orang yang sudah seperti kita ini masalahnya sudah macem-macem, toh, Bu. Sebenarnya Bu Soni ini ada masalah apa, toh?” “Ya, begini Jeng, suami saya itu kalo’ bergaul sama saya suka cepet-cepet mau rampung saja, lho. Padahal yang namanya istri seperti kita-kita ini ‘kan juga ingin membutuhkan kenikmatan yang lebih lama, toh, Jeng.” “O, itu, toh. Mungkin situ kurang lama merayunya. Mungkin suaminya butuh variasi atau model yang agak macem-macem, gitu.” “Ya, seperti apa ya, Jeng. Dia itu kalo’ lagi mau, yang langsung saja. Saya seringnya nggak dirangsang apa-apa. Kalo’ Jeng Mar, gimana, toh? Eh, maaf lho, Jeng.” “Kalo’ saya dan suami saya itu saling rayu-merayu dulu. Kalo’ suami saya yang mulai duluan, ya, dia biasanya ngajak bercanda dulu dan akhirnya menjurus yang ke porno-porno gitulah. Sama seperti saya juga kalau misalnya saya yang mau duluan.” ”Terus apa cuma gitu saja, Jeng.” “O, ya tidak. Kalo’ saya yang merayu, biasanya punya suami saya itu saya pegang-pegang. Ukurannya besar dan panjang, lho. Terus untuk lebih menggairahkannya, ya, punyanya itu saya enyot dengan mulut saya. Saya isep-isep.” “Iii.. Iih. Jeng Mar, ih. Apa nggak jijik, tuh? Saya saja membayangkannya juga sudah geli. Hii..” “Ya, dulu waktu pertama kali, ya, jijik juga, sih. Tetapi suami saya itu selalu rajin, kok, membersihkan gituannya, jadi ya lama-lama buat saya nikmat juga. Soalnya ukurannya itu, sih, yang lumayan besar. Saya sendiri suka gampang terangsang kalo’ lagi ngeliat. Mungkin situ juga kalo’ ngeliat, wah pasti kepengen, deh.” “Ih, saya belon pernah, tuh, Jeng. Lalu kalo’ suaminya duluan yang mulai begimana?” “Saya ditelanjangi sampai polos sama sekali. Dia paling suka merema-remas payudara saya dan juga menjilati putingnya dan kadang lagaknya seperti bayi yang sedang mengenyot susu.”, kataku sambil ketawa dan tampak Bu Soni juga tertawa. “Habis itu badan saya dijilati dan dia juga paling suka menjilati kepunyaan saya. Rasanya buat saya, ya, nikmat juga dan biasanya saya semakin terangsang untuk begituan. Dia juga pernah bilang sama saya kalo’ punya saya itu semakin nikmat dan saya disuruh melihara baik-baik.” “Ah, tapi untuk yang begituan itu saya dan suami saya sama sekali belum pernah, lho, Jeng. Tapi mungkin ada baiknya untuk dicoba juga, ya, Jeng. Tapi tadi itu masalah yang situ dijilatin punyanya. Rasa enaknya seperti apa, sih, Jeng.” “Wah, Bu Soni ini, kok, seperti kurang pergaulan saja, toh.” “Lho, terus terang Jeng. Memang saya belon pernah, kok.” “Ya, geli-geli begitulah. Susah juga untuk dijelasin kalo’ belum pernah merasakan sendiri.” Lalu kami berdua tertawa. Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek. Setelah berhenti tertawa, aku bertanya, “Bu Soni mau tau rasanya kalau gituannya dijilati?” “Yah, nanti saya rayu, deh, suami saya. Mungkin nikmat juga ya.” Ucapnya sambil tersenyum. “Apa perlu saya dulu yang coba?”, tanyaku sambil bercanda dan tersenyum. “Hush!! Jeng Mar ini ada-ada saja, ah,” sambil tertawa. “Ya, biar tidak kaget ketika dengan suaminya nanti. Kita ‘kan juga sama-sama wanita.” “Wah, kayak lesbian saja. Nanti saya jadi ketagihan, lho. Malah takutnya lebih senang sama situ daripada sama suami saya sendiri. Ih! Malu’ akh,” sambil tertawa. “Atau kalo’ nggak mau gitu, nanti saya kasih tau gimana membuat penampilan bulu gituannya biar suaminya situ tertarik. Kadang-kadang bentuk dan penataannya juga mempengaruhi rangsangan suami, lho, Bu Soni.” “Ah, Jeng ini.” “Ee! Betul, lho. Mungkin bentuk bulu-bulu gituannya Bu Soni penampilannya kurang merangsang. Kalo’ boleh saya lihat sebentar