Saya seorang Muslim, tapi kemana saja saya selama ini baru kagum dengan istilah ini sekarang.
Ya, saya mengakui bahwa masih sangat banyak yang harus saya perdalam kalau soal ilmu agama.
Jadi apa sih yang ingin saya ceritakan soal 'Tabayyun' ini..
Berawal dari seorang teman seangkatan di kantor yang meminjamkan salah satu bukunya untuk saya baca.
Sebelumnya saya pernah mengajukan pertanyaan ke teman saya ini, namun bukannya menjawab pertanyaan saya, dia malah menyuruh saya untuk cari jawaban atas pertanyaan saya di buku yang dia pinjamkan.
Hahaha.. Kalau diingat, kocak bener caranya.
Saya yang orangnya gak sabaran pada waktu itu merasa sebel, lalu mikir "Apa susahnya sih tinggal jawab aja gitu kan.."
Pas dia bawa bukunya, buku itu tidak langsung saya baca. Saya masih merasa malas, mana bukunya tebel banget..
Buku itu saya simpan dulu di laci meja kantor saya, tidak lama kemudian pas lagi gak ada kerjaan di kantor mulai lah saya penasaran apa sih isi buku itu.
Saya kemudian membuka halaman Daftar Isi-nya terlebih dahulu, lalu saya putuskan untuk membaca bab-bab yang menarik bagi saya.
Berikut saya coba paparkan apa yang saya dapatkan dari hasil membaca buku tersebut..
Dalam Islam, seorang Muslim yang bertakwa adalah seseorang yang mampu menjaga keseimbangan antara Hablun Minalloh dan Hablun Minannas.
Hablun Minalloh adalah hubungan vertikal antara manusia dan penciptanya: Allah SWT.
Sedangkan Hablun Minannas adalah hubungan horizontal antara sesama manusia, makhluk ciptaan Allah.
Islam mengajarkan hubungan baik dengan Allah saja tidak cukup, namun juga harus diimbangi dengan hubungan yang baik dengan sesama manusia.
Bagaimana cara menjaga hubungan baik dengan sesama manusia?
Menurut Islam, salah satu caranya adalah dengan 'Tabayyun' ini..
Lantas, apa itu 'Tabayyun'?
Dalam bahasa Arab, Tabayyun artinya mencari kejelasan hingga terang dan benar.
Secara istilah, Tabayyun adalah menyeleksi informasi atau berita dengan melakukan check dan recheck, memverifikasi dan mencari kebenaran dari informasi tersebut.
Perintah untuk melakukan Tabayyun ini juga bahkan tertuang di dalam Al-Qur'an:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka bersungguh-sungguhlah mencari kejelasan agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang menyebabkan kamu atas perbuatan kamu menjadi orang-orang yang menyesal."
(QS. Al-Hujurat [49]: 6)
Dengan mengamalkan Tabayyun, seorang Muslim tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sebelum ia dapat memastikan kebenaran informasi yang ia dapatkan.
Tabayyun.. sebuah sikap yang dianjurkan untuk diamalkan bagi setiap Muslim, namun sayangnya sering dilupakan.
Bisa kita lihat dari fenomena penyebaran informasi hoax dan begitu banyaknya orang yang begitu mudah percaya dengan suatu informasi yang mungkin belum benar adanya.
Bila diterapkan dalam hubungan dengan orang lain, sikap Tabayyun ini diperlukan apabila kita mendengar informasi atau berita yang diragukan tentang seseorang.
Ada baiknya seorang Muslim mencari tahu dulu kebenarannya dengan melakukan klarifikasi informasi tersebut kepada orang yang bersangkutan, dengan kepala dingin dan cara yang baik.
Hal tersebut adalah cara yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim untuk tetap menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Tabayyun ini mirip dengan sikap kritis..
Bagaimana seseorang sebaiknya tidak langsung percaya dengan apapun yang ia terima, sebelum ia pastikan dulu kebenarannya.
Bahkan Islam sudah lama mengatur hal tersebut jauh sebelum adanya dunia modern.
Dari membaca buku tersebut, saya seperti disadarkan kembali bahwa memang agama sudah memiliki panduan yang lengkap bagi manusia untuk menjalani kehidupannya.
Seringkali kita bereaksi secara spontan saat terjadi sesuatu, lupa dengan bagaimana seharusnya kita bereaksi sesuai kaidah agama.
Saya menyadari begitu luar biasanya Islam dalam mengatur segala sesuatunya, bahkan hingga hal-hal yang sangat rinci.
Terima kasih kepada teman saya yang sudah mengingatkan saya tentang hal ini, dengan caranya yang unik.