“Rencanakan hidupmu untuk hari besok, bulan besok, tahun besok, bahkan untuk beberapa tahun yang akan datang. Agar terarah hidupmu dan tau kemana kamu akan melangkah” Kata sang bijak kala itu
Namun seiring berjalannya waktu, rasa-rasanya lebih banyak waktuku terbuang untuk merencanakan dan mengandai-andai tentang kehidupan yang akan datang, karena seringkali, realita jauh melesat dari apa yang direncanakan. Antara aku yang salah merencanakan atau ada faktor lain? Entahlah
Hingga akhirnya seorang kawan yang baru saja kukenal belakangan ini, melemparkan sebuah pertanyaan padaku yang berujung jawab “aku ikuti jalan takdirku, aku bahagia akan kejadian-kejadian yang diberikan, aku nikmati setiap episodenya, aku menyukai setiap pertemuan dan perpisahannya, dan semoga Dia ridho atas sikap-sikapku”