gimana?” “Wah, ya, gimana ya. Tapii.. ya boleh, deh. Eh, tapi saya juga boleh liat donk punyanya situ. Sama-sama donk, ‘kan kata Jeng tadi kita ini sama-sama wanita.” ”Ya, ‘kan saya cuma mau bantu situ supaya bisa usaha untuk punya anak lagi.” ”Kalo’ gitu kita ke kamar saja, deh. Suami saya juga biasanya pulang malam. Yuk, Jeng.” Langsung kami berdua ke kamar Bu Soni. Kamarnya cukup tertata rapi, tempat tidurnya cukup besar dan dengan kasur busa. Di dindingnya ada tergantung beberapa foto Bu Soni dan suaminya dan ada juga foto sekeluarga dengan anaknya yang masih semata wayang. Saya kemudian keluar sebentar untuk telepon ke rumah kalau pulangnya agak telat karena ada urusan dengan perkumpulan ibu-ibu dan kebetulan yang menerima suamiku sendiri dan ternyata dia setuju saja. Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek. Setelah kami berdua di kamar, Bu Soni bertanya kepadaku, “Bagaimana Jeng? Kira-kira siap?” “Ayolah. Apa sebaiknya kita langsung telanjang bulat saja?” “OK, deh,” jawab Bu Soni dengan agak tersenyum malu. Akhirnya kami berdua mulai melepas pakaian satu-persatu dan akhirnya polos lah semua. Bulu kemaluan Bu Soni cukup lebat juga hanya bentuknya keriting dan menyebar, tidak seperti milikku yang lurus dan tertata dengan bentuk segitiga ke arah bawah. Lalu aku menyentuh payudaranya yang agak bulat tetapi tidak terlalu besar. “Lumayan juga, lho, Bu.” Lalu Bu Soni pun langsung memegang payudaraku juga sambil berkata, “Sama juga seperti punya Jeng.” Aku pun minta ijin untuk mengulum kedua payudaranya dan dia langsung menyanggupi. Kujilati kedua putingnya yang berwarna agak kecoklat-coklatan tetapi lumayan nikmat juga. Lalu kujilati secara keseluruhan payudaranya. Bu Soni nampak terangsang dan nafasnya mulai memburu. “Enak juga, ya, Jeng. Boleh punya Jeng saya coba juga?” ”Silakan saja.”, ijinku. Lalu Bu Soni pun melakukannya dan tampak sekali kalau dia masih sangat kaku dalam soal seks, jilatan dan kulumannya masih terasa kaku dan kurang begitu merangsang. Tetapi lumayanlah, dengan cara seperti ini aku secara tidak langsung sudah menolong dia untuk bisa mendapatkan anak lagi. Pengalaman Lesbian Pertamaku Menjilat - Liputan Becek. Setelah selesai saling menjilati payudara, kami berdua duduk-duduk di atas tempat tidur berkasur busa yang cukup empuk. Aku kemudian memohon Bu Soni untuk melihat liang kewanitaannya lebih jelas. “Bu Soni. Boleh nggak saya liat gituannya? Kok bulu-bulunya agak keriting. Tidak seperti milik saya, lurus-lurus dan lembut.” Dengan agak malu Bu Soni membolehkan, “Yaa.. silakan saja, deh, Jeng.” Aku menyuruh dia, “Rebahin saja badannya terus tolong kangkangin kakinya yang lebar.” Begitu dia lakukan semuanya, terlihatlah daging kemaluannya yang memerah segar dengan bibirnya yang sudah agak keluar dikelilingi oleh bulu yang cukup lebat dan keriting. Mmm.. Cukup merangsang juga penampilannya. Kudekatkan wajahku ke liang kewanitaannya lalu kukatakan kepada Bu Soni bahwa bentuk kemaluannya sudah cukup merangsang hanya saja akan lebih indah pemandangannya bila bulunya sering disisir agar semakin lurus dan rapi seperti milikku. Lalu kusentuh-sentuh daging kemaluannya dengan tanganku, empuk dan tampak cukup terpelihara baik, bersih dan tidak ada bau apa-apa. Nampak dia agak kegelian ketika sentuhan tanganku mendarat di permukaan alat kelaminnya dan dia mengeluh lirih, “Aduh, geli, lho, Jeng.” “Apa lagi kalo’ dijilat, Bu Soni. Nikmat, deh. Boleh saya coba?” “Aduh, gimana, ya, Jeng. Saya masih jijik, sih.” “Makanya dicoba,” kataku sambil kuelus salah satu