a fanart of Boboiboy Taufan - my genderbent version (≧▽≦)
i hope yall enjoy it:D
the face rendering turned out good tho, hehe (* ^ ω ^)
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Canada
seen from T1

seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from China
seen from T1
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Netherlands
seen from Italy
seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
a fanart of Boboiboy Taufan - my genderbent version (≧▽≦)
i hope yall enjoy it:D
the face rendering turned out good tho, hehe (* ^ ω ^)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
average conversation between war enemies (wip)
My hands are dying 😭 this took me 6 hours
But yea, here's a cyclone fanart because bby is so adorable
Boboiboy + tumblr text post [3/?]
KIRBY x BOBOIBOY crossover!!!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#11 - Taufan
(Lets imagine that they are Fang and Taufan. I use Indonesian again. So, I’m sorry. My english is not good enough.)
Fang masih tak tertidur. Balasan dari Taufan ditunggu. Namun, hanya ada tanda centang dan keterangan ‘read’. Kenapa Taufan tak membalas? Jelas-jelas tertera tulisan 'sedang aktif’ di profil Taufan. Membuatnya agak khawatir, berakhir melanjutkan kegiatan menunggu. Beberapa detik berlalu, Fang masih menunggu. Beberapa menit berlalu, Fang mulai merasa panik. Sepuluh menit berlalu, Fang memgirim pesan pada Taufan dengan membabi buta.
[Taufan!!] [Kau marah?] [Maafkan aku…] [Aku hanya bercanda..] [TAUFAN!!] [BALAS PESANKU! AKU BENAR-BENAR MINTA MAAF!] [……Taufan…..]
Tanda centang dan keterangan 'read’ makin membuat Fang dirundung rasa bersalah. Sepasang irisnya menatap langit-langit, membiarkan ponsel genggamnya lepas dari tangan. Ia berpikir, besok pagi harus menemui Taufan, meminta maaf secara langsung. Memang dirinya kelewatan, seharusnya ia tak membalas pesan Taufan begitu.
Ponsel Fang berdering, tanda panggilan video masuk. Taufan yang pertama kali terpikir saat itu. Buru-buru disambar ponselnya dan benar saja, itu Taufan. Tentu tanpa berpikir lagi, langsung diangkat.
“Taufan maafkan aku aku gak bermaksud begitu aku hanya bercanda maafkan aku maafkan aku aku gak bakal lakuin itu lagi aku—”
“Woah, woah—tenang, Fang.” Taufan menginterupsi ucapan tanpa jeda tersebut, Fang bungkam dengan raut wajah bersalah. Taufan menahan tawa setengah mati. Ekspresi itu sungguh jarang ditampakkan Fang bahkan tak pernah sebelumnya.
“Aku tadi ke dapur Fang, bikin coklat panas."—Taufan mengangkat mug-nya dan Fang melihat sendiri, itu memang coklat panas—"Kamu bilang kan bisa tidur, yaudah aku minum coklat panas aja biar bisa tidur juga. Dan lagi, tadi belum logout pesbuk, jadi keliatan kayak udah diread yah.”
Fang terdiam. Sialan, ia harus menanggung rasa malu setelah ini. Dasar bodoh. Seharusnya ia tahu, Taufan tidak mungkin sesensitif itu karena sebuah pesan. Bodoh, bodoh, bodoh.
“Tenang, Fang. Aku tau kamu malu banget. Pfffttt-"—Ingin rasanya Fang menabok wajah itu. Sayang Taufan tidak berada di dekatnya—"Aku gak bakal—pffftt.. Ngetawain kamu kok.”
“Oke.. Makasih karena itu, Tau-fan. Aku menghargai usahamu untuk menahan tawa itu.” Menghela napas, Fang mengatakan suatu hal dengan makna ambigu yang tersirat.
“Tapi, aku nahan tawa supaya gak berisik dan ditabok kak Hali.”
Ya… Ekspektasi itu selalu tak seindah realita dan membuat malu diri sendiri.
“……Fan, sini kutabok…..”