Taman dunia vs Taman surga
Menjelajahi bandung memang sangat menyenangkan,terlebih bersama teman sefrekuensian ditengah udara yang sejuk, masyarakat yang ramah, berbagai macam spot kekinian anak muda dari yang nyaman dikantong sampai yang bikin kering kantong. Bagiku bandung itu surga dunia bagi anak muda segenerasiku. Namun disini aku tak ingin menjabarkan spot mana saja yang 2hari kemarin aku kunjungi karna bagiku itu bukan hal yang terlalu penting.
Aku hanya ingin membandingkan bertamasya ditaman dunia dan taman surga:
1. Taman dunia, tidak bisa dipungkiri jalan-jalan ditaman dunia sangatlah menyenangkan, kita disuguhi berbagai macam kenikmatan yang membuat hawa nafsu bahagia. banyak orang-orang diluar sana yang mengisi hari libur panjang untuk pergi ke “taman-taman” dunia dengan berdalih “Refreshing” dan “Recharging” diri. Dan kemarin aku pun mengikuti arusnya dengan sesekali bertamasya ke taman dunia. namun ada kejanggalan value dari “refreshing” dan “recharging” diri itu. Entah mengapa aku tak menemukan value dari fresh and charge. karna kita semua tahu jika hasil adalah setelah proses. dan untuk kasus ini prosesnya ada di bertamasya ke taman dunia namun untuk hasil ?? gaada yang bisa dijadikan value kalo bertamasya ke taman dunia bisa merefresh dan charging diri, malah adanya lelah, lunglai, belum bisa moveon dari spot kece, bahkan sampe bikin konektifitas menurun setelah selesai bertamasya and back to the rountine activity. ini pengalaman pribadi aku sendiri lho... bebas jika ada yang tak setuju.
2. Taman surga, Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir” [HR Tirmidzi, no. 3510 dan lainnya. Lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562]. Halaqoh-holaqoh dzikir atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama kajian adalah taman-taman surga. Disana kita akan berkumpul di dalam masjid atau bisa di suatu tempat terbuka dengan batas-batas syar‘i seperti bersih, ada hijab sebagai batas wanita dan laki-laki, para ahli ilmu / ustadz yang memaparkan materi serta kita mendengarkan. materinya pun bukan materi dunia namun kalam Allah ﷻ dan hadits-hadits rasulullah ﷺ .Bagi yang baru awal-awal bertamasya ke taman surga, pasti merasakan berbagai ujian seperti lelah, bosen, pegel, ngantuk sampai penyakit hati “ri’ya”. namun dari pengalaman pribadiku, habis dari taman surga hati jadi lebih sakinah/tenang, nyaman, lapang, fresh, dapat ilmu baru, tantangan baru untuk beramal, pahala, serta kemudahan-kemudahan yang didapatkan setelah turn back to the routine activity. dan.. esensi refresh and recharge lebih kena di point ke 2 ini. Keberkahan yang disajikan setelah dari taman surga. sesuai dengan perkataan rasulullah ﷺ dalam hadits shahihnya. kemudian aku inget ayat ini Allah ﷻ berfirman,
وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى“
“Dan dia tidaklah berbicara dari dorongan hawa nafsunya, akan tetapi ucapannya tiada lain adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.” (QS. An Najm: 3-4).
aku berharap semua bisa ambil point dari pengalaman aku ini, jika kita ingin refresh and recharge diri jadi tau taman yang mana yang seharusnya dikunjungi...