pahanya. “Mmm.. Ya, silakan, deh, Jeng. Tapi saya tutup mata saja, ah.” Lalu kucium bibir kemaluannya sekali, chuph!! “Aa.. Aah.”, Bu Soni mengerang dan agak mengangkat badannya. Lalu kutanya, “Kenapa? Sakit, ya?” Dia menjawab, “Geli sekali.” “Saya teruskan, ya?” Bu Soni pun hanya mengangguk sambil tersenyum. Kuciumi lagi bibir kemaluannya berkali-kali dan rasa geli yang dia rasakan membuat kedua kakinya bergerak-gerak tetapi kupegangi kedua pangkal pahanya erat-erat. Badannya bergerinjal-gerinjal, pantatnya naik turun. Uh! Pemandangan yang lucu sekali, aku pun sempat ketawa melihatnya. Saya keluarkan lidah dan saya sentuhkan ujungnya ke bibir kemaluannya berkali-kali. Oh! Aku semakin terbawa nafsu. Kujilati keseluruhan permukaan memeknya, gerakanku semakin cepat dan ganas. Oh, Bu Soni, memekmu nikmaa..aat sekali. Aku sudah tak ingat apa-apa lagi. Semua terkonsentrasi pada pekerjaan menjilati liang kewanitaan Bu Soni. Emm.., Enak sekali. Terus kujilati dengan penuh nafsu. Pinggir ke tengah dan gerakan melingkar. Kumasukan lidahku ke dalam celah bibir kemaluannya yang sudah mulai membuka. Ouw! Hangat sekali dan cairannya mulai keluar dan terasa agak asin dan baunya yang khas mulai menyengat ke dalam lubang hidungku. Tapi aku tak peduli, yang penting rasa kemaluan Bu Soni semakin lezat apalagi dibumbui dengan cairan yang keluar semakin banyak. Kuoleskan ke seluruh permukaan kemaluannya dengan lidahku. Jilatanku semakin licin dan seolah-olah semua makanan yang ku makan pada saat acara arisan tadi rasanya tidak ada apa-apanya. Badan Bu Soni bergerinjal semakin hebat begitu juga pantatnya naik-turun dengan drastis. Dia mengerang lirih, “Aa.. Ah, ee.. Eekh, ee.. Eekh, Jee.. Eeng, auw, oo.. Ooh. Emm.. Mmh. Hah, hah, hah,.. Hah.” Dan saat mencapai klimaks dia merintih, “aa.., aa.., aa.., aa.., aah.” Cairan kewanitaannya keluar agak banyak dan deras. OK, nampaknya Bu Soni sudah mencapai titik puncaknya. Tampak Bu Soni telentang lemas dan aku tanya, “Bagaimana? Enak? Ada rasa puas?” “Lumayan nikmat, Jeng. Situ nggak jijik, ya.” “Kan sudah biasa juga sama suami.” Kemudian aku bertanya sembari bercanda, “Situ mau coba punya saya juga?” “Ah, Jeng ini. Jijik ‘kan,” sembari ketawa. “Yaa.. Mungkin belon dicoba. Punya saya selalu bersih, kok. ‘Kan suami saya selalu mengingatkan saya untuk memeliharanya.” Kemudian Bu Soni agak berpikir, mungkin ragu-ragu antara mau atau tidak. Lalu, “Boleh, deh, Jeng. Tapi saya pelan-pelan saja, ah. Nggak berani lama-lama.” “Ya, ndak apa-apa. ‘Kan katanya situ belum biasa. Betul? Mau coba?” tantangku sembari senyum. Lalu dia cuma mengangguk. Kemudian aku menelentangkan badanku dan langsung kukangkangkan kedua kakiku agar terlihat liang kewanitaanku yang masih indah bentuknya. Tampak Bu Soni mulai mendekatkan wajahnya ke liang kewanitaanku lalu berkata, “Wah, Jeng bulu-bulunya lurus, lemas dan teratur. Pantes suaminya selalu bergairah.” Aku hanya tertawa. Tak lama kemudian aku rasakan sesuatu yang agak basah menyentuh kemaluanku. Kepalaku aku angkat dan terlihat Bu Soni mulai berani menyentuh-nyentuhkan ujung lidahnya ke liang kewanitaanku. Kuberi dia semangat, “Terus, terus, Bu. Saya merasa nikmat, kok.” Dia hanya memandangku dan tersenyum. Kurebahkan lagi seluruh tubuhku dan kurasakan semakin luas penampang lidah Bu Soni menjilati liang kewanitaan saya. Oh! Aku mulai terangsang. Emm.. Mmh. Bu Soni sudah mulai berani. Oo.. Ooh nikmat sekali. Sedaa.. Aap. Terasa semakin lincah gerakan lidahnya, aku angkat kepalaku dan kulihat Bu Soni sudah mulai tenggelam dalam kenikmatan, rupanya rasa jijik