Ketidakterpaksaan.
Setelah hampir setahun, aku menyadari satu hal; apa yg membuatnya berbeda dengan yg lainnya.
Kalau boleh aku deskripsikan, ia tidak memenuhi list lelaki yg aku impikan. Tapi mengapa aku bisa menjatuhkan hati padanya? Iya, ia melakukan sesuatu dari hatinya. Sesederhana itu.
Apa yg lain melakukannya dengan terpaksa? Aku tidak bisa langsung menjawab "iya". Karena aku juga bisa merasakan ketulusan mereka. Tapi, yg satu ini melakukannya terus-menerus. Ia meyakinkan aku setiap harinya.
Jadi apa aku menjatuhkan hati pada sosoknya atau pada apa yg ia berikan? Entahlah, untuk saat ini aku merasakan "ketidakterpaksaan" dan aku berterima kasih atas itu.
- Pekanbaru, 3 Januari 2022