sudah mulai sirna. Gerakan lidahnya masih terasa kaku, tetapi ini sudah merupakan perkembangan. Syukurlah. Mudah-mudahan dia bisa bercumbu lebih hebat dengan suaminya nanti. Lama-kelamaan semakin nikmat. Aku merintih nikmat, “Emm.. Mmh. Ouw. aa.. Aah, aa.. Aah. uu.. uuh. te.. te.. Rus teruu..uus.” Bibir kemaluanku terasa dikulum oleh bibir mulut Bu Soni. Terasa dia menciumi kemaluanku dengan bernafsu. Emm.. Mmh, enaknya. Untuk lebih nikmat Bu Soni kusuruh, “Pegang dan elus-elus paha saya. Enak sekali Bu.” Dengan spontan kedua tangannya langsung mengayunkan elusannya di pahaku. Dia mainkan sampai pangkal paha. Bukan main! Sudah sama layaknya aku main dengan suamiku sendiri. Terlihat Bu Soni sudah betul-betul asyik dan sibuk menjilati liang kewanitaanku. Gerakan ke atas ke bawah melingkar ke seluruh liang kewanitaanku. Seolah-olah dia sudah mulai terlatih. Kemudian aku suruh dia untuk menyisipkan lidahnya ke dalam liang kewanitaanku. Dahinya agak berkerut tetapi dicobanya juga dengan menekan lidahnya ke lubang di antara bibir kemaluan saya. “Aaa.. Aakh! Nikmat sekali. Aku mulai naik untuk mencapai klimaks. Kedua tangannya terus mengelus kedua pahaku tanpa henti. Aku mulai naik dan terasa lubang kemaluanku semakin hangat, mungkin lendir kemaluanku sudah banyak yang keluar. Akhirnya aku pun mencapai klimaks dan aku merintih, “Aa.. Aah, uuh.” Agen Poker Online - Agen Domino99 Online - Agen Capsa Susun Online - Agen Ceme Online - Agen Bandar Ceme Online - Agen Bandar Capsa Online - Agen Super10 Online - Agen Omaha Online - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Agen Casino 338a - Agen Joker - Agen Slot Games Sialan Bu Soni tampaknya masih asyik menjilati sedangkan badanku sudah mulai lemas dan lelah. Bu Soni pun bertanya karena gerak kaki dan badanku berhenti, “Gimana, Jeng?” Aku berkata lirih sambil senyum kepadanya, “Jempolan. Sekarang Bu Soni sudah mulai pinter.” Dia hanya tersenyum. Aku tanya kembali, “Bagaimana? Situ masih jijik nggak?” “Sedikit, kok,” jawabnya sembari tertawa, dan akupun ikut tertawa geli. “Begitulah Bu Soni. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan lebih mesra lagi dengan suaminya, tetapi jangan bilang, lho, dari saya.” “Oo.., ya, ndak, toh, Jeng. Saya ‘kan juga malu. Nanti semua orang tahu bagaimana?” ”Sekarang yang penting berusaha agar putrinya bisa punya adik. Kasihan, lho, mungkin sejak dulu dia mengharapkan seorang adik.” “Ya, mudah-mudahan lah, Jeng. Rejeki akan segera datang. Eh! Ngomong-ngomong, Jeng mau nggak kalo’ kapan-kapan kita bersama kayak tadi lagi?” Judi Poker - Judi Domino99 - Judi Capsa Susun - Judi Ceme - Judi Bandar Ceme - Judi Bandar Capsa - Judi Super10 - Judi Omaha - Judi Bola SBOBET - Judi Bola IBCBET - Judi Casino 338a - Judi Joker - Judi Slot Games “Naa.., ya, sudah mulai ketagihan, deh. Yaa, itu terserah situ saja. Tapi saya nggak tanggung jawab, lho, kalo’ situ lantas bisa jadi lesbian juga. Saya ‘kan cuma kasih contoh saja,” jawabku sembari mengangkat bahu dan Bu Soni hanya tersenyum. onoPoker Agen Ceme Bola Casino Joker Deposit Pulsa OVO GoPay Kemudian aku cepat-cepat berpakaian karena ingin segera sampai di rumah, khawatir suamiku curiga dan berprasangka yang tidak-tidak. Waktu aku pamit, Bu Soni masih dalam keadaan telanjang bulat berdiri di depan kaca menyisir rambut. Untung kejadian ini tak pernah sampai terbuka sampai aku tulis cerita yang aneh dan lucu ini. Soal bagaimana kemesraan Bu Soni dan suaminya selanjutnya, itu bukan urusan saya tetapi yang penting kelezatan liang kewanitaan Bu Soni sudah pernah aku rasakan.
Read the full article
Pengalaman Seksku Di Dalam Skandal Ayah
Namaku Virni, saat ini usiaku 22 tahun, Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adikku laki-laki, usianya 2 tahun di bawahku. Individualized structure orang aku orangnya cantik, kulitku putih bersih dengan bulu halus di seluruh tubuhku dan payudaraku berukuran 36B sedangkan tinggiku 165 cm.
Kalau laki-laki lihat tubuhku, jakunnya naik-turun. Ini karena aku sering merawat tubuhku atas anjuran ibuku sendiri yang juga sangat cantik dan seksi. Karena kecantikankulah aku bermain nafsu seks dengan ayah dan kakekku sendiri.
Awal kejadiannya di saat ibuku sakit kira-kira satu tahun yang lalu. Ibuku harus masuk rumah sakit karena kanker rahim yang dideritanya sejak melahirkan adikku. Sudah 2 bulan, ibuku di rumah sakit, karena kami hanya bertiga maka untuk menjaga ibu kami bergantian. Ayah, aku dan adikku. Malam itu aku sehabis makan malam, bersiap mau tidur, adikku berangkat ke rumah sakit untuk menggantikan ayahku menjaga ibu.
Sambung Baca di www.filmbokepjepang.com
Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak
Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek.
Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak Malam itu kita makan bertiga, aku, Hemi dan Dika. Mereka berdua membahas soal keberangkatan Hemi. Akhirnya di sepakati Dika tetap tinggal di rumah kami, sementara Hemi berangkat ke Singapore. ”Dika, elo jaga rumah yah, sekalian jaga bini gua tuh..” kata Hemi. Dika hanya tersenyum. ”Beres boss," jawabnya sambil bersenda gurau. Saat mereka berbicara, aku mengambil kesempatan untuk masuk ke kamar, dan membasuh memekku, serta menganti CD ku. Selesai makan malam itu, Hemi masuk kamar, lalu kami bercinta. Malam itu Hemi begitu bernafsu, dia main hingga 3 kali. Aku pun melayaninya dengan nafsu juga. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Saat itu aku mulai merasakan perbedaan, antara permainan Hemi dan Dika. Aku merasakan permainan Andika, memang lebih hebat, entah karena ukuran kontolnya, atau karena perasaan aku saja. Jam 7 pagi, Hemi berangkat ke airport, di antar Dika. Hemi mencium keningku, “mami, I love you..” katanya. Mobilnya pun segera berangkat, dan aku kembali ke kamarku, berbaring. Pikiranku menerawang. Aku benar-benar wanita gila sex. Dalam semalam, aku bermain dengan Dika, dan sejam kemudian dengan suamiku. Aku mulai merasakan bedanya nikmat yang diberikan Dika. Dan aku mulai merindukan Dika. Rasa bersalahku terhadap Hemi pudar, aku menjadi egois. Dalam hati aku menyalahkan suamiku, sehingga aku berselingkuh, kenapa Hemi tidak bermain seperti Dika. Semua pikiran ini hanya untuk menutupi kesalahanku. Malam hari setelah Hemi berangkat ke Singapore, aku diam di dalam kamar. Aku sepertinya ragu untuk keluar kamar. Aku tahu di luar sana ada Andika. Sisi gelap dari diriku terus mendorong diriku untuk mencari perhatian Andika. Sedang sisi terangku melawannya. Aku hanya diam, berbaring, menatap langit-langit kamarku. Aku memang wanita jalang, wanita gila sex. Itu semua yang aku pikirkan tentang diriku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Tok tok... bunyi ketukan pintu kamarku membuyarkan semua lamunanku. Aku tahu itu pasti Andika. Aku segera merapikan gaun tidurku, berjalan ke pintu dan membuka pintu kamarku. ”Ada apa Dika?" tanyaku. Tanpa permisi lagi, Andika langsung masuk ke dalam kamar tidurku. ”Mirna, ini hadiah buat kamu," katanya sambil memberikan aku sebuah kotak. “Hadiah apa ini?" tanyaku. Andika tersenyum, ”buka saja.” Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Aku membuka bungkusan kertas pink kotak itu, dan membuka kotaknya. Isinya sebuah baju tidur berwarna merah, yang tipis, lengkap dengan CD mininya. Aku menatap Andika, dia tersenyum. ”Ayo , coba di pakai sayang." Entah kenapa, hatiku seakan luluh, aku tak tahu, aku menjadi bergairah. Aku berjalan masuk ke kamar mandi, dan aku mengganti gaun tidurku dengan baju tidur tipis yang diberikan Andika. Baju tidur yang SEKSI itu ku pakai. Aku juga memakai CD mininya dari bahan yang sama. Aku tak mengenakan bra. Aku menatap ke cermin, melihat tubuhku yang sexy dengan baju tidur ini. 'Bertahun tahun menikah dengan Hemi, belum pernah sekali pun dia memberiku hadiah seperti ini,' ujarku dalam hati. Setelah puas membolak balik badanku, berkaca di depan cermin, aku keluar dari kamar mandi. Andika menyambutku dengan senyuman. ”Mirna, kamu benar-benar cantik dan sexy." Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Dia meraih tanganku, dan mendudukkan ku di pinggir ranjang. Lalu dia mengecup bibirku, dia memperlakukanku seperti istrinya saja. Dari saku bajunya dia mengeluarkan sesuatu. Bungkus benda itu di bukanya. Benda seperti kapsul itu berwarna transparan. ”Hei.. itu apa Dika?" tanyaku. ”Ini obat perangsang," jawabnya. Aku mengerutkan dahiku, “aku tak butuh obat itu." Andika tersenyum, ”ini bukan obat perangsang biasa,” katanya. Lalu dia membawa obat itu ke arah selalngkanganku. Aku menghindar. ”Hei, jangan," kataku. ”Mirna percaya deh, kamu akan merasakan nikmat yang luar biasa," katanya. Aku diam menatapnya. Lalu aku merasakan jari Dika menyelinap di balik celana dalamku, dan kapsul itu di dorong masuk ke liang memekku. Dengan jarinya dia terus mendorong masuk kapsul itu. Aku mengigit bibirku. Lalu dia mengeluarkan jarinya, dan merapikan kembali celana dalamku. Aku diam, tapi jantung dag dig dug, obat apa yang dimasukan Dika ke dalam memekku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Aku jelas merasakan ada sesuatu benda kecil yang menganjal di dalam liang memekku. Satu menit berlalu aku tak merasakan apa-apa. Lima menit berikutnya, aku merasakan kapsul itu seperti mencair. Rasa ganjalan di liang memekku menghilang. Tapi aku sama sekali tak merasakan apa-apa. Andika tersenyum menatapku, lalu dia mulai melumat bibirku dengan nafsu. Aku pun mengikutinya, kami berciuman dengan panas. Lepas melumat bibirku, Andika menarik tanganku dan memintaku berdiri. Aku ikuti permainannya. Tangannya pun langsung meraba bidang dadaku. Buah dadaku sasarannya. Dari luar pakaian tipis itu jarinya mengitari puting susuku. Saat itu juga aku merasa terangsang. Birahiku meningkat drastis. Aku menggigit bibirku, dan Andika terus meraba-raba puting susuku yang sudah menonjol dan keras itu. Lalu tangannya menyusup ke balik baju tidur tipisku itu. Dan langsung memainkan puting susuku. Aku mendesah, ”Sshhh Dika... ih.. aku.. aku.. nafsu banget," ujarku tanpa bisa menyembunyikan rasa malu. Dua tangannya menyelinap masuk, meraba-raba buah dadaku yang sudah keras itu. Aku merasakan hal yang lain, buah dadaku menjadi begitu sensitif. Tak lama tangan kanan Dika turun ke bawah, mulai meraba-raba pahaku. Lalu sebelah kakiku di angkat, dan di tumpukan pada pinggir ranjang. Tangan kanannya itu terus meraba-raba pahaku, sedang tangan kirinya merabai buah dadaku. Aku terus merasa nikmat, dan mulutku tak henti mendesah-desah. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Saat tangan kanan Dika berjalan ke arah selangkangan celana dalamku yang sudah basah itu dan tepat menyentuhnya, aku menjerit, “Aghhh.... Dikaaaa..." Aku merasa di sengat aliran listrik. Jari Dika terus meraba-raba selangkangan celana dalamku. Klitorisku membesar, aku benar-benar terangsang hebat. Tubuhku seperti gematar. Tak beberapa lama, aku merasa orgasmeku sudah mendekat. ”Aghh Dika.. aku sudah gak tahan.. itil nya gatel banget," kataku tanpa malu. Tekanan kuat dari dalam perutku, rasanya seperti ingin pipis. Jari Dika terus meraba-raba selangkangan celana dalamku dengan lembut. ”Aahh..” Tubuhku mengejang, aku menjerit panjang, “Dika.. aku keluarrr..” Tubuhku mengejet, dan tanpa bisa aku tahan, air seniku meluncur keluar begitu saja. Aku benar-benar merasakan orgasme yang luar biasa, dan aku merasakan tubuhku menjadi lemas. Dika berdiri dan memelukku, lalu dai memangku, duduk di pinggir ranjang. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Dika menciumi leherku, dan birahiku langsung timbul lagi. ”Sayang, enak gak?" tanyanya. “Dika.. enak.. enak sekali,” kataku. Kembali Dika membuka lebar kedua kakiku. Sambil memangku diriku, tangan Dika kembali meraba selangkangan celana dalamku. Dia tak peduli celana dalamku yang basah oleh air pipisku. ”Sshhh.. Dika.. saya nafsu lagi..” erangku. Jari Dika terus bermain di selangkangan celana dalamku, membuat birahiku terus meninggi. Tak lama jari-jarinya menyusup di balik celana dalamku, dan memainkan klitorisku. Aku kembali menjerit, kenikmatan. ”Dika.. aghhh.. Dika.. aghh..” erangku. Sebentar saja aku merasa akan orgasme lagi, dan Dika semakin cepat memainkan klitorisku. ”Dika.. aku mau keluar lagi,” erangku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. “Yah, keluar saja.. ayo...” bisik Dika di telinggaku, sambil mempercepat getaran jarinya di atas klitorisku. Tubuhku kembali mengejang, dan aku orgasme kembali, dan aku pipis kembali, begitu saja. Air pipisku membasahi lantai kamarku, tapi aku tak menghiraukannya. Lalu Dika mulai melepas pakaianku, lalu aku berbaring di ranjang. Dika juga melepas seluruh pakaiannya. Aku berbaring dan melebarkan kedua kakiku, aku sudah tak tahan ingin segera merasakan kontol besar dan hitam milik Dika. ”Dika, ayo masukin..” ujarku. Tapi Dika hanya tersenyum. ”Dika please, masukin aku pingin," kataku memintanya. Tapi Dika meraba-raba bukit memekku, memainkan bulu-bulu di atasnya. “Sabar sayang, malam ini malam panjang.. saya pasti akan masukin, sabar,” kata Dika. Aku hanya diam lalu Dika berkata, ”Mirna, bulu-bulu ini saya cukur yah,” kata Dika. “Ha.. jangan.. nanti ketahuan Hemi dong," kataku. ”Kamu tidak pernah mencukur bulu kemaluan kamu?" tanya Dika. Aku menggeleng. Andika tersenyum. ”Bilang saja, kamu mau memberi kejutan pada Hemi,” kata Andika. Aku menggeleng. ”Enggak.. jangan Hemi pasti gak percaya, dan akan marah..” kataku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Andika terus merayuku, dia ingin sekali mencukur bulu kemaluanku. Tapi aku bersikeras menolaknya. Akhirnya dia mengalah. “Oke deh kalau gak mau.." kata Dika. Aku kembali memintanya untuk memasukan kontolnya ke memekku. Aku sudah benar-benar tak tahan, aku yakin semua ini karena pengaruh obat perangsang itu. Aku tahu diriku, walau aku suka sex, tapi aku masih punya harga diri. Tapi kini harga diriku seakan hilang. Andika tidak memasukan kontol, tapi dia mengarahkan kontolnya ke wajahku. ”Mirna sayang, isepin dulu dong," pintanya. Aku tak bisa menolaknya, kontolnya memang membuat aku nafsu, aku menjulurkan lidahku dan mulai menjilatinya. Andika mengerang kenikmatan, ”Aaghh.. iyah.. enak sekali,” erangnya sambil memegang kontolnya. Tapi tak lama Andika memintaku untuk mengulumnya. Aku menurutinya, mulutku membuka lebar, dan kontol besar itu mulai menyodok-nyodok mulutku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Tangan Dika memegang kepalaku, lalu dia mendorong kontolnya maju dan mundur. Dia melakukannya dengan kasar, aku tersedak beberapa kali. Aku meronta, tapi Dika memegang kepalaku dengan kuat. Saat itu aku seperti di perkosa, tapi entah kenapa aku seperti tambah bergairah. ”Uughh.. ugghhhh..” suaraku tersumbat kontol besarnya, tubuhku terus meronta, tapi Andika semakin kuat memegang kepalaku. Kontolnya terus bergerak dalam mulutku, mendorong masuk hingga kerongkonganku. Dika bertahan cukup lama, walau akhirnya dia juga ejakulasi. Aku merasakan cairan spermanya yang panas, menerpa mulutku. Saat kontolnya lepas dari mulutku, aku memuntahkan seluruh sisa spermanya. Sikap Dika kembali lembut, dia membelai rambutku, dan melap mulutku dengan tissu, lalu mengecup bibirku. “Terima kasih sayang, kamu benar-benar membuatku puas..” ujarnya. Aku hanya diam menatapnya. ”Tunggu sebentar sayang saya ambil air dulu," katanya seraya memakai kimono, milik Hemi, lalu dia keluar kamar tidurku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Tak lama, Dika kembali dengan segelas air dingin, memberiku minum, aku merasa segar dengan sejuknya air dari lemari es itu. Lalu Dika kembali menciumi bibirku, dan tangannya mulai meraba-raba buah dadaku lagi. Aku pun kembali bersemangat. Memekku berdenyut kembali. “Aahhhs.. Dika.. masukin.. saja.." pintaku. Dika tersenyum, “sabar sayang.. masih lemes nih,” ujarnya sambil memperlihatkan kontolnya yang sudah mengecil. Aku hanya diam, tersenyum dalam hati. Lalu jarinya kembali meraba-raba klitorisku, membuat aku bernafsu kembali. ”Aaghhhhh.. Dika..” erangku, saat Dika memasukan jarinya ke dalam liang memekku. Jarinya bergetar di dalam liang memekku, membuat aku merasa nikmat. Jari itu bergerak keluar masuk, dan kadang bergetar. “Dika.. ahhh.. Dika.. enak.. ahhh..” erangku. Aneh sebentar saja, tubuhku kejang, aku orgasme, dan tanpa terasa air pipisku kembali keluar, membasahi ranjangku. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Andika tersenyum, aku seperti di permalukannya. Sesaat kemudian jarinya memainkan klitorisku lagi. Birahiku kembali naik. Liang memekku berdenyut. ”Aaghh.. Dika.. aghh..” erangku. Aku benar-benar di buatnya nafsu. ”Dika.. colok kayak tadi dong," pintaku agar Dika memasukan jarinya di liang memekku. Andika tersenyum, lalu aku merasakan liang memekku agak nyeri. ”Dika.. Dika.. aghh, satu saja.. sakit..” erangku. Tapi Dika hanya tersenyum, dua jarinya menyodok-nyodok laing memekku, memasukan dua jarinya ke dalam liang memekku. Aku protes. Aku merasa tak nyaman, tapi Dika seperti tak perduli. Dua jarinya terus menyodok-nyodok liang memekku keluar masuk dengan cepat. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Tapi tak lama, rasa nyeri itu hilang dengan perlahan, mungkin liang memekku bisa beradapatasi, atau apa, aku tak jelas. Yang jelas aku kembali merasa nikmat. Jari Dika terus bergerak menyodok-nyodok liang memekku. Dan aku dibawanya ke puncak kenikmatan lagi. Aku orgasme, dengan mengeluarkan air pipisku. Tubuhku terasa semakin lemas. Aku melihat kontol Dika sudah kembali tegak, tapi birahiku sudah mulai surut. Dika mulai membuka lebar kedua kakiku. Dan kontolnya yang sudah tegang itu segera masuk ke dalam liang memekku. ”Aaghhh.." jeritku. Kontol besarnya segera menyesaki ruang di dalam memekku. Lalu dia mulai menggoyang tubuhnya, dan kontolnya bergerak maju dan mundur. ”Uuuuughhh Dika..” erangku sambil memegang pundaknya. Walau aku merasa lemas, dan lelah, tapi aku tetap orgasme. Tubuhku kejang dalam pelukan Dika. Aku Ketagihan Selingkuhi Iparku Yang Maniak - Cerita Becek. Air pipisku pun mengalir dan Dika hanya tersenyum saja. Lalu dia mulai memompa memekku lagi. Aku mengalami orgasme beberapa kali saat Andika menyetubuhiku, malam itu, hingga tenagaku terkuras habis. Aku seperti tak sadarkan diri, aku tertidur. Agen Poker Online - Agen Domino99 Online - Agen Capsa Susun Online - Agen AduQ Online - Agen BandarQ Online - Agen Bandar Poker Online - Agen Sakong Online - Agen Bandar66 Online Aku tak tahu apa yang dilakukan Dika pada diriku malam itu. Judi Poker - Judi Domino99 - Judi Capsa Susun - Judi AduQ - Judi BandarQ - Judi Bandar Poker - Judi Sakong - Judi Bandar66 Ketika aku tersadar esoknya, waktu sudah menunjukan pukul 1 siang. Aku tak pernah tidur selama itu. Aku melihat sekeliling kamarku, tak ada Dika di sana. Aku lalu masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku, dengan air hangat. Aku begitu terkejut saat melihat bulu-bulu kemaluanku telah hilang. Bukit kemaluanku licin, bersih tanpa bulu. Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia ”Andika.. kamu benar-benar gila,” umpatku dalam hati.
Read the full article

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
link bokep susutante.net susutante.